
"Hai " Ia melambaikan tangan nya, bibir nya tersenyum penuh kelicikan. Sepertinya dia punya niat terselubung.
"Sedang apa kau disini? " Bertanya dengan nada dingin tanpa menatap pria didepan nya.
"Sedang apa aku disini? Ini kan tempat umum, siapa saja boleh datang " Reno tertawa lepas.
"Aku akan pergi " Namun Reno mencekal tangan Dara, lagi lagi ia menyungging kan senyum misterius nya.
"Apa yang kau lakukan! " Sentak Dara, ia tak mau kejadian dulu terulang kembali.
"Dara, aku ingin bicara empat mata denganmu "
"Aku tidak sudi! " Ucap Dara lantang dan penuh keyakinan.
"Aku mencintai mu, tolong terimalah cintaku. Aku akan memberikan seisi dunia ini untuk mu. "
Reno adalah salah satu anak pengusaha yang sukses di kota ini. Karena kekayaan nya itulah, ia menjadi sombong dan suka mempermainkan perasaan wanita.
Dara mengambil napas dan menghembuskan nya perlahan, berusaha menerbitkan senyum dan dengan menahan emosi ia berkata,
"Dengarkan aku Reno, ini adalah yang terakhir kalinya aku mengatakan ini padamu. Aku ini sudah menikah, dan aku sangat mencintai suamiku. Jadi berhentilah mengejarku dan carilah wanita lain yang mencintai mu. Sadarlah, aku sudah bersuami dan tak akan pernah bisa bersamamu. SELAMANYA! "
Kalimat kalimat yang diucapkan Dara tadi sempat menggores hati Reno. Ia tidak bisa menerima semua ini, ia harus menaklukan hati gadis dihadapan nya.
"Aku mohon Dara, jadilah istriku. Maka aku akan mempersembahkan seluruh keindahan dunia di kakimu. " Kesombongan Reno inilah yang membuat Dara tak nyaman berada di dekatnya. Memangnya siapa dia jika dibandingkan dengan Arya?.
Ia hanyalah pria playboy yang mentraktir wanita dengan uang hasil keringat ayahnya. Bahkan ia selalu mendapat kan nilai C saat ujian. Enteng sekali dia bicara seperti itu.
"Sudahlah, aku harus pergi " Ia melangkah, namun perkataan Reno yang menghina suaminya membuat ia berbalik dan memberi tatapan tajam.
"Memangnya apa kerennya pria bodoh itu! Dia bahkan tidak lebih baik daripada aku " Dara memberi tatapan setajam pedang padanya. Tak terima ada manusia satupun yang menghina suaminya.
"Hentikan ocehan tidak bermutumu! Jangan menghina suamiku! Bahkan dia tak bisa dibandingkan dengan playboy macam dirimu " Dara berbalik dan mulai berjalan menjauhi Reno, namun lagi lagi Reno mencengkeram kuat pergelangan tangan nya.
"Apa yang kau lakukan!! " Sentak Dara.
Reno tak menggubris nya, ia menahan tengkuk gadis itu. Mendekatkan bibirnya ke bibir Dara, sambil kedua tangan nya menahan tangan Dara ke belakang. Dara memberontak namun apa dayanya, tenaga Reno dua kali lipat darinya.
Reno berusaha memasuk kan lidahnya ke dalam mulut Dara, namun saat ia lengah gadis itu mendorong bahunya dengan kuat lalu melayangkan tamparan keras ke pipinya.
__ADS_1
Plak!! "Pria kurang ajar!! "
Tiba tiba Andra muncul dari belakang nya karena mendengar teriakan Dara. Ia baru saja dari kamar kecil tadi. Pipi Reno menjadi memerah karena tamparan yang diterimanya.
"Pria kurang ajar!! Beraninya kau! " Teriak Andra, lagi lagi ia beradu pukul dengan Reno.
Dara yang berdiri tak jauh dari sana sudah banjir air mata, kenapa banyak sekali pria yang bersikap kurang ajar padanya? Dulu Reynard, sekarang Reno.
Memangnya wanita cantik di dunia ini hanya dia saja? Dara tak dapat berkata apa apa lagi hatinya sakit mendapat perlakuan menjijikan ini.
