Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Undangan Makan Malam


__ADS_3

Hai!! Terimakasih ya yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini.


Aku minta maaf kalau jalan cerita ini kurang berkenan di hati kalian.


Mohon penilaian dan sarannya ya.


Jangan lupa like, rate dan tambah favorit.


Yang paling penting,, jangan lupa KOMENTARNYA!!! 😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seorang gadis tengah berada di ruang keluarga bersama ayahnya. Dia merengek seperti anak umur lima tahun yang meminta balon pada ayahnya. Jelas jelas keinginan nya itu mustahil dipenuhi, tapi tetap saja dia bersikeras.


"Ayolah ayah,, aku sangat mencintai dia, jodohkan aku dengan dia ayah,, " gadis itu bergelayut manja pada lengan ayahnya.


"Ayah sudah berusaha nak, ayah sudah mengatur jadwal makan malam bersama Tuan Fernandez, saat itu ayah akan mengenalkan kamu dengannya " Dia mengelus kepala putrinya yang amat ia sayangi itu, ia selalu menuruti apa yang diminta, selalu tidak tega menolak permintaan putrinya, ia terlalu dibutakan oleh kasih sayangnya. Namun kali ini, dia benar benar dibuat pusing oleh keinginan putrinya yaitu menjadi istri dari seorang konglomerat Tuan Arya Fernandez.


Bagaimana ini? Aku pernah mendengar ada simpang siur jika Tuan Arya sudah menikah? Apa itu benar adanya? Kalau iya maka putriku harus menanggung patah hati karena ini.


Aku sungguh tidak tega menolak permintaannya.


Dia adalah Nuri Ananda, seorang model papan atas yang sangat tergila gila pada seorang Arya Fernandez. Sudah lama ia menyimpan perasaannya, tapi sebenarnya itu bukan perasaan cinta, tapi dia hanya ingin dihargai, dihormati, dan menikmati kekayaan Arya yang melimpah ruah.


Ayahnya bernama Rendra Hartono, seorang pria paruh baya yang telah kehilangan istrinya 20 tahun yang lalu. Saat itu umur Nuri baru lima tahun, semenjak saat itu, Rendra selalu memanjakan putrinya, menuruti apa saja yang dikatakannya, sampai hal tersulit sekalipun.


Termasuk untuk saat ini, putrinya meminta menjadi istri Arya. Permintaan yang sangat sulit, Rendra sudah berkali kali menceritakan tentang kehebatan dan kecantikan putrinya saat meeting kerjasamanya.


Dia menjalin kerjasama dengan Fernandez Groub agar mendapat keuntungan serta memenuhi keinginan putrinya. Namun Arya hanya diam dan dingin seperti es, tak menanggapi yang dikatakan Rendra tentang putrinya. Mungkin baginya itu tidak penting, ia hanya menjawab jika diajak bicara masalah bisnis saja. Rendra sudah putus asa, tapi demi meyakinkan Nuri akhirnya dengan susah payah dia mengatur jadwal makan malam dengan Arya.


"Nanti malam kamu siap siap ya,, kita akan bertemu dengan Tuan Arya malam ini, dandan yang cantik " Rendra mengelus kepala putrinya.


"Baik ayah " Nuri tersenyum senang.


"Tapi yah,, tuan Arya datang sendiri kan? " Nuri belum tahu jika Arya sudah menikah.


"Ayah tidak bisa memastikan nak, bisa membuat jadwal dengannya malam ini saja sudah keberuntungan yang berharga bagi kita "


"Yasudah, tapi aku yakin dia akan datang sendiri,, saat dia bertemu aku nanti dia pastei akan langsung menyukaiku " ucap Nuri dengan percaya dirinya.


Lihat saja Tuan Arya,, mari kita lihat seberapa kuat nafsumu,, akan kupastikan kau tergoda melihat tubuhku. Nuri tersenyum devil.


"Iya,, terserah kamu saja " ucap Rendra final.


Sementara di dalam ruang keluarga di kediaman Arya, dia tengah menghabiskan waktu dengan menatap laptopnya sepanjang hari. Dara yang ada disampingnya hanya memainkan ponselnya sambil menonton televisi, dia tahu Arya sedang sangat sibuk sekarang, dia sedang mengerjakan laporan perusahaan bulanan yang amat penting dan harus sangat teliti.


