
Hallo Readers!! Makasih buat yang udah mau baca novel ini ya,
Please kalian tinggalin komentar !!
Aku butuh banget saran untuk novel ini
Aku masih bingung nih,,cerita selanjutnya gimana,, Jadi, aku berharap para readers bersedia memberikan masukan / saran di kolom komentar yaa!!!
Semuanya pasti akan aku terima dengan senang hati.
Mohon maaf, jika kalian kurang tertarik sama novel ini. Author baru saja belajar menulis**.
Jadi, mohon bimbingannya ya😊🙏
Oh iya, kalau kalian ada rekomendasi cast cowok /cewek kasih saran juga yaa!!
Terimakasih**.
Setelah cukup lama bersiap siap, Dara menuruni tangga menuju meja makan.Dara memakai pakaian warna hitam tanpa lengan diatas lutut dan sling bag hitamnya juga sneakers berwarna senada. Ia melihat Arya tengah duduk menatap makanan sambil menunggunya. Ia menghampiri Arya dan duduk disampingnya.
"Mas belum makan? " tanya Dara saat duduk disamping Dara.
"Mas nungguin kamu" ucap Arya yang membuat Dara terharu. Betapa beruntungnya dia memiliki Arya sebagai suaminya, ia pasti akan menjadi orang paling menyesal di dunia kalau dulu menolak menikahi Arya. Pilihan orang tuanya memang tidak salah. Arya memang dingin pada orang lain, tapi tidak jika dihadapannya. Kini, Dara mulai memahami sifat dari suaminya yang perlahan mulai mencuri hatinya. Ia pun tersenyum.
"Makanlah,, " Dara tersenyum sambil memberikan piring berisi nasi dan lauk pada Arya. Baru dia mengambil untuk dirinya sendiri.
"Terimakasih,, " Arya tersenyum lalu memakan makanannya.
Merekapun memulai ritual sarapannya, hanya ada keheningan dan suara denting sendok dan garpu. Tapi tak ada suara percakapan karena memang tak baik kan bicara saat makan, sampai akhirnya Arya membuka pembicaraan saat mereka telah selesai sarapan.
"Ayo berangkat" Arya menggandeng tangan Dara dan menuju mobilnya. Kali ini Arya menyetir sendiri agar bisa berduaan dengan istrinya.
"Mas? " panggil Dara saat mereka sudah dalam perjalanan menuju kantor Arya.
"Iya? ada apa sayang? " tanya Arya sambil tetap menghadap ke depan.
__ADS_1
"Emang aku nggak ganggu nanti kalau ikut kamu ke kantor? " Dara hanya takut kalau dengan mengikuti keinginannya, nanti malah akan mengganggu pekerjaan Arya. Ia tak ingin membebani Arya karena sifat manjanya.
"Ya nggak lah sayang,, udah kamu tenang aja ya,, " Arya mengelus puncak kepala Dara dan sesekali menoleh.
"Beneran? " Dara memastikan ucapan suaminya.
"Iya,, " Jawab Arya final. Setelah itu hanya ada keheningan diantara mereka. Arya fokus menyetir, sedangkan Dara, ia sibuk bermain ponselnya.
Setelah beberapa menit membelah jalanan padat kota Jakarta, akhirnya mereka sampai di depan gedung perusahaan super mewah yang diatasnya tertulis Fernandez Group. Dara menatap takjub pada gedung perusahaan itu, bagaimanapun juga ini pertama kalinya ia melihat perusahaan suaminya secara langsung. Sebelumnya, ia hanya melihat lewat televisi atau internet pada ponselnya. Tapi melihatnya langsung ternyata lebih mewah lagi. Hingga Arya membangunkannya dari lamunannya.
"Sayang,, kamu kenapa ?" Arya menggoyangkan bahu Dara.
"Eh,, nggak mas,, perusahaan kamu bagus dan besar ya" Dara masih terkagum kagum.
"Haha, sekarang ini punya kamu juga" Arya menggandeng Dara turun dari dalam mobil mewahnya.
"Ayo turun " Dara pun turun bergandengan tangan dengan Arya. Semua security menunduk saat melihat CEO mereka datang. Tapi mereka juga heran,siapa gadis cantik dan manis yang ada disamping Arya??