Andra dan Reno masih saling memukul. Bahkan wajah Reno sudah babak belur penuh darah karena ulah mafia ini. Tapi Andra tak kunjung berhenti, ia sudah naik darah.
Emosi nya naik sampai ubun ubun.
Rani yang ada di ruang membaca karena mendengar kebisingan akhirnya mendekati asal suara gaduh itu.
Ada apa ini?
Ia memegang bahu Dara yang air matanya sudah menganak sungai.
"Dara, ada apa ini? Kenapa mereka bertengkar? " Ia tidak menjawab, Rani menjadi panik sendiri.
"Kak Andra sudah,, dia bisa mati " Andra berhenti sejenak menatap manik Dara.
"Biarkan saja nona! Saya akan membunuh pria sialan ini! " Kembali memuku Reno dengan membabi buta. Tangan Andra berlumuran darah sekarang.
"Hentikan kak!! "
Baku hantam terus berlanjut, hingga dua orang security memisahkan mereka, barulah Andra menghentikan aksi gilanya.
Gerombolan mahasiswa berdatangan penasaran apa yang sedang berlangsung. Membuat udara menjadi sesak dan panas.
Sebelum akhirnya para security datang dan membubarkan sekumpulan orang itu.
"Nona tunggu disini! Saya keluar sebentar.
Dan kau tolong jaga nona muda " Melirik kearah Rani dengan ekor matanya.
"Baiklah " Rani mengangguk.
__ADS_1
Andra lalu berjalan ke ruangan CCTV. Rani menenangkan Dara dan mendudukan nya dikursi. Ia paham betul apa yang dirasakan gadis ini.
Sementara Reno dengan wajah yang babak belur penuh darah, mendekat kearah seorang pria yang bersembunyi dibalik semak.
"Bagaimana, dapat hasilnya? " Reno mengusap sudut bibirnya yang mengalir darah segar.
"Sure, hasil yang sempurna " Pria itu menyerahkan ponselnya yang disana berisi adegan Reno berciuman dengan Dara.
"Bagus, tak sia sia aku membayarmu " Pria berjaket hitam itu melenggang pergi.
Sempurna! Tak sia sia aku babak belur seperti ini. Mari kita lihat, sejauh apa kau mempercayai istrimu Arya bodoh! Aku akan merebut Dara ku dari cengkeraman mu.
***
Sementara di kantor nya, Arya tengah mengerjakan setumpuk berkas di meja kerjanya. Ia terlihat letih, disampingnya berdiri Rey yang setia menemani nya.
"Rey, bagaimana menurutmu tentang kerjasama yang ditawarkaan tuan Rahardian? " Ucap Arya sambil membaca sebuah kontrak. Arya selalu meminta saran Rey, karena ia tahu Rey adalah pria berinsting kuat dan tak dapat dibohongi.
"Menurut saya.. saya juga tidak tahu tuan, tapi saya mohon pertimbangkan sekali lagi. feeling saya mengatakan hal yang tidak baik."
"Tapi menurutku kita setujui saja Rey, ini cukup menguntungkan bagi kita "
"Baiklah, itu terserah anda tuan "
Tiba tiba ponsel Arya berdering, menandakan ada pesan yang masuk.
Ia melihatnya, Arya langsung membulatkan matanya melihat foto ini. Amarahnya naik sampai ke ubun ubun. Tapi itu bukan yang sebenarnya, pria yang dibayar Reno adalah fotografer profesional, ia memotret pada saat yang tepat dan dibumbui sedikit editan.
Sorot mata Arya penuh kemarahan, ia langsung bangkit dan mengambil kunci mobilnya. Rey melihat tingkah dan sorot mata Arya, ia sadar bahwa tuan mudanya sedang marah.
"Tuan apapun masalahnya, saya mohon jangan percaya begitu saja. Selidiki dulu tuan " Rey kenal Arya selama puluhan tahun lamanya, ia tahu bahwa Arya hanya percaya pada bukti.
***
Dara tengah duduk termenung diatas ranjang nya. Ia berharap suaminya segera pulang, ia ingin bercerita dan bersandar pada Arya.
Tak lama kemudian ia mendengar langkah kaki mendekat, ia yakin itu adalah Arya, suaminya.
Bersambung....
__ADS_1