
Kedua gadis itu seperti tak ada penat nya. Andra yang senantiasa menguntit di belakang layaknya anak ayam saja rasanya sudah ingin menangis pilu. Mereka terus saja berkeliling seperti setrikaan mall, menyusuri jalan mencari toko sepatu dan perhiasan yang menjadi pilihan.
Dan pada akhirnya setelah memasuki kurang lebih tiga puluh toko sepatu dan perhiasan, mereka memasuki salah satu toko yang menjajakan beraneka sepatu dari belahan
dunia.
Andra dapat bernapas lega sekarang, setidaknya ia bisa menunggu di bangku panjang yang tersedia diluar toko.
Disana tersedia banyak sekali highheels, sepatu kets, sport dan lainnya. Namun tentunya yang mendominasi adalah highheels yang berjejer rapi dimana - mana.
"Yang ini gimana? " Tanya Dara meminta pendapat dari sahabat nya.
"Emm.. lumayan. Tapi, cari yang lain aja lah "
Jawab Rina setelah berpikir cukup keras.
"Tapi sepatu ini udah kontras sama gaun yang tadi. Kasihan juga kak Andra, dia pasti kelelahan " Ujar Dara sembari memperhatikan high heels yang dipegang nya.
Biarkan saja dia kelelahan. Haha, aku ingin tahu seberapa sabar dia mengadapi tingkahku nanti. Batin Rina.
"Yaudah kamu ambil yang itu. Tapi aku mau nyari yang lain dulu " Kata gadis itu lalu kembali memilah milah barang yang menjadi seleranya.
Seusai membayar sepatu yang harganya hampir sama dengan uang bulanan yang diberikan Arya sebulan, kedua gadis cantik itu keluar seraya menenteng paper bag di tangan nya masing - masing. Andra yang menanti diluar dengan sigap merebut barang belanjaan nona muda nya.
"Biar saya saja nona " Ia langsung meraih tiga paper bag dari tangan Dara.
"Nggak usah, aku bisa sendiri kak " Perempuan itu ingin merebut nya kembali, tapi Andra dengan cepat menolak nya.
"Tidak nona, ini sudah tugas saya. Biar saya saja yang membawa ini " Sanggah Andra cepat.
"Yasudah, terserah kak Andra " Kali ini ia mengalah. Percuma juga berdebat dengan Andra yang akan menguras tenaga yang ia simpan untuk pesta nanti.
"Ini! " Tiba - tiba saja gadis disampingnya turut menyodorkan bawaan nya pada Andra. Rina tersenyum singkat.
__ADS_1
"Maaf, maksudnya apa? " Kening Andra berkerut heran. Beraninya gadis ini, pikirnya.
"Ya bawain lah! Aku kan juga perempuan, lagipula aku sahabatnya Dara " Ia tersenyum sinis kearah pria di hadapannya ini.
"Maaf nona, tapi anda bukan lah majikan saya. Jadi saya tidak memiliki tanggungan untuk membawa sesuatu milik anda " Andra berusaha bersikap sopan. Yang ada dipikiran nya yang tak peka itu, ia berprasangka bahwa Rina hanya ingin mengerjainya. Sungguh tak peka, padahal kan Rina ingin melakukan pendekatan dengan nya!.
Dara tersenyum malu menyaksikan perdebatan ringan mereka, lalu ia berkata, "Sudahlah kak, bawakan saja ya... Rina kan sahabat baik aku " Bujuk Dara.
Andra menghela napasnya, " Baik nona, jika nona yang memerintah maka saya akan dengan senang hati melaksanakannya nya "
Ia melirik tak suka pada Rina, dimana hal itu malah semakin meningkatkan gejolak dalam hati gadis itu. Ia merasa tertantang untuk merebut hati pria penuh kharisma ini.
"Kemarikan! " Kata Andra. Rina pun menyerahkan barang belanjaan nya padanya seraya menahan tawa yang memaksa keluar. Pada akhirnya, kedua tangan Andra penuh belanjaan majikan dan sahabat majikan nya.
Nah setelah acara belanja yang menguras tenaga, mereka memutuskan untuk mengunjungi dan makan di salah satu restoran favorit disana. Wajah para wanita itu berseri seri, bahagia memenuhi rongga dada mereka sembari tertawa ria. Hanya satu orang yang memasang wajah masam meskipun sudah dibelikan baju oleh nona nya.
