Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Berkunjung Kerumah Orang Tua


__ADS_3

Malam telah berganti menjadi pagi. Gelap sudah menjadi terang. Bulan sudah berpindah tempat, diganti dengan matahari yang menyinari pagi ini. Dara bangkit untuk duduk, menutup matanya karena terkena silau matahari. Pantas saja, gorden dikamarnya telah terbuka lebar. Ia menoleh kesamping, tapi yang dicarinya sudah tidak ada ditempat. Kemana Arya pagi pagi begini?.


Apa mungkin dia dikamar mandi? Atau sudah berangkat?


Dara menatap jam diatas nakas yang menunjuk pada angka tujuh, tapi tanpa sengaja ia melihat sepucuk surat ada dibawah ponselnya. Ia pun mengambil dan membacanya, disana tertulis nama Arya.


Mas Arya apa apaan sih? Kenapa pake surat menyurat segala, aku kan ada disampingnya. Dara tertawa dalam hati. Lalu ia mulai membaca surat itu.


Untuk istriku tersayang,,,


Maafkan mas ya nggak bisa bicara langsung sama kamu. Tadi kamu tidur pulas sekali, jadi aku tidak tega membangunkan mu. Mas ada urusan dadakan diluar kota,, tapi kamu tenang saja aku akan menjemputmu dirumah orang tuamu nanti sore. Aku tidak akan lama, hati hati saat pergi nanti dan,,, jangan terlalu dekat dengan Andra!


Sudah ya,,, jangan merindukanku:)


Dara tersenyum simpul saat membaca tulisan Arya, ada ada saja suaminya ini. Padahal kan dia bisa mengirim pesan atau menelpon nya nanti.


Seperti biasa dia akan ke kampus hari ini, ia sudah siap dengan kemeja warna putih dan celana jeansnya. Lalu mengambil tas ransel dan berjalan keluar kamar. Menengok kanan kiri tapi tidak ada tanda tanda munculnya Andra, akhirnya dia bertanya pada salah satu pengawal yang berjaga di pintu masuk.


"Selamat pagi nona " Sapa pengawal itu saat melihat Dara mendekat padanya.


"Pagi,, apa kalian melihat kak Andra? " tanya Dara.


"Mungkin masih ada dibelakang nona " pengawal itu berucap sambil menunduk, tak berani memandang nona mudanya seperti perintah Arya.


"*Jika kalian berbicara pada istriku, jangan pernah menatapnya atau terlalu dekat dengannya kalau kalian masih ingin hidup! "


"Baik tuan muda* " Itulah peringatan yang ada dibenak sang pengawal itu saat sedang diadakan pertemuan antar para anak buah Arya.


"Oh,, baiklah aku akan kesana " Dara akan melangkah pergi, namun ternyata Andra sudah muncul dengan tergesa gesa.


"Maafkan saya nona,, saya terlambat bangun " ucap Andra sambil mengatur napasnya.


"Tidak papa kak,, ayo kita berangkat " ajak Dara.


"Tentu nona " Andra membukakan pintu mobil untuk Dara. Lalu berlari kecil menuju kursi kemudi. Mobil pun melaju menuju kampus Dara.


πŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊ


13.00 WIB


Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobil ini akan menuju ke kediaman Tuan Satya dan Nyonya Sara. Dara duduk di kursi penumpang sambil menatap keluar jendela, barangkali ada sesuatu yang menarik. Sesaat kemudian dia melihat ada penjual martabak, ia jadi teringat dengan mama dan papanya yang menyukai martabak manis dan martabak telur.


"Kak Andra berhenti! " Mobil pun berhenti mendadak di dekat penjual martabak, untung saja jalanan sedang sepi.

__ADS_1


"Ada apa nona? Mengapa tiba tiba berhenti? " tanya Andra.


"Aku ingin membeli martabak untuk orang tuaku " Dara keluar dari mobil, mendekati penjual itu dan memesan apa yang diinginkannya.


"Pak,, martabak telur nya dua dan martabak manisnya dua ya" Ucap Dara.


"Baik,, ditunggu dulu neng,," Laki laki itu mulai membungkus pesanan Dara.


"Ini neng,, " Sambil menyerahkan sekantong kresek martabak.


"Berapa pak?"


"Tiga ratus lima puluh ribu " Dara mengeluarkan dompetnya dan membayar sesuai nominal yang disebutkan.


