
" Selamat sore tuan muda, nona " Sapa Rey sambil membungkuk hormat. Dara tersenyum sedangkan Arya hanya mengangguk padanya.
"Kau sudah siapkan segalanya Rey? " Tanya Arya dingin dan tegas.
"Sudah tuan, tuan hanya perlu datang saja, saya sudah mengatur pertemuan dengan Tuan Reynard. Dan mereka pun setuju. " ucap Rey.
"Apa mereka tidak keberatan? " Arya tahu klien nya kali ini luar biasa keras kepala, jadi pasti sangat susah mengatur jadwal dengannya, apalagi di hari libur.
" Saya sudah membujuknya dan beliau bersedia tuan " Dengan susah payah Rey membujuk pria berkepala batu itu.
Kalau dia bukan klien kita, rasanya saya ingin menelannya mentah mentah tuan.
"Bagus Rey, ambil bonusmu bulan ini! " ucap Arya lalu menggenggam tangan istrinya memasuki kendaraan itu. Rey hanya mengangguk.
Dara dan Arya masuk diantar para pramugari dibelakangnya. Dara terpana dengan keindahan jet ini, sangat indah. Sepertinya di desain sesuai dengan selera Arya.
"Apa yang kamu pikirkan? ayo kita duduk " Mereka duduk di sofa, para pramugari langsung menyajikan beberapa makanan, minuman dan camilan di meja. Lalu mereka melenggang pergi, meninggalkan sepasang suami istri itu.
"Mas?"
"Iya? "
"Kamu yang mendesain semua ini?"
"Iya, kenapa? kamu tidak suka? kalau kamu tidak suka aku akan menyuruh Rey merenovasi semua " ucap Arya santai.
"Tidak,, tidak,, " Dara dengan cepat menggelengkan kepalanya, ini sudah sangat indah mengapa direnovasi lagi?.
Dan dengan santainya Arya berkata begitu.
"Baiklah,, kamu ingin makan apa? "
"Aku tidak ingin makan " jawab Dara cepat.
"Kenapa? Kamu harus makan sayang. Apa makanannya tidak menarik? Aku rasa iya, makanan ini membuatku tidak berselera, bisa bisanya mereka menyajikan makanan ini kepadaku " Arya menunjuk salah satu makanan dengan bahan dasarnya adalah jamur, Arya sangat membenci jamur atau makanan apapun yang ada bahan baku jamurnya.
"Kamu tidak suka? " Tanya Dara sambil mengambil piring itu.
"Apa kamu alergi jamur? "
"Tidak,, hanya saja aku benci melihatnya " Arya menjauhkan piring itu dari tangan istrinya.
"Kenapa? "
"Sudahlah, kamu akan tahu nanti " Arya mengambil kepala istrinya dan menyandarkannya ke bahunya.
Setelah lebih dari satu jam perjalanan, jet pribadi milik Arya mendarat di Bandar Udara Internasional Changi Singapura. Dara dan Arya turun, diikuti beberapa anak buahnya dari belakang. Sementara Rey sudah turun dan untuk memesan hotel.
Disana sudah ada mobil Rolls Royce Wraith yang menunggu disamping jet itu.
Anak buah Arya langsung membukakan pintu untuknya. Dara dan Arya masuk dan duduk di belakang. Mereka akan menuju salah satu hotel mewah disana.
"Kita akan kemana? " Dara menengadah menatap suaminya.
"Kita akan ke hotel " Jawab Arya.
"Tidak langsung meeting? "
"Tentu saja tidak, besok baru akan meeting "
"Oh, oke "
Setelah tiga puluh menit, mereka sampai pada salah satu hotel disana. Hotel itu adalah milik Arya yang dibangun tiga tahun yang lalu.
Para pegawai hotel berbaris menyambut kedatangan Arya. Mereka merasa senang karena setelah sekian lama tuan mereka berkunjung lagi kemari. Mereka semua beranggapan bahwa Arya telah melupakan kenangan buruknya di hotel ini, dan telah menemukan kebahagiaan nya sendiri.
Seorang pria mengantar mereka berdua ke lantai hotel yang paling atas dimana terdapat Presidential Suite Room disana.
Tentunya bukan pegawai biasa yang mengantarnya, tapi kepala hotel sendiri karena Arya merupakan pemilik hotel ini.
"Please, Sir, I'm happy you came here again after all this time (silahkan tuan, saya senang anda berkunjung kemari lagi setelah sekian lama " Pria bersetelan jas itu menunduk hormat pada Arya.
"Thank you (terimakasih) " jawab Arya.
"You are welcome (sama sama) " Pria itu lalu berlalu dari hadapan Arya.
