Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Akan Keluar Negeri


__ADS_3

Arya kini tengah berada di kantornya. Ia sibuk berkutat dengan laptopnya. Menangani proyek hotel kali ini sangat membuatnya pusing. Apalagi klien nya dari Singapura sangat susah diajak kerja sama.


"Tuan muda, bagaimana kalau kita pergi ke Singapura saja? Mungkin dengan begitu Tuan Reynard akan menyetujui kerjasama kita." Usul Rey yang ada disampingnya.


Arya tampak memijat pelipisnya. Ia tidak mau jika pergi keluar negeri nanti akan membahayakan istrinya seperti tempo lalu. Apalagi musuhnya sedang banyak tingkah akhir akhir ini.


"Mana mungkin Rey,, kau tahukan apa yang terakhir terjadi saat aku terakhir pergi? "


"Tapi jika terus seperti ini kita tidak akan bisa bekerja sama dengan perusahaannya tuan "


"Aku tidak masalah rugi sebesar apapun "


"Emm,, bagaimana kalau tuan mengajak nona keluar negeri ? " usul Rey.


"Dia tidak ada setuju, karena beberapa bulan lagi dia akan lulus kuliah "


"Anda disana hanya dua hari tuan, hari ini hari sabtu, kalau nanti malam tuan berangkat, maka besok akan sampai. Nona hanya akan libur sehari yaitu saat hari Senin, hari Selasa nona sudah bisa kuliah kembali "


Rey terus memberikan usul, pasalnya jika proyek ini berhasil, maka perusahaan Arya di bidang properti akan lebih dikenal dunia.


"Baiklah, aku akan bicara dengannya nanti " Ucap Arya final.


***


Arya sengaja pulang lebih awal hari ini. Jam masih menunjukan pukul dua siang. Mobil mewahnya terpakir di halaman rumah. Ia masuk kedalam dan menemukan istrinya sedang tertidur di sofa dengan buku yang terjatuh di wajah cantiknya.


Arya tersenyum simpul, istrinya begitu giat belajar hingga tertidur disini. Ia menggendong Dara ala bridal style menuju kamar mereka.


Arya menurunkannya dengan hati hati.


Lalu ia turun ke dapur, mengambil air mineral dari kulkas dan meneguknya sampai tandas.


"Selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu? " Ucap bi Asih yang baru datang dari belakang.


"Kemasi barang barang saya dan istri saya untuk dua hari! " ucap Arya dingin dan tegas.


"Maaf tuan, kalau boleh tahu Tuan dan Nona akan kemana ya? " Bi Asih bertanya dengan ragu, takut jika tuannya marah.


"Singapura" ujar Arya singkat.


"Oh, baik tuan akan saya kerjakan " ia tidak berani bertanya lebih banyak lagi.

__ADS_1


Dara mengerjap ngerjapkan matanya. Ia sadar ia ketiduran tadi, dan Dara juga yakin pasti Arya yang memindahkan nya kemari.


Itu artinya suaminya sudah pulang. Ia menatap jam disampingnya yang menunjukan pukul 4 sore, itu artinya dia sudah tertidur selama dua jam.


"Kamu sudah bangun sayang? " tanya Arya yang baru saja masuk dalam kamar.


"Iya, kamu yang pindahin aku ya? " tanya Dara yang ditanggapi Arya dengan senyuman.


"Bersiaplah, kita akan pergi " Arya berjalan kesofa dan duduk sambil menatap laptopnya. Ia mengerjakan bahan untuk meeting nanti, ia ingin cepat cepat menyelesaikan masalah ini.


"Kemana? " Dara mengernyitkan keningnya, Arya tidak memberitahu nya akan kemana.


"Singapura " ucap Arya santai.


"Tapi aku kan harus kuliah mas " Dara merengek, ia tidak ingin sering sering cuti kuliah. Arya bengun dari duduknya dan berjalan kearahnya.


"Besok hari minggu, kita akan berangkat sekarang. Kamu hanya akan cuti pada hari Senin saja, saat hari Selasa nanti kamu akan kuliah kembali " Arya duduk disebelahnya dan memberi penjelasan pada Dara.


