Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Anak Burung


__ADS_3

"Bagaimana mungkin!! " Arya menggebrak meja tempat dia mengadakan diskusi dengan anak buahnya.


"Maafkan kami tuan,, dia menyamar sebagai pegawai jadi kami tidak tahu " ucap salah satu pengawal seraya menunduk takut.


"Kau tahu! Gudang itu adalah salah satu sumber terbesar bagi keuangan perusahaanku!! " Arya mencengkeram kerah baju pengawal itu.


"Maafkan kami tuan,, " Hanya itu yang mampu diucapkannya.


Sekitar tiga puluh menit yang lalu, mereka mengadakan pertemuan disini, anak buah Arya dengan rasa takut yang membuncah memberi tahu bahwa gudang besar Arya yang ada di Singapura dibakar oleh suatu kelompok yang tidak suka padanya.


Kelompok itu didalangi oleh suatu perusahaan saingan Fernandez Groub yang bermain dengan cara kotor.


Kurang ajar Dave ! Masih berani dia main main denganku!!


Perusahaan itu dipimpin oleh Dave Smith, warga asli Jerman yang merupakan saingan bisnis Arya, tidak hanya itu dia juga musuh Arya dalam dunia mafia.


Dave bersaing dengan cara kotor, sudah lama mereka bermusuhan, semua itu didasari oleh dendam yang tumbuh diantara keduanya. Arya sangat marah, bukan karena kehilangan gudangnya, jika masalah itu Arya punya banyak sekali gudang besar yang berisi berbagai macam komoditas ekspor. Tapi dia sudah muak dengan tingkah Dave yang selalu mengusik kehidupannya dan keluarganya.


"Rey..bakar gudang Dave yang ada di Prancis" Titah Arya melirik Rey.


"Baik tuan muda,, " Rey bergegas keluar ruangan untuk menjalankan perintah tuannya.


"Dan kalian jaga rumahku!! " Arya menatap para pengawalnya yang tampak menunduk takut, mereka sudah hafal sisi Arya yang lain, dingin, ganas dan akan sangat marah bila ada yang mengganggunya. Namun akan sangat lembut pada orang terdekatnya.


"Baik tuan muda! " Mereka serempak menjawab dan bergegas menjalankan titah sebelum amarah tuannya tidak dapat dibendung.


Sementara Dara kini tengah ada didalam taman depan rumah bersama Maya dan para pelayan yang lain. Menatap beraneka macam bunga mawar yang tampak sangat menyejukan mata.


"Maya...siapa yang menanam bunga bunga ini? " Tanya gadis itu seraya memetik sekuntum mawar dan mencium aroma nya.


"Para pelayan nona, kadang tuan muda juga suka menanam bunga disini " Jawab Maya.


"Maya..aku ingin menaman bunga juga " Dara bersemangat, sudah lama sejak dia menikah tidak pernah berkebun lagi.


"Baik nona...akan saya siapkan " Maya mengambil bibit bunga mawar merah dan berbagai alat berkebun dari gudang, lalu kembali dan menyerahkannya pada Dara.


"Ini nona "


"Terimakasih " Dara mengambil bibit bunga mawar itu, mulai mencampurkan tanah dan pupuk, menaruhnya dalam pot dan menanamkan bunga diatasnya.


"Sudah siap,, bagaimana Maya, bagus kan? " Ia menunjukan hasil karyanya.


"Tentu nona, saya yakin tanaman ini akan tumbuh dengan subur " Maya tersenyum.

__ADS_1


Tak lama kemudian ada sebuah suara sesuatu yang jatuh.


Bugh! Dara menoleh kesumber suara.


"Apa itu? " Dia mencari cari sumber suara yang sepertinya berasal dari bawah pohon. Dara pun menghampirinya.


"Nona, anda mau kemana? " Maya mengejar Dara yang berlari menuju sebuah pohon mangga.


"Astaga! " Ia melihat seekor anak burung yang terjatuh dari sarangnya. Dara mengambilnya.


"Ada apa nona? " Maya sampai dengan nafas ngos ngosan.


"Lihat ini! " Ia menunjukan anak burung yang masih sangat kecil yang ada dalam tangannya.


"Itu hanya anak burung saja nona, tinggalkan saja disini, pasti nanti induknya akan mencarinya " Ucap Maya, ia menggeleng gelengkan kepalanya melihat nona mudanya yang sangat peduli pada seekor anak burung,


Itukan hanya anak burung saja, pikirnya.


"Maya apa yang kau katakan! Kita harus menolongnya, bagaimana kalau yang ada diposisinya adalah kita, kau pasti akan sangat berharap ada yang menolongmu kan? "


"Maafkan saya nona,,saya akan panggilkan pengawal untuk membantu " Maya akan melangkah pergi.


" Itu tidak perlu, aku akan memanjat pohon saja " ucap Dara, Maya terkejut, bagaimana mungkin istri tuan mudanya akan memanjat pohon.


"Tidak papa,, jangan meremehkan ku begitu, aku suka memanjat saat masih kecil kau tahu? Lagipula aku memakai celana " Dara masih bersikeras.


"Tapi nona_"


"Makanya kalau tidak ingin aku terjatuh kau disini saja temani aku,, jangan pergi! " Dara mulai mencoba menaiki pohon, sedangkan anak burungnya ada ditangan Maya.


"Kemarikan! " Dara sudah ada diatas batang pohon yang paling bawah.


"Ini nona " Maya menyerahkan burung itu.


Dara mengambil burung itu dan mulai menaiki batang pohon, sedikit demi sedikit akhirnya dia sampai dibagian paling atas. Ia meletakan anak burung itu dengan hati hati ke sarangnya.


"Hati hati ya burung,, jangan sampai jatuh lagi oke, kalau kau jatuh lagi aku mungkin tidak bisa menolongmu " Dara berdialog dengan burung itu, seakan paham dan berterimakasih burung itu bersuara dengan sangat merdunya.


"Nona! Ayo cepat turun, nanti bisa terjatuh! " Teriak Maya dari bawah.


"Maya kau dengar itu,, burungnya bersuara! " Dara tertawa bahagia diatas sana.


"Saya mohon nona,, turunlah nanti saya dimarahi tuan " Maya memelas, jika dia ketahuan membiarkan Dara memanjat pohon, maka dia pasti akan dipecat.

__ADS_1


Bagaimana ini? Nona belum juga turun.


"Apa yang kau lakukan! " Teriak Arya yang baru saja pulang dari kantor, dia masih menggunakan jas dan celana kantornya.


"T_tuan muda, ampuni saya tuan " Tangan Maya bergetar hebat, ia terlalu terkejut bagaimana bisa Arya sudah ada disampingnya.


"Dimana istriku! "


"Nona_nona ada diatas pohon tuan " Maya menunjuk dengan jarinya kearah Dara, terlihat dia yang masih berusaha turun.


"APA!! " Arya berteriak,


"Sayang jangan marah padanya, dia tidak bersalah aku yang memaksa! " Teriak Dara dari atas pohon, berusaha berkata semanis mungkin agar amarah suaminya mereda.


"Cepat ambilkan tangga! "


"Ba_baik tuan " Maya berlari sekuat tenaga, berusaha secepat mungkin menemukan tangga sebelum Arya benar benar akan menghabisinya.


"Sayang tunggu disana! Aku akan membantumu! " Teriak Arya dari bawah.


"Tidak perlu! Aku bisa naik berarti aku juga bisa turun " Dara pelan pelan menuruni batang pohon, awalnya aman aman saja,, tapi kemudian ada sesuatu yang licin hingga membuatnya terpeleset.


Arggghhh!!! Dara terjatuh dari atas pohon, tapi untung saja Arya segera menangkapnya sebelum dia benar benar sampai tanah.


"Kamu baik baik saja? Kenapa memanjat pohon? Bagaimana kalau aku tidak ada tadi? Bagaimana jika kamu terluka? Katakan kenapa kamu memanjat pohon " Ia memeriksa seluruh tubuh istrinya apakah ada yang lecet atau tidak.


"Sudah mas,, aku tidak papa,, aku hanya menyelamatkan anak burung saja tadi. Lihat! Aku baik baik saja kan? "


"Kamu ini! Bagaimana jika kau terluka " Arya memeluk istrinya, lalu membawanya dalam gendongannya menuju kedalam rumah


"Aku tidak papa,, turunkan aku! "


"Sudah diam saja! "


Sementara Maya berlari sambil membawa sebuah tangga yang sangat panjang, ia dibantu pelayan yang lain.


"Ini tuan tangganya "


"Telat! "


Arya berjalan memasuki rumah dengan Dara yang ada digendongannya, Maya dan satu pelayan lainnya hanya saling menatap, bertanya apa yang terjadi.


Bersambung,,,

__ADS_1


#Maaf episode ini sudah direvisi, terutama nama musuh Arya, dan beberapa kata lainnya.


__ADS_2