
Jam masih menunjukan pukul tujuh pagi.
Sesuai kesepakatan, mereka akan berkeliling Singapura hari ini. Menikmati Negeri Singa sekaligus membeli oleh oleh untuk para sahabat karib Dara.
Dara dan Arya sedang ada di dalam lift sekarang.
Ting! Lift terbuka, mereka pun keluar dari sana. Arya menuju meja reseptionist untuk membayar tagihan. Meskipun itu adalah hotelnya sendiri, tapi menurutnya bisnis tetaplah bisnis. Ia tidak ingin seenaknya sendiri meskipun sebenarnya itu tidak perlu.
Lalu mereka keluar dari hotel, melangkah mendekati mobil Aston Martin One-77 yang terpakir di depan hotel.
Dara dan Arya masuk dan duduk di kursi belakang. Kali ini Rey yang menjadi supirnya.
"Pekerjaanmu sangat bagus Rey " Arya menepuk bahu Rey, ia bangga dengan hasil kerja Rey semalam.
"Terimakasih tuan " Dara bingung, memangnya apa yang dilakukan Rey semalam? .
"Katakan sayang, kamu mau kemana dulu " tanya Arya. Dara nampak berpikir sejenak.
"Mungkin kamu mau ke restoran mewah, hotel, atau kamu mau ke pulau ku yang indah " Ucap Arya.
"Memangnya kamu punya pulau disini? " Dara bahkan tidak tahu bahwa Arya punya banyak sekali pulau yang indah di beberapa negara di dunia.
"Tentu saja, jadi mau kemana? "
"Aku ingin jalan jalan seperti orang pada umumnya saja. Emm,,, aku ingin ke Merlion Park " Dara tersenyum senang, ia ingin berfoto dengan patung Merlion.
"Merlion Park ? " Arya mengernyitkan keningnya.
"Iya "
"Tapi disana ramai orang, bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi? " Arya adalah orang yang selalu waspada dan memiliki insting yang kuat.
"Tidak akan terjadi apapun, lagipula ada kamu dan Rey kan? " Rey yang namanya tersebutkan menoleh ke kaca spion.
"Baiklah "
"Rey, kau dengar kan? "
"Iya tuan muda " Mereka pun menuju Merlion Park sesuai kehendak Nona Muda.
***
Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di Merlion Park.
Dara langsung mengapit lengan suaminya, ia terlihat sangat antusias. Tak lupa, ia membawa kemera, karena ia ingin foto yang sempurna, akhirnya ia membeli kamera dulu tadi saat perjalanan kemari.
Disini terlihat ramai pengunjung, baik penduduk asli, India, China dan bahkan ada orang asli Indonesia.
Setelah beberapa puluh meter berjalan, tibalah mereka pada patung Merlion.
__ADS_1
Taman Merlion, adalah sebuah markah tanah dan objek wisata utama Singapura, terletak di One Fullerton, Singapura, dekat Distrik Bisnis Sentral. Merlion adalah sejenis makhluk mistis berkepala singa dan bertubuh ikan yang banyak digunakan sebagai maskot dan personifikasi nasional Singapura. Patung ini adalah salah satu ikon Singapura. Merlion adalah kependekan dari Mermaid dan Lion.
"Sayang ayo kita berfoto " Dara antusias menggandeng lengan suaminya mendekati patung itu.
"Kamu dulu saja ya " Sebenarnya Arya adalah orang yang paling malas untuk diajak berfoto. Menurutnya itu adalah pekerjaan yang membuang waktu dan energi.
"Kamu tidak mau? "
"Bukan begitu, kalau aku berfoto lalu siapa yang menjadi fotografer nya, kita kan memakai kamera " Arya mencari alasan agar bisa terhindar dari kegiatan ini.
"Baiklah, tapi nanti gantian kamu yang foto ya " Dara antusias.
"Iya iya " jawab Arya malas.
Dara pun mendekati patung Merlion itu dan mulai berpose dengan beberapa gaya.
Cekrek!
Cekrek!
Cekrek!
Beberapa foto diambil Arya. Ia mengamatinya, istrinya terlihat sangat cantik. Entah karena ia memang rupawan atau Arya yang pandai memotret.
"Sayang,, siapa nanti yang akan menjadi fotografer nya? Lebih baik kamu ulang berfoto dan aku yang memotret ya " Ia masih berusaha menghindar.
"Ck, tenang saja, sebentar " Dara menengok kanan kiri mencari sesuatu yang dia perlukan. Dan ya, dia menemukannya.
