Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Bantuan


__ADS_3

"Ran,,aku mohon kamu terima ini ya " Dara mendudukan dirinya di sofa dan menyodorkan sebuah amplop coklat pada Rani. Rani memandang Dara yang menyodorkan amplop itu.


"Makasih Dar,, tapi nggak usah aku masih bisa usaha sendiri kok " Rani menolak, ia tak ingin merepotkan siapapun dalam urusan pribadinya. Cukup menjadi pendengar saja, itulah yang diharapkan Rani dari Dara. Ia tak ingin Dara terlibat masalah rumit kehidupannya.


"Rani aku mohon,,gini aja kamu anggap ini sebagai pinjaman, kamu bisa balikin kapan aja yang kamu mau, oke? " Dara meyakinkan Rani yang memang sangat keras kepala jika menyangkut kehidupan pribadinya.


"Tapi_" Ucapnya terpotong.


"Aku mohon,,, " Dara mengeluarkan jurus andalannya yang membuat Rani tak pernah bisa menolak permintaannya.


"Yasudah,, tapi ini pinjaman ya. Aku pasti akan balikin nanti " Akhirnya ia menerimanya dan menyimpannya dalam tasnya.


"Kalau kamu butuh apa apa, kabarin aku ya. Aku pasti akan selalu bantu kamu "


"Udah Dar,, kamu udah banyak banget bantu Aku selama ini,,, Thanks you very much "


"Your welcome, Aku juga akan bantu cari adik kamu "


" Apa!! Jangan Dara itu bahaya. Mereka sangat licik, aku nggak mau kamu terseret dalam masalahku "


"Tapi_"


"Aku mohon Dara jangan lakukan itu,,Aku nggak mau nyawa kamu dalam bahaya "


Rani sampai memohon dengan tatapan mengibanya.


"Iya iya " jawab Dara


"Yasudah aku pulang dulu ya " pamit Rani


"Tunggu!! bukannya kamu lagi dikejar kejar orang ya? Nanti kamu gimana? " Dara amat khawatir, ia tak mau kehilangan Rani yang sangat berarti baginya.


"Kamu tenang aja,, Aku udah cari kontrakan yang dekat kantor polisi sebelum aku datang kesini "


"Oke,, tapi kamu harus diantar supir aku ya"


"Iya deh"


Akhirnya Rani pun pulang diantar salah satu sopir dirumah Arya. Dara tengah berada di pintu menghantarkan kepergian sahabatnya. Dara berjalan ke kamarnya untuk beristirahat. Mendengarkan kisah Rani membuat ia ikut merasa resah juga.


Sementara di kantor Arya, ia sedang menerima tamunya sekaligus teman dan partner bisnisnya. Siapa lagi kalau bukan Raga. Ia selalu berbicara konyol saat didepan Arya.


"Hahaha,,, ayolah bro jangan kayak tembok gitu,, tertawalah tuan muda haahha " Raga tertawa sambil meneguk cappuccino miliknya. Tak lama kemudian ia tersedak karena tertawa sambil minum.


Uhukk,,, uhukk,,,


"Hahaha,,, sekarang aku bisa tertawa,,, hahaha,,, kau sangat lucu sekarang " Arya tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya yang sakit karena tingkah konyol Raga.


"Tertawalah!! Ya tertawalah, setidaknya kau tidak bermuka tembok !!" Raga mendengus kesal karena ditertawakan.


"Baiklah,, apa kau tak ada pekerjaan lain selain menggangguku? " tanya Arya


"Well, Kau mengusirku? "


"Bagus jika kau paham " Arya meneguk kopi hitamnya


"Dasar sahabat nggak peka !!Oh ya aku ingin tanya, tadi Aku mengantar seorang gadis kerumahmu apa dia temanmu? " Tiba tiba Raga teringat pada gadis yang ia tolong tadi siang.

