
Hari sudah menjelang sore, matahari mulai menepi di ufuk barat.
Jam menunjukan pukul 3.30. Untuk menebus kebodohan nya kemarin, Arya berjanji pada istri nya mengajak nya jalan jalan ke mall. Sebenarnya janjinya tadi siang, tapi Arya mendadak ada meeting dadakan, jadi terpaksa diundur sore.
"Sudah siap? " tanya Arya pada istrinya yang baru saja keluar dari walk in closet.
"Iya, ayo.. " Mengapit lengan Arya dengan mesranya, berjalan berdua menapaki anak tangga. Melangkah keluar rumah menuju mobil limited edition yang terpakir rapi di halaman.
"Masuklah... " Ia membukakan pintu untuk sang istri.
Dara pun masuk, Arya mengitari mobil itu dan duduk di kursi kemudi.
Mobil pun melaju menuju salah satu mall di kota ini.
"Bagaimana dengan kuliah mu? " Arya membuka percakapan. Dara yang tadinya menoleh keluar jendela, menatap suaminya.
"Baik, beberapa bulan lagi akan lulus.. " Lalu membuka layar ponselnya, mengecek apakah ada pesan yang masuk.
Namun Dara tak sengaja memencet kalender di ponselnya, matanya menuju pada tanggal yang dilingkari warna merah. Yaampun besok adalah hari libur nasional.
"Yaampun, aku sampai lupa " Dara berucap pelan, namun hal itu masih terdengar sampai ke gendang telinga Arya.
Maklumlah, pendengaran pria ini memang setajam silet.
"Ada apa? " Menatap istri nya.
"Emm,, besok ternyata hari libur nasional mas, "
"Oh" dia hanya ber -oh saja tak ada ekspresi terkejut karena Arya memang hafal tanggal merah setiap bulan.
Setelah beberapa saat menyusuri jalanan ibu kota, akhirnya mobil Arya sampai di depan salah satu mall terbesar di kota ini.
Arya juga memiliki banyak saham disana.
Mereka pun turun, saat sudah ada dalam mall, Dara nampak bingung akan membeli apa. Dia sudah punya semua, baju bajunya juga banyak yang masih tak terpakai.
"Kenapa? "
"Aku bingung akan belanja apa.. atau kita pulang saja ya " usul Dara.
"Kamu ini bicara apa! Sudah sampai sini tidak mungkin pulang lagi. Pilihlah sesukamu "
"Tapi aku bingung.. "
"Kalau begitu kita beli seisi mall ini.. dengan begitu kebingungan mu akan lenyap " Arya hanya bercanda, tapi jika ia memang berkenan melakukan hal gila itu, maka ia hanya tinggal menjetikan jari saja.
Toh, dia juga tidak akan bangkrut. Bahkan membangun sepuluh mall seperti ini saja dia bisa.
Dara menyikut pelan perut suami gilanya ini,
"Aduh!! " pekik Arya sambil memegang perut nya.
"Jangan gila! Siapa juga yang ingin membeli seluruh isi mall ini!! Aku akan memilih " Dara kesal.
__ADS_1
"Oke.. tunggu sayang... " Mengejar istrinya yang berjalan duluan.
Mereka sampai pada salah satu toko pakaian disana, sepasang suami istri itu masuk.
Dara memegang salah satu dress yang ada di manekin.
"Kamu suka? "
"Emm.. kurasa tidak. Ini terlalu terbuka ternyata."
"Alah..tidak apa.. lagipula kamu hanya perlu memakainya di depanku kan... " Arya tersenyum jenaka.
"Ihh!! " mendorong bahu suaminya, lalu memilih baju yang lain.
"Jangan marah.. "
"Tidak.. "
Niatnya hari ini menemani belanja adalah sebagai permintaan maaf atas insiden kemarin, tapi Arya malah membuat istrinya semakin kesal.
Dara memilih dua dress, warna merah dan warna biru. Tak lupa ia membeli satu switer berwarna biru muda. Cantik sekali warna nya.
Mereka melangkah kearah kasir, Arya membayar menggunakan kartu unlimited nya, yang hanya orang orang tertentu saja yang memiliki nya.
Kasir wanita itu terpesona akan kharisma yang terpancar dari wajah Arya, apalagi ditambah ia membayar dengan kartu itu, membuat level kekaguman nya semakin memuncak.
Ya Tuhan... Dia rupawan sekali.. Apalagi sepertinya dia orang tajir.
