Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Maafkan Aku...


__ADS_3

Pintu terbuka dengan keras, menampilkan Arya yang berdiri tegak di ambang pintu. Ia menutup pintunya. Dara yang telah lama menunggu pun menghampirinya, ia masih sedih atas kejadian tadi siang.


"Mas, kamu sudah pulang? " Ia berlari dan menghambur ke pelukan Arya. Cukup lama, namun anehnya Arya sama sekali tak membalas pelukan nya.


"Ada apa denganmu? " Ia mendongak menatap manik Arya, terlihat jelas api kemarahan disana.


"Kenapa? Kamu tidak suka suami mu pulang?" Arya mengeluarkan smirk nya.


"Apa maksudmu? " Melepaskan pelukan nya, dan agak menjauh dari Arya.


"Bukankah hari ini menyenangkan? " Dara menatapnya dengan seribu pertanyaan di benak nya, apa maksud Arya berkata begitu? Kenapa dia begitu aneh?


"Kamu kenapa sih? Kenapa kamu sangat aneh sekarang? " Padahal sebelumnya Arya yang dilihatnya adalah sosok pria yang penyayang. Mungkin saja ia belum melihat sisi Arya saat sedang murka.


"Seharusnya aku yang bertanya kenapa!! " Sentak Arya. Dara sampai terlonjak kaget, ini adalah pertama kali Arya membentak nya. Sebelumnya hanya ada kelembutan di matanya.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu berubah? " Matanya sudah berkaca kaca. Padahal tadinya ia ingin mengadu pada Arya, tapi suaminya malah marah padanya.


"Lalu ini apa!! "Mengambil ponselnya dan menunjukan foto Dara dan Reno yang sedang berciuman. Tapi Dara menyadari nya, foto itu telah diedit sedemikian rupa, hingga tampak bahwa mereka sama sama menikmati.


"Kau terlihat begitu menikmatinya ya? " Arya tertawa lepas. Air mata mulai mengalir deras di wajah cantik Dara.


"Mas, ini tidak seperti yang kamu kira_" Arya menepis tangan Dara yang ada di bahunya.


"Cukup!! " Sentak Arya. Tatapan nya sangat dingin, itu adalah tatapan yang biasa diberikan Arya pada para musuh nya.


"Dengarkan aku dulu_" Air mata sudah membanjiri pipinya. Ia merasa sakit, ternyata suaminya lebih percaya pada foto editan itu daripada istrinya sendiri.


"Tunggu,, dengarkan penjelasan ku dulu " Arya tak menggubrisnya, ia keluar dari kamar dan membanting pintu dengan kasar. Meninggalkan istrinya yang menangis tersedu sedu diatas lantai.


Kenapa ini semua terjadi padaku? Ternyata suamiku lebih percaya pada foto itu daripada aku*. Dia meragukan kesetiaan ku*.


***


Arya ada di ruang gym nya. Ia menyalurkan kemarahannya dengan berolahraga.


"Arghhhh!!! Sialll!!! " Karena amarahnya tak kunjung reda, Arya meninju dinding rumahnya sampai retak.


"Arggghhh!!! Sial!! " Ia terus meninju tembok.


"Tuan muda apa yang anda lakukan!! Andra baru saja datang dari paviliun belakang mendengar kegaduhan.


"Hentikan tuan!!! " Ia mencegah Arya yang akan meninju dinding, tapi malah ia yang jadi sasaran Arya.

__ADS_1


"Cukup tuan!! " Arya terus melayangkan pukulannya pada Andra. Bahkan sudut bibir nya mengeluarkan darah segar.


"Bodoh!! Kemana saja kau!! Aku menyuruh mu menjaga wanita itu!! Apa kau makan gaji buta!! "


"Maafkan saya tuan,, "


"Tidak berguna!!! Kenapa dia bersama pria lain!! "


"Tuan dengarkan saya, ini tidak seperti yang anda kira_"


"Cukup!! Aku tak butuh penjelasan mu!! "


"Tuan boleh tidak mendengarkan saya, tapi saya mohon lihatlah flashdisk ini "Andra mengeluarkan benda kecil itu dari saku jasnya. Lalu memberikan nya pada pria bodoh dihadapannya ini.


"Apa ini? " Memicingkan matanya.


"Itu adalah sesuatu yang akan membuat anda menyesal karena sudah meragukan kesetiaan istri anda " Andra berucap lantang, tak peduli jika ia akan dipecat atau dicambuk. Ia geram pada tuan mudanya, tega teganya dia menuduh wanita yang tidak berdosa.


Arya menuju ruang kerjanya, memasang disk itu pada laptopnya. Lalu terpampang jelas di layar itu, istrinya yang sedang berbincang dengan Rani.


