Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Bodyguard


__ADS_3

Mereka hampir selesai makan, Dara meneguk orange juice dihadapannya. Sementara Arya masih menghabiskan nasi goreng buatannya yang tersisa dipiring. Tak lama kemudian Rey datang bersama dengan Andra. Mereka menghampiri sepasang suami istri yang sedang menghabiskan waktunya itu. Sebenarnya tidak boleh mengganggu mereka makan, tapi Rey juga ingin mengatakan sesuatu yang amat penting untuk tuan mudanya.


"Selamat pagi Tuan muda, maaf mengganggu waktu anda. Tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan." Ucap Rey yang baru saja datang dari paviliun belakang. Sementara dibelakang tubuh nya berdiri Andra yang sedikit terkagum dengan kecantikan istri bosnya.


Gila!! Dia cantik sekali!! Pantesan dia bisa memenangkan hati bos. Eh,, sadar Andra dia ini istri bosmu. Aku bisa dipenggal kalau ketahuan mengaguminya.


"Katakan saja Rey" ucap Arya tanpa menatapnya, sepertinya dia sudah lupa apa yang ditugaskan nya beberapa hari yang lalu pada Rey. Padahal itu amat penting.


"Tidak bisa disini Tuan muda"


"Baiklah, nanti saja. Aku akan mengantar istriku, ini hari pertamanya kuliah lagi"


"Maaf tuan, sepertinya anda melupakan sesuatu yang amat penting" Rey kembali mencoba mengingatkan Arya yang seperti nya memorinya bermasalah karena terlalu fokus pada istrinya itu. Arya kembali mengingat ingat dan akhirnya ia ingat.


Bagaimana aku bisa lupa!! Kalau Dara tahu aku lupa urusan sepenting ini dia bisa marah padaku.


"Huhh,,Baiklah kita bicara nanti. Perkenalkan dirimu dulu pada istriku" Arya menunjuk Andra dengan tatapan matanya. Andra pun mengangguk dan nilai memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan nona, nama saya Andra Septian. Umur saya 25 tahun. Saya akan menjaga nona mulai sekarang. Saya berjanji dalam keadaan apapun akan melindungi nona, meskipun harus mengorbankan nyawa saya " Ucap Andra, ia tidak main main dengan janjinya, ia akan selalu melindungi nona mudanya walaupun akan menyakiti dirinya sendiri, Andra adalah tipe pria yang setia dan selalu menepati janji, pantas saja jika Rey memilihnya.


Haahaha,, mengorbankan nyawa?? Ah, itu berlebihan, siapa juga yang mau menyerangku. Ini kan hanya inisiatif mas Arya saja karena dia sebenarnya masih takut akan tragedi penculikan ku dulu. Aku yakin aku akan baik baik saja.


"Haha, kau tidak perlu berkata mengorbankan nyawa segala. Itu tidak akan terjadi " Dara tertawa, ia merasa bahwa semuanya akan baik baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagipula Tasya sudah didalam jeruji penjara sekarang, siapa lagi yang ingin mengganggunya. Ia belum tahu kalau suaminya punya banyak musuh bisnis yang bersaing dengan cara kotor karena tidak suka dengan perkembangan bisnis Arya. Oleh sebab itu Arya tetap kekeh ingin menyewa bodyguard.


"Apapun bisa terjadi nona, kita tidak akan pernah menduga apa yang terjadi kedepannya. " Andra berbicara dengan menunduk dan berusaha menata kalimatnya sebaik mungkin, itu karena Arya daritadi menatapnya dengan tatapan tajam karena bicara banyak dengan istrinya. Tatapannya seolah mengatakan 'Jangan banyak bicara dengan istriku, atau kupotong urat nadimu'.


Yaampun tuan muda, saya kan hanya menjawab apa yang dikatakan oleh istri anda, masa tidak dijawab? itukan tidak sopan namanya. Dan ketua Rey, tolong bantu cairkan suasana,, Aku jadi kedinginan sekarang.


Dara paham akan apa yang dirasakan Andra dan Rey. Ia juga tahu kalau Arya memandang mereka dengan tatapan sedingin es, hingga pagi yang dingin ini berubah menjadi sedingin kutub utara.


Maafkan suamiku kak Andra, Rey

__ADS_1


" Baiklah, bagaimana kalau aku memanggilmu kakak saja, usiamu lebih tua dariku." Ucap Dara.


Nona anda memperkeruh suasana!!


"T_tentu saja nona"


"Mas, kamu akan mengantarku hari ini? " Dara kini bertanya pada suaminya agar tidak manyun terus karena diabaikan daritadi.


