Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Cuci piring


__ADS_3

Setelah pulang dari kampus tadi, Dara segera mengerjakan tugas yang diberikan dosen. Tugas kali ini cukup rumit dan butuh ketelitian ekstra, dan hal ini menguras habis tenaga nya. Apalagi Dara belum sempat untuk mandi tadi. Sampai dia tanpa sadar ketiduran disofa kamarnya. Saat ia mulai sadar, hari sudah mulai gelap. Dara mengerjapkan matanya, berusaha mengumpulkan kesadarannya. Ia melirik jam diatas nakas yang menunjukan pukul 6.30 malam.


Astaga! Aku ketiduran sejak tadi. Aku akan mandi dulu.


Dara segera masuk kedalam kamar mandi dan memulai ritual mandinya. Berendam di air hangat dalam bath up membantu menghilang kan rasa peningnya. Sebenarnya dia tahu bahwa tidak baik mandi pada jam seperti ini, tapi apa dayanya dia merasa lengket dan tidak nyaman. Tidak mungkin juga kalau dia tidak mandi.


Setelah lima belas menit, Dara keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe.


Dara melangkah kearah walk in closet dan mengganti pakaian nya. Dia keluar menggunakan piyama satin berwarna navy.


Dia menuruni tangga dan menuju dapur, berniat akan memasak untuk suaminya. Dapat dilihat disana ada beberapa pelayan yang tengah menyiapkan makan malam.


Mereka tampak sangat sibuk berkutit dengan alat alat dapur.


"Bi, apakah semuanya sudah siap? " tanya Dara pada bi Asih.


"Belum nona, kami baru akan memasak " tutur bi Asih sopan.


"Kalian semua pergilah! Saya yang akan memasak malam ini " ucap Dara dan semua pelayan pun otomatis pergi dari tempatnya.


"Bi Asih disini saja, bantu saya potong sayuran " ucap Dara.


"Baik nona " Bi Asih pun mulai memotong wortel, kubis, dan lainnya.


"Mau masak apa nona?" tanya bi Asih.


"Sepertinya aku akan masak sop ikan, mas Arya menyukainya "Jawab Dara sambil mengorek sisik ikan.


"Baik nona "


Acara masak memasak pun berlanjut, Dara dan bi Asih sibuk mengerjakan tugasnya masing masing. 30 menit berlalu, sop ikan dan berbagai makanan tambahan lainnya sudah dihidangkan diatas meja. Bi Asih meminta ijin untuk kembali ke paviliun belakang. Dara menatap hasil karyanya dan bi Asih.


Hemm,, tampaknya sangat lezat


"Nona,, saya permisi ke paviliun belakang ya "


"Iya bi " Dara duduk di meja makan menunggu kehadiran suaminya. Selang beberapa menit, terdengar bunyi klakson mobil, Dara yakin itu adalah suaminya. Ia pun berlari kecil menyambutnya diambang pintu.


"Mas,," Dara mencium punggung tangan suaminya.


"Aku sangat lapar,, " Ucap Arya sambil mengusap perutnya, saking sibuknya sampai dia lupa untuk makan siang tadi.


"Masuklah, aku sudah memasak. " Dara tersenyum.


"Baiklah, sudah lama juga tidak makan sop ikan " Arya mengendurkan dasinya.

__ADS_1


"Hah,, bagaimana kamu bisa tahu,, aku kan belum memberitahu,," Dara terkejut, bagaimana Arya bisa tahu kalau dia masak sop ikan.


"Bahkan aku bisa mencium dan menebak bau masakanmu dari jarak satu kilometer " Ucap Arya.


"Kamu nih! " Memukul lengan Arya.


"Itu tidak mungkin bisa dilakukan manusia tahu!"


"Yasudah baiklah,,ayo kita masuk dan makan. Berdebat sama kamu bikin aku tambah laper "


"Iya iya " Merekapun melangkah menuju meja makan, disana terlihat sudah tersaji berbagai macam makanan. Namun yang paling menonjol dan menggugah selera Arya adalah sup ikan. Dia sangat menyukainya.


Arya duduk disamping istrinya, lalu Dara mengambil nasi dan sup ikan dan meletakannya didepan Arya.


Ia mengambil untuk dirinya sendiri juga. Arya langsung melahap masakan istrinya dengan suka cita. Sepertinya biasa ini sangat sangat enak, apapun yang dimasak Dara seperti masakan bintang lima di lidah Arya.


