
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai didepan salah satu kampus negeri terbaik di kota ini.
"Kita sudah sampai nona " Ucap Andra, Dara yang masih memainkan ponselnya baru sadar jika sudah sampai didepan gerbang kampus yang begitu ia rindukan saat ini.
" Oh, yasudah kak aku turun dulu ya. Kak Andra pulang saja, Bye" Dara pun turun duluan dengan terburu buru padahal Andra baru saja akan membukakan pintu untuknya.
"Hatu hati nona!! " Andra berpura pura melajukan mobilnya, padahal selang beberapa menit ia kembali lagi mencari tempat yang aman dari penglihatan Dara di parkiran kampus. Ia menunggu disana.
Sementara Dara, ia mulai menyelusui koridor kampus, lalu menaiki tangga menuju ke kelasnya yang sudah lama tidak ia kunjungi. Para pria maupun wanita yang tak sengaja berpapasan dengannya pun terkejut dan sebagian menyapanya.
"Hai Dara, lama nggak masuk kampus,, " Sapa salah satu mahasiswi.
"Hallo, iya nih baru masuk hari ini. Aku duluan ya" Dara melenggang pergi. Ia memasuki kelasnya dan duduk disana, tapi kelihatan sepi padahal ini sudah siang. Ia juga tidak menemukan Rani ataupun Rina dibangkunya.
Sampai akhirnya Reno, salah satu teman sekelasnya datang.
"Hai Dara,, lama nggak masuk kemana aja? " Sapa Reno yang baru saja datang dari luar.
"Iya Ren, aku baru masuk hari ini. Eh, kenapa semua orang nggak ada, sepi sekali,," Dara menyapu seluruh ruangan dan hanya ada dirinya dan Reno disana.
"Oh, emang kamu belum tahu, hari ini dosennya tidak datang jadi semuanya tidak ada dikelas" terang Reno.
"Oh, baiklah. Apa kamu melihat Rina atau Rani? "
"Aku lihat Rina ada di kantin tadi, kalau Rani aku tidak melihatnya "
"Baiklah terimakasih infonya, aku pergi dulu " Dara melangkah pergi dari hadapan Reno, namun tangannya dicekal.
"Reno, apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!! " Dara berontak ingin melepaskan tangannya yang digenggam Reno,namun dia terlalu kuat sehingga Dara hanya bisa memberontak saja.
"Tunggu Dara, aku mau ngomong sama kamu" Reno masih belum mau melepaskan cengkeramannya pada tangan gadis yang sangat ia cintai sampai sekarang.
"Reno lepaskan!! Bagaimana kalau ada orang yang lihat!! " Dara berteriak dan masih memberontak.
"Aku hanya ingin bicara sebentar sama kamu Dara, aku mohon kasih aku kesempatan. Aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu kasih aku waktu " Pinta Reno dengan wajah memelas yang membuat Dara tidak tega.
"Baiklah katakan kamu ingin bicara apa!! Tapi lepaskan genggamanmu dulu " Akhirnya Reno melepaskannya.
"Dara, aku mau ngajak kamu dinner hari ini, kamu mau ya, nanti aku jemput dirumah kamu " pinta Reno
__ADS_1
"Maaf, Ren aku nggak bisa. Aku harus pergi sekarang " Dara menolaknya, tapi bukan Reno namanya harus menyerah begitu saja. Dia sangat mencintai Dara sejak pertama kali mengenalnya dikampus ini. Reno sudah berkali kali menyatakan cintanya, namun Dara selalu menolaknya dengan alasan tidak boleh pacaran oleh ayahnya. Tapi sekarang ia tidak bisa menahan diri lagi.
"Dara,, aku cinta sama kamu. Udah lama aku suka sama kamu, tapi kenapa kamu selalu nolak aku? Please Dar, terima aku kali ini" Akhirnya untuk kesekian kalinya Reno menyatakan perasaannya, ia seperti tak pernah bosan dengan penolakan Dara.
"Maaf, aku tetep nggak bisa,, " Dara mencoba menolak dengan cara yang halus agar Reno tidak marah. Bagaimana bisa dia menerima cinta Reno. Sedangkan dia sendiri sudah menikah.
"Tunggu, kenapa kamu nggak bisa? Nggak diiziniin sama ayah kamu? Kalo gitu aku yang akan minta izin" Ucap sambil menggengam tangan Dara.
"Reno lepas!! Jangan gila kamu!! Aku sudah menikah!! " Teriak Dara .
Sedangkan Reno, dia sangat terkejut akan apa yang dikatakan Dara. Apa, menikah? Kapan? Dimana? dan dengan siapa pujaan hatinya menikah? atau jangan jangan ini hanya tipu muslihat Dara saja agar bisa lepas dari cengkeraman nya.
"Menikah? Kamu jangan ngada ngada!! Kapan kamu menikah? Aku tahu ini hanya akal kamu saja kan, agar bisa menghindar dari aku" Reno memang tak pernah tau tentang pernikahan Dara dan Arya, karena mereka menikah tanpa tersorot media sedikitpun.
