
Dalam koma Bella, dia masih berusaha untuk kembali tersadar. namun usahanya percuma karena dia mersa tubuh nya yang semakin dingin dan ringan layaknya kapas yang bisa terbang.
"Ya Allah....aku tidak kuat lagi, aku kedinginan...dingin sekali, bahkan tubuhku terasa kaku untuk digerakkan, aku hanya bisa mendengar suara mas Dani , lelaki tampan yang sering aku panggil suamiku, sekarang dia terus menangis, sambil sesekali membisikkan kalimat mu ditelinga ku.
Dan yang paling membuat ku merasa bahagia sekali, aku mendengar suara anakku yang selama ini aku rindukan, Cecilio kecil ku, sayang ...apakah kamu saat ini berada dikdekat mami, peluk Mami sayang, anakku aku begitu merindukan mu hu.... hu..., Tuhan beri aku kesempatan untuk bersama- sama anakku lagi. Cecilio semoga kamu bisa menjadi anak yang shaleh, semoga kamu bisa mendoakan mami nantinya nak.
Aku juga bahagia karena pernah bisa bersanding dan mendampingi ayahmu mas Arya, laki-laki tampan yang pernah aku sia-siakan, lelaki yang baik, penyayang....dan imam yang tepat buatku. namun lagi-lagi aku melakukan kesalahan, beri aku kesempatan untuk berubah dan bertaubat ya Allah.
Aku berusaha untuk bangun, namun aku Semakin tidak kuat, tubuhku tidak bisa digerakkan lagi ya Allah...., aku tidak mampu membuka mataku... bahkan untuk sekedar memberi kode pada mereka, Aku... tidak mampu.....aku kedinginan sekali....namun masih bisa merasakan kehadiran orang-orang yang dengan tulus menyanyi dan mencintai ku.
Air mata lelaki yang aku cintai membasahi pipiku, aku merasakan semua nya.... kesedihan nya.... suamiku Dani....kuatlah, meskipun tanpa aku lagi disamping mu.
Mama....Papa....aku pergi maafkan Bella.... Selamat tinggal semua. ...aku akan terus melihat kalian di surga dengan tersenyum......aku tidak kuat lagi untuk bertahan....,,
Aku mendengar kan kan imam ku bersuara diselingi tangis....
"Bella..... bertahanlah sayang, dokter akan segera datang"
Aku mendengar suara tangis saling bersahutan, suara anakku Cecilio kecilku....yang terus-menerus memanggil Mami...Mami. bangun lah Mami....,, anakku dan kedua orang tuaku...mereka seakan tidak rela melepaskan kepergian ku untuk selamanya.
Aku terus mengucapkan dan mengikuti kalimat-kalimat ilahi yang terus dibisikan ibu mertuaku,"
Dani yang panik langsung berlari menuju ruang dokter, meninggalkan semua orang yang berada di ruangan perawatan Bella yang ikutan panik menyaksikan Bella yang tiba-tiba kejang seiring detak jantung nya ikut melemah.
Tim dokter segera melakukan pemeriksaan, dan menyuruh semua untuk keluar dari ruangan khusus Bella ditangani, namun semua terlihat terpukul dan enggan untuk beranjak dari ruangan itu.
Nampak wajah putus asa yang terpancar dari dokter yang memeriksa, mereka menggelengkan kepalanya dan berjalan menghampiri Dani yang terhenyak dilantai sambil menunduk
"Maaf Tuan, kami telah berusaha semaksimal mungkin, namun yang kuasa berkehendak lain. dia lebih menyayangi istri Anda" ucap dokter berjalan meninggalkan ruangan itu. Sementara para perawat sibuk dengan tugas mereka masing-masing, mencabut beberapa selang yang masih terpasang di tubuh Bella yang sudah terbujur kaku, yang terlihat cantik seperti wanita yang tengah tersenyum iklhas.
Dani seperti orang linglung... Arya membantu nya berdiri, meskