
Hai readers!! Maaf lama up nya, makasih buat kalian yang udah mau baca dan komen.
Jangan lupa saran buat cerita kedepannya ya.
Terimakasih 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di sebuah ruangan rumah Arya, terdapat beberapa orang disana. Ada Arya, Rey, beberapa anak buahnya dan seorang anak laki laki yang sedang menunduk menatap mereka dengan penuh tanda tanya dikepalanya.
"Bagaimana keadaan bedebah itu? " tanya Arya melirik salah satu anak buahnya.
"Dia sudah didalam penjara tuan muda " ucap salah satu pengawal.
Arya mengangguk dan berjalan mendekati anak itu, duduk disebelahnya dan mengelus kepalanya. Arya tersenyum, anak itu masih menatap ketakutan.
"Tenang saja, tidak usah takut, saya akan menolongmu,, " Ucap Arya.
"B_bapak s_siapa ? " Anak laki laki itu menengadah menatap manik Arya.
"Kau akan tahu nanti, kau ingin bertemu kakakmu kan? " Mata anak itu berbinar mendengar bahwa dia akan bertemu kakaknya.
"I_iya pak, aku ingin bertemu kak Rani,, " Sekarang dia sudah mulai percaya dan tidak takut lagi pada Arya.
"Baiklah, Rey! " Panggil Arya, Rey mendekat.
"Iya tuan muda? " Rey berdiri disebelah Arya.
"Berikan apa yang dia perlukan!! " Rey menatap anak itu yang penampilannya berantakan, baju lusuh dan robek, dan rambut yang berantakan.
"Baik tuan muda,, " Rey menuntun anak itu menuju ruang lain yang telah disiapkan.
Tak sulit bagi Arya menemukan keberadaan adiknya Rani, bahkan sampai pedalaman desa yang terpencil sekalipun. Dengan mudahnya anak buah Arya melacak dan menumpas preman preman kelas bawah itu, mereka tak sebanding dengan anak buah profesional Arya yang semuanya adalah mafia yang handal, berpendidikan khusus dari luar negeri, dan pastinya dapat dipastikan loyalitasnya.
Tak bisa dibandingkan dengan orang kaya baru yang menyewa preman preman tak berpengalaman, bahkan meninggalkan banyak sekali jejak yang dengan mudahnya diketahui Arya. Adiknya Rani yang diketahui bernama Afdal itu disembunyikan disebuah gubug dipedalaman desa terpencil dekat dengan gunung. Tanpa turun tangan langsung, Arya telah memenuhi janjinya pada sang istri.
Dia menguarkan ponselnya dan menekan kontrak istrinya.
"Hallo sayang,, " Para pengawal yang mendengar panggilan Arya hanya menelan ludah, mereka semua masih lajang.
"Iya, ada apa mas? " Jawab Dara diseberang.
"Kamu masih dikampus? "
"Iya masih, aku di perpustakaan sekarang,, banyak sekali tugasku yang tertinggal "
"Hah, ya baiklah cepat pulang dan nanti bawa temanmu itu kerumah ya "
"Hah? Siapa? temanku ada dua mas. "
"Yang adiknya hilang itu,, "
__ADS_1
"Oh, Rani tapi dia susah dihubungi "
"Yasudah, kamu usahakan dulu, nanti kalau tidak ada kita kerumahnya, kamu tahukan? "
"Tahu, memangnya kenapa? "
"Kamu akan tahu nanti, aku tutup dulu ya dan jangan dekat dekat dengan Andra!! " Peringat Arya.
"Iya iya,, yasudah ya. " Telepon ditutup.
Dara ada didalam perpustakaan kampusnya, sedang mengerjakan tugas kuliah bersama Rina. Hampir sedikit lagi selesai, namun Rina sudah mengantuk.
Hoaaa! Rina menguap untuk kesekian kalinya.
"Kamu sangat mengantuk ya? " Dara menatap Rina yang matanya merah karena kantuk.
"Iya nih, semalem nggak bisa tidur " Ucap Rina dengan suara serak.
"Memang kenapa? " Dara mengambil pulpennya dan mulai mengerjakan lagi.
"Nonton Drakor,, " Rina cengengesan, dia memang sangat menyukai drama korea.
"Huh,, kukira kamu menangis karena diputusin pacar,, " Dara menepuk keningnya lalu tertawa.
"Hih!! Nggak mungkinlah, aku mana punya coba " Rina menyenggol lengan Dara dan mendengus sebal.
"Benarkah? Lalu siapa yang ada di wallpaper ponselmu? " Dara menggodanya sambil tertawa.
"Hah, sudahlah,, eh lihat itu Dara!" Rina menunjuk salah satu sudut perpustakaan paling belakang yang sepi, biasanya itu digunakan orang orang yang tidak suka kebisingan atau suka menyendiri.
"Ayo kita samperin,, " Mereka beranjak dari duduknya, melangkahkan kakinya mendekati Rani yang tampak murung sambil membaca sebuah buku.
"Ran,,, " panggil Dara, yang dipanggil menoleh dan memberikan tatapan terkejutnya.
Sedang apa mereka disini?
"Dara, Rina, sedang apa kalian disini? " Rani tampak memperbaiki penampilannya, mengusap matanya yang sembab akibat menangis semalaman.
"Harusnya kita yang nanya kenapa kamu ada disini,, tidak biasanya duduk disini " tanya Rina.
