
Dara masih setia menunggu jemputan nya datang di lobi kampus , baru lima menit menunggu tapi ntah kenapa ia sudah merasa bosan. Akhirnya ia memutuskan untuk jalan jalan sebentar di taman kampus.
Dara sangat senang, ia melihat banyak pohon hijau dan bunga bunga yang sedang mekar. Kondisi kampus lumayan sepi karena memang sudah jam pulang. Hanya ada beberapa mahasiswa berseliweran dan petugas kebersihan. Kondisi taman juga sepi karena Dara ada di pinggiran taman, jauh dari keramaian. Tiba tiba Dara merasa ada orang yang membekap nya dari belakang, Dara berusaha berontak.
"Emmm,,,, emmmmn,,, " Dara terus memberontak tapi tak lama ia pingsan karena obat bius.
"Diam!!!" Bentak pria itu
Pria itupun membawa Dara masuk ke mobilnya, orang yang melihatnya tak ada yang curiga karena pria itu mengatakan ia adalah kakaknya Dara dan adiknya sedang pingsan karena kelelahan. Orang orang yang mengenal Dara pun percaya karena Dara adalah primadona kampus dan mereka semua tau kalau Dara memang punya seorang kakak. Apalagi penampilannya sangat rapi dengan kemeja dan jas hitamnya. Tentu saja tak ada yang curiga, karena Arjuna kakaknya Dara sendiri tak pernah mengantar adiknya ke kampus.
Sementara di sebuah perusahaan ternama di Kuala Lumpur, Malaysia Arya tengah membicarakan sebuah kerjasama dengan seorang pengusaha sukses disana. Ia membicarakan proyek pembangunan sebuah hotel mewah dengan nuansa klasik di Malaysia yang tentunya akan sangat menguntungkan. Perusahaan Arya bergerak di bidang properti, otomotif dan fashion jadi wajar saja dia sangat kaya raya.
"Bagaimana tuan, apa anda setuju dengan kerjasama yang saya tawarkan ini? " tanya Arya pada Tuan Abdullah.
"Tentu saje tuan Fernandez, saye sangat setuju dengan proyek ni" Jawab pria paruh baya itu.
"Baiklah tuan, sekretaris saya akan mengurus kontrak kerjasama nya" ucap Arya dingin dan tegas
"Sebelumnye maaf jike anda tak nyaman, tapi saya tak lancar bahase Indonesia "
"Tak apa tuan, saya mengerti. Kalau begitu saya permisi "
"Tunggu sekejap tuan Fernandez, kite makan dulu sebentar saje" pinta Tuan Abdullah
"Baiklah kalau begitu, kebetulan saya tak terlalu sibuk"
Rey yang ada disamping Arya hanya diam saja sambil memakan makanannya. Tiba tiba dering telfon nya berbunyi.
"Maaf tuan muda, tuan Abdullah saya permisi angkat telfon dulu" Rey membungkuk hormat lalu berjalan menjauhi keluar restoran.
"Silahkan"
Saat di depan resto, sekretaris Rey mengangkat telfon yang ternyata dari sopir dirumah Arya.
"Ya? ada apa? " Tanya sekretaris Rey to the point
"Maaf tuan, Nona muda menghilang!! "
"APA!!! Bodohh!!! Bagaimana bisa terjadi?!! "
"Maaf tuan, tadi saya disuruh menjemput Nona Dara, tapi saat sampai beliau tidak ada. Saya sudah bertanya ke orang orang dan mereka mengatakan Nona dibawa orang yang mengaku kakaknya"
__ADS_1
"Sialannn!!! "
"Tapi saat saya menunjukan foto tuan Arjuna, mereka bilang bukan dia, tapi orang lain yang membawanya"
"Oke, kau pulang saja dan beritahu para pengawal untuk mencari Nona muda"
"Baik tuan"
Telefon dimatikan .
"Cari Nona muda Dara sampai dapat!! " ucap Rey di telfon pada orang orang nya.
Dengan ragu dan takut Rey berjalan mendekati tuannya. Ia kemudian membisikkan sesuatu di telinga Arya yang langsung membuat Arya marah.
"Bagaimana bisaa!!!!! " Teriak Arya yang membuat tuan Abdullah dan pengunjung lainnya menoleh padanya.
"Maafkan saya tuan,, ini semua karena kelalaian saya" Rey menunduk
" Ade ape tuan Fernandez? "
"Maaf tuan Abdullah sepertinya saya harus pergi sekarang, soal kelanjutan kerjasama kita beserta kontraknya nanti orang saya yang akan mengurusnya"
"Baiklah tuan silahkan"
"Rey siapkan jet nya sekarang" titah Arya
"Baik tuan muda "
"Bagaimana semua ini bisa terjadi?!!" ucap Arya frustasi
"Maaf tuan muda,saya tak menyangka hal ini akan terjadi"
"Ceritakan semuanya padaku " Rey pun menceritakan awal mula penculikan Dara sambil menyetir.
"Jadi begitu kronologinya tuan muda " Ucap Rey. Arya menahan emosinya yang sudah mencapai ubun ubun.
Sial!! berani nya dia bermain main denganku, apalagi sampan menculik istriku.Siapapun kau,, tak akan kuampuni!! . Batin Arya
Siapa yang dengan beraninya bermain main dengan tuan muda. Aku tak akan mengampuninya karena berani mengusik kehidupan tuan ku. Batin Rey
Setelah beberapa menit menyusuri jalanan Kuala Lumpur, akhirnya mereka sampai di salah satu bandara besar disana dimana terdapat jet pribadi milik Arya.
__ADS_1
Saat akan memasuki pesawat disana sudah terdapat para pengawal yang menyapa Arya.
"Selamat datang tuan muda" ucap salah satu pengawal namun diacuhkan Arya. Ia sangat khawatir sekarang. Sedangkan Rey, ia yang memang selalu bisa diandalkan pun menyuruh pilot untuk segera mengudarakan jet nya.
Setelah beberapa saat, akhirnya jet itu mendarat di bandara milik Arya. Arya dengan tergesa gesa segera keluar dari jet, dan menuju mobilnya diikuti Rey dibelakangnya.
"Rey apa sudah ada informasi tentang Dara? " Tanya Arya saat sudah berada di mobilnya.
"Saya sudah mengecek semua CCTV di sekitar kampus dan rumah anda tuan muda. Ternyata orang itu sudah mengintai nona sejak anda pergi dan mereka berjumlah tiga orang. Sedangkan CCTV di sekitar kampus, saya sudah mengeceknya tapi mereka memakai plat mobil palsu tuan" Terang Rey sambil menyetir.
"Siaallll!!!! " Arya menjambak rambutnya frustasi.
"Siapapun kau yang berani bermain main denganku!! aku tak akan melepaskanmu!!! "
Anda tenang saja tuan muda, saya akan menemukan Nona Dara. Siapapun orang itu aku sendiri yang akan menghabisinya. Rey
Itulah Rey, sekretaris Arya yang bekerja padanya sejak dulu. Ia akan sangat marah apabila ada orang yang berani mengusik Arya ataupun keluarga Fernandez. Itu semua karena ia merasa punya hutang budi pada Arya dan keluarganya di masa lalu.
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah mewah Arya. Arya dan Rey turun dari mobil Lambhorgini Veneno nya. Ia langsung menuju ruangan rahasia bawah tanah yang hanya dipergunakan pada saat saat yang urgent seperti sekarang. Disana terdapat banyak senjata dan peralatan peralatan berbahaya yang dibutuhkan.
Saat Arya dan Rey masuk, mereka sudah disambut oleh beberapa kepala pengawal yang semuanya adalah mantan mafia paling kejam di negara ini bahkan beberapa darinya ada yang berasal dari luar negeri. Masing masing ketua pengawal itu punya tugasnya masing masing.
"Apa sudah ada informasi? " Tanya Arya dingin.
"Sudah tuan,, kami sudah menemukan salah satu dari mereka tapi mereka belum mau mengaku tuan" ucap salah satu kepala pengawal.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya tuan? " ucap yang lainnya
"Aku akan menemui dulu bedebah itu. Dimana dia? " Tanya Arya
"Mari saya antar tuan "
Arya pun mengikuti langkah kepala pengawal itu diikuti Rey dibelakangnya. Dalam hatinya ia sangat ingin menghabisi orang itu, tapi ia menahannya karena jika itu terjadi maka ia tak kan bisa menemukan keberadaan istrinya.
Bersambung....
Dara Fernandez
__ADS_1
Arya Fernandez