"Emm,, sepertinya kamu akan diantar Andra hari ini, aku ada hal penting yang harus dibicarakan dengan Rey. Maaf ya sayang" Sebenarnya hari ini ia berniat mengantar Dara dalam hari pertama masuk kampus lagi, tapi ia mendapat tatapan mata dari Rey yang selalu mengingatkannya tentang hal penting.


"Baiklah tidak apa, aku akan berangkat sekarang. Kak Andra siapkan mobilnya dulu ya"


"Baik nona" Andra pun pergi ke garasi menyiapkan mobil sesuai yang diperintahkan nonanya. Sedangkan Rey naik ke lantai atas menuju ruang kerja Arya, meninggalkan sepasang suami istri itu.


"Aku berangkat dulu ya mas" Dara meraih tangan suaminya dan menciumnya.


"Iya, hati hati "


Apa!! Dia tahu saja kalau aku sedang cemburu. Padahal aku berusaha menutupinya sebaik mungkin.


"Siapa yang cemburu? " Tanya Arya berusaha mengubah raut mukanya.


"Sudahlah, aku tahu. Aku berangkat ya. " Dara mencium pipi kiri suaminya yang jelas membuat seketika api cemburu Arya lenyap begitu saja bak ditelan bumi..


"Hati hati !!" Teriaknya.


Kini Andra dan Dara sudah ada didalam mobil mewah bermerek W Motor Lykan Hypersport, yang diberikan Arya pada awal pernikahan mereka. Andra menyetir dikursi depan, sementara Dara duduk dikursi belakang seperti perintah Arya.


"Kak Andra?" Dara yang merasa suasana jadi canggung karena ulah Arya akhirnya membuka percakapan.


"Iya nona?" Andra masih fokus menyetir didepan.

__ADS_1


"Apa kakak sudah menikah?" Pertanyaan Dara cukup menggelikan bagi Andra, ia belum berpikir kesitu, ia ingin sukses dulu dalam karirnya. Dan menjadi bodyguard dari istri seorang Arya Fernandez adalah awal yang baik untuknya.


"Haha, belum nona. Saya belum pernah memikirkan perihal pernikahan "


"Kalau begitu pikirkan kak, apa kak Andra sudah punya pacar? atau mungkin teman dekat? " Aduh kenapa Dara menanyakan itu, ia tidak tahu apa konsekuensinya bagi Andra jika terlalu dekat dengannya.


"Tidak nona,,saya tidak memilikinya. Dan untuk sekarang seperti nya belum ada yang cocok menjadi pilihan saya " Andra bukanlah tipe pria yang gampang melabuhkan hatinya pada wanita. Dia harus memastikan asal usul dan karakter dari wanita yang akan dipilihnya.


"Oh, baiklah kak aku hanya bertanya saja. Kalau kakak bingung, aku ada banyak kenalan gadis yang baik. Katakan saja padaku kalau kakak mau ya" Dara lalu memainkan ponselnya, ia melihat banyak sekali tugas yang tertinggal karena telah lama tidak masuk kuliah.


Yaampun banyak sekali!! Ah, ini gara gara mas Arya sih, sekarang aku jadi harus repot.


"Baik nona"


"Kak Andra, nanti kakak pulang saja duluan, aku nanti sepertinya akan pulang sore, banyak sekali matkul dan tugasku juga numpuk.


Aku tidak mau nanti kakak kelamaan nunggunya. " Dara pusing sendiri, ia tidak akan tenang jika membuat orang lain menunggunya.


"Tapi nona, tugas saya adalah mengawal dan menjaga nona dimanapun dan kapanpun nona pergi " ucap Andra.


"Tidak kak!! Kakak pulang saja dulu. Nanti satu jam sebelum aku pulang, aku akan mengabarimu. Tenang saja, aku tidak akan bicara apapun pada suamiku"


"Baiklah nona" Andra menyetujuinya saja padahal ia tetap tidak akan meninggalkan Dara sendirian. Yang benar saja, jika dia melakukan itu maka dia pasti akan digorok oleh Rey dan Arya.


Ia teringat kata kata Arya yang mengucapkan


'*Jika istriku merasa tidak nyaman dan memintamu pergi, maka katakan saja iya. Tapi jangan benar benar pergi, pantau dia dari jauh tapi jangan terlalu jauh. Pastikan tidak ada yang membahayakan. Kalau kau meninggalkan nya sendiri maka gorok ku berlumur darah pastinya'


'Baik tuan muda*' Begitulah ingatan percakapan mereka yang diingat Andra.


Bersambung,,,,

__ADS_1


__ADS_2