
Dara masih diam disana setelah hampir satu jam, ia mulai merasa kakinya sangat pegal.
Hei ular bodoh!Apa kau tidak ada niat pergi dari kakiku? dari tadi aku diam saja, tapi kenapa kau tidak pergi pergi juga. Sampai kapan aku akan disini Ya Allah bantulah hamba mu ini,,,, Hei para penjaga, apa kalian tidak melihatku? dari tadi aku disini. Apa kalian tidak ada niat untuk sekedar bertanya atau apa gitu? Sepertinya ini hari terakhirku. Batin Dara
Salah satu pengawal yang bernama Joko sudah curiga pada Dara. Lantaran Nona muda nya tidak bergerak dari tadi. Ia pun ingin menghampiri Dara.
"Hei Jono, kamu lihat itu? Nona muda dari tadi tidak bergerak dari sana. Jangan jangan terjadi sesuatu lagi" Ucap Joko
"Ah sudahlah, mungkin nona muda sedang mengamati sesuatu. Kita sebaiknya jangan mengganggunya" ucap Jono
"Aku tidak percaya, aku akan menghampiri Nona muda dan bertanya padanya" Joko pun pergi menghampiri Nona mudanya karena khawatir terjadi sesuatu yang buruk padanya
"Baiklah, kalau begitu tapi jangan sampai mengganggu nona"
Joko pun menghampiri Dara, sejak jauh ia sudah curiga karena Dara tetap tidak bergerak meskipun sudah dipanggilnya. Ayolah, siapa yang akan mengamati sesuatu sampai selama itu. Kalaupun memang iya, pasti tidak akan selama itu kan? dan setidaknya saat dipanggil oleh Joko, Dara pasti akan menyaut atau setidaknya sekedar menoleh saja. Tapi ini tidak, Dara malah tak bergeming dari sana sedikitpun. Joko pun semakin mendekat untuk bertanya pada Dara, barangkali Nona mudanya kurang mendengar panggilannya,.pikirnya.
"Nona? Nona sedang apa? kenapa hanya berdiri disana sedari tadi? " Tanya Joko penasaran
Karena tidak ada jawaban, Joko pun semakin mendekat.
"Nona? Astaga Nona!!! Nona tetap diam disana!!! Saya akan mengambil senapan"
Joko pun sangat panik dan memanggil para pengawal yang lainnya. Bagaimana tidak? Arya saja mengancamnya akan menggoroknya jika terjadi sesuatu pada Nona muda nya. Para pengawal berdatangan sambil membawa senapan dan senjata senjata lainnya.Mereka semua membentuk lingkaran mengelilingi Dara dan ular itu.
Astaga!!! bagaimana ini? bagaimana kalau ular itu mematuk Nona muda!! Bisa bisa aku akan mati digorok Tuan Arya. Batin Para pengawal
"Kau dan kau alihkan perhatian orang itu, dan kau setelah ularnya menjauh tembak ular itu. Dan aku akan membawa Nona pergi, sementara yang lainnya tetap waspada" Kepala pengawal memberikan instruksi pada masing masing pengawal lainnya.
Para pengawal pun mengalihkan perhatian ular itu, tetapi bukannya pergi ular itu malah semakin mendekati Dara bahkan sekarang jaraknya hanya 3 cm dari kaki Dara.
__ADS_1
Oh tidak!!! apa Aku akan berakhir disini?!! tidak tidak!aku masih ingin kuliah, bersama mama dan papa dan bersama suamiku yang dingin dan menyebalkan itu!!! Batin Dara
Para pengawal sangat panik karena ular itu semakin dekat dengan kaki Dara, salah satu pengawal berusaha menembak ular itu dengan hati hati karena takut malah terkena kaki Nona muda mereka.
"Nona muda tetap diam disana!!! saya akan menembak ular itu!!" ucap salah satu pengawal yang memegang senapan.
Hei pengawal bodoh!! kau pikir Aku sedang apa dari tadi, Menari??! Aku tetap menjadi patung disini meski kakiku rasanya akan lepas. Batin Dara
Memangnya apa yang akan dilakukan Dara selain menjadi patung? kalaupun dia lari, ular itu pasti akan duluan mematuknya. Dan para pengawal bodoh ini jumlahnya saja yang banyak, badannya saja yang besar besar, tapi mengatasi hal seperti ini saja tidak becus.
