
Setidaknya Bantu Like Dan Komen Yaa
Love You....
Dara masih berada di dalam kamar nya sambil sesenggukan, ia tidak rela kedua orang tua nya dihina orang. Ia mungkin bisa menerima jika dirinya dihina, tapi tidak dengan orang tuanya yang sangat disayanginya. Dara tidak habis pikir dengan Tasya, mengapa ia selalu memusuhi Dara padahal seingat Dara ia tak pernah memiliki masalah dengan nya. Karena lelah menangis, akhirnya Dara pun tertidur dengan mata yang sembab dan wajah yang pucat.
Sementara Arya yang sudah sampai di rumah bersama Rey segera masuk kedalam rumah Karena mencemaskan Dara. Entah sejak kapan dia melakukannya, tapi sekarang ia sangat mencemaskan Dara tanpa ia sadari. Sampai di ruang tamu ia bertemu Hendro.
"Dimana Dara, dan bagaimana keadannya? " Tanya Arya khawatir.
"Mm,,, Maaf Tuan,,, nona Dara ada di dalam kamar nya sejak pulang dari kampus " Jawab Hendro gugup
"Jam berapa dia pulang? "
" Jam 10 pagi tuan"
"Apakah dia sudah makan? "
"Belum tuan,, saya sudah men,,, "
Sebelum selesai melanjutkan perkataan nya, Arya sudah terburu buru pergi ke atas.
Tok,,, tok,,,, tok,,,,
"Dara,,,, apa kau ada di dalam? " tanya Arya
Tidak ada jawaban dari dalam. Arya hendak masuk ke dalam tapi pintunya terkunci dari dalam. Ia pun mengambil kunci serep dan membuka pintunya.
"Dara,,, kenapa kau pulang duluan,, apa kau sudah makan? " tanya Arya lembut karena dia tau Dara sedang ada masalah.
Tidak ada jawaban, kemudian Arya mendekati Dara dan membelai puncak kepala Dara dengan lembut. Alangkah terkejut nya dia karena suhu tubuh Dara sangat panas, wajahnya sangat pucat dan matanya sembab. Ia pun panik bukan main karena sudah berjanji tidak akan membiarkan Dara sampai terluka sedikit pun.
"Dara,,, kau kenapa? kau demam? ayo kita ke rumah sakit!! " Ucap Arya cemas
"Tidak,, aku tidak ingin ke rumah sakit " ucap Dara lemas
" Tidak Dara,, ayo kita kerumah sakit,, kau demam " Jawab Arya
"Tidak Mas,, aku mohon,,, aku ingin disini saja" Ucap Dara dengan suara yang lemah.
"Tapi kamu demam,,, "
"Aku nggak papa,, kamu temenin aku disini ya"
"Yasudah,,,aku temani kamu "
Arya pun duduk di ranjang samping Dara dan selalu mengompres kening Dara sepanjang malam. Ia keluar sebentar untuk menelfon Rey, sekretaris nya.
__ADS_1
Selain membantu mengerjakan tugas kantor dan menggantikan meeting, Rey juga mengerjakan apapun yang diperintah Rey seperti menyelidiki orang, juga termasuk urusan pribadinya. Rey dulunya adalah mantan mafia yang kejam, namun sekarang ia jauh lebih terkendali dibawah kendali Arya. Sementara Arya, dia adalah CEO yang dingin dan cuek namun sebenarnya ia sangat penyayang. Namun jangan salah, jika keluarganya atau orang terdekatnya diusik, ia bisa bertindak kejam seperti Rey.
"Hallo tuan " ucap Rey diseberang
"Rey cari tau apa yang dilakukan istriku di kampus hari ini sampai dia sakit seperti itu" ucap Arya emosi namun pelan agar Dara tak mendengarnya.
"Baik Tuan" Ucap Rey
Arya kembali ke kamar dan mulai mengompres Dara sepanjang malam. Kemudian ia tertidur di samping Dara.
Keesokan Harinya...
Dara mengerjapkan matanya dan merasa sedikit mendingan tetapi masih merasa sedikit pusing. Dia tersenyum saat bangun yang pertama kali ia lihat adalah Arya, entah mengapa berada di samping Arya membuat Dara sangat tenang. Dara terus menatap Arya sampai ia tak sadar bahwa Arya sudah bangun dan tersenyum kepadanya.
" Kau sudah bangun? " Tanya Arya yang membuat Dara sadar dari lamunan nya.
