
Dara dan Arya masuk ke dalam ruangan khusus CEO itu, lagi lagi Dara dibuat terpukau oleh luas dan juga mewahnya ruangan khusus CEO itu. Bahkan, kantor papanya dan kakaknya saja, tidak seindah itu. Ruangan yang luas dengan nuansa hitam putih yang elegan, sesuai dengan selera Arya.
"Kamu duduk disana dulu ya,, " Arya menyuruh Dara duduk di salah satu sofa yang tak jauh dari kursi kebesaran Arya.
"Iya " Ia pun melangkahkan kakinya dan ambruk di hitam yang sangat empuk itu.
Sementara Arya, ia mulai duduk di kursi khusus CEO dan disuguhkan dengan setumpuk berkas berkas yang belum selesai dan harus dikerjakan.
Waktu mulai berjalan, Arya sibuk dengan pekerjaannya yang setumpuk gunung itu.
Sedangkan istrinya Dara, ia membaca novel online kesukaannya. Saat ia bosan, ia akan membuka online shop dan memesan baju baju dan barang barang yang menurutnya menarik. Maklumlah, Dara terlahir di keluarga kaya, jadi seleranya pun bagus dan elegan.
Arya hanya sesekali melirik sang istri yang tengah asik dengan ponselnya. Arya tahu kalau Dara sedang belanja, buktinya daritadi ponsel Arya menunjukan pesan notifikasi berupa pengeluaran yang dilakukan sang istri. Arya tersenyum dan kembali mengerjakan dokumen nya.
Ya, memangnya apalagi yang akan dilakukan istri saat suaminya melarang kuliah?
Dara pasti bosan, lagipula Arya bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kalau bukan istri yang menghabiskan, lalu siapa lagi? Papa dan mamanya kan sudah punya bisnis sendiri.
Beberapa saat kemudian, Dara merasa sangat bosan. Ia bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekati suaminya.
"Kenapa hemm? " Arya bertanya saat melihat Dara berdiri cemberut dan tangan dilipat di dada.
"Aku bosan mas,, " Rengek Dara.
"Sini,, " Arya menepuk pahanya agar Dara duduk di pangkuannya. Dara pun mendekat dan duduk di pangkuan suaminya.
"Kenapa? kan kamu yang mau ikut ke kantor? " tanya Arya lembut sambil mengelus puncak kepala Dara. Meskipun dia sangat sibuk dengan tumpukan berkas dihadapannya, tapi dia tak ingin menjadi suami yang menyebalkan dengan mengabaikan istrinya yang sedang bosan.
"Kamu sibuk,, aku jadi sepi dan bosan " Rengek Dara.
"Bukannya kamu habis belanja, setau mas kalau wanita habis belanja, akan bahagia " ucap Arya.
"Loh,, kok mas tau aku habis belanja? " Dara kaget, pasalnya daritadi Arya terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Dara lupa kalau dia menggunakan uang Arya.
"Tau lah,, terus sekarang kamu mau apa? "
"Hemm,, aku disini aja deh temenin kamu " Ucap Dara.
"Yasudah,, "
__ADS_1
"Emangnya boleh mas? Kamu nggak keberatan?" Dara memastikan
Ya nggak lah,, aku malah senang,, haha. Arya
"Nggak sayang,, tapi asalkan kamu jangan godain aku ya "
"Oke"
Arya mulai fokus dengan pekerjaannya, ia mengetikkan sesuatu yang sangat tak dimengerti Dara. Pasalnya, Dara bukan jurusan bisnis. Wajah Arya terlihat sangat serius saat mengerjakan laporan kantornya. Dara berdecih kesal dalam hati, pasalnya saat Arya sedang serius ia terlihat semakin tampan saja. Memang memandang suami saat bekerja itu sangat menyenangkan.
Setelah sekian lama, Dara mulai merasa bosan lagi, ini sama saja dengan duduk diam disofa, Arya sama sekali tak bicara padanya.
Huff,,menyebalkan sekali,, aku sangat bosan!!
Tiba tiba muncul ide di benak Dara untuk menghilangkan rasa bosannya, yaitu menjahili Arya. Dara berniat menggodanya.
Ia mengalungkan tangannya pada leher kokoh Arya dan mendekatkan wajahnya serta menyandarkan kepalanya pada dada biding Arya.
"Dara, kamu jangan godain mas ya " Arya berusaha menahan nafsunya.