Dorrrr!!!
Sayangnya, tembakan itu meleset kearah lain hingga ular itu hendak mematuk Dara, tapi sebelum itu bunyi tembakan kedua terdengar.
Dorrrr!!!
Kali ini bukan para pengawal yang menembaknya, melainkan Arya. Ular itupun langsung mati. Para pengawal menyingkirkan ular itu. Sementara Dara yang kelelahan karena berdiri 1 jam lebih jatuh,, tapi untungnya Arya lebih dulu menangkap Dara sebelum jatuh ke tanah.
"Aku nggak papa kok Mas. Aku bisa jalan sendiri"
"Nggak papa gimana?!! kamu hampir aja ke patuk ular" Arya membuka pintu kamar dan meletakan Dara ke kasur dengan hati hati.
Kurang ajar para pengawal itu, menjaga istriku saja tidak becus. Kalau aku tidak datang entah apa yang akan terjadi pada Dara. Geram Arya
"Sayang,,kamu tunggu disini sebentar ya,,, Aku mau keluar dulu" Arya hendak melangkah keluar namun tangannya ditarik Dara hingga ia duduk disampingnya.
"Mas disini aja ya temenin aku, jangan marahin mereka semua. Mereka nggak salah, aku yang salah karena kesana sendirian, Aku minta maaf ya Mas. Tolong mas jangan marah apalagi pecat mereka ya" Ucap Dara
Ya Tuhan!! Arya tidak bermimpikan, dia tidak pernah menduga akan punya istri sebaik Dara meski hanya dalam mimpi sekalipun. Dia tidak menyangka gadis yang dulu dia sangat tidak mau dijodohkan dengannya bahkan ia tolak mentah mentah ternyata berhati seperti malaikat. Arya menduga setelah menikah kehidupannya akan sangat tidak menyenangkan karena istri yang menyebal kan, tapi kenyataan nya sangat bertolak belakang dari yang ia bayangkan selama ini. Ternyata hati istrinya sangat lembut seperti malaikat. Sungguh, Arya akan menjadi orang yang paling menyesal di dunia jika waktu itu tidak menuruti keinginan orang tuanya untuk menikahi Dara, seorang gadis cantik yang mampu meluluhkan es batu yang menjulang tinggi.
__ADS_1
"Tapi mereka harus dikasih pelajaran sayang,, " ucap Arya
"Mas aku moon!! " Ucap Dara memelas dengan menggunakan puppy eyes andalannya.
"Baiklah, kalau gitu kamu sekarang istirahat, aku temenin kamu disini" Memang apalagi yang bisa Arya perbuat kalau sang istri sudah memakai jurus andalan nya. Arya menjadi tidak tega dan pasti langsung menuruti apapun keinginannya.
"Iya Mas" ucap Dara lalu berbaring di kasur dengan Arya yang memeluknya. Mereka pun terlelap.
Flashback on...
Arya sedang mengerjakan sesuatu di laptop nya. Tiba tiba Rey datang dengan wajah yang panik.
"Ada apa Rey? " Tanya Arya tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.
"A,,,anu tuan muda ,,saya mendapat telfon dari rumah dan katanya Nona muda hampir dipatuk ular" ucap Rey gugup
"Lalu bagaimana keadaannya!!! " Arya langsung berdiri dengan wajah sangat panik
"Sekarang para pengawal sedang berusaha mengusir ular itu tuan muda" ucap Rey
"Kita pergi sekarang!!"
"Tapi 15 menit lagi Anda ada meeting penting dengan Mr. Crish tuan muda"
"Kalau begitu kamu wakili saya. Saya akan pergi sendiri" Ujar Arya lalu meniggalkan ruangan dan segera berlari menuju mobil nya.
"Ba-baiklah tuan muda " ucap Rey yang tidak percaya akan yang terjadi sekarang.
Sejak kapan tuan muda nya bisa sepanik itu. Rey tau ini adalah kondisi yang gawat darurat tapi ia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan tuan mudanya. Ia merasa,,, ya itu dia,, CINTA. Rey merasa bahwa setelah sekian lama tuan mudanya jatuh cinta lagi. Rey masih menduga duga. Namun ia akan senang jika itu benar adanya. Akhirnya ada juga seorang gadis yang mampu meluluhkan dinding es yang telah lama membeku.
__ADS_1
Flashback off
Bersambung...