Arya menuntun istrinya masuk kedalam ruangan yang berdesain gold itu. Dara yang memang lelah karena perjalanan langsung merebahkan diri diatasi kasur king size itu sambil memeriksa apakah ada pesan yang masuk.
"Kamu tidak mau mandi dulu? " Arya melepas jas yang dikenakannya, menyampirkannya ke kursi.
"Aku lelah mas, kamu duluan sana " Dara memeriksa pesan yang masuk dari Rani dan Rina.
"Yasudah,, " Arya masuk dalam kamar mandi dan mulai membersihkan badannya yang lengket.
Grub Chat DaRiRa (Dara, Rina, Rani)
📨Rina: Yuhu,,,, adakah orang???
📨Rina: Permisi,,, numpang lewat !!
📨Rani: Gabut🙄
📨Rina: Biarin 😲
📨Rani: Untung temen🙂
__ADS_1
Dara terkekeh sendiri membaca pesan tidak bermutu dari para sahabatnya.
📨Rani :Dara kemana nih?
📨Rina: Mungkin lagi ehem ehem sama suaminya 😅
📨Rani: Masa sih?
📨Dara: Nggak lah, aku disini
📨Rina : Darimana saja kamu?
📨Dara : Aku di Singapura sekarang
📨Rani: Ngapain??
📨Dara :Rahasia😆
📨Rani : Ihh,, nyebelin😑
📨Rina: Nggak papa, yang penting jangan lupa oleh oleh nya ya!!
📨Dara: Iya, nanti kalian aku bawakan oleh oleh, udah dulu ya aku mau mandi, bye.
📨Rina: Hah mandi?? Jangan jangan kamu memang habis anu ya 😂
📨Rani: Huss, diemm
Dara langsung mematikan ponselnya, malas meladeni Rani yang kalau bicara memang seenak jidatnya saja.
"Kamu udah selesai mas? " Dara mengalihkan pandangan karena Arya hanya memakai lilitan handuk dibagian bawah. Sementara ia bertelanjang dada yang memperlihatkan otot dan perut sixpack nya. Arya tersenyum.
"Kenapa kamu menghadap sana? " Arya menggodanya.
"Aku melihat pemandangan, lihat indah sekali kan? " Dara berbohong, tapi ia memang menatap pemandangan kota dari sana, karena konsep kamar itu terbuka dengan banyak kaca yang tidak dapat terlihat dari luar tentunya.
"Iya iya " Senyum di wajahnya pudar. Lalu melangkah ke walk in closet untuk berganti baju.
Dara gantian masuk ke kamar mandi dan memulai ritual mandinya.
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Dara berbaring di ranjang king size itu mencoba untuk tidur, namun entah mengapa malam ini dia tidak bisa tidur. Arya masih ada di balkon menyelesaikan bahan untuk meeting besok.
Ia bangkit dan melangkah mendekati suaminya yang tampak sangat serius bekerja. Ia duduk disebelahnya dan menyender pada bahu Arya.
"Kenapa hemm?? " Tanya Arya lembut.
"Aku tidak bisa tidur "
"Tunggu sebentar lagi ya, nanti mas temani kamu tidur " Ia mengelus lembut puncak kepala Dara.
"Oke " Alhasil Dara menemani suaminya bekerja sambil bersender di bahu Arya. Cukup lama, hingga tanpa sadar ia malah tertidur disana. Arya menutup laptopnya dan menggendong istrinya. Merebahkannya dengan hati hati di sebelah kanan ranjang, lalu ia ikut bergabung disisi kiri sambil memeluk istrinya.
🌺🍀🌺🍀🌺🍀
Dara dan Arya tengah sarapan di gazebo yang ada di balkon kamar hotel itu.
Dara makan sangat lahap karena memang belum sempat makan tadi malam.
"Kamu ingin ikut aku meeting hari ini? " tanya Arya sambil meneguk secangkir teh dihadapannya. Memastikan keamanan Dara merupakan hal paling penting untuknya.
"Memangnya boleh? " ucap Dara dengan makanan yang masih memenuhi mulutnya.
"Tentu saja, aku tidak peduli dengan pria keras kepala itu jika dia marah. Kalau bukan Rey yang memaksa maka aku tidak akan bersedia pergi kesini " Arya agak kesal dengan kliennya kali ini, bukan hanya keras kepala, tapi dia juga terlihat meremehkan bisnis Arya yang padahal sudah diakui dunia.
"Jangan begitu, sifat manusia memang berbeda bedakan? " Dara meneguk jus jeruk didepannya.
"Kamu benar sayang "
"Sudah selesai? Ayo kita pergi " Ajak Arya
"Sudah, emm,, tapi teman temanku minta oleh oleh " Dara teringat pada percakapan nya di grub chat dengan Rani dan Rina tadi malam.
