
Rumah Arya..
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhirnya mereka sampai di rumah mewah Arya. Saat sampai di rumahnya, Dara tertegun dengan keindahan dan kemewahan rumah Arya. Rumah dengan gaya modern dan mewah dengan lantai tiga. Ia memandang sekeliling, hanya ada satu dibenaknya. Sangat indah.
"Kamar kamu ada di lantai 3,disebelah kamarku, barang barang kamu udah dipindahin disana. Ayo aku antar" Ucap Arya
Syukurlah.. ternyata kamar kami terpisah..
"Eh, Iya yaudah ayo" Mereka berjalan beriringan menapaki anak tangga menuju lantai atas.
Dara tertegun lagi dengan keindahan kamarnya yang luas dan besar, namun tetap saja kamar Arya lebih indah dari kamarnya.
"Bagaimana, kamu suka? " tanya Arya seraya memasukan tangan pada saku celananya.
"Iya.. aku suka sekali " Jawab Dara sembari mengedarkan pandangan nya menyusuri ruangan ini. Kamar ini jauh lebih besar dari kamar yang ditempatinya saat dirumah orang tuanya.
" Ya sudah aku ke kamar dulu, kalo butuh apa apa telfon aja pelayan, tekan nomor satu nanti langsung terhubung ke dapur" ucap Arya lalu melenggang pergi ke kamarnya
"Iya.."
Saat pukul 7 malam....
Dara keluar dari kamar nya setelah mandi dan ganti baju. Dia pun menuju ke dapur,yang disana ada bi Lila.
"Selamat malam nona muda" ucap bi Lila sembari membungkuk hormat menatap nona muda barunya.
"Selamat Malam" Gadis itu tersenyum ramah yang membuat siapa saja kagum padanya. Lila pun bersyukur ternyata istri tuan mudanya tidak sombong. Sangat berbeda jauh dari mantan kekasih nya dulu yang kesombongan nya dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Perkenalkan nama saya Lila, saya pelayan disini " Ucap Bi Lila memperkenalkan diri.
"Oh saya Dara..emm disini ada siapa saja ya?" Terus terang gadis ini sangat penasaran. Ia amat antusias untuk mengenal lingkungan barunya.
"Disini ada banyak sekali pelayan nona, ada saya, Lili, Lala, Maya, Asih, dan masih banyak lainnya. Sekitar seratus pengawal berjaga mengelilingi rumah ini setiap harinya. Kepala pelayan disini bernama pak Hendro. Mereka semua tinggal di paviliun belakang "
"Di lantai satu ini ada ruang tamu ruang keluarga, beberapa kamar tamu_"
"Terus lantai 2 dan lantai 3? " Dara memotong cepat ucapan pelayan ini, terlalu semangat untuk beradaptasi dengan hal baru.
"Di Lantai 2 ada gym nya tuan Arya, kolam renang dan beberapa ruangan lainnya, sedangkan di lantai tiga ada 3 kamar, balkon, gazebo dan beberapa ruangan lainnya.Di luar juga ada kebun dan taman yang sangat indah nona" Lila menjelaskan panjang lebar tanpa kenal lelah, ia memang diberi tugas untuk membantu nona mudanya beradaptasi oleh sekretaris Rey.
__ADS_1
"Terimakasih ya bi.. sini biar saya bantu masak " Gadis itu sudah melangkah mendekati kompor gas yang masih menyala.
"Aduh,,, jangan atuh non,, nanti bibi kena marah sama tuan " Apa apaan ini? Begitu banyak pelayan disini, mengapa harus majikan yang memasak.
"Nggak papa bi.. ini saya yang minta.. inikan hari pertama saya dirumah ini " Berbekal sikap keras kepala warisan ayahnya, tentu tidak ada yang akan menang jika berdebat dengannya.
"Yasudah non.. biar saya bantu " Tawar Lila.
"Ngga perlu.. bibi urus yang lain aja, Dara biasa masak dirumah. " Tetap kekeh tidak mau mengalah.
"Yasudah kalau begitu non...saya permisi dulu " Lila lalu pergi ke ruang tamu untuk membersihkan nya, mengingat ini adalah jadwalnya.
Dara pun mulai memasak, dia mengambil bahan bahan dari sebuah ruangan mirip minimarket kecil dengan pendingin yang tadi sudah ditunjukan bi Lila. Dara akan memasak untuk suaminya yang pertama kali nya.
Tentu saja perasaan gugup dan risau menggentayanginya. Bagaimana seandainya jika Arya tidak menyukai masakannya?
Setelah 30 menit, akhirnya berbagai macam masakan sudah siap. Bi Lila membantu nya menaruh di meja.