"Oh ya,, nanti malam kamu temani mas ya? " Tiba tiba Arya teringat janjinya dengan tuan Rendra.


"Kemana? " tanya Dara.


"Ada undangan makan malam dari klien bisnisku, jadi kamu temani mas ya? " Arya menatap istrinya.


"Oke, tapi aku pakai baju apa ya mas? " Sambil memikirkan apa yang akan dipakainya, mungkin saja itu acara yang sangat formal, pikirnya.


"Pakai apa saja,, ini hanya makan malam biasa,, bukan acara formal "


"Baiklah "


Jam menunjukan pukul tujuh malam, Arya memutuskan menunggu istrinya di ruang tamu, dia menggunakan setelan jas berwarna hitam yang semakin memancarkan pesona ketampanannya.

__ADS_1



Sementara Dara masih ada didalam kamarnya, masih sibuk memoles wajahnya dengan make up, ia tidak suka make up yang bold, jadi Dara hanya sedikit menambahkan bedak, lipstick dan maskara.


Tanpa make up pun dia sudah sangat cantik, tapi tentunya itu akan menurunkan angka percaya dirinya.


Dara keluar dari kamarnya, menuruni tangga dengan hati hati. Arya sampai tak berkedip melihat penampilan istrinya, dress warna pink membalut tubuhnya yang bak model profesional itu, semakin memancarkan aura kecantikannya.



"K_kamu cantik sekali,, " Tak henti hentinya menatapnya, biasanya dia juga sangat cantik, tapi kali ini Dara benar benar luar biasa.


"Apa yang kamu katakan tadi? " Dara menggoda suaminya, berpura pura tidak mendengar, padahal ia mendengar dengan jelas apa yang dilontarkan Arya.


"Tidak,, aku tidak mengatakan apapun " Arya gelagapan, dia malu sampai tak berkedip menatap kedatangan istrinya.


"Haha,, baiklah ayo kita berangkat,, " Dara menggandeng lengan suaminya.


"Baiklah,, ayo " Mereka keluar rumah dan memasuki mobil Lamborghini milik Arya.


Sekitar 45 menit menempuh perjalanan, mobil Arya terpakir di depan restoran mewah bertuliskan 'Kokoro Restaurant'.


"Ayo kita masuk " Arya dan Dara berjalan beriringan sambil bergandengan tangan, membuat iri orang orang disekitarnya. Mereka masuk dan diantarkan pelayan ke meja paling mewah dan eksklusif disana.


"Mas, aku ingin ke kamar mandi sebentar,, " Dara lupa belum buang air kecil saat dirumah tadi.


"Baiklah,, mas antarkan ya "


"Tidak usah,, aku bisa sendiri kasihan nanti klien kamu menunggu,, nanti aku akan menyusul " Ucap Dara.


"Baiklah,, hati hati "


"Selamat datang Tuan Fernandez " Rendra bangkit dan mengulurkan tangannya, Nuri tersenyum bahagia bisa bertemu Arya secara langsung, terlebih dia datang sendirian, pikirnya.


Yess!! Dia datang sendirian,,


"Senang bertemu anda lagi tuan Rendra " Arya membalas uluran tangannya.


"Selamat datang tuan " Nuri tersenyum dan ikut mengulurkan tangannya, Arya hanya mengangguk dan membalas uluran tangannya namun tetap berwajah datar.


Gila!! Dia semakin tampan saat seperti tadi


"Silahkan duduk tuan " Arya pun duduk.


"Mau pesan apa tuan? " tanya Nuri dengan nada yang dibuat buat menampilkan senyuman sensualnya. Bukannya tergoda, Arya malah mendengus sebal, dia sudah biasa menghadapi wanita model seperti Nuri.


"Maaf,, saya sedang menunggu seseorang "


"Siapa tuan? " tanya Rendra.


"Anda akan segera tahu Tuan Rendra " Arya menatap kearah pintu, berharap istrinya akan segera datang, ia tak tahan dengan Nuri yang selalu menggodanya dengan tatapn sensual.