"Rey akan mengurusnya "
"Tapi aku ingin memilih sendiri " Dara merengek.
"Baiklah, kita akan membelinya saat selesai meeting nanti " Mereka keluar dari kamar Presidential Suite lalu menaiki lift menuju kelantai dasar.
Lift terbuka, disana sudah ada Rey yang menunggu kedatangan Dara dan Arya.
"Selamat pagi tuan muda " Sapa Rey.
"Pagi, dimana tempat yang diminta di kepala batu itu? "
"Di restoran Changi tuan,, "
"Baiklah "
Mereka lalu keluar hotel, diluar sudah ada mobil yang sama saat digunakan menjemput Arya di bandara. Mereka menaiki mobil itu menuju tempat yang dijadwalkan dengan Rey sebagai sopir.
🌺🍀🌺🍀🌺
"Sial! Mereka sengaja membuat kita menunggu " Rutuk Arya, ia sudah menunggu selama setengah jam disini bersama Rey dan istrinya. Sebenarnya Arya lebih kaya daripada Reynard, ia menawarkan kontrak ini karena mengingat Reynard adalah salah satu pebisnis sukses di negeri ini.
"Mungkin sebentar lagi mas,, " Dara mengelus bahu suaminya untuk meredakan amarahnya.
Dan benar saja, tak lama kemudia Tuan Reynard dan sekretaris nya menuju ke meja mereka.
"Welcome to Singapore Sir, sorry to keep you waiting (Selamat datang di Singapura tuan, maaf membuat anda menunggu) " ucap sang sekretaris sambil mengulurkan tangannya pada Arya, Arya membalasnya. Sementara tuan Reynard malah langsung duduk tanpa berkata sepatah katapun, Arya berusaha menahan emosinya.
__ADS_1
"It's okay, we get it (Tidak apa, kami mengerti) " ucap Arya.
"So this is the contract we are offering to you, Sir ( Jadi ini adalah kontak yang kami tawarkan untuk anda tuan) " Rey langsung to the point, karena ia tahu bahwa Arya sedang kesal. Ia menyodorkan seberkas map dan tuan Reynard membacanya beberapa saat.
Setelah membacanya, ia meletakan berkas itu dimeja. Matanya baru sadar bahwa ada sesosok gadis cantik dihadapannya. Ia takjub akan kecantikan Dara.
"Excuse me, who is that woman next to you? ( Maaf, siapa wanita yang ada disamping anda? " Reynard menatap Dara, pertanyaan yang dilontarkan nya semakin membuat Arya menahan emosinya yang berontak ingin mengamuk.
"She is my wife ( Dia adalah istriku) "
"Oh,, hallo Mrs. Fernandez. Nice to meet you (Oh, halo Nyonya Fernandez. Senang bertemu denganmu) " Reynard mengulurkan tangannya dan Dara membalasnya. Arya semakin gusar, dia tahu apa maksud pria ini.
"How old are you? (Berapa umurmu) "
"Sorry Sir, I think that question is a bit of privacy ( Maaf tuan, saya rasa pertanyaan itu sedikit privasi) " ucap Dara. Rey yang merasa suasana semakin panas pun akhirnya berkata,
"We'd better talk about this contract right now. I know Mr. Reynard is very busy ( Sebaiknya kita membicarakan tentang kontrak ini sekarang. Saya tahu tuan Reynard sangat sibuk) " Rey berusaha menormalkan suasana.
"All right, let's talk about it ( Baiklah, ayo kita bicarakan) " ucap tuan Reynard.
Mereka mulai membicarakan masalah kontrak ini. Baru sekitar tiga puluh menit berlalu, namun Dara merasa ingin buang air kecil.
"Aku ingin ke kamar mandi " Dara berbisik di telinga Arya.
"Mari aku antar "
"Tidak usah aku bisa sendiri, lagipula kamu sedang meeting " Dara lalu berjalan ke kamar mandi.
Sepersekian menit berikutnya, Tuan Reynard juga pamit ingin ke kamar mandi.
"Excuse me, I need to use the bathroom ( Permisi, saya ingin ke kamar mandi dulu) " Reynard lalu pergi ke kamar mandi. Arya ingin menyusulnya tapi sekretaris nya Reynard menahannya.
"Sorry Sir, don't go yet. I have a question about this point ( Maaf tuan, jangan pergi dulu. Saya punya pertanyaan tentang point yang ini) " Arya terpaksa duduk kembali.
Dara sudah selesai buang air kecil. Ia berjalan keluar, namun anehnya ada tuan Reynard disana. Padahal ini adalah kamar mandi wanita.