"Terimakasih " ucapnya lalu masuk kedalam mobil.


"Kak,, ini untuk kakak " Dara mengulurkan satu bungkus martabak manis pada Andra.


"Tidak perlu nona,, untuk nona saja " tolak Andra.


"Aku mohon,,, aku sengaja membeli ini untuk kak Andra juga,, lagipula keluarga ku tak akan sanggup menghabiskan semuanya" Dara memaksa.


"Baiklah nona" Andra menerimanya, kalau berdebat dengan istri tuan mudanya maka ia pasti akan selalu kalah. Andra kembali melajukan mobilnya.


"Mama!! " Dara berlari, nyonya Sara seketika terkejut dan menjatuhkan selang ditangan nya.


"Dara!! " Mereka berpelukan, saling melepas rindu setelah lama tak berjumpa.


"Dara kangen banget sama mama"


"Mama juga sayang,, kamu baik baik saja kan? " Mama Sara melepas pelukannya dan menatap lekat putri kesayangan nya yang sekarang telah menjadi istri seseorang. Sudah lama sejak insiden penculikan Dara mereka tidak berjumpa.


"Aku baik baik aja ma,, dimana papa? "


"Ada didalam ayo kita masuk,, eh siapa ini? " Andra muncul dibelakang Dara.


"Dia kak Andra, bodyguard yang disewa mas Arya,, kak Andra boleh pulang sekarang " Dara menatap Andra.


" Baik nona,,, nyonya saya permisi "


"Hati hati " ucap Mama Sara. Mereka pun masuk kedalam rumah, disana ada Tuan Satya yang sedang membaca koran di kursi.


"Papa!! " Dara memeluk papanya.

__ADS_1


"Eh,, anak nakal papa!! Kenapa jarang datang kesini? Kamu sudah lupa sama kami ya? " Tuan Satya memeluk putri kesayangan nya.


"Ck, bukan begitu,, aku memang baru sempat hari ini,, tapi aku akan sering kesini nanti " Ucap Dara. Ia menyapu seluruh penjuru ruangan, mencari kakak menyebalkan nya tapi tidak ada batang hidungnya.


"Apa yang kamu cari sayang? " tanya Mama Sara.


"Kak Arjuna, dimana dia ma? "


"Aku disini bocah tengil,," Arjuna muncul dari kamarnya.


"Kakak!! " Mereka saling memeluk.


"Darimana saja tidak pernah kesini lagi? Sudah lupa ya? " Arjuna mencubit hidung adik tercintanya.


"Ihh,,, menyebalkan! " Dara mendengus kesal, baru saja datang kakaknya kumat jahil lagi.


"Ma,, Dara bawakan makanan kesukaannya kalian " Dara mengambil kantong kresek besar yang tadi ia letakan diatas meja.


"Apa itu nak? "


"Martabak,," Ucapnya tersenyum senang.


"Wah,, wah,,, ayo kita makan bersama " Arjuna langsung mencomot makanan dari tangan adiknya.


"Kalau makanan aja cepet!! " Memukul lengan kakaknya.


"Kalian ini ya,, kalau ketemu selalu saja seperti kucing dan tikus " Tuan Satya menggelengkan kepalanya melihat kakak beradik yang tak pernah akur ini, meskipun begitu sebenarnya mereka saling menyayangi satu sama lain.


" Dara aja yang menyebalkan pa!!" ucap Arjuna.


"Apa!! aku?? jelas jelas kakak yang mulai duluan!! " Mereka bertengkar,, saling beradu argumen setelah cukup lama tidak melakukannya semenjak pernikahan Dara.


Begitulah hubungan kakak adik ini. Jika bertemu selalu seperti Tom and Jerry, tapi saat berpisah rasanya ada yang kurang. Arjuna sangat menyayangi adik perempuan nya yang manja ini. Siapa saja yang melukai hatinya dia tidak akan mengampuni nya.


Begitu pun Dara, dia ingin kakaknya bahagia dengan wanita pilihannya, namun sampai sekarang belum ada tanda tanda Arjuna punya kekasih. Kalau dia yang mencarikan, dia bingung siapa kira kira yang cocok dengan kakaknya?


Bersambung,,,



Dara Fernandez


__ADS_1


Arya Fernandez


__ADS_2