Arya memasuki loby kantor dengan aura dingin dan tegasnya yang semakin menambah ketampanannya. Dara dan Arya masih bergandengan tangan dengan mesranya melewati seluruh karyawan di kantor. Semua karyawan memandang takjub pada Arya terutama para karyawan wanita. Namun mereka juga bingung siapa gadis cantik disamping bosnya??Setau mereka bosnya belum menikah dan tak ada gadis yang sedang dekat dengannya apalagi bosnya selama ini sangat dingin pada setiap wanita. Lalu siapa gadis yang sedang menggandeng tangannya dengan mesranya??
Arya dan Dara masuk ke kantor tanpa menghiraukan tatapan dari para karyawan. Terutama dari para karyawan wanita yang memandang tak suka pada Dara, tapi ada juga sebagian yang malah kagum pada kecantikannya dan kemampuannya dalam meluluhkan hati es dari CEO mereka. Beberapa sapaan diterima Arya.
"Pagi " balas Arya dingin dan datar tanpa memperhatikan senyum dilontarkan padanya. Sedangkan Dara hanya tersenyum dan terus mengapit lengan Arya.
Arya dan istrinya masuk kedalam lift. Arya menekan tombol angka 45 dimana ruangan CEO berada. Beberapa karyawan dibawah tampak bingung karena Arya membawa seorang gadis.
Hehh!! kamu lihat tadi, siapa gadis cantik yang bersama bos??
Mungkin istrinya??
Ah, tidak mungkin!! bos belum menikah!!!
Lagipula, bos itu sangat dingin pada setiap wanita. Aku saja yang cantik begini tak pernah diliriknya,,hahaha
Huhhh!!
Tapi, jika dia memang istrinya bos, beruntung sekali dia ya. Bos kan ganteng, kaya, dan berwibawa lagi!!
__ADS_1
Aku kagum dengannya,, dia cantik, dan hebatnya, dia bisa meluluhkan hati dingin CEO kita!!
Iya juga ya,,
Yaudah yuk, balik kerja. Daripada nanti ketahuan gosipin bos, bisa dipecat kita!
Begitulah bisik bisik gosip dari para karyawan yang ada di kantor Arya.
Pintu lift terbuka! Arya keluar sambil menggandeng tangan Dara dan tertawa lepas karena tadi di dalam lift Dara bercanda dengannya.
"Hahahaaha!!! kamu bisa saja, mana mungkin dia bisa seperti itu" Arya masih tertawa lepas, ia sangat terhibur dengan gurauan Dara yang menurutnya sangat tak masuk akal.
"Ih,, beneran mas!! " Ucap Dara
"Iya, iya mas percaya,, "
Sulaiman, salah satu OB disana sampai dibuat menganga akan adegan yang baru saja dilihatnya, rahangnya sampai akan menyentuh lantai saking terkejutnya. Pasalnya, selama tiga tahun ia bekerja, baru kali ini ia melihat bosnya tertawa lepas lagi. Apalagi membawa seorang wanita.
Sejak dulu, Arya adalah orang yang tegas dan dingin. Ia sangat jarang tersenyum, apalagi tertawa. Sulaiman kebetulan tau, siapa yang telah membuat bosnya begitu dingin. Karena saat awal ia bekerja, Arya orang yang dingin tapi sering tertawa. Tapi sekarang?? sepertinya bos nya telah menemukan kebahagiaannya lagi.
"Kenapa lihat lihat??" tanya Arya dingin saat ia melewati Sulaiman yang sedang bengong menatapnya.
"Ti_tidak tuan t_tolong maafkan kelancangan saya tuan " Sulaiman menunduk, Arya melenggang pergi dari hadapannya sambil mengapit tangan istrinya tanpa menjawab permohonan maaf Sulaiman.
Huff!! untung saja!! Batin Sulaiman
"Mas? " panggil Dara
"Ada apa sayang? " Arya menatap Dara.
"Kenapa orang orang menatap kita begitu? Mereka seperti heran melihat kita? " tanya Dara dengan polosnya.
"Tidak ada apapun sayang,, mereka mungkin heran karena baru pertama kali melihat kamu,, "ucap Arya lembut sambil berjalan menyusuri lorong perusahaan.
"Tapi kok beda gitu kayak_" ucap Dara terpotong.
"Udah ya,, sekarang kita masuk " Arya dan istrinya masuk ke dalam ruangan khusus CEO itu.
__ADS_1
Bersambung,,,