"Excuse me, Sir. What are you doing here? This is the ladies' room. (Maaf tuan, sedang apa anda disini? Ini adalah kamar mandi wanita) " tanya Dara. Reynard malah tersenyum devil padanya.
" I just want to get to know you better. (Saya hanya ingin mengenal anda lebih dekat) "
"Sorry Sir, I have to go, excuse me. (Maaf tuan, saya harus pergi, permisi) " Dara akan melewatinya namun tangannya dicekal.
"Just for a second, I just want to get to know you a little, pretty lady. ( Sebentar saja, aku hanya ingin sedikit mengenalmu, gadis cantik) " Dia masih belum melepaskan cengkeraman tangannya.
"Don't touch me!! ( Jangan menyentuhku!!) " Dara berusaha mengibaskan tangannya, namun tanpa diduga pria ini malah mendorongnya ke tembok dan mengukungnya.
"Don't get so angry often, you'll be less beautiful ( Jangan sering marah marah, nanti kecantikanmu berkurang) " Ujar Reynard sambil mendekatkan wajahnya kearah Dara. Tanpa diduga Dara dengan kerasnya menampar pipinya.
Plakk!!!
"Insolent man!! ( Pria kurang ajar!! " Teriak Dara sambil menumpahkan air matanya. Ia merasa direndahkan sebagai seorang wanita.
Ia berlari meninggalkan Reynard yang masih memegangi pipinya yang terasa panas.
"Mas Arya!! " Arya yang merasa namanya dipanggil langsung berdiri. Dara memeluk suaminya erat, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arya. Rey dan sekretarisnya Reynard merasa bingung apa yang baru saja terjadi.
"Ada apa sayang!! Katakan padaku!! " Arya cemas sendiri melihat istrinya menangis. Dara masih memeluknya, belum mengatakan apapun.
"Hiks,, hiks,,, hikss,, " Ia menangis tersedu sedu.
"Katakan ada apa!! Jangan membuatku khawatir!! " Arya mendongakkan wajah istrinya agar menatapnya. Ia melihat mata Dara yang sembab karena menangis dan matanya terus mengeluarkan air mata.
"Katakan ada apa sayang? " Arya membelai surai istrinya lembut. Akhirnya Dara dengan sesenggukan menceritakan semuanya pada Arya, ia tidak peduli jika ada orang lain yang mendengar. Arya merasa otaknya mendidih mendengar penuturan Dara. Begitupun dengan Rey yang tidak terima nona mudanya diperlakukan seperti itu. Sekretaris nya Reynard yang tidak bisa bahasa Indonesia pun hanya diam saja mengamati.
"KURANG AJAR !!! Aku akan menghabisinya sekarang juga !!! " Teriakan Arya menggelegar hingga ke penjuru ruangan, untung saja restoran ini sudah dipesan hanya untuk mereka.
Ia hendak mencari dan menghajar Reynard, tapi Dara mencegahnya.
"Jangan,, ayo kita pulang saja "
"Tidak sayang!! Aku akan memenggal kepalanya kerena berani bertindak. kurang ajar padamu !" Arya merasa didalam dadanya ada larva panas yang ingin dimuntahkan keluar.
"Aku mohon,, hikss,, hikss,, " Dara sampai berlutut di kaki Arya. Ia memang marah, tapi ia tidak ingin memperkeruh suasana.
"Sayang apa yang kamu lakukan!! " Arya membantu Dara berdiri.
"Aku tidak ingin suasana semakin keruh nanti " Dara memelas dengan air mata yang teres saja mengalir dari pelupuk matanya.
Arya menghapus air mata yang sangat berharga itu.
Huft!! Arya menghela nafasnya panjang.
"Baiklah,, ayo kita pulang " Arya menuntun istrinya keluar, tapi sebelum itu ia berbalik dan berkata.
"Rey, urus semuanya! " ujar Arya, Rey masih melihat api kemarahan di mata tuan mudanya. Ia pun juga sama marahnya.
"Baik tuan "
"Dan kau, katakan pada bos mu yang biadab itu!! Kontrak ini batal dan bersiaplah menerima kehancuran!!" Arya memandang tajam, tidak peduli jika dia tak mengerti bahasanya.
Lalu ia langsung menuntun istrinya, ia berencana akan langsung pulang tanpa menunggu lama lagi. Sudah tak peduli dengan apapun yang penting adalah keadaan istrinya.
Bersambung,,,,
Episode kali ini mencapai 2194 kata loh!! Menurutku udah banyak sih, karena biasanya aku up sekitar 1000 an kata🤔.
Jadi aku mohon kalian kasih like, vote, rate 5 dan jangan lupa tinggalkan komentar ya!! 😁.
Nih aku kasih buktinya kalau nggak percaya 😅
__ADS_1
Terimakasih,,