"Ehh,, mmm,, iya sudah " jawab Dara
"Apa masih sakit? " Arya duduk disamping Dara
"Tidak,, hanya saja kepalaku sedikit pusing " ucap Dara sambil memegang pelipisnya
"Istirahatlah,, apa kau ingin ke rumah sakit? atau aku akan memanggil dokter kemari? " Ucap Arya hendak menelfon dokter tapi ditahan oleh Dara
"Tidak,,, tidak usah telfon dokter, aku sudah baikan, aku hanya butuh istirahat saja" Ucap Dara
"Kau tidak ke kantor? "
"Tidak, bagaimana aku meninggalkanmu begini " ucap Arya sambil membelai lembut puncak kepala Dara. Entah sejak kapan CEO yang dingin seperti es batu berubah menjadi lembut seperti ini.
"Baiklah kalau Begitu" Ucap Dara sambil memeluk Arya tanpa ia sadari entah mengapa ia sangat nyaman di pelukan Arya
Kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini. Apakah jantungku rusak? Aku harus memeriksakan nya. Gumam Arya
Tidak lama kemudian Dara terlelap dalam pelukan Arya. Arya pun tak merasa keberatan justru ia merasa sangat nyaman dipeluk Dara. Tidak lama Arya keluar untuk menerima telfon.
"Tuan, saya sudah menjalankan apa yang anda perintahkan" Ujar Rey di seberang
"Aku menunggumu di ruang kerja ku " ucap Arya tegas
"Baik Tuan "
Tidak lama kemudian Rey menemui Arya di ruang kerjanya.
"Ini Tuan, saya sudah menyelidiki CCTV yang ada di kampus nona Dara" Ucap Rey sambil memberikan amplop coklat pada Arya.
Arya pun membaca amplop coklat yang diberikan Rey.
__ADS_1
" Kemarin nona ada di depan kelasnya hendak masuk kedalam.Sebelum Nona masuk ada seorang pria yang bertanya dan memperlihatkan sesuatu dari ponselnya. Nona Dara dan kedua temannya terkejut. Mereka sempat berbincang bincang sebentar. Setelah itu datang seorang wanita yang menghina dan mengatakan bahwa Nona menjual dirinya pada pria kaya. Dan wanita itu juga menghina orang tua nona dengan mengatakan bahwa Ibu Nona mengajarkan hal yang buruk pada Nona. Lalu Nona menampar wanita itu dan menangis lalu masuk ke dalam taksi nya." Jelas Rey panjang lebar
Brakkkkk
Arya menggebrak meja kerja nya karena sangat marah.
"Hancurkan keluarga wanita itu, buat dia menjadi gembel dan pastikan tak ada satupun Universitas yang menerimanya!!! " Teriak Arya emosi.
"Baik Tuan" Ucap Rey semangat 45
Rey terbiasa melakukan hal ini karena ia dulunya adalah seorang mafia yang terbiasa melakukannya.
Arya duduk sambil menyenderkan kepalanya di kursi kantornya untuk menenangkan diri. Setelah cukup tenang dia kembali ke kamar hendak melihat Dara, tetapi langkahnya terhenti saat melihat Dara ada di dapur.
"Dara,,,sedang apa kau disini? kau kan sedang sakit ayo kembali ke kamar" Tanya Arya khawatir
"Aku haus,, Aku ingin minum jadi aku ke dapur" Ucap Dara
"Seharusnya kau panggil pelayan,, tidak perlu susah susah kemari" ucap Dara
"Baiklah,, maafkan aku" ucap Dara
"Yasudah,, ayo kembali ke kamar" ajak Arya yang hanya dibalas anggukan oleh Dara
"Apa kau sudah baikan?" Tanya Arya saat di kamar
"Sudah" ucap Dara
"Tidak pusing lagi? "Tanya Arya
"Masih sedikit, tapi sudah tidak papa" Jawab Dara
"Jangan kuliah dulu sampai kau sembuh" Titah Arya
"Tapi,, sebentar lagi aku ujian" Ucap Dara
"Kau bisa lulus tanpa ujian" jawab Arya
"Tidak,,aku ingin lulus dengan usaha ku sendiri Mas,, " Rengek Dara
"Baiklah,, tapi kau akan kuliah sampai kau benar benar sembuh,, selama itu kau dirumah saja ya" Ucap Arya lembut
"Baiklah" Ucap Dara pasrah
Mereka pun tidur bersama, mulai sekarang Dara sudah tinggal di kamar Arya karena permintaan Arya dengan alasan Dara suka kembali panas saat malam hari.
Bersambunggg
__ADS_1