"Wahh,, nona pintat sekali masaknya. Segini banyaknya hanya butuh waktu 30 menit?saya aja perlu 1 jam " Lila menatap hidangan hasil karya tangan nona mudanya dengan tatapan kagum. Sungguh mengesankan, gadis muda dan cantik ternyata memiliki bakat bertempur di dalam dapur
"Ahh, bi Lila bisa saja. Semoga mas Arya suka ya " Ucapnya seraya menata hidangan diatas meja makan dengan semangat 45.
"Iya... semoga saja "
10 menit kemudian Arya turun dari tangga menggunakan pakaian santainya.Ia pun duduk disamping Dara yang telah ia sahkan menjadi istrinya. Gadis itu mengambilkan makanan untuk suaminya dan untuk dirinya juga. Sementara bi Lila dibelakangnya.
"Bi Lila ayo makan disini sekalian" Pelayan itu nampak menunduk, canggung dengan suasana saat ini. Apa maksudnya ini, sejak kapan pelayan makan bersama dengan majikan.
"Eh, nggak non itu nggak sopan bibi disini aja " Lila menolak secara halus.
"Nggak papa bi.. "
"Nggak non,, saya nggak nyaman saya disini saja ya " Kali ini memang harus sedikit tegas. Jangan sampai ia benar benar bergabung makan bersama mereka. Bisa bisa tamatlah riwayatnya di rumah ini.
Arya hanya mendengar kan mereka dan menyantap makanan nya yang dirasa sangat enak dan lain dari biasanya.
"Bi.. tumben masakannya enak sekali seperti ini ? " Hanya bertanya tanpa menatap yang ditanyai sama sekali. Sungguh kebiasaan yang tidak terpuji.
"Itu.. maaf tuan bukan saya yang masak tapi nona muda" jawab bi Lila gugup setengah mati. Ketahuan juga ternyata.
__ADS_1
" Kamu yang masak? " Pria tampan berkulit putih dengan kaos hitam itu menatap gadis disebelahnya.
"Iya.. aku pengen aja..kamu jangan marahin bi Lila yaa..dirumah biasanya aku selalu bantuin mama masak" jawab Dara.
"Yaudah,,, lain kali biar bi Lila sama yang lain saja yang masak kamu nggak usah susah susah " Arya lalu melanjutkan acara makan nya, tanpa sadar bahwa yang dikatakan nya sedikit menusuk hati gadis itu.
"Iya" jawab Dara pasrah
Padahal aku suka banget masak di dapur. Batin Dara kesal.
Setelah selesai makan malam, mereka pun pergi ke kamar masing masing.
Saat pukul 11 malam, Dara bangun dari tidur nya karena merasa haus. Ia pun turun menuju ke dapur dan meminum air yang sudah ia ambil dari kulkas. Saat ia hendak kembali ke kamar, ia melihat Arya sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya. Ia pun menghampirinya.
"Kamu masih kerja jam segini mas? " Berjalan mendekati suaminya.
"Iya" Jawab nya singkat
"Mau aku buatin teh atau kopi? " Tanya Dara
" Emm,,, boleh kopi aja"
Dara pun pergi ke dapur dan membuatkan kopi. Sementara pelayan yang lain sudah tidur di paviliun belakang. Jadi tidak mungkin kan ia mengejutkan salah satu dari mereka hanya untuk secangkir kopi.
"Ini mas kopinya" Ucap Dara lalu duduk disamping Arya. Memandang pria yang sudah menyandang status sebagai suaminya. Ternyata dia cukup tampan juga.
"Kamu tidur duluan saja, aku masih banyak pekerjaan " Ucap Arya seraya meneguk kopi di tangan kanan nya.
"Nggak deh,, aku disini aja temenin kamu"
Arya hanya membiarkannya dan menyelesaikan pekerjaan nya. Sementara Dara memainkan ponselnya sembari menunggu Arya selesai kerja. Setelah 2 jam baru Arya selesai bekerja. Ia menatap Dara yang tanpa sengaja ketiduran diatas sofa.
"Yaampun,, dia malah tidur disini" lirih Arya.
Ia pun menggendong Dara ala bridal style menuju kamarnya.Menapaki anak tangga dengan perlahan agar tidak menggangu tidurnya. Ia merebahkan gadis cantik itu dengan hati hati di kasur queen size. Dalam sekejap, Arya larut dalam lamunan nya kala memandang wajah teduh gadis yang saat ini resmi menjadi istrinya.
Dia sangat cantik rupanya.
Puas memandang wajah elok sang istri, pria itu kembali melangkah menuju kamarnya sendiri.
__ADS_1
Bersambung...