Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Tuduhan Yang Salah


__ADS_3

Bantu Vote Yaaa


Keesokan Harinya.....


Dara bangun dari buaian mimpinya. Ia pun terkejut karena sudah ada di dalam kamarnya.


"Loh,, bukannya semalem aku nemenin mas Arya kerja. Kok sekarang aku ada di kamar. Apa mas Arya yang pindahin aku kesini ya" Gumam Dara bingung.


Lalu diapun pergi ke kamar mandi dan bersiap menuju ke kampus. Setelah 15 menit di kamar mandi,ia pun sudah siap menuju ke kampusnya. Dara langsung turun dan sarapan bersama suaminya.


" Emm,,, mas semalem kamu yang mindahin aku ke kamar?" Tanya Dara sambil mengambil kan nasi untuk suaminya.


"Iya,, emang kenapa? " jawab Arya


"Nggak papa,,, cuma tanya aja" Ucap Dara lalu duduk dan sarapan


"Hari ini kamu kuliah? "


"Iya,, kenapa? "


"Hari ini aku yang anterin kamu"


"Nggak usah,, aku bisa sendiri mas"


"Sekarang aku suami kamu, jadi kamu harus nurut sama aku"


"Yaudah terserah kamu aja deh " jawab Dara pasrah


Setelah selesai Dara masuk kedalam mobil Arya sambil menunggu nya yang masih menelefon seseorang.


"Emm,, Dara nanti kamu dijemput sama Hendro ya. Soalnya kata Rey aku ada meeting penting siang ini " Ucap Arya


"Ngga usah mas,, aku pulang sendiri aja naik taksi "


"Jangan Dara,, kamu tanggung jawab aku kamu dijemput sama Hendro ya"


"Aku nggak papa mas,, lagipula kan ada Rina sama Rani teman aku,, nanti kalo nggak ada taksi kan aku bisa ikut mereka "


"Yaudah,,tapi kamu hati hati ya"


"Iya,, mas"


Mereka pun menuju ke kampusnya Dara menggunakan mobil Arya. Setelah 30 menit, akhirnya mereka sampai di depan kampus Dara. Karena kebetulan arah kampus Dara dan Arya searah.


"Mas,, aku masuk dulu ya,, " sambil mencium punggung tangan suaminya


"Iya,, hati hati"


Arya pun mengecup kening Dara tanpa ia sadari. Dara yang menyadarinya hanya tersenyum malu karena ini pertama kali ia dicium suaminya. Ia pun berjalan masuk ke kelasnya.


"Yaampun,, kenapa aku melakukan nya" gumam Arya karena refleks mencium kening Dara


Ia pun bergegas menuju kampusnya. Tanpa di sadari ternyata ada seorang wanita yang memerhatikan mereka. Dia bisa melihat dengan jelas karena jendela mobil Arya terbuka. Tasya pun merekam adegan itu. Ia berniat mencemarkan nama baik Dara.


"Dara,,, Dara,,, " Ucap Rina dan Rani


"Eh,, kalian,, yuk masuk" ucap Dara


"Ah nanti aja Dar, kita ke kantin dulu yuk,,kan kelasnya masih satu jam lagi" Ucap Rani


" Iya Dara yukk,,, " Pinta Rina

__ADS_1


"Yaudah deh yukk"


Mereka pun menuju ke kantin, di sepanjang lorong kampus semua orang menatap Dara sambil berbisik bisik, tidak seperti biasanya mereka tampak memandang Dara dengan pandangan menuduh dan tidak suka. Dara yang mengetahuinya hanya cuek, dia berpikir mungkin orang orang sedang membicarakan hal lain. Namun berbeda dengan Rina dan Rani yang tampak curiga.


"Eh,, kalian nggak ngerasa gitu mereka pada mandang Dara kayak kesel gitu"


" Iya,, kamu nggak ngerasa Dar?"


"Ohh,, mungkin mereka lagi bahas yang lain kali,, kalian ini ya,, curiga terus"


"Tapi beda Dar,, mereka mandang kamu kayak mau nusuk pake pisau aja"


"Hahaha,, kamu ada ada aja dehh,,, mungkin mereka habis makan cabe sekilo mungkin,,, jadi mukanya gitu,,, hahaah,, "


"Ihh,,, Dara dibilangin malah bercanda "


"Udah,, udah,,,yuk kita ke kantin "


Mereka pun pergi ke kantin. Saat dikantin masih sama, orang orang memperhatikan Dara dengan tatapan tidak suka. Dara hanya membiarkan mereka dan menyantap makanan yang tadi ia pesan.


Tiba tiba ponselnya berbunyi...


"Hallo, mas ada apa?" tanya Dara


"Hari ini aku jadi jemput kamu ya ,,jangan pulang dulu sebelum aku datang" Ucap Arya lalu menutup telefon


"Tapi mas,,,," tuttt,,,,tuttt,,, tuttt


"Ih,,,main matiin aja akukan belum selesai ngomong "


Dara dan teman teman nya pun masuk ke kelas. Di kelas masih sama semua orang menatap Dara dengan pandangan tidak suka.


"Dara,,,emm,, apakah berita ini benar? " tanya Reno ragu ragu


"Berita? berita apa ren,,? " ucap Dara


"Iya,, emang ada apa sih??" tanya Rani


"Emm,,, ini" Reno menunjukan ponsel nya pada Dara dan teman teman nya


Dara dan teman teman nya pun terkejut bukan main.