Tak lama kemudian, Dara yang baru keluar dari kamar mandi mendekati meja mereka, tersenyum dan menyapa.


"Selamat malam " Sapa Dara tersenyum lebar.


"Maaf, anda siapa ya? Mungkin anda salah meja " ucap Nuri.


"Dia datang bersama saya " Arya menarik Dara untuk duduk disampingnya.

__ADS_1


"Oh,, kamu pasti adiknya tuan Arya ya,, senang bertemu denganmu,, Aku Nuri siapa namamu? " Nuri mencoba akrab dengan Dara, ia berpikir bahwa dekat dengan adiknya Arya akan mempermudah jalannya mendapatkan pujaan hatinya.


"Perkenalkan,, saya Dara Fernandez istri dari Arya Fernandez " ucap Dara.


"Iya benar, dia adalah istri saya " tambah Arya.


Deg! Nuri tersentak dengan apa yang baru saja menyapa gendang telinganya. Sementara Dara dalam hatinya tertawa terbahak bahak, pasalnya Arya sudah menceritakan tentang rencana Rendra dan putrinya yang tergila gila padanya.


Ini tidak mungkin,, mana mungkin Arya sudah menikah!! Aku tidak percaya.


Dibawah meja Nuri menyenggol kaki ayahnya, memberi isyarat agar melakukan sesuatu.


"Emm,, tuan Fernandez sebelum kita mulai makan malam saya ingin membicarakan hal penting tentang bisnis " ucap Rendra.


"Tentu saja silahkan tuan "


"Ini sangat penting tuan " Rendra menekankan suaranya.


"Emm,, nona Dara kita bisa pergi keluar? Ayah dan tuan Arya pasti ingin membicarakan sesuatu yang privasi " ucap Nuri, ia sengaja menginstruksi ayahnya agar bisa berbicara dengan Dara.


"Tentu saja " Mereka bangkit dan keluar ruangan, Nuri menghentikan langkah saat di dekat taman, menatap Dara lekat dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Lumayan juga,, tapi tidak secantik aku.


Dan aku juga yakin dia bukan istri Arya yang sungguhan.


"Katakan yang sebenarnya,, siapa kamu? " tanya Nuri setengah berteriak.


"Maksud anda apa nona Nuri? " Dara tersenyum, ia tahu benar apa yang dipikirkan wanita dihadapannya.


"Jangan berpura pura!! Aku tahu kamu hanya istri sewaan Arya kan,, dia ingin menghindariku dengan mengatakan bahwa sudah beristri!! " Tuduhan Nuri salah besar, nyatanya Arya memang sudah beristri.


"Maaf ya nona, anda salah besar saya adalah istri sah dari Arya Fernandez" ucapnya lantang.


"Dengar,, kalau kau katakan yang sejujurnya padaku aku akan membayarmu berapapun,, "


Cih,, sombong sekali dia. Dara.


"Maaf nona,, saya tidak butuh uang anda, suami saya sudah lebih dari cukup menafkahi saya "


"Cih,, wanita murahan " Nuri melengos, merendahkan wanita yang mengaku sebagai istri Arya.


"Jaga bicara anda nona Nuri!! " Terdengar sebuah suara bariton yang menggelegar.


Mas Arya?


"Ayo sayang kita pergi,, dan ingat jaga mulut anda nona Nuri " Arya menarik tangan istrinya, melewati Nuri yang sudah banjir air mata.


"Maaf tuan Rendra,, makan malam kali ini saya batalkan " Ucap Arya lalu menjauh dari Ayah dan anak itu.


"Ayah!! " Nuri berlari memeluk ayahnya.


"Ayah apakah dia benar benar istrinya? " Mata Nuri sudah menganak sungai, Rendra mengusapnya dengan sayang.


"Sabarlah nak"


"Ayah aku ingin dia!! "


" Sudahlah Nuri,, ikhlaskan saja dia nak,, masih banyak laki laki diluar sana " Rendra membawa putri semata wayangnya memasuki mobil.

__ADS_1


Bersambung,,,,


__ADS_2