"Hemm,,, masakanmu selalu nomor satu sayang,, " ucap Arya sambil mengunyah.


"Kamu pasti memuji untuk menyenangkan ku saja kan? "


"Tidak,, ini benar benar lezat " Arya meneguk jus jeruk dihadapkan nya.


"Yasudah iya,, makanlah, jangan bicara sambil makan itu tidak baik " ucap Dara yang telah selesai makan. Arya melanjutkan makannya tanpa banyak bicara lagi.


"Aku akan mencucinya " Dara menumpuk piring kotor dan akan membawanya kedapur.


"Tidak jangan! Apa yang kamu lakukan! Disini ada banyak pelayan lalu mengapa kamu harus repot repot " peringat Arya.


"Tapi ini sudah malam, dan para pelayan semuanya sudah kebelakang. Sudahlah tidak papa, aku juga sudah lama tidak melakukannya " Dara berjalan kedapur sambil membawa tumpukan piring dan gelas ditangan nya. Lalu mulai mencucinya.


"Biar aku bantu " Arya muncul dari belakang.


"Apa!! Kamu mau bantu? Memangnya bisa? " Dara ragu, seorang Arya Fernandez CEO dari Fernandez Groub akan mencuci piring? Apa angin muson berganti arah!!?


"Kamu meremehkanku ya? Tentu saja aku bisa lihat ini " Arya mengambil spons dan sabun cair, mengambil piring lalu mencucinya. Namun tampaknya ia kurang lihai untuk urusan ini sehingga air dan sabun nya jatuh kemana mana. Sekarang dapurnya jadi kotor.


Hah!! ini akan menambah pekerjaan pelayan besok


" Sudah sudah,, tinggalkan saja aku akan membereskan ini,, " ucap Dara, daripada dapur ini seperti kapal pecah nantinya.


"Tidak usah,, aku akan membantumu " Arya bersikeras.


"Mas kamu kan baru pulang,,, sudah ganti baju dulu sana! Nanti aku menyusul.


"Baiklah, " Arya pun naik keatas untuk mandi dan berganti pakaian. Sementara Dara membereskan semua kekacauan yang dibuat suaminya.

__ADS_1


Yaampun! Kita hanya mencuci piring tapi wajan dan panci ikut jadi sasarannya.


Dara heran, padahal mereka tadi hanya mencuci piring tapi bagaimana bisa panci, wajan, teflon dan peralatan lainnya ikut berantakan? Dia akui Arya memang berbakat dalam memasak tapi tidak untuk membersihkan rumah.


Setelah selesai didapur, Dara menaiki tangga dan memasuki kamarnya. Dapat dilihatnya Arya sudah tertidur diatas ranjang tanpa memakai bantal. Dara mendekatinya dan mengangkat sedikit kepalanya lalu meletakan bantal dibawahnya.


Kasihan sekali,, pasti kamu sangat lelah bekerja hari ini ya.


Dara pun ikut berbaring disampingnya. Menatap wajah Arya saat sedang tidur, wajahnya damai dan tenang.


"Mas, apa kamu sudah tidur? " Dara mendongak menatap Arya yang masih memejamkan matanya.


"Hemm"


"Ada apa? " tanya Arya.


Ternyata dia hanya pura pura tidur.


"Bolehkah besok aku kerumah orang tuaku? "


Seketika mata Arya langsung terbuka lebar.


"Kenapa kamu ingin kesana? " tanyanya.


"Aku sangat merindukan keluargaku,, bolehkan? "


"Baiklah,, tapi aku akan mengantarmu "


"Tidak usah,, nanti malah mengganggu pekerjaan mu,, lagipula kan ada kak Andra yang bisa mengantarku " ucap Dara.


"Baiklah,, tapi aku yang akan menjemputmu,,"


"Iya iya " Dara mengalah, dia tidak akan menang jika berdebat dengan Arya.


"Sekarang tidurlah,, " Dara memejamkan matanya, disusul oleh Arya. Mereka menggapai alam bersama sambil berpelukan satu sama lain.


Bersambung,,,


Author sampai bingung milih kata kata 🤔


Tapi semoga kalian tetap suka, kalau ada yang ga menarik kasih tau ya.


Terimakasih 🙏


#Judul chapter ini tolong jangan dibully ya 😅

__ADS_1


__ADS_2