"Hanya satu hari cuti? "


"Iya, aku akan mengatur meetingnya nanti, agar kita bisa cepat kembali kemari "


"Baiklah, tapi aku belum mengemas barang " Dara bingung sekarang.


Tidak butuh lama, bagi Dara untuk bersiap, sekarang dia sudah rapi dengan pakaiannya.



Dara berjalan menuruni tangga mencari keberadaan suaminya. Ia mencari ke ruang tengah, dapur, ruang tamu, tapi tidak ada tanda tanda keberadaan Arya.


Tiba tiba Arya muncul dari belakang Dara dan mengejutkannya.


"Astaga kamu darimana saja? "


"Aku,, mmm,, habis dari kamar Rey, dia juga akan ikut dengan kita. " Arya berbohong, padahal ia baru saja dari ruang senjata nya, mengambil beberapa senjata untuk berjaga jaga apabila musuhnya berniat buruk.


"Lalu apakah kak Andra akan ikut? " Pertanyaan Dara menbuat Arya sedikit kesal.


"Apa kamu begitu nyaman dengannya sampai sampai selalu memikirkannya ?"


"Ck, bukan begitu, aku hanya bertanya saja kenapa begitu saja marah " ucapnya dengan nada kesal.

__ADS_1


" Baiklah,, maafkan aku. Andra tidak akan ikut, dia akan berjaga disini. "


"Baiklah, ayo kita berangkat " Arya menggandeng tangan Dara keluar rumah, di depan sudah ada mobil mewah bermerek Zenvo ST1 terpakir apik dihalaman.



Dara dan Arya menaikinya, mereka duduk dikursi belakang, sementara Rey ada di depan sebagai sopirnya.


Rey melajukan mobilnya menuju bandara, mereka akan ke Singapura menaiki jet pribadi Arya.


Selama dalam mobil hanya ada keheningan, tak ada percakapan hingga Dara membuka suara.


"Emm,, mas memangnya harus ke Singapura ya, mengapa tidak meeting disini saja? "


tanya Dara dengan ragu. Arya terdiam sebentar lalu menatapnya dan berkata,


"Klien ku kali ini agak susah diajak kerjasama, jika kali ini akh berhasil membujuknya, maka perusahaanku di bidang properti akan semakin dikenal dunia " Tutur Arya.


"Ohh,, memangnya ada proyek apa? "


"Kami akan membangun hotel di Singapura "


"Baiklah " Hanya itu yang dikatakannya, ia bingung harus berucap apa lagi.


Sekitar beberapa menit, mobil Arya sudah sampai didepan salah satu bandara di kota ini, Arya juga memiliki saham disana.


Merekapun turun dari mobil, Arya menggenggam tangan istrinya dengan erat. Ini tempat umum, jadi Arya ingin menghindari segala kemungkinan terburuk.


Mereka memasuki bandara, namun Arya mengajak Dara melewati lorong yang sepi pengunjung, hanya ada beberapa orang yang bisa masuk kesana. Dara bingung, ia tidak tahu bahwa akan menaiki jet pribadi. Ia juga tidak tahu jika Arya punya jet pribadi. Bahkan, ia tidak tahu seberapa kaya suaminya.


"Kenapa disini sangat sepi? " tanya Dara dengan polosnya.


"Dan dimana pesawatnya? " lanjutnya.


"Itu dia, kita akan naik itu ke Singapura " Arya menunjuk jet mewah bermerek Boeing 747-430 Private Jet yang ada dihadapan mereka. Rey sudah ada disamping pintu masuk untuk menyambut kedatangan tuan dan nona nya.



"Kita akan naik ini? " Dara bertanya seperti terkejut dan tak menyangka. Sebenarnya sekaya apa suaminya. Dara memang tidak pernah mencari tahunya karena ia rasa itu tidak perlu.


"Iya sayang, kenapa kamu terlalu meremehkan aku ya? "

__ADS_1


"Tidak, aku memang tidak tahu " Arya lalu menggandeng tangannya mendekati jet itu. Disana berdiri beberapa pengawal dan pramugari yang siap melayaninya. Dara tersenyum menerima sapaan dari mereka, sedangkan Arya tetap dengan raut wajahnya, dingin dan menyebalkan.


Bersambung,,,


__ADS_2