Rina dan Dara duduk berdua, sementara Andra duduk termenung seorang diri di pojokan ruangan. Menatap kebawah dimana kakinya benar benar berdemo minta keadilan. Ya Tuhan, semoga saja agenda ini segera selesai.
Kumohon kaki - kakiku yang tampan... Bertahanlah sebentar lagi oke?. Setelah makan kita hanya akan mengantar gadis menyebalkan itu kerumahnya, lalu mengantar nona muda ke rumah. Selepas itu baru kita akan mengundang mbah Minto untuk memanjakan mu oke?. Kau itu bagaikan baja, kau pasti tahan dengan rintangan hari ini !.
Perut telah kenyang, waktu juga sudah berlalu cukup lama, akhirnya mereka bertiga pulang juga kerumah. Selepas mengantar Rina pulang, sang bodyguard pun mengantar nona muda kesayangan nya ke kediamannya.
***
"Selamat sore nona, para perias sudah menunggu diatas " Ucap Maya sopan.
"Perias? " Ia mengernyit.
"Iya nona, Tuan muda menyuruh para make up artis untuk mendadani nona " Lanjut Maya.
"Oh baiklah, terimakasih Maya " Kemudian ia berjalan menapaki anak tangga menuju kamar utama di rumah ini..
Ada - ada saja, padahal aku kan bisa berdandan sendiri.. Batin Dara dalam hati.
__ADS_1
Sampai pada pintu berwarna hitam itu, pintu sudah terbuka lebar dan menampakan tiga make up artis yang menunggu di sofa.
"Selamat sore nona, maaf kami menunggu disini, kami harus menyiapkan air untuk anda" Sapa ketiga perempuan itu.
"Sore, iya tidak papa. " Jawab gadis itu.
"Silahkan membersihkan diri terlebih dahulu nona.. " Salah satu wanita cantik mempersilahkan Dara untuk masuk dalam kamar mandi. Dimana disana bath up sudah terisi air dengan kelopak bunga mawar dan aroma terapi.
Selepas membersihkan diri dalam bath up yang sangat membuat rileks tubuh Dara, saat ini ia tengah dipoles di depan cermin. Alat - alat make up mereka sangat lengkap, berisi brand - brand ternama dunia yang pastinya sudah tak diragukan lagi patokan harga nya.
"Jangan terlalu bold ya, yang natural saja " Peringat Dara sebelum alat itu mencapai wajah nya yang memang sudah cantik sejak lahir ke dunia.
"Baiklah nona " Kata mereka bertiga serempak.
Mulailah ketiga make up artis profesional itu mengerjakan tugas nya. Mereka amat lihai karena terbiasa memoles para aktris terkenal papan atas.
45 menit berlalu, akhirnya sebuah mahakarya luar biasa tercipta di dalam kamar ini. Dara terlihat sangat cantik, rasanya ia telah berevolusi menjadi artis sungguhan. Ketiga perempuan itu tersenyum cerah, mereka merasa telah sukses menuntaskan apa yang seharusnya dikerjakan.
Gadis itu menatap tak percaya pada pantulan wajahnya di cermin. Apakah benar itu Dara Fernandez? Istri dari Tuan muda Arya?.
Polesan wajah nya terlihat kontras dengan gaun berwarna biru yang melekat sempurna pada tubuh rampingnya.
Lipstik merah muda menghiasi bibir indahnya, garis mata tak terlalu tegas, dan rambut yang sedikit keriting pada ujungnya. Menciptakan perpaduan yang proporsional pada penampilan nya malam ini.
"Bagaimana nona, apakah nona menyukainya? " Seorang diantara mereka membuka suara setelah melihat nona muda nampak terpukau pada pantulan dirinya sendiri.
"Ah ya, suka sekali. Terimakasih kalian telah membantuku bersiap malam ini " Kata Dara gugup.
"Sama - sama nona, kalau begitu kami permisi dulu. " Ketiga perempuan itu pun bergegas berlalu dari hadapan Dara.
Bersambungg....
Hai, hai, hai kawan!! Jangan lupa like, komen, dan vote ya. Rate juga..
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya, sampai jumpa...
🤗🤗😁