"Aku tidak bohong sekarang lepaskan aku!! "
"Nggak!! Aku nggak akan lepaskan kamu Dara, aku cinta sama kamu!! " Reno semakin mengeratkan genggaman nya bahkan ingin memeluk Dara, tapi sebelum itu sebuah bogeman melayang tepat dirahangnya sehingga ia melepaskan kaitan tangannya.
Bughh!!!
Sebuah bogeman melayang dipipi kanan Reno yang dilontarkan oleh bodyguard baru Dara, Andra. Ia tak terima nona mudanya diperlakukan seperti itu. Ia sangat marah sekarang.
"Jaga sikap anda pada nona muda saya!! " Andra tidak menjawab pertanyaan Dara, ia sedang bersitegang dengan Reno sekarang.
"Dara, siapa dia? Suami kamu? Atau pengawal kamu? Cih, berani sekali kau" Reno bangun dan memukul rahang Andra. Akhirnya perkelahian antara dua pria itupun tak bisa dihindarkan. Dara mencoba menghentikan aksi itu.
"Cukup!! Kak Andra, Reno cukup hentikan ini!! " Mereka menghentikan perkelahian itu saat Dara berdiri di tengah tengah mereka yang menyebabkan mereka terhalang untuk saling memukul. Tidak mungkin kan mereka memukul Dara.
"Sudah cukup!! Kak Andra ayo kita pergi " Andra dan Dara pun melenggang pergi meninggalkan Reno yang sudah babak belur karena terkena pukulan tadi. Sedangkan Andra, ia sama sekali tak terluka, hanya ada sedikit memar di rahangnya.
" Kak Andra aku akan cari obat dulu ya"
"Tidak usah nona, saya tidak papa, lagipula ini hanya luka kecil" ucap Andra.
"Tapi kak_"
"Saya mohon nona,, ini adalah bukti pekerjaan saya hari ini. "
"Baiklah, kalau gitu "
__ADS_1
" Tapi bagaimana kak Andra bisa ada disini? bukannya tadi udah pulang ya? " Dara menduga kalau Andra tak benar benar pulang tadi, karena jika tidak bagaimana dia bisa muncul secepat kilat seperti Ironman.
"Emm,, anu,, sebenarnya saya masih ada didepan kampus nona" Andra menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal.
"Sudah kuduga, kak Andra membohongiku,, " Dara bersedekap sambil menatap Andra dengan tatapan tajam.
"Maafkan saya nona, saya hanya menjalankan tugas saja, saya bisa dimarahi tuan kalau gagal menjaga nona, buktinya tadi nona membutuhkan saya juga kan" Andra berusaha mempercantik fakta agar terbebas dari kemarahan nona mudanya.
"Huh,, baiklah. Aku memaafkan kak Andra, jangan ulangi lagi ya"
"Aku akan mencari temanku dulu,,," Dara berjalan menuju kantin, dengan Andra yang mengekor dibelakangnya.
Huff!! Untung saja nona tidak marah dan mengampuniku. Kalau tidak!! Aku pasti akan habis
"Hai Rina!!" Dara berlari memeluk sahabatnya yang duduk disalah satu kursi disana. Sementara Andra, duduk jauh sambil memperhatikan tanpa ada niat mengganggu dua sahabat karib itu.
"Kemana saja? " Tanya Rina sumringah.
"Maafkan aku, aku baru diijinkan kuliah hari ini" ucap Dara.
"Dimana Rani? " Lanjutnya.
"Dia sering tidak masuk akhir akhir ini Dar, dia sedang ada masalah keluarga. Apa kamu sudah tahu? "
"Sudah, aku turut prihatin.Tapi aku udah coba buat bantu dia "
"Oh iya, Rani pernah cerita katanya dapat tawaran kerja dari perusahaan milik Fernandez Groub. Itu milik suami kamu kan? "
"Iya Rin"
"Tapi dia bilang katanya masih ragu dengan pekerjaan itu? " ujar Rina
"Loh kenapa memang? " Memangnya masalahnya apa? Rani berbakat menjadi model, Dara memperhatikan nya saat acara fashion show dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun lalu. Ya, meskipun Rani bukan model profesional tapi dia sangat berbakat dalam bidang itu.
"Aku juga tidak tahu, tapi aku coba telfon dia jarang aktif Dar" ungkap Rina.
"Yasudah, nanti kalau dia masuk kuliah kita tanya lagi sama dia," Dara dan Rina memesan makanan favorit mereka masing masing. Dara memesan seafood , sedangkan Rina memesan makanan China. Sementara Andra hanya minum kopi yang dipesannya lima menit yang lalu. Ternyata membosankan juga menunggu seperti ini, lebih enak berkelahi dengan musuh, pikirnya. Ia pikir menjadi bodyguard akan melawan musuh setiap menitnya, tapi kenyataannya tidak.
Bersambung,,,
__ADS_1