
Arya, Rey dan anak anak buahnya bergegas masuk kedalam mobil anti peluru. Mobil itu sengaja di desain agar tidak bisa ditembus peluru mengingat banyaknya musuh Arya yang sering mengusik kehidupan mereka.
Puluhan mobil anti peluru keluar dari halaman rumah Arya, mereka juga menyisakan sebagian pengawal untuk berjaga jaga jika sewaktu waktu rumah Arya diserang.
Rey melajukan mobilnya yang didalamnya terdapat Arya, dia, dan beberapa anak buahnya. Mereka sangat siap akan segala kemungkinan sekarang, mereka menyiapkan banyak pistol, senapan,bom, granat dan berbagai alat alat lain yang sekiranya dibutuhkan. Karena Arya tak mengetahui kondisi disana, jadi dia siap siaga.
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya Arya and the geng sampai di sebuah gedung tua yang sepertinya sudah tak digunakan lagi. Dia berhenti agak jauh dari gedung itu, dan terlihat dari sana ada lima orang berbadan kingkong sedang berjaga di pintu masuk. Dia memberikan arahan pada anak buahnya, anak buahnya segera turun untuk mengerjakan tugas masing masing secara diam diam.
Sepuluh anak buah Arya mengendap ngendap dan mulai menghajar lima orang itu. Arya dan Rey pun keluar dari mobilnya. Ia segera membantu anak buahnya karena lawan sudah mengetahui serangan mereka dan semunya keluar dari dalam bangunan itu.
"Rey, kau ikut aku mencari Dara di dalam!! " perintah Arya sambil menghajar musuhnya.
"Baik tuan muda " ucap Rey lalu mulai mengikuti Arya dari belakang
Sementara di dalam ruangan yang gelap dan hanya ada remang remang cahaya dari lampu yang redup dan celah jendela, Dara mendengar suara keributan dan suara pistol yang menggelegar. Ia berpikir mungkin saja itu adalah Arya yang datang untuk menyelamatkannya. Ia tersenyum bahagia walaupun kedua pipinya sakit dan berdarah karena terus ditampar oleh Tasya tadi.
Ya Allah apa itu mas Arya? Terimakasih ya Allah akhirnya Engkau mengabulkan doa doa hamba. Mas Arya semoga kamu tidak terluka
Dara terus berharap agar Arya segera menemukannya, sejujurnya ia sangat lelah dan badannya sakit semua. Saat ia memandang pintu, ada seseoramg yang masuk, ia pikir itu Arya, Dara pun mengembangkan senyumannya. Tapi senyumannya memudar dan diganti dengan rasa takut saat ia melihat Tasya datang dengan membawa pistol di tangannya.
"M_mau apa kamu?? " Dara sangat takut melihatnya.
"Mau apa lagi!! Tentu saja membunuhmu!! Ayo ikut aku!! " Tasya melepaskan ikatan di kaki Dara lalu menyeretnya keluar dari sana.
"Mau apa kau!!! Lepaskan akuu!!! lepass!!! " Dara meronta ronta minta dilepaskan tapi tidak dihiraukan Tasya. Ia tetap menyeret Dara keluar, saat ada di bagian ruangan yang lebih luas mereka tak sengaja berpapasan dengan Arya.
"Lepaskan istriku!!! " Teriak Arya sambil mengacungkan pistolnya.
Kurang ajar!! Dia telah menyakiti istriku!!!
Arya memperhatikan kondisi istrinya yang sangat memprihatinkan. Luka memar dan luka di pipinya membuat amarah Arya meluap luap. Ingin sekali ia menghabisi Arya sekarang juga.
"Hahaaha,,, jangan mimpi bodoh!! aku akan menghabisi istrimu yang cantik ini!!! " Teriak Tasya tidak kalah keras.
"Sialan!!! lepaskan Dia atau bersiap kehilangan nyawamu!! " Emosi Arya sudah tak dapat dibendung lagi melihat kondisi istrinya yang menderita dan tak ada hentinya mengeluarkan air mata. Dara memasang tatapan mengiba pada Arya.
__ADS_1
Mas Arya,,, akhirnya kamu datang juga,,, aku takut mas,,, hiks. Dara
Kamu tenang saja sayang, aku akan menyelamatkanmu. Arya melangkah maju mendekati Dara
"Berhenti!! " peringat Tasya tapi tak membuat Arya menghentikan langkahnya.
