Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Masalah Rani


__ADS_3

Kini Arya tengah berada diambang pintu dan berpamitan pada istrinya.


"Mas berangkat dulu ya" Arya mengecup kening Dara.


"Hati hati " Arya pun membalikkan badannya hendak ke kantor, namun tiba tiba Dara teringat belum izin pada suaminya kalau temannya akan datang kerumah hari ini.


"Tunggu!! " Arya pun berbalik dan menghadap istrinya.


" Emm,, mas hari ini temanku akan datang kesini,, boleh nggak? " tanya Dara.


"Teman?Laki laki atau perempuan? " tanya Arya menyelidik.


Ya perempuan lah!! gila apa aku ngajak laki laki kerumah suamiku.


Memangnya siapa istri yang akan mengajak laki laki main kerumahnya kalau tak ada keperluan.


"Perempuan lah,, namanya Rani, dia temen sekelasku dikampus, dia juga datang saat waktu pernikahan kita dulu " Jelas Dara sambil menatap Arya seolah mengatakan, boleh ya mas?.


"Yasudah boleh,, tapi ingat hanya perempuan saja dan jangan_"


"Jangan pergi keluar rumah tanpa penjagaan, Right? " Dara sampai hafal akan apa yang akan dikatakan suaminya, pasalnya Arya sudah ribuan kali mengatakan kalimat yang sama. Bahkan kalimat 'jangan pergi keluar tanpa penjagaan' sudah tertanam jauh dan kuat di memori Dara.


Begini banget ya kalau punya suami overprotective


"Wah wah,, ternyata istriku semakin cerdas saja ya" Arya mengelus kepala Dara, layaknya Ibu yang mengelus kepala putrinya. Sementara Rey yang sedari tadi berdiri disamping mobil sampai kakinya pegal pun hanya menelan ludah melihat Adrian mesra dihadapannya.


Tuan, Nona apa kalian tidak bisa bermesraan nanti saja didalam kamar. Sebentar lagi tuan muda ada meeting penting. Batin Rey ,dia bahkan tak pernah berpikir kalau tuan dan nonanya bahkan belum melangsungkan malam pertama mereka. Wajar saja, mereka terlihat sangat mesra, siapapun yang melihatnya pasti tak akan menyangka kalau mereka belum pernah malam pertama.


"Yasudah mas berangkat ya " Ucap Arya saat ia sudah menyadari tatapan mengingatkan dari Rey yang seolah mengisyaratkan 'kita sudah terlambat tuan muda '


"Iya hati hati suamiku,, " Dara tersenyum manis sambil mencium punggung tangan suaminya yang membuat Arya merasa beruntung memiliki Dara sebagai wanitanya.


Gini ya rasanya punya istri yang cantik dan berbakti. Aku pasti gila, karena dulu pernah berpikir akan menolaknya bahkan punya pikiran konyol kalau aku tak akan bahagia dengannya. Kenyataannya, bahkan Aku jauh lebih bahagia dari apapun.

__ADS_1


Dara melambaikan tangannya saat melihat Arya masuk dengan dibukakan pintu oleh Rey. Ia menatap kepergian suaminya sambil melambaikan tangannya. Setelah mobil Arya menghilang dari pandangannya, ia pun berbalik dan masuk kedalam rumahnya.


🍀🍀🍀


Seorang gadis sedang dikejar kejar dua orang pria berbadan tinggi dan besar di sebuah jalanan yang sepi. Ya, gadis bernasib malang itu adalah Rani. Ia ingin pergi kerumah Dara tadinya. Tapi ia merasa diikuti seseorang sejak keluar dari rumah. Saat bus yang ditumpanginya berhenti di sebuah halte yang sepi, Rani menengok kebelakang hingga dua orang penguntit tadi ketahuan. Ia langsung berlari lari sampai sekarang.


Haduh bagaimana ini? disini sangat sepi dan tak ada kendaraan lewat. Rumah Dara juga masih sangat jauh. Mau menelpon orang tapi hand phone ku lowbat. Ya Tuhan,, aku mohon tolong aku kali ini,,


Rani sangat bingung, sudah cukup lama ia berlarian namun tak kunjung menemukan kendaraan ataupun rumah manusia karena disana hanya ada jalanan dan pepohonan saja.


"Hei,, berhenti!!! "Teriak dua orang berbadan kingkong itu sambil terus mengejar Rani.