__ADS_1


"Mungkin teman istriku"


"Oh my God!! Bagaimana aku lupa kalau kau sudah menikah!! " Raga lupa akan adanya Dara yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan Arya sekarang.


"Sudahlah,, bagaimana bisa bertemu gadis itu? "


"Kau tak perlu tahu " Arya mendengus kesal karena jawaban tak mengenakan dari Raga.


"Baiklah aku pergi dulu, thanks for time " Raga pun pergi meninggalkan Arya, dia menuju ke kantornya sendiri.


🍀🍀🍀


Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Kini Dara sedang menunggu Arya pulang, ia terduduk disofa. Tadi ia sudah makan malam duluan, karena Arya bilang ia akan lembur malam ini.


Lama sekali, kapan suamiku akan pulang? Aku harus tetap menunggunya.


"Nona,, apa anda perlu sesuatu? Atau mau saya buatkan teh? " Salah satu pelayan muncul dari dapur dan melihat Nona mudanya sedang menunggu disofa


"Tidak bi,, bibi istirahat saja ya " Ucap Dara, ia tahu bahwa semua pelayan pasti merasa lelah saat malam hari.


"Baik nona,, pelayan itupun melangkahkan kakinya ke paviliun belakang.


Setelah cukup lama Dara menunggu, kini jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Ia merasa sangat mengantuk, akhirnya tanpa sadar Dara tertidur di sofa ruang tengah.


Mobil mewah Bugatti Chiron milik Arya memasuki gerbang, seorang penjaga langsung bergegas bangun dan membukakan pintu untuk tuan mudanya.


"Selamat malam tuan,, " Sapa penjaga itu ramah meskipun matanya sangat berat karena terjaga


"Hmm" Arya hanya mengatakan itu dan mengangguk masuk kedalam kediaman nya.


Ia masuk dan mengayunkan kakinya melewati ruang tamu, ia pikir istrinya sudah tidur dikamar tapi nyatanya ia malah tertidur di sofa. Arya mendekatinya dan menggendong Dara menuju kamarnya.


Arya meletakkan Dara dengan hati hati diatas ranjangnya. Ia kemudian berjalan menuju kamar mandi. Ia berendam dalam bath up dan memulai ritual mandinya.


Saat Arya keluar, ia melihat Dara sudah terduduk diatas ranjang sambil tersenyum kearahnya.


"Mas sudah pulang? " tanya Dara sambil tersenyum pada suaminya.


"Sudah, kenapa kamu tidur disofa? "


"Tidak papa" Dara sebenarnya ingin mengatakan sesuatu, tapi ia takut kalau Arya akan marah.


"Ada apa? kenapa wajahmu seperti itu? " Arya mengelus puncak kepala Dara, ia memerhatikan wajah istrinya yang tampak murung seperti memikirkan sesuatu.


"Emm,, kalau aku bicara apa kamu akan marah? "


"Hahaha" Arya tertawa


"Kenapa tertawa? " Dara mengerucutkan bibirnya karena dia sedang serius tapi Arya malah menertawakannya.


"Jangan membuat bibirmu seperti itu! " Bukan apa apa, tapi Arya menjadi tidak tahan saat Dara bersikap seperti itu. Ia merasa nafsunya muncul dalam sekelebat mata. Bagaimanapun juga ia adalah laki laki dewasa yang normal.


"Kenapa memangnya?" Ucap Dara. Tanpa aba aba Arya mendekatkan wajahnya dan ******* bibirnya. Dara yang mendapat serangan mendadak tentu saja terkejut, tapi ia tak bisa berbuat apa apa, akhirnya Dara pun membalas perlakuan Arya padanya. Tiba tiba terpikir oleh Arya untuk meminta lebih, ia akan meminta haknya. Namun ia urungkan karena takut jika Dara belum siap dan malah menjauhinya. Padahal semua asumsinya itu SALAH BESAR.


