
Dara terbangun dari tidurnya. Sungguh ia tidur nyenyak semalam sampai sampai ia tak sadar sedang ada dimana. Ia pikir masih ada dalam pesawat. Dara merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku dan pegal. Ia masih memejamkan matanya sambil duduk.
Lalu ia menatap sesosok pria tampan yang sedang terlelap di sisinya.
"Mas,, " Ia menggoyangkan tubuh suaminya. Namun Arya hanya menggeliat, dan kembali melanjutkan tidur nya.
"Mas bangun,, " Ia sengaja mencubit lengan Arya. Arya pun bangun.
"Ada apa sayang? " ucap Arya dengan suara parau khas bangun tidur. Lalu kembali memejamkan matanya.
"Ayo bangun dan mandi, kita sampai dimana. Kapan sampai di Indonesia? " Dara tidak sadar jika dia sudah berada dirumahnya sendiri.
"Emm,, coba perhatikan sekeliling mu " Ucap Arya sambil tetap terpejam. Dara mengamati ruangan yang di tempatinya.
Yaampun! Ini kamarku sendiri. Tapi, kapan aku sampai disini dan jam berapa sekarang?
Ia menatap jam diatas nakas yang menunjukan pukul 06.30 pagi.
Ternyata aku sudah ada di Indonesia.
"Mas,, kamu ya yang bawa aku kesini? " tanya Dara.
"Hmm,, iya "
"Kapan? "
"Tadi malam "
"Oh "
"Ayo bangun! Ini sudah pagi, nanti kamu terlambat bekerja " Peringat Dara, ia mungkin lupa kalau pria disamping nya ini adalah CEO dari perusahaan besar yang punya cabang di banyak negara. Walaupun Arya tidak ke kantor, itu bukan masalah rumit baginya.
"Emm,,, sepertinya kamu lupa jika suami mu ini adalah CEO yang tampan, kaya, dan berpengaruh " Ia masih memejamkan matanya, membuat Dara kesal dan memainkan matanya dengan malas.
Sombongnya mulai keluar lagi! Huhh.
***
Dara kini tengah berada di dalam koridor kampus. Ia menyusuri lorong itu mencari keberadaan dua sahabat nya. Andra mengekor di belakang sambil membawa sepuluh paper bag besar yang isinya adalah oleh oleh dari Negara Singapura.
__ADS_1
Haduh,, kalau begini caranya lebih baik aku beralih jabatan saja jadi kuli panggul.
Tangan Andra dipenuhi paper bag di kanan kirinya. Bahkan ia selalu ditegur para mahasiswa karena menghabiskan jalan untuk lewat. Dara ingin membantu, Andra tentu saja tak akan menolak kalau tidak ingat pesan Arya yang berkata.
"Ingat! Jangan biarkan istriku terluka atau kelelahan. Aku ingin kau menjaganya melebihi nyawamu sendiri!. Aku kan sudah membayarmu 50 kali lipat dari bodyguard hebat lainnya "
Dara melihat Andra yang nampak kerepotan membawa banyak paper bag. Bahkan keringat bercucuran dari dahinya. Ia menjadi tidak tega.
"Kak Andra, sini biar aku saja yang membawa nya " Ia akan merebut nya dari salah satu tangan Andra, namun Andra menolak dan menghindar.
"Tidak perlu nona, saya bisa membawanya. Saya ini kan kuat " Andra berakting seolah dia adalah jelmaan seratus gajah.
"Tidak perlu apanya! aku tahu kak Andra kelelahan, sini berikan padaku! "
"Tidak nona, saya mohon jangan " Andra memelas menggunakan manik matanya.
Saya benar benar akan dipenggal kalau nona kelelahan.
"Yasudah baiklah, tapi kalau berubah pikiran katakan padaku ya " Ia lalu berbalik dan kembali melangkah ke kelasnya.
"Baik nona "
Huh,, selamat selamat,,
"Benarkah? Jadi tuan Arya membelikan seluruh isi lapak untukmu? " Rani berusaha menahan tawanya.
"Iya, bahkan penjualnya sampai geleng geleng kepala " Dara daritadi sudah menceritakan pengalaman nya berjalan jalan di Singapura.
"Ih,, so sweet dehh " Ucap Rina sambil cengengesan.