"Tolong!!! siapapun tolong aku!!! " Rani berteriak sambil berlari berharap akan ada yang datang bak superhero seperti yang ia tonton pada TV nya. Ah, masih saja memikirkan film.


"Berhenti!! " Teriak dua orang itu yang mana membuat Rani semakin kalut ketakutan.


"Tolong!! " Teriak Rani lagi.


Saat sudah pasrah akan apa saja yang akan terjadi hari ini, ada sebuah mobil mewah datang bak superhero yang dipikirkan Rani tadi. Di dalam mobil mewah itu ada Raga, sahabat sekaligus rekan bisnis Arya. Ia sedang bersiul sambil menikmati alunan musik dan indahnya pepohonan. Ia berhenti di lampu merah yang tak jauh dari keberadaan Rani. Rani pun berlari mendekati mobil Raga yang berhenti, ia menggedor gedor mobilnya yang membuat si pemilik bingung.


"Masuklah cepat!! " Teriak Raga ikut panik saat melihat seorang gadis yang sepertinya sangat ketakutan. Raga adalah gentleman yang akan menolong seseorang jika diperlukan, apalagi seorang wanita. Rani pun masuk, dengan segera Raga melajukan mobilnya menjauhi kedua preman itu.


"Siapa kau? " tanya Raga saat mobilnya sudah jauh dari lokasi.


"Kenapa tidak menjawab? " Raga bertanya lagi karena tak ada jawaban dari pertanyaanya yang sebelumnya.


"Jangan khawatir, aku ini orang yang baik, katakan saja siapa namamu? " Lanjut Raga.


"T_terimakasih" hanya itu yang mampu diucapkan Rani untuk saat ini, ia masih sangat syok dengan apa yang barusan terjadi.


"Hey,,aku bertanya padamu siapa namamu? kenapa malah berterimakasih? " Raga menatap wanita disampingnya yang tampak menggunakan kaos warna putih,celana hitam dan topi baseball yang membuat Raga tak dapat melihat wajahnya dengan jelas.


"Bisa kau lepas saja topimu? " ucap Raga.

__ADS_1


"Baiklah" Rani pun melepaskan topi baseball nya yang menampakan wajahnya yang cantik dan putih, Raga sampai tak berkedip menatapnya. Sementara Rani hanya menatap lurus kedepan.


Dia cantik juga rupanya,, eh sadar sadar Raga


"Namaku Raga, siapa namamu? " Tanya Raga untuk yang kesekian kalinya, tapi kali ini ia mengulurkan tangannya.


"Rani" ia menatap sebentar laki laki disampingnya dan menerima uluran tangannya.


"Kamu kenapa dikejar orang orang itu? " Akhirnya pertanyaan yang mengganggu benak Raga terlontarkan juga. Ia bingung, bagaimana gadis cantik sepertinya bisa dikejar preman? Apa dia tahanan yang melarikan diri? Ah, tidak mungkin.


"Mereka orang yang ingin membunuhku" Rani tertunduk.


"Hah? kenapa? " Raga sampai tak habis pikir, ada saja orang yang ingin mencelakai gadis seperti ini. Apa untungnya?


"Maaf,, aku tak bisa menceritakan masalah pribadiku pada orang lain"


Huh,, pelit sekali


"Baiklah, sekarang turun lah " Raga berhenti disebuah halte bus yang lumayan ramai.


"Apa? kupikir kau ini adalah pria gentleman seperti superhero yang aku tonton. Ternyata tidak sama sekali, bagaimana mungkin kau tega menurunkan aku disini? " ucapnya setengah berteriak, sebenarnya ia masih sangat takut kalau preman itu datang lagi.


"Maaf, ya Nona. Aku tak mengenalmu. Lagipula aku ini pebisnis handal yang banyak urusan jadi tak bisa melayani wanita sepertimu "


Cih, sombong sekali!!


"Aku mohon,, antarkan aku kerumah temanku. Aku sangat takut, bagaimana kalau aku dibunuh nanti?" Rani mulai memohon sambil menyatukan tangannya didepan dadanya, penuh dengan harapan laki laki ini bisa membantunya.


"Baiklah,,karena Susana hatiku sedang baik,, jadi Aku akan menolongmu "


"Dimana rumahnya? " Raga sudah menjalankan mobilnya.


"Lurus saja,, nanti aku beritahu arahnya "

__ADS_1


Bersambung,,,


__ADS_2