"Cepat layani kami, apa yang kau lihat! " Dara jengkel, setiap wanita yang dia temui pasti tersihir akan ketampanan suaminya. Apalagi dengan sengajanya kasir itu membuka salah satu kancing kemeja nya.
"M_maafkan saya n_nona " Pelayan itu mengambil kartu dari tangan Arya, tangannya begitu besar dan kekar, begitulah yang ada di benaknya.
"Ini tuan.. silahkan... " Menyerahkan kartu dan belanjaan itu dengan nada sensualnya. Seolah berharap agar pria didepannya ini tergoda. Padahal ia jauh dibawah kecantikan Dara.
Dara mengeratkan genggaman tangannya pada Arya, ia sedang cemburu sekarang.
Wah.. wah...rupanya ada yang cemburu.
Aku akan menjahilinya. Arya
"Terimakasih mbak.. kerjamu sangat bagus. Pantas untuk dipuji, apalagi kau juga lumayan cantik " Arya sengaja berkata demikian, ia ingin lihat seperti apa saat istrinya sedang cemburu.
Pelayan wanita itu semakin melambung tinggi saat Arya memujinya. Dia pikir itu pujian sungguhan, nyatanya hanya muslihat belaka.
Ih.. dasar laki laki sama saja. Tidak bisa tetap dengan satu wanita.
Dara cemburu, ia melepaskan genggaman tangan nya dari Arya. Lalu melenggang pergi dari toko terkutuk itu.
"Hei.. tunggu sayang.. " Arya berlari mengejarnya. Sudah tak menggubris celotehan kasir wanita tadi, yang saat Arya memujinya malah dengan beraninya menawarkan dirinya sendiri.
Dara berjalan tak tentu arah, ia sebal dengan Arya. Melangkah lebar sambil mengerucutkan bibir nya, membuat orang orang yang melihat hanya geleng geleng kepala.
Gadis cantik kenepa ekspresi nya seperti itu?
__ADS_1
"Sayang tunggu... " Arya mencekal tangan nya, Dara seketika berhenti.
"Apa! " Ucap nya ketus dan membuang muka kearah lain, bibirnya masih mengerucut sebal.
Hah, ternyata rencana Arya berhasil. Dara sedang cemburu sekarang. Arya berusaha menahan senyuman nya kala melihat tingkah istrinya yang menurutnya menggemaskan.
Haha.. ternyata rencana ku berhasil juga. Dia cemburu..
"Kenapa kamu ninggalin aku? " Berakting seolah tak tahu keadaan.
"Nggak papa.. " Masih enggan menatap mata suaminya.
Katanya kesini ingin membuatku bahagia? Menebus kesalahan? Cih, pembohong.
Laki laki memang sama saja.
"Aku serius.. kamu tadi kenapa ninggalin aku sayang? " Arya benar benar sudah tak kuasa menahan tawanya. Satu senyuman lolos dari bibir seksi nya.
Ihh... Malah tersenyum! Dasar lelaki tak punya hati.
"Aku hanya ingin mencari makan " Masih ketus. Arya malah semakin terbahak bahak dalam hatinya.
Kenapa dia sangat menggemaskan begini...
"Kamu cemburu ya? "
"Tidak " Dara memandang arah lain, apakah dia memang sedang cemburu.
Siapa juga yang cemburu! Memangnya kenapa juga aku harus cemburu? Dia kan hanya pegawai disini.
" Katakan saja kalau kamu cemburu "
"Nggak "
"Baiklah, maafkan aku " Kali ini dia tulus.
"Untuk apa minta maaf? "
"Karena membuat istriku yang manis ini cemburu..." Mencubit gemas hidung istrinya.
"Aku tidak cemburu! " Tegas Dara.
Huhh! Arya menghembuskan napasnya dengan kesal. Jelas jelas cemburu, tapi tidak mau mengakuinya.
Tanpa diduga, Arya mendorong istrinya ke tembok. Lalu mengukungnya dengan kedua tangannya. Mendekatkan hidungnya ke leher Dara.
"Apa yang kamu lakukan! Jangan gila ini tempat umum!! " Dara panik dibuatnya.
Bahkan para pengunjung yang melihat tertawa, dan ada yang menganggap mereka ini konyol.
Tidak tahu tempat, kan bisa dirumah. Anak anak yang melihat adegan dewasa ini bahkan sampai menutup matanya.
Bersambung...
__ADS_1