Lalu melangkah menyusuri lorong untuk mencari buku yang dibutuhkan nya. Tiba tiba Reno datang dari arah yang berlawanan. Mengatakan sesuatu yang membuat Dara marah, kemudian mencengkeram tangan istri nya.


Arya mengepalkan tangan nya,


Reno semakin mencengkeram tangan Dara, lalu mencium paksa bibirnya. Kemudian dia menampar pipi Reno dan menangis sejadi jadinya.


"Sial!! " Arya menutup laptop nya dan menjambak rambut nya sendiri. Ia sudah bersalah, seharusnya ia mendengar penjelasan istrinya.


"Aku sudah bersalah,, " Menaruh kepalanya diatas meja, semakin menjambak rambutnya sendiri.


"Sudahlah tuan, sebaiknya anda minta maaf pada nona " ucap Andra.


"Lalu bagaimana dengan foto itu? " Arya ingat dalam foto itu ia melihat mereka saling menikmati ciuman itu. Jelas jelas itu hanya editan. Dasar tuan muda bodoh.


"Coba saya lihat tuan " Arya memberikan ponselnya. Andra memicingkan matanya mengamati foto itu.


Hah,, yaampun tuan muda, ini jelas jelas hanya editan. Katanya orang hebat, tapi begini saja tidak bisa mengenali. *Sepertinya tuan muda tersulut api cemburu sampai sampai tak bisa melihat ini dengan jelas***.


"Ini hanya editan tuan,, " Andra berusaha menahan tawanya, ia bahkan lupa dengan rasa sakit di sudut bibirnya.


"Sialan!! Suruh Rey menyelidiki kasus ini! " Titah Arya.


"Baik tuan muda "

__ADS_1


"Sekarang apa yang harus aku lakukan!! " Memukul meja dengan keras.


"Minta maaf saja tuan, nona pasti sangat terpukul. Suaminya malah percaya pada foto editan daripada kesetiaan nya " Andra sedikit menambahkan sindiran.


"Kau mengejek ku ya!! " Arya mendelik kesal.


"Tentu tidak tuan, mana berani saya menghina pimpinan saya sendiri " Arya melangkah lebar menuju kamar nya.


Ia membuka perlahan pintu kamar, Dara terlihat memunggunginya. Punggung nya bergetar. Ia pasti sedang menangis.


Dasar bodoh!! Lagi lagi aku tak bisa menahan emosiku!!


Berjalan perlahan mendekati ranjang, lalu duduk di sebelah istrinya. Dara langsung berbalik membelakangi Arya, lalu ia menutup kepalanya dengan selimut.


"Maafkan aku,, " Lirih Arya, ia sungguh menyesal.


"Aku mohon maafkan aku, aku terlalu cemburu sampai tidak mendengarkan penjelasan mu " Mencoba meraih tangan istrinya, namun ia ditepis.


"Sayang... " Dara membuka matanya sekejap mendengar panggilan Arya, lalu ia memejamkan matanya lagi.


"Aku akan bersimpuh diatas kakimu, tapi jangan mendiami ku seperti ini. Aku berjanji tak akan melakukan hal bodoh itu lagi" Dara berbalik, mata nya sembab karena menangis.


Menatap manik Arya lekat, ia menemukan kejujuran dan penyesalan disana. Sorot kemarahan sudah luntur entah kemana.


"Maafkan aku,, " Meraih punggung tangan istrinya dan menecupnya penuh cinta.


"Aku akan melakukan apapun asal kamu memaafkan ku " Kata katanya membuat hati Dara melunak, ia juga tidak tega berlama lama mendinginkan Arya.


"Itu bukan salahmu " lirih Dara, suaranya yang serak menggores hati Arya, betapa bodohnya dia melukai gadis ini. Ini semua terjadi karena kelicikan Reno.


Lihat saja nanti pria sialan! Beraninya bermain dengan ku. Kau hanyalah anak kemarin sore yang mengandalkan harta orang tua saja, sudah banyak tingkah.


"Aku mohon maafkan lah suamimu yang bodoh ini " Ia mendekap tubuh istrinya, Dara pun membalas nya.


Ia sudah memaafkan Arya, ia maklum karena Arya adalah suami nya. Siapapun pasti akan cemburu melihat pasangan hidupnya dengan lelaki lain. Apalagi foto itu diedit oleh editor profesional.


Arya melepas dekapan nya. Menabrakan bibir nya dengan bibir istrinya. Lalu mel*umat nya dengan penuh kelembutan. Memasukan lidah nya kedalam sana. Dara pun membalasnya, membiarkan suaminya mengabsen setiap rongga di mulutnya.


Setelah cukup lama, Arya melepaskan pagutan nya karena Dara telah kehabisan napas.


"Sekarang bekas bibir pria itu sudah lenyap dan diganti dengan bekas bibirku " Menumpukan dahinya ke kening Dara.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2