
Rani kini tengah berada pada sebuah gedung tempat pemotretan nya. Ia berpose dengan sangat anggun nya. Ia memang berbakat dalam dunia permodelan, namun tak pernah menyadarinya kalau bukan Dara yang memaksa nya menampilkan bakatnya.
Rani sekarang tengah naik daun, kariernya semakin hari semakin meningkat drastis.
Apalagi sekarang dia tengah menggarap iklan mobil sport terbaru milik Arya. Namanya kian dikenal khalayak ramai. Apalagi para model bekas dari perusahaan Arya selalu diincar oleh perusahaan dibawahnya, itu karena mereka tahu bahwa Fernandez Groub selalu memiliki model papan atas yang profesional.
Rani sekarang telah menyelesaikan sesi pemotretan nya, ia melirik jam tangan di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul dua siang. Adiknya pasti sudah pulang sekolah sekarang.
Yaampun!! Afdal pasti sudah menungguku dirumah!
Rani buru buru mengambil tas dan ponselnya. Ia sudah berjanji akan menemani adiknya belajar hari ini. Dia terlalu terburu buru sampai sampai menabrak seorang pria. Rani terjatuh kelantai.
"Awww!!" pekik Rani, pria itu berbalik dan mengulurkan tangannya.
"Maafkan aku,, mari aku bantu " pria itu tak lain adalah Raga, ia membantu Rani berdiri. Rani masih belum menatapnya.
"Raga? " Dia menatap Raga, senyum mengembang di bibir indahnya.
"Rani kan? "
"Maafkan aku yang menabrakmu tadi " Ucap Raga.
"Tidak papa,,lagipula aku yang salah, aku yang terburu buru? " Rani tersenyum canggung.
"Kau mau kemana? " tanya Raga.
"Aku akan pulang,, permisi,, " Rani mengambil tas nya yang jatuh dan melangkah terburu buru.
Raga sedikit heran dengan gadis yang satu ini, biasanya para gadis akan memohon agar bisa bertemu dengan Raga, tapi Rani? Dia terlihat canggung dan misterius dengan nya.
Meskipun begitu Raga sedikit tertarik dengan gadis satu ini, dia tidak sama dengan para wanita pada umumnya. Raga tak memiliki kekasih karena dia muak dengan wanita yang bersikap manis padahal hanya ingin hartanya saja.
Raga kembali masuk kedalam sebuah ruangan disana, ia menemui rekan kerjanya yang biasa menangani para model.
"Selamat siang pak " Sapa Raga, yang disapa berdiri dan menyambutnya dengan uluran tangan.
"Silahkan duduk tuan Raga,, sebuah keberuntungan bisa bertemu anda secara langsung " Raga duduk, mengambil beberapa berkas pada tasnya dan menaruhnya diatas meja.
"Anda ingin minum apa tuan? "
"Kopi saja " ucap Raga, pria paruh baya itu menekan tombol disampingnya dan tak lama asisten nya masuk.
"Buatkan dua cangkir kopi!" Wanita itu mengangguk, lalu keluar ruangan.
"Jadi ada keperluan apa tuan? " tanya pria itu.
"Saya butuh beberapa model tambahan untuk iklan produk baru saya " Raga menyodorkan berkas ditangan nya. Pria itu mengambil kacamata dan mulai membaca satu persatu poin yang ada di map itu.
"Itu bisa diatur tuan,," ucapnya, namun tiba tiba sebuah ide briliant muncul pada otak Raga.
"Saya ingin model yang bernama Rani,, apa bisa? " Raga semakin penasaran dengan wanita itu, berharap semoga saja itu jodohnya. Karena ia mau pendamping nya nanti mencintainya apa adanya, tidak memandang harta. Dan Raga melihat kriteria itu dari Rani.
"Maaf tuan,, tapi disini ada tiga model yang bernama Rani "
"Saya ingin model pendatang baru yang bernama Rani, dia baru saja keluar tadi " Raga berucap santai. Tak lama seorang OB datang membawa dua cangkir kopi.
"Silahkan tuan,, " wanita itu menatap kagum pada Raga lalu melangkah keluar ruangan.
"Tapi kenapa harus dia tuan? Dia hanyalah model pendatang? " Pria itu mengernyitkan keningnya, heran apa istimewanya wanita itu.
__ADS_1
"Saya ingin dia! " ucap Raga tegas.
"Tapi dia masih terikat kontrak dengan tuan Arya "
"Ck, sudahlah aku akan mengurusnya, Arya adalah sahabatku ,dia pasti akan setuju " Nada bicaranya sudah tidak formal lagi.
"Baiklah tuan,, saya akan mengurusnya " Raga lalu bangkit dari duduknya. Berjalan keluar dari ruangan itu.
19.00 WIB
Rani kini berada didalam sebuah kafe bersama adiknya, ia baru saja pulang dari rumah sakit menjenguk ibunya yang tak kunjung sadar. Lalu saat pulang adiknya, Afdal merengek ingin makan di kafe. Ia pun menurutinya demi kebahagiaan adiknya, mengingat keadaan ekonomi nya mulai membaik sekarang.
"Kakak,, aku mau nambah,, " Rengek Afdal.
"Astaga! Kau sudah makan banyak sekali Afdal! " Rani menggelengkan kepalanya, adiknya ini doyan makan tapi tidak bisa gemuk.