"Berita ini udah viral di sosmed dan udah di siarin juga di tv,,emang ini bener,, kalo nggak kamu tenang aja,, Dara aku akan dukung kamu buat tuntut Tasya yang songong itu" Lanjut Reno


"Tasya?? " Mereka bertiga terkejut


"Iya,,, yang lakuin ini semua Tasya ,,dia sengaja posting ini di sosmed dan di stasiun terdekat,, trus dia juga nyebar gosip ke anak anak lain,,, emang kamu nggak tau? " Jelas Reno


Dara dan teman teman nya sangat terkejut. Dara tidak menyangka bahwa Tasya akan setega itu padanya, padahal selama ini meskipun Tasya berbuat buruk padanya, ia tidak pernah membalas Tasya. Tapi kali ini ia sudah keterlaluan.


"Iya,,, emang gue yang nyebarin itu semua. Emang kenapa nggak suka lo,, hah?? Emang bener kan, lo jual diri sama pengusaha kaya biar lo tambah kaya lagi. Ya kan? hah?Jawab!" Tuduh Tasya sambil mendorong bahu Dara sampai dia terjatuh ke lantai.


Rani, Rina dan Reno pun membantu Dara berdiri.


"Heh,, Tasya lo jangan asal tuduh dong " ucap Rina


"Iya, nihh asal tuduh aja pake nyebarin ke sosmed lagi" Ucap Rani


"Enak,, aja orang gue lihat sendiri kok,, nih buktinya " Ucapnya sambil menunjukkan video itu.


"Tasya,, gue minta lo hapus semua tuduhan lo itu" Ucap Reno

__ADS_1


"Ihh, Reno kok kamu bela mereka sih" ucap Tasya


Semua orang pun datang menghampiri mereka karena penasaran. Tasya Rina, Rani dan Reno terus beradu mulut. Sementara Dara hanya diam dan tidak berani mengatakan kalau dia sudah menikah dengan Arya Fernandez. Kalaupun dia mengatakan nya orang orang pasti tidak akan percaya karena mereka berpikir Dara hanya ingin membela diri saja. Rina dan Rani juga tak berani mengatakan bahwa sahabatnya sudah menikah.


"Denger ya Tasya dan kalian semua, aku nggak peduli kalian mau bilang apa tentang aku, aku juga nggak peduli tentang gosip itu. Yang jelas itu semua nggak bener, terserah mau bilang apa " Ucap Dara


"Alah ngga usah bohong deh lo Dara,,,gue udah tau gimana sifat lo yang asli. Gue tau dulu Ibu lo itu miskin, dan dia nikah sama Ayah lo biar hidup nya enak. Ya kan,,? Trus sekarang pasti ibu lo ngajarin yang sama ke lo. Benerkan,,,? " Jawab Tasya sok tau


"Eh,, jaga mulut lo Tasya. Dara itu anak orang kaya dan kakaknya juga udah mapan. Terus ngapain dia jual diri ke lelaki lain" Bela Rani


"Iya,, bener tuh dasar sok tau lo" Bela Rina


"Yaa,,, mungkin aja kan keluarga dia bangkrut, jatuh miskin dan melarat. Kan bisa aja hahaaha,,,, " Ucap Tasya


Dara sangat marah karena orang tuanya dihina.Ia tidak masalah jika dirinya dihina,, tapi tidak dengan orang tuanya.


Plakkk,,,,,


Satu tamparan keras mendarat di pipi Tasya ia tidak terima orang tuanya dihina.


"Denger ya Tasya selama ini gue udah sabar ngadepin lo. Gue bisa terima kalo lo hina gue. Tapi,gue nggak akan biarin lo hina orang tua gue. Dan satu lagi, orang yang bersama gue itu adalah suami gue. Kami menikah beberapa hari yang lalu. " Jelas Dara lalu pergi dari sana sebelum pelajaran dimulai


"Dara,,, Dara,,, tunggu Dar " ucap Rina dan Rani


Tapi Dara sudah menaiki taksi dan mereka tak bisa mengejarnya. Di dalam taksi Dara menangis tidak terima orang tuanya dihina.


Sesampainya di depan rumah nya ia masih terus menangis saat masuk. Hendro yang melihatnya pun khawatir.


"Non,, Nona,,, nona kenapa? " Tanya Hendro tapi tak dijawab oleh Dara


Dara tak menjawabnya dan masuk ke kamar dan mengunci pintu dari dalam. Hendro terus menghubungi tuan nya, tapi nomornya tidak aktif. Ia mencoba menghubungi Rey namun tak dijawab. Mungkin mereka sedang ada meeting penting.


"Kenapa ya,, nona pulang sebelum waktunya dan menangis begitu lagi " Gumam Hendro


Sesaat kemudian....


Di Kantor,Arya yang sudah selesai meeting penting pun segera mengenakan jas nya dan bersiap menjemput istrinya, juga di dampingi Rey sebagai sopir.


"Sudah siap tuan muda? "Tanya Rey


"Iya,, ayo berangkat sekarang Rey" Ucap Arya


Mereka pin melaju menggunakan mobil Mercedez Hitam milik Arya. Sesampainya dikampus,ia menelefon Dara tapi tidak dijawab. Ia pun khawatir. Arya melihat kedua teman Dara baru keluar dari kampus. Ia pun menghampirinya.


"Emm,, permisi kalian temannya Dara kan? " Tanya Arya


"Emm,,, i,,iya pak Dara sudah pergi sebelum kelas dimulai " Ucap Rani gugup


"Loh,, kenapa dia pergi. Saya kan mau jemput dia "


"Emmm,,, anu,,, anu,,, itu pak " Rina bingung mau mengatakan nya


Tanpa menunggu mereka yang kelamaan, Arya menuju mobil nya dan segera pulang kerumah karena khawatir terjadi sesuatu pada Dara.


"Rey, kita pulang sekarang!!" Perintah Arya


"Baik Tuan Muda " Ucap Rey


***Bersambungg......


***Bantu Vote Yaaa******

__ADS_1


__ADS_2