"A_aku nggak papa kok,, " Rani mencoba menerbitkan senyuman nya. Dara duduk disampingnya, mengelus pundaknya memberikan semangat.
"Ran,, kamu semangat ya,, kamu pasti bisa. Oh ya,, tadi suamiku menyuruhku membawamu kerumahku "
"Memangnya ada apa? "
"Aku juga tidak tahu,,dia tidak memberitahu ku,, Rina juga ikut ya kamu kan belum tahu rumahku yang sekarang,, " Dara menatap Rina.
"Hemm,,, boleh,, ayo kita pergi "
Mereka berjalan beriringan keluar dari area kampus, menuju parkiran tempat Andra berada. Mereka langsung masuk kedalam mobil, Rani duduk dibelakang bersama Dara, sedangkan Rina duduk didepan disebelah Andra.
__ADS_1
"Nona, siapa mereka? " tanya Andra melihat ke kaca spion.
"Kak,, mereka teman temanku,, ini Rani dan yang disebelah kakak namanya Rina, mereka akan ikut pulang kerumah " Tutur Dara.
"Baik nona,, " Andra menyalakan mobilnya dan melajukan nya keluar area kampus tanpa banyak bicara lagi, Rina memandang Andra tanpa berkedip, Andra sangat tampan saat sedang menyetir.
Siapa dia? Tampan sekali!! Tunggu,, jangan jangan dia sudah punya pacar. Batin Rina.
Mereka menempuh perjalanan dengan canda tawa, Dara dan Rina sengaja bergurau untuk menghibur Rani. Dan tentu saja berhasil, Rani beberapa kali tersenyum apalagi saat dia akan mengetahui kejutannya nanti.
Setelah kurang lebih 35 menit, minum yang disopir Andra memasuki pekarangan sebuah rumah megah, mewah dan berkelas. Rina yang baru pertama kali melihatnya tercengang akan kemewahan rumah baru sahabatnya itu.
Sungguh beruntungnya Dara, meskipun dijodohkan, tapi mendapat suami yang tampan, baik dan kaya pula. Aku juga mau sepertinya!!
"Ayo turun,, " Mereka turun dan memasuki pintu rumah, menelusuri setiap ruangan, memasuki ruang tamu masih aman, tidak ada apapun. Tapi saat ada diruang tengah Rani dikejutkan dengan sebuah suara yang telah lama dirindukannya.
"Kakak!! " Afdal berlari berhambur memeluk kakaknya. Rani terkejut, buliran kristal bening mengalir dipelupuk matanya saking bahagianya.
"Afdal,, bagaimana kamu ada disini? " Rani memeluk adiknya seolah tidak boleh pergi lagi, air matanya mengalir deras saking bahagianya.
"Kakak,, aku merindkukanmu " Mereka melepas rindu cukup lama, Dara dan Rina tak menyangka Arya akan menemukan adiknya Rani secepat ini.
"Terimakasih ya mas " Dara memeluk lengan suaminya, Arya hanya mengangguk.
Sekarang mereka sedang makan bersama, ada Arya, Dara, Rina, Rani, Afdal, bahkan Rey dan Andra pun disuruh ikut makan bersama sama. Dara dan Arya duduk bersebelahan.
"Ayo silahkan dimakan, jangan sungkan " Ucap Dara lalu mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya.
Merekapun makan siang bersama disana, Rani dan Rina masih merasa canggung, sementara Rey dan Andra berwajah datar seperti tembok.
Tampan sekali dia, siapa ya namanya?. Batin Rina.
Selesai makan, kini Dara, Rani, Rina dan Afdal berada pada ruang keluarga. Rani tak henti hentinya mengucapkan terimakasih pada keluarga Dara.
"Dara, sekali lagi terimakasih ya ,kamu udah banyak banget bantuin aku,, oh ya sampaikan sama suami kamu juga ya, aku ucapkan beribu terimakasih " Ucap Rani.
"Iya iya,, sama sama, kamu udah ribuan kali mengatakan itu,, nggak usah sungkan Ran "
"Eh, tapi gimana caranya suami kamu menemukan Afdal? " Kali ini Rina yang bersuara setelah melanmunkan Andra yang menurutnya sangat tampan itu.
"Aku juga tidak tahu,, " ucap Dara, bagaimana dan kapan Arya menemukan adiknya Rani, ia sama sekali tak tau, tapi dia senang Arya menepati janjinya.
"Ran, kenapa kamu nolak jadi model? " Dara heran, padahal pekerjaan itu gajinya lumayan besar, cukup untuk membiayai hidupnya.
"Aku akan bekerja yang lain saja, aku kan tidak pernah jadi model sebelumnya, aku takut nanti malah merusak segalanya. " Rani menunduk, lalu menatap adiknya.
"Kau tidak perlu takut,, semuanya akan diurus anak buah saya. Kalau kau mau, kau bisa menjadi model iklan kami. Kami tidak memaksa. " Ucap Arya yang baru saja datang dari dapur.
"T_terimakasih tuan telah menyelamatkan adik saya " Rani menunduk takut, dia baru pertama kali melihat Arya apalagi dengan wajah dinginnya. Begitu juga dengan Rina yang menunduk diam sejak Arya datang.
"Jadi bagaimana, kau bersedia? "
__ADS_1
"I_iya tuan saya mau " Ucap Rani.
Bersambung,,,,