"Yaampun aku sampai lupa " Dara menepuk keningnya, ia terlalu antusias bicara sampai lupa menyerahkan oleh olehnya.
"Tunggu sebentar! " Berjalan keluar dan menemui Andra yang sedang duduk di bangku.
"Kak, ayo ikut aku " Ia menarik tangan Andra.
"Baiklah nona " Mengambil sepuluh paper bag dan berjalan mengikuti nona muda. Memasuki kelas Dara.
"Berikan pada mereka! " Andra memberikan masing masing lima paper bag untuk dua gadis dihadapan nya. Rani menerima dengan bahagia, ia langsung membuka apa saja yang diberikan Dara. Rina? Dia masih melamun sambil menatap ketampanan pria di depannya ini.
Yaampun! Sungguh ciptaan Tuhan yang indah!
__ADS_1
"Apa yang kau lihat! " Ucap Andra dingin dan tegas. Dimana itu langsung membuyarkan Rina dari lamunannya.
Yaampun dasar Rina bodoh sialan! Kenapa juga aku sampai lupa diri dibuatnya. Membuat malu saja!
"Ah, tidak tuan. Aku hanya.. melihat dasimu yang miring.. ya lihatlah jasmu bagus tapi dasinya melenceng! " Untung saja otaknya sedang berjalan lancar sekarang. Andra melihat sekilas dasinya yang memang miring, lalu merapikannya.
"Terimakasih ya Dara,, kamu memang baik, tapi kenapa sebanyak ini? " Rani melihat di dalamnya ada banyak baju, tas, dan berbagai barang khas dari sana.
"Iya ya, banyak sekali. Terimakasih ya, kamu memang paling tahu selera aku " Rina dengan suara cempreng nya berucap terimakasih.
"Iya, santai saja "
"Nona, saya permisi dulu. Saya akan menunggu diluar. Kalau ada sesuatu panggil atau telepon saja " Andra pamit undur diri.
"Baiklah " Ia mengangguk.
Waktu berjalan cepat, hari semakin siang dan para mahasiswa dan mahasiswi mulai berdatangan, termasuk Reno yang telah lama mengambil cuti kampus. Reno duduk di kursinya sambil tersenyum misterius pada gadis tambatan hatinya. Dara malas menanggapi.
Awalnya seperti biasa kelas ini akan ramai layaknya pasar, namun saat dosen datang semua langsung bungkam tak berani berkata apapun. Dosen kali ini sangat galak rupanya. Pelajaran hari ini pun dimulai.
***
Hari sudah mulai siang. Kedua gadis cantik itu sedang duduk di perpustakaan. Mereka adalah Dara dan Rani. Rina pulang duluan untuk pergi ke salon. Rani mengerjakan tugas dengan laptopnya. Sementara Dara asik berkutat dengan buku, mencari buku yang akan dibacanya.
"Tugas kamu sudah selesai Ran? " Dara menatap Rani yang tampak menyandarkan punggungnya di kursi.
"Belum, tinggal sedikit lagi sih. Tapi aku lelah sekali. "
"Istirahat saja dulu, lanjutkan saat kamu sudah tidak lelah nanti " Dara bangkit dari duduknya.
"Mau kemana? " Tanya Rani.
"Aku mau mencari buku untuk tugas yang diberikan dosen tadi " Melangkah menjauhi Rani. Ia terus membolak balik buku di rak, mencari apa yang ia butuhkan. Namun hasilnya nihil, buku yang diinginkan Dara tampaknya sudah banyak dipinjam orang lain.
Tak kenal menyerah, Dara terus berjalan kearah kedalam lorong perpustakaan yang lumayan sepi. Ia memilah milah buku yang dicarinya. Semoga saja masih ada yang tersisa.
Akhirnya ketemu juga. Kalau tidak ada kau maka aku terpaksa harus membeli ke toko buku. Tersenyum puas karena mendapat buku langka yang dicarinya.
Dara berbalik akan kembali ke ruang membaca. Namun saat ia berbalik, ia tersentak ada pria yang tersenyum licik kearahnya. Ia adalah pria yang sudah lama menyimpan perasaan cinta padanya, Reno si playboy kampus.
__ADS_1
Bersambung...
#Sengaja dibuat ngegantung 😂 Tapi aku akan up sebentar lagi, oke****.