"Siapa yang godain mas? " Dara mendekatkan wajahnya pada Arya hingga jarak mereka sangat dekat. Arya sudah tak tahan dengan godaan istrinya, ia menarik tengkuk Dara dan menciumnya sangat lama. Awalnya lembut, namun lama kelamaan berubah menjadi ciuman panas yang penuh nafsu.
Dara memukul mukul dada suaminya, karena ia sudah kehabisan napas, tapi Arya belum mau melepaskannya.
"Maaf sayang, kamu yang godain mas sih,," jawab Arya.
"Siapa yang godain mas aku kan hanya duduk disini " Dara mengerucutkan bibirnya kesal, tapi hal itu malah kembali mengundang hasrat Arya.
Arya kembali meraih tengkuk Dara dan menciumnya lagi. Dara hanya pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya, ia juga membalas ciumannya. Lagipula Arya kan suaminya, cepat atau lambat mereka akan melakukannya juga. Ciuman mereka begitu panas, sampai akhirnya sang pengganggu datang.
"Maaf tuan ini harus Anda tand_ Oh maaf tuan saya pergi dulu " Rey tak sengaja melihat adegan mesra dihadapannya. Ia terbiasa keluar masuk ruangan Arya tanpa mengetuk pintu, karena memang Arya yang menyuruhnya, lagipula ia sudah bekerja lama pada Arya. Tapi sepertinya, sekarang dia harus mengubah kebiasaannya itu. Rey keluar dari ruangan Arya dengan penuh rasa terkejut, ia belum terbiasa dengan kehadiran istri bosnya itu.
Haduhh!! dasar bodoh!! bagaimana aku bisa lupa kalau tuan muda sudah menikah,,
Sementara di dalam ruangan, Dara langsung melepaskan pagutan mereka karena malu telah ketahuan oleh Rey.
"Tuh kan mas,, gara gara kamu sih!! " ucap Dara kesal.
"Iya,, iya,, maaf kamu juga goda mas sih,,aku kan jadi nggak tahan " Ucap Arya membela dirinya.
"Yasudah,, sekarang kamu mau makan?" tanya Arya agar istrinya tak lagi marah padanya, Dara mengangguk.
__ADS_1
"Mau makan diluar, atau pesan dari sini?"
"Disini aja,, aku malas keluar" Sejujurnya Dara ingin makan di restoran, tapi ia takut kalau dia keluar nanti akan bertemu Rey. Ia masih malu karena ketahuan tadi.
"Yaudah mas pesan dulu ya,,kamu mau apa?"
"Terserah kamu aja " Dara masih duduk di pangkuan suaminya. Arya pun mengambil benda pipih dari saku jasnya dan memesan beberapa porsi makanan di salah satu aplikasi, lalu ia menyimpan kembali ponselnya kedalam sakunya.
"Mas? " panggil Dara yang masih setia duduk dipangkuan Arya.
"Iya? " Arya masih setia mengetikan sesuatu di laptop berlambang buah apel digigit miliknya.
"Aku kapan boleh kuliah lagi? " Dara ragu menanyakan pertanyaan itu lag. Ia sebenarnya takut jika suaminya akan marah, tapi apa dayanya, ia sangat rindu dengan Rina dan Rani.
"Nanti, kalau mas udah nemuin bodyguard yang baik untuk menjagamu" Hanya itu yang diucapkannya.
"Tapi kapan? " Dara sudah tak sabar lagi untuk kuliah, ia rindu dengan suasana kampus.
"Emangnya kenapa pengen cepat cepat masuk kuliah? " tanya Arya menyelidik.
"Aku kangen sama Rina dan Rani juga bosan kalau terus dirumah, aku rindu dengan suasana kampus" ucap Dara sambil memainkan kancing kemeja Arya.
"Yasudah,,nanti secepatnya mas akan carikan bodyguard untuk kamu "
"Iya deh"
Tak lama kemudian, pintu ruangan Arya diketuk dari luar.
Tok,, tok,, tok,,
"Masuk " perintah Arya dan OB wanita itu pun masuk dan disuguhkan adegan mesra di depannya.
Aduh,, mesra banget mereka, inisih mirip kayak drama korea yang sering aku tonton.
Tapi siapa mbak yang cantik ini?
"Kenapa diam? " tanya Arya dingin dan datar.
"Oh,, anu,, maaf tuan ini ada kiriman dari luar katanya atas nama tuan " ucap OB itu gugup.
"Taruh disana!! " Arya melirik meja yang ada di dekat sofa.
__ADS_1
"Baik tuan,, " OB itu menaruhnya diatas meja lalu meninggalkan ruangan Arya.
Bersambung,,,