"Rey! " Teriak Dara pada Rey yang sedang duduk dibawah pohon kelapa meratapi nasibnya yang masih jomblo.
Rey pun mendekat.
"Ada apa nona? " Tanya Rey sambil mendekat.
"Tolong foto kan kami ya. Kau bisakan? " Rey memandang tuan mudanya menggelengkan kepalanya memberi isyarat agar menolak.
Bukan Rey namanya kalau tidak bisa membaca isyarat yang diberikan Arya.
Namun Rey tersenyum licik, lalu menganggukan kepalanya.
"Tentu saja nona, keinginan anda adalah perintah bagi saya " Ucap Rey. Arya langsung memainkan matanya dengan malas.
"Ayo mas,, kita berpose " Dara menyeret tangan suaminya mendekati patung. Dara tersenyum sambil mendaratkan kepalanya di bahu Arya. Sedangkan Arya dingin tanpa ekspresi.
Cekrek!
Rey tersenyum puas melihat hasil jebretan nya. Mereka memang sangat serasi.
__ADS_1
Pasangan yang serasi. Semoga saja mereka langgeng selamanya. Tapi lihatlah wajah tuan muda.. hahahah...
"Sudah ya, sekarang kita mau kemana lagi? " Ucap Arya saat mereka sudah mengambil sedikitnya seratus foto. Dara tampak berpikir sejenak. Mengingat ingat berbagai destinasi wisata yang ada di Negara ini.
"Emm,,, bagaimana kalau ke Little India " Usul Dara. Sepertinya menyenangkan kalau pergi kesana, Dara juga penasaran seperti apa tempat yang katanya banyak ditemukan orange asal Hindustan itu.
"Baiklah, asalkan kamu senang. " Mereka lalu berjalan keluar dari objek wisata ini. Rey merasa seperti anak ayam yang mengekor pada bapak dan ibu ayam, membosankan.
Lebih baik aku menghajar seribu musuh sendirian. Daripada mengikuti pasangan suami istri ini. Memangnya aku ini transparan!
***
Setelah sekian lama, akhirnya mereka bertiga sampai di tempat yang diinginkan Dara.
Little India adalah perkampungan warga India yang masih mempertahankan ciri khasnya.
Bangunan disini memiliki corak warna yang terang. Disini ada pasar tradisional, penjual kacang puteh karangan bunga melati dan teratai, bahkan gang sempit yang umum ditemukan di India.
Dara merasa sangat bahagia, ia dapat merasakan pengalaman liburan ke India lengkap dengan hiruk pikuknya. Senyuman telah terukir kembali di wajah cantiknya.
Arya dapat bernapas lega sekarang.
Mereka membeli makanan khas India, kerajinan tangan, dupa bahkan emas asli dari India. Tak lupa juga mereka membeli oleh oleh untuk Rani dan Rina.
Sampailah pada sebuah lapak penjual asli orang Hindustan. Benar sekali yang dikatakan orang tentang tempat ini, mereka masih mempertahankan budaya aslinya, bahkan mereka menggunakan pakaian tradisional.
"Lihat ini, kita beli ya? " Dara mengambil sebuah kaset film bollywood.
"Kamu menyukainya? " Arya adalah tipe orang yang tidak suka menonton film. Apapun itu jenisnya, ia lebih suka berkutat dengan laptop saja.
"Emm,,, aku tidak pernah menontonnya. Tapi aku penasaran "
"Yasudah kita beli. Pilih saja yang kamu inginkan. Eh, tidak tidak, beli saja semuanya " Arya berubah pikiran.
"Semuanya? " Bahkan satu kaset saja durasinya bisa lebih dari tiga jam.
"Iya semuanya " Akhirnya mereka membeli semua kaset yang ada di lapak itu. Penjual itu amat berterimakasih pada Arya dan Dara.
Setelah cukup lama berbelanja dan berkeliling kesana kemari, mereka memutuskan untuk pulang. Mereka akan langsung ke bandara untuk pulang ke Indonesia.
***
Dara dan Arya sudah ada di dalam jet pribadi sekarang. Karena lelah, Dara sudah terlelap sejak satu jam yang lalu. Mereka saling terbuai dalam mimpi masing masing di dalam kamar yang tersedia di pesawat.
Bersambung....
Sampai disini dulu ya,,, author capek,,,
__ADS_1
Oh ya maaf, kalau editan fotonya jelek ya 😂😂