"Ayolah kak,,, aku suka makanan ini " Menunjuk dua piring yang baru saja dilahapnya.
"Baiklah pesan saja " Rani mengalah, dia sangat menyayangi adiknya.
"Mbakk!!" Afdal memanggil pelayan.
"Tambah ini satu lagi ya "
"Baik, ditunggu ya "
Rani memainkan ponselnya, ada sebuah pesan yang masuk bahwa dia telah dikontrak orang lain, tapi bukan suami temannya.
Siapa yang mengontrakku? Dia tidak memberi tahuku,,
Rani menaruh ponselnya kedalam tas, memperhatikan adiknya yang tampak senang melahap satu piring ayam krispy kesukaannya. Ia tersenyum senang setidaknya setelah kepergian ayahnya adiknya sudah bisa tersenyum lagi.
"Makannya kalau makan kira kira dong! Yaudah sana! " Afdal berlari terbirit birit ke toilet. Sepersekian detik berikutnya ada orang yang menyapa Rani dari belakang.
"Hai,, disini juga? " Sapa pria itu, Rani menoleh dan mengenalinya dia adalah Raga.
"Boleh aku duduk disini? " Belum mendapat jawaban tapi Raga langsung duduk bersebelahan dengan Rani. Rani tersenyum canggung.
"Kamu kesini dengan siapa? " Raga melihat ke kanan kiri, barangkali Rani kesini dengan seorang pria, kalau iya maka pupuslah harapannya mendekati gadis ini.
"Dengan adikku,, " jawabnya singkat.
"Kenapa kamu sangat dingin,, aku merasa tidak dihargai disini "
Gadis ini memang sangat berbeda,, tapi aku suka caranya.
"Bukan begitu Raga,,, aku hanya butuh adaptasi dengan orang yang baru " Rani menatap pria disampingnya, ia memang perlu waktu untuk beradaptasi dengan orang baru, apalagi seorang laki laki.
"Baiklah,, tidak papa aku memaklumi nya "
"Oh ya,, dimana adikmu, laki laki atau perempuan? " Raga memerhatikan sekelilingnya.
"Dia laki laki,, dia sedang ke toilet tadi " Jawab Rani.
"Ohh,,, "
"Emm,, malam minggu ada acara nggak? " Ia mencari kesempatan mendekati Rani, siapa tahu saja dia wanita yang dicarinya selama ini.
"Tidak ada,, memangnya kenapa? "
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita makan malam bersama? " Raga berucap penuh harap. Berbeda dengan Rani, ia mengernyitkan keningnya heran, ia tak pernah makan malam dengan pria sebelumnya, paling hanya dengan ayahnya saat masih hidup dulu.
"Apa yang kau pikirkan? Bisa tidak? " Rani masih tampak berpikir, hingga akhirnya dia mengangguk.
"Baiklah,, aku bisa " Suasana hening setelah itu, tak ada pembicaraan. Rani merasa tidak nyaman, apalagi adiknya tak kunjung kembali.
Kemana anak nakal itu? Apa dia begitu mulasnya sampai tidak keluar keluar?
"Kau tidak ingin berkata sesuatu? " ucap Raga sambil membuka menu makanan.
"Apa? "
"Misalnya berucap terimakasih? "
"Untuk apa aku berterimakasih? "
"Kau baru saja dikontrak kan? "
"Apa kau tahu siapa yang mengontrakmu? "
"Tidak " Rani menggeleng.
"Itu adalah aku " Raga menunjuk dirinya sendiri.
"Jadi kamu yang mengontrakku? " Rani terkejut.
"Tentu saja,, "
"Mbak!! " panggil Raga, pelayan pun datang.
"Cappucino satu "
"Baik tuan " Pelayan itu pergi. Raga menatap Rani yang juga menatapnya. Dia cantik juga ternyata, tidak kalah dari istri sahabatnya.
Ragu, Rani berkata " Terimakasih telah mempercayai ku sebagai model iklan mu "
"Tidak masalah,, " Raga tersenyum, tak lama kemudian seorang anak berumur 13 tahun berteriak memanggil Rani.
"Kakak!! " Teriak Afdal berlari ke kakaknya, semua orang di kafe itu menoleh pada mereka. Rani merasa malu dengan tingkah adiknya yang konyol ini.
"Ada apa! Kenapa berteriak? " Memegang kedua bahu Afdal.
"Ayo cepat pulang!! " Afdal meringis menahan sakit.
"Katakan dulu ada apa? "
"Aku diare!! " Bisik Afdal agar tak kedengaran orang lain.
"Yaampun baiklah,, ayo pulang " Rani pun bangkit dan mengambil tas dan ponsel Afdal di meja.
"Aku pergi dulu ya,, " ucap Rani, Raga menatapnya dengan tatapan seolah berkata 'Apa yang terjadi? '
"Adik ku diare,, aku harus membawanya ke klinik,, " Bisik Rani di telinga Raga lalu melenggang pergi dengan tergesa gesa.
Raga tersenyum simpul, gadis ini sangat polos dan manis.
Bersambung,,,
Mohon maaf episode kali ini ceritanya nggak nyambung, habisnya author bingung bagaimana caranya menyatukan Raga dan Rani 😂.
__ADS_1