Dara mulai kehabisan napas, ia memukul mukul dada bidang Arya. Sungguh ini sudah cukup lama, kalau Arya dia memang memiliki kemampuan menahan napas yang lama, namun tidak dengan Dara.


"Hmmmpppp" Arya pun melepaskan pagutan mereka.

__ADS_1


"Maafkan aku" Ucap Arya, Dara hanya mengangguk.


"Jadi ada apa hemm? "


"Tadi Rina kesini,, "


"Lalu? "


"Dia lagi kena masalah, ayahnya meninggal dan ibunya sedang koma dirumah sakit. Jadi aku pinjamkan dia uang yang kamu kasih ke aku," Dara menunduk, ia tahu ini adalah salahnya. Itu adalah uang Arya, hasil kerja keras dan keringat Arya yang diberikan padanya. Tapi ia dengan lancangnya memberikan itu pada orang lain tanpa seizin suaminya. Sungguh, Dara sedang dalam dilema sekarang.


"Lalu apa masalahnya? " Arya seperti tak mengambil pusing itu, padahal jumlahnya sangat banyak, bahkan mungkin mampu menanggung kebutuhan rumah selama setahun penuh.


"Kamu nggak marah sama aku? " Dara heran.


"Dengar ya, itu adalah hak kamu. Mas sudah berikan itu untuk kamu berarti itu terserah kamu mau dipakai apa. Lagipula mas nggak akan bangkrut kok hanya karena secuil uang itu, bahkan kekayaan mas_"


"Ssssttt,,, iya iya aku tahu nggak usah diulang lagi" Dara sudah jengah, Arya sudah mengatakan tentang kekayaan nya yang melimpah ruah padanya.


"Iya iya"


"Jadi kamu beneran nggak marah mas? " tanya Dara sekali lagi.


"Nggak sayang" Arya mengelus pipi Dara yang putih dan bersih itu.


"Terimakasih" Dara memeluk Arya, mereka berbaring sambil berpelukan dengan lengan Arya sebagai bantal. Mereka cukup lama dalam posisi itu menikmati indahnya kehidupan pernikahan dalam perjodohan.


"Emm,, aku boleh aku minta dua hal? " Dara mendongak menatap manik suaminya.


"Dua? " Arya tersenyum dengan permintaan Dara.


"Iya, boleh?" Dara tersenyum penuh harap.


"Haha,, kamu serakah ya, baiklah katakan apapun yang kamu inginkan. Aku bahkan akan memberikan seluruh dunia ini padamu jika kau mau" Arya mengelus dan mengecup dahi istrinya.


"Aku tidak minta seluruh dunia ini,, "


"Lalu apa? "


"Pertama, bisakah jika Rani bekerja padamu? dia punya bakat menjadi model"


"Itu gampang, lalu apa yang kedua?" tanya Arya.


"Emm,, bisakah kamu membantu menemukan adiknya Rani? " Arya sedikit terkejut dengan apa yang diucapkan istrinya.


"Memangnya ada apa dengan adiknya? "


"Adiknya diculik orang tapi tidak tahu siapa dan sekarang juga ntah ada dimana. Aku hanya kasihan dengannya. Bukannya mas punya anak buah yang banyak "


"Baiklah, aku akan mengurusnya sekarang kamu tidur ya dan nggak usah pikirkan masalah ini. Rey akan mengurusnya" Ia ingat pada Rey anak buah nya yang pernah jadi mafia itu. Rey adalah orang yang cerdik, pintar dan handal dalam segala tugas apapun yang diberikan Arya. Merekapun akhirnya sama sama tenggelam dalam lautan mimpi.


Bersambung,,,


Mohon maaf lama banget up nya, author lagi banyak kerjaan suwerrr🙂



****Dara Fernandez sang gadis cantik kepunyaan CEO tampan****.

__ADS_1



****Arya Fernandez dengan pesonanya yang bikin hati melelehhh😂****


__ADS_2