"Berhenti atau istrimu akan mati!! " Tasya mengacungkan pistolnya tepat pada kepala Dara, Arya pun akhirnya berhenti.
"Lepaskan istriku bedebah!!! " Arya makin tersulut emosi.
"Apa yang kau inginkan!! Katakan padaku, aku akan mengabulkannya asal kau lepaskan istriku!!! " Lanjut Arya
"Nyawa!! aku ingin nyawa kalian "
"Baiklah!! bunuh saja Aku tapi jangan sakiti istriku!! " ucap Arya. Ia tak masalah kehilangan nyawa sekalipun asalkan istrinya selamat.
"Woww!! Romantis sekali!! Baiklah kalau begitu lucuti senjata yang kau bawa!!" Arya pun melucuti seluruh senjata yang ia bawa demi keselamatan sang istri.
"Sudah,, sekarang lepaskan istriku!! "
Dorr
Peluru itu meleset karena Arya langsung berlari dan mendorong Tasya sampai jatuh tersungkur ke lantai.
"Mas Arya,,, " Dara langsung berhambur memeluk Arya setelah Arya melepaskan ikatannya tadi.
"Mas aku takut,,, " lirih Dara saat berada dalam dekapan Arya, air matanya sudah beranak sungai.
"Ssstt,,, jangan takut sayang,,mas ada disini sekarang kamu aman oke" ujar Arya sambil mengelus puncak kepala Dara.
Tanpa mereka sadari Tasya sudah berdiri dari tadi dan memungut pistolnya yang tadi ditepis Arya. Ia mengacungkan pistol itu kearah Dara dan Arya yang sedang melepas rindu dan,,
Dorrr
Dara dan Arya kaget mendengar suara tembakan itu, hening sesaat. Tapi setelah beberapa saat,mereka tak merasakan sakit pada bagian tubuh masing masing akhirnya Dara melepas pelukannya.
__ADS_1
"Mas,,,kamu nggak papa? " lirih Dara
"Mas nggak papa,, kamu gimana?? " Arya membolak balikan tubuh Dara memeriksa apakah ada yang terluka atau tidak.
"Aku nggak papa mas,," Tanpa mereka sadari Tasya telah ambruk bersimbah darah di lantai. Saat Tasya mengacungkan pistolnya pada Arya dan Dara, Rey masuk dan langsung menembakan pelurunya pada Tasya tepat di perutnya hingga ia jatuh bersimbah darah. Rey pun menghampiri tuan dan nona mudanya.
"Maaf tuan muda, saya terlambat" Rey menunduk hormat.
"Tak apa Rey, kau selalu bisa diandalkan " Arya menepuk bahu Rey dan merangkul bahu Dara keluar ruangan.
"Bersihkan kekacauan ini!!" titah Arya
"Baik tuan"ucap salah satu kepala pengawal.
Arya pun membawa Dara masuk kedalam mobil anti peluru nya. Mereka duduk di kursi belakang dengan Rey sebagai sopirnya. Selama perjalanan, Dara terus memeluk Arya dengan erat, ia masih takut akan kejadian yang baru saja terjadi.
"Jangan takut,,, aku disini sekarang,, "Dara hanya mengangguk dan kembali dalam pelukan Arya yang menjadi tempat paling nyaman baginya sekarang. Arya mengecup dan mengelus puncak kepala Dara. Sementara yang didepan merasa seperti manusia tak kasat mata yang menjadi penonton.
Apa aku ini makhluk tak kasat mata? Mereka bermesraan di kursi belakang seolah aku ini hanya bayangan saja,,, huhh
"Kenapa Rey? " Tanya Arya saat melihat ekspresi Rey dari kaca spion yang letaknya tidak pas.
"T_tidak papa tuan muda " Rey membetulkan posisi kaca spion yang miring tadi. Arya hanya terkekeh geli karena ia tau pasti sekretarisnya itu sedang memerhatikan kemesraan mereka.
Kaca sialan!! Batin Rey
Haha sepertinya aku harus mencarikan gadis yang baik untuk nya. Batin Arya
Bersambung...
Arya Fernandez
__ADS_1
Dara Fernandez