
Arya yang kesal mendengar Adrian mengejek istri Imut kesayangan nya, langsung menendang kaki Ardian dari bawah.
"Rasain kamu," gumam Arya sambil melotot.
Namun diluar dugaan hot Daddy ini, bukan nya Adrian yang kesakitan melainkan Bunga istri nya sendiri, yang berteriak kesakitan sambil menatap tajam kearah suaminya Arya. yang langsung terlonjak kaget begitu mengetahui jika sasaran nya salah alamat. Arya langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, menyesali kecerobohan nya barusan.
"Sa..Sayang maafkan mas," ucap Arya yang langsung berdiri ingin melihat kaki Bunga.
"Ngak usah mas, pokoknya malam ini mas ngak bakalan Bunga kasih yang namanya jatah sunah Rasul." meninggalkan meja makan sambil menyeret kakinya yang sakit. begitu banyak kejadian hari ini yang membuat Bunga merasa kesal dengan perasaan yang bercampur aduk.
"Sayang tunggu, maafkan mas ya." ucap Arya mengikuti langkah istrinya menuju sofa ruangan keluarga.
"Sayang mas benar-benar ngak sengaja, biar mas bantu ngurut ya?" mencoba membujuk sambil memasang wajah bersalah nya. sehingga Bunga menyerah dan kembali luluh.
"Ya sudah, tapi pelan-pelan ya mas." Bunga pun membiarkan Arya mengurut pelan kakinya dengan kasih sayang yang mengalir tulus, entah kenapa rasa cinta mengalahkan segalanya, sehingga Bunga tidak bisa marah lama-lama pada suaminya.
Sementara dimeja makan, Vira menyuap nasi cepat-cepat. dia ingin segera menyusul duduk disebelah Bunga. karena berlama-lama dengan Adrian membuat nya gerah dan grogi. sehingga tanpa sadar sikap groginya itu membuat dia terus menyuap sambil menundukkan kepalanya.
"Ngak nyangka ya, ternyata kamu wanita yang sangat rakus. begitu Tuan rumah pergi dan lengah, kamu memanfaatkan kesempatan itu untuk makan sebanyak mungkin, benar-benar cewek langka." goda Adrian menahan tawa nya, dia tahu jika saat ini, Vira tengah mersa grogi dan masih malu ingat kejadian barusan.
Bunga langsung menghentikan suapan nya, mulutnya penuh dengan makanan sehingga dia tidak bisa berkata-kata, apalagi membalas ejekan Adrian yang masih menatap kearahnya.
"Ngapain kamu menatap kearahku sambil melotot seperti itu, ngak terima dengan apa yang aku katakan barusan?" Adrian memutar tubuh Vira supaya menghadap ke arah cermin besar yang ada dibelakang mereka.
"Sekarang lihat mulutmu yang masih penuh dengan makanan, malah kamu terus menerus memaksa menyuap makanan sebanyak mungkin kedalamnya. kamu terlihat seperti bakpao isi coklat. " ucap Andrian lagi.
__ADS_1
"Ya Tuhan seperti ini kah aku, tidak...tidak ini bukan aku." Vira menggelengkan kepalanya tidak terima Melihat wajahnya sekarang. tanpa pikir panjang lagi, gadis itu langsung pergi Menuju kamar mandi dan mencari wastafel lalu mengeluarkan makanan yang masih tersisa di mulut nya itu disana.
Setelah membersihkan dan mengelap mulutnya dengan tissue, Vira mondar-mandir didepan pintu kamar mandi. dia benar-benar dibuat malu dengan berbagai kejadian konyol hari ini. dan masih dengan orang yang sama.
"Kenapa hidupku selalu sial, semenjak bertemu dan hadir nya dosen itu dikampus Kami. dikampus dia selalu menghukumku dengan kelalaian tugas-tugasku, sekarang dirumah Bunga dia membuat ku kembali malu."
Lama Vira mengurung dirinya dikamar mandi, sambil memikirkan cara untuk kabur dari rumah itu. paling tidak untuk saat ini dia terhindar dari Adrian dan kesialan setiap bertemu dosen yang diberinya jomblo akut. karena berdasarkan informasi yang sempat didengarnya Adrian tidak pernah dekat dengan wanita manapun.
"Aku punya ide," ucap Vira sambil mengangkat jari telunjuknya keatas.
Dia membuka pintu jendela yang terdapat di bagian belakang kamar mandi itu yang kebetulan menghadap ke teras kebelakang rumah. kayaknya maling yang ingin kabur.
"Sepertinya aku bisa kabur melalui jendela ini, meskipun sedikit tinggi. tapi ngak papa lah. paling keseleo atau pegal-pegal nantinya." gumam Vira sambil berusaha keras untuk membuka jendela tersebut.
Dia tidak menyadari, jika tidak jauh dari posisi nya sekarang, Adrian tengah berdiri sambil berusaha untuk tidak bersuara. begitu mengetahui jika Vira ingin kabur. semula Andrian ingin mencari udara segar, mengingat diruangan keluarga Bunga dan Arya tengah bermesraan. sementara Vira mengurung dirinya dikamar mandi. sehingga Adrian berjalan menuju taman belakang. namun dia malah bertemu Vira kembali, yang hendak loncat dari jendela.
"Ternyata mahasiswi cantik dan cerobohku ini, selalu berhasil membuatku kesal, senang, bahagia dengan segala tingkah konyol nya. bahkan dia mampu menggeser posisi Samira yang pergi dari hatiku." gumam Andrian.
Namun saat menoleh kesamping dia melotot, saking kagetnya.
"Astaghfirullah, sekarang dia ingin bunuh Diri? benar-benar mahasiswi ku yang paling aneh, masak bunuh Diri ditempat yang tangung gini, yang ada malah hidup enggan matipun segan ha.... ha...." sambil berjalan pelan mendekati posisi Vira yang masih memejamkan matanya bersiap untuk lomba tapi gerakan Vira terlihat masih ragu-ragu dan takut.
"Satu....dua....tigaaaaa,"
"Brrruuaarrgghh."
__ADS_1
Vira jatuh, namun dia merasakan tubuhnya seperti ditangkap oleh sepasang tangan kekar, namun karena mereka berdua kehilangan keseimbangan sehingga jatuh berguling-guling dengan posisi saling tumpang tindih. membuat keributan karena pot bunga ikutan jatuh dan berserak.
"Aduuuuuh sakiiiitt." teriak Vira masih terkapar dengan posisi di atas menimpa tubuh Andrian.
"Kamu udah di tolongin malah ngeyel." Umpat Andrian kesal.
***
Dirumah Bunga dan Arya langsung terlonjak kaget, begitu mendengar keributan dari teras belakang Rumah mereka.
"Sayang suara apa itu? kedengarannya seperti suara teriakan dan benda pecah?" ucap Arya hendak bangkit melihat apa yang terjadi barusan.
"Vira mas Vira....? itu suara teriakan kesakitan nya. jangan-jangan dosen mesum sahabatmu itu telah memperkosa sahabatku?" teriak Vira langsung berlari menuju belakang, Bunga seakan lupa dengan rasa sakitnya barusan, begitu juga Arya.
Pasangan suami dan istri itu, langsung berteriak kaget. begitu melihat pemandangan dan juga posisi Vira yang tengah menindih tubuh Adrian yang terlihat sudah tidak berdaya. bukan nya langsung menolong. Arya malah tertawa lepas sambil memegangi perutnya yang tiba-tiba geli.
"Sayang, kamu salah besar. karena bukan Andrian yang memperkosa sahabat mu? malah sebaliknya Vira yang ingin memperkosa Adrian," ucap Arya membela sahabatnya.
"Mana mungkin Vira itu wanita baik-baik," teriak Bunga tidak mau kalah.
"Mungkin saja, sejarah kalian sudah menonton film dewasa. sehingga Vira masih teringat adengan demi adegan itu kembali." ucap Arya lagi seolah-olah tidak pernah puas-puas nya untuk menggoda sang istri tercintanya.
Vira yang masih kesal mendengar tuduhan suami sahabatnya itu, mencoba bangkit dari tubuh Andrian dibantu oleh Bunga, sementara Andrian masih menyerang kesakitan.
"Bangunlah bro, Masa kalah ama cewek. atau malah kamu ikut-ikutan keenakan lagi?" ejek Arya.
__ADS_1