
Kini Dara tengah berada didalam mobilnya, menuju ke kampus dengan Andra sebagai sopirnya. Karena kuliahnya hanya tinggal beberapa bulan lagi, dia tidak mau tertinggal pelajaran sehari sekalipun. Bahkan Dara masih bingung skripsi seperti apa yang akan dibuatnya nanti, dan dosen pembimbing nya laki laki atau perempuan ia juga khawatir.
Kalau laki laki, maka habislah dia terbakar oleh api cemburu Arya yang kelewat batas itu.
Semoga saja dosen pembimbing ku nanti perempuan,,,,
"Kak Andra, apa kakak pernah membuat skripsi? " tanya Dara.
"Tentu saja pernah nona, saya sudah lulus S2" Andra masih fokus menyetir kedepan.
"Bagaimana rasanya? " Ia penasaran
"Melelahkan nona, tapi jika kita bersungguh sungguh, tentunya akan mudah " jawab Andra.
"Emm,,dosen pembimbing kakak laki laki atau perempuan? "
"Perempuan nona "
"Apakah pacar kakak tidak cemburu? " Andra sedikit terkejut, apa yang didengarnya tadi, pacar? dia bahkan sama sekali belum pernah punya teman wanita.
Apa tadi yang dikatakan nona,, pacar? Hahahah,,
"Saya belum pernah punya pacar nona " Andra tersenyum canggung.
"Benarkah? Kalau begitu kita senasib dong,, aku juga tidak boleh pacaran oleh papa dulu " Dara tertawa.
Emm,, kak Andra masih single, kak Andra adalah orang yang baik sepertinya cocok dengan Rina atau Rani.
Tidak ada percakapan setelah itu,
"Silahkan nona, kita sudah sampai " Andra turun lalu membukakan pintu mobil untuk Dara.
"Terimakasih,, tapi lain kali tidak usah seperti ini " Andra hanya mengangguk, lalu mengikuti Dara yang sudah berjalan didepannya.
"Kakak kenapa mengikuti ku? " Dara tampak tidak nyaman dibuntuti seperti itu.
"Maaf nona, sepertinya anda lupa, saya inikan bodyguard yang disewa untuk menjaga dan mengawal nona dimanapun dan kapanpun" Andra mengingatkan akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bodyguard pada Dara.
"Tapi aku tidak nyaman jika dibuntuti seperti itu " Dara merasa ini terlalu berlebihan, memangnya dia anak presiden apa?
"Saya akan mengawasi nona dari jarak jauh " ucap Andra.
"Huh,, baiklah tapi dari jauh ya "
"Tentu nona " Mereka pun memasuki lobi kampus, Dara berjalan didepan, dan Andra mengawal dibelakangnya namun agak berjauhan, untuk menjaga kenyamanan nona mudanya.
"Hai Dara,, " Sapa salah satu mahasiswi.
"Hallo, lihat Rani atau Rina nggak? " tanyanya.
"Mungkin dikelas " Ucap gadis itu.
"Oke, makasih " Dara menuju kelasnya, Andra masih setia mengekor dibelakang.
Semoga saja Reno tidak membuat keributan lagi, dan kalaupun iya semoga kak Andra tidak terpancing emosinya. Batin Dara saat ada didepan kelasnya.
"Kak,, kalau ada sesuatu yang terjadi aku mohon jangan biarkan ada keributan apapun ya " ucapnya sebelum memasuki kelas.
"Baik nona! "
Dara memasuki kelasnya, ada Rina dan Rani yang sedang mengerjakan tugas disana, tapi untung saja tidak ada Reno.
"Hai guys,, " Sapa Dara pada Rina dan Rani yang belum menyadari kedatangannya.
"Hai Dara ,," Ucap mereka berdua.
"Lagi ngapain kalian? " Dara duduk di kursinya.
"Soal yang dikasih dosen kemarin, nih si Rina lagi nyontek punya aku " ucap Rani.
"Memangnya kamu nggak ngerjain? "
"Bukan gitu, sebenarnya aku ketiduran semalen, dan tadi pagi aku buru buru kesini,, "ucap Rina.
__ADS_1
"Eh,, dosennya dateng tuh! " ucap mahasiswa lain.
Suasana kelas yang tadinya ramai seperti pasar, mendadak sunyi saat dosen datang.
Laki laki paruh baya itu memulai pelajaran kuliah hari ini. Dara, Rina dan Rani mulai mencatat hal yang penting.
Andra menunggu diluar ruangan sambil memainkan ponselnya, tiba tiba dia punya feeling yang buruk. Andra menyapu ruangan disekitarnya. Nihil, tidak ada siapapun. Tapi dia sempat melihat beberapa detik ada seseorang memakai masker, topi dan berpakaian serba hitam tampak mengintainya. Feeling Andra memang setajam pisau, maklum saja dia sering menangani kasus seperti ini saat menjadi mafia dulu. Ia bahkan pernah disuruh menjadi penguntit atau bahkan mata mata. Jadi trik seperti itu menurutnya sangat buruk, siapa saja bisa mengenali kalau cara mengintainya seperti itu.
Dasar bodoh! Kalau tidak ada pengalaman mengapa jadi pengintai segala! Trik dan caramu itu pasaran sekali, sering ada pada serial TV.
Andra semakin meningkatkan tingkat kewaspadaannya, memastikan bahwa Dara selamat adalah tugas terbesarnya saat ini.
Beberapa saat kemudian Dara keluar dari dalam kelas bersama Rani dan Rina. Rina terkejut melihat Andra disini, level kekagumannya pada Andra semakin tinggi.
Yaampun! Orang ini ada disini lagi? Sebenarnya dia siapanya Dara sih?
"Kak Andra, kami mau ke kantin dulu,, kakak mau ikut? " Ucap Dara.
"Tentu saja nona "
Hah nona? Siapa dia sebenarnya?
Dara, Rani dan Rina duduk disalah satu meja disana, Andra duduk sendirian agak jauh dari ketiga gadis itu.
"Mau pesan apa? " tanya Rani.
"Aku samakan saja denganmu "
"Aku juga ya "
"Oke"
"Mbak,, " Rani memanggil pelayan kantin.
"Mau pesan apa? " tanya pelayan itu sopan.
"Saya pesan tiga ayam goreng dan tiga jus sirsak ya "
"Baik,, ditunggu ya mbak" Pelayan itu menulis pesanan pada buku catatannya.
"Siapa? " ucap Dara.
"Itu loh,, yang ngawal kamu daritadi " Menunjuk kearah Andra.
"Oh itu kak Andra,, dia bodyguard yang disewa suamiku "
"Bodyguard? " Rani bersuara.
"Iya,, aku awalnya nggak mau, tapi suamiku memaksa, yasudah akhirnya dia menjadi bodyguard ku " jelas Dara .
"Ganteng juga ya " Rina keceplosan, ia langsung menutup mulutnya.
"Cieee,,, ada yang jatuh cinta nih " Goda Dara.
"Iya nihh,,, udah lama ngejomblo, akhirnya dateng juga jodohnya " Dara dan Rani tertawa.
"Ih udahlah aku gak jadi tanya " Rina cemberut kesal, ia ingin sekali tahu lebih dalam soal Andra. Berharap agar Andra juga memberikan kesempatan baginya.
" Kalo kamu suka sama dia bilang saja padaku, aku akan berusaha mendekatkan kalian nanti " Dara berucap setengah berbisik.
"Beneran? " Rina sumringah.
"Iya "
"Makasih ya kamu memang sahabat yang terbaik " Rina memeluk Dara.
"Iya iya lepas ih,, itu makanannya udah dateng " Rina melepaskan pelukannya, lalu pelayan menyajikan makanan diatas meja.
"Eh,, katanya akan ada acara camping,, bener nggak sih? " Ucap Rani sambil meminum jusnya.
"Aku juga mendengar begitu,, tapi nunggu kabar selanjutnya aja " ucap Dara. Mereka segera menghabiskan makanannya, Rani pulang duluan karena masih ada pemotretan siang ini.
"Aku pulang dulu ya " ucap Rani.
__ADS_1
"Iya hati hati "
Selesai makan, kini Dara dan Andra berjalan melewati koridor kampus, Andra memberikan laporan pada Arya lewat ponselnya, mengatakan segalanya tanpa ada yang ditutupi, walau sekecil apapun. Ia berkata bahwa ada sesuatu yang membuatnya curiga, tapi Dara baik baik saja bersamanya.
📨Arya: "Siapa dia? "
📨Andra: "Saya juga tidak tahu tuan,, saya hanya melihatnya sekelebat mata"
📨Arya: "Baiklah,, jaga istriku. Jangan tinggalkan dia walau sedetik pun "
📨Andra: "Baik tuan"
Andra menyimpan benda pipih itu dalam saku jasnya. Tiba tiba Dara merasa ingin buang air kecil.
Aduh,, sudah tidak tahan lagi!
"Kak,, aku akan kekamar mandi " ucap Dara.
"Saya akan ikut nona "
"Yang benar saja! Masa mau kekamar mandi ikut sih? Kakak disini saja! "
"Tapi nona_"
"Tidak ada penolakan! "
"Baiklah nona,," Andra mengiyakan saja, padahal seperti biasa ia akan mengikuti Dara tanpa sepengetahuannya.
Dara berlari kekamar mandi. Sekarang ia sudah sampai didepan pintu, kamar mandi memang tak terlalu jauh dari pintu keluar. Ia masuk kedalam dan menunaikan hajatnya.
Setelah membersihkan tangan, Dara keluar menuju lobi dimana ia meninggalkan Andra disana.
Tapi tunggu! Dia merasa ada sesuatu yang aneh. Dara menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. Nihil, tidak ada siapapun. Mungkin hanya perasaannya saja, pikirnya. Dia pun kembali berjalan keluar.
Nuri yang tadinya bersembunyi dibalik tembok kembali mendekati Dara, sambil menodongkan pisau yang mengarah ke punggung Dara. Dia tidak lain adalah orang yang dilihat Andra tadi, ia bertekad akan membunuh Dara agar bisa menjadi istri Arya, terserah apapun yang akan terjadi, yang ia inginkan saat ini hanyalah Arya, Arya dan Arya.
Nuri mulai mendekati Dara, semakin dekat dan semakin dekat sampai pisau itu hanya berjarak sepuluh sentimeter dari tubuh Dara.
Ia sudah akan menusuknya, namun sebelum itu Nuri merasa ada yang membekapnya dan menyeretnya dari belakang.
"Mmmppp,,, mmppp" Dia masih menyeret Nuri, sampai pada lorong kampus yang sepi, baru dia melepaskannya.
"Siapa kau! " Nuri menatap orang itu, mencoba mengingat ingat apakah punya musuh sepertinya atau tidak.
Jawabannya adalah tidak, Nuri sama sekali tak mengenalnya.
"Itu tidak penting nona Nuri! " jawab Andra.
"Kau mengenalku? " Nuri terkejut.
"Tentu saja nona, anda adalah gadis tidak tahu malu yang mencoba melukai nona muda saya" Andra tersenyum devil.
"Siapa kau! Apa kau selingkuhan wanita sialan itu!! " Teriak Nuri.
"Jaga bicara anda!!" Andra geram, tidak terima ada orang yang menghina Dara.
"Hahaha,, memangnya kau mau apa? Memenjarakanku? Lakukan saja aku tidak takut!! "
"Hatu hati kalau berbicara nona,, apa yang anda ucapkan bisa saja menjadi kenyataan " Andra berkata dengan santainya.
"Kurang ajar!! " Nuri akan menusuk Andra, ia pikir bisa melukainya, tapi apa yang dipikirkannya salah besar, mana mungkin Andra kalah dengan wanita licik macam Nuri. Andra menangkis tangannya lalu memelintirnya kebelakang.
"Rawat tangan anda dengan baik nona,, lebih baik gunakan saja tangan anda untuk bermake up, agar anda bisa menggoda para hidung belang diluar sana,, tapi tentunya bukan tuan Arya!! " peringat Andra dengan suara meninggi.
"Saya permisi,," Ia melepaskan Nuri lalu meninggalkannya dengan senyum devilnya seolah tak terjadi apapun, sementara Nuri memaki maki dalam hati.
Sial!! Wanita itu beruntung ada yang menyelamatkan nya, jika tidak kupastikan Arya akan jadi milikku detik ini juga!!
Bersambung,,,
Lanjut besok deh,, author ngantuk😴
#Aku udah berusaha buat up tiap hari, tapi mungkin proses reviewnya yang agak lama.
__ADS_1
Kalau ada saran, kritik dan lainnya silahkan sampaikan pada kolom komentar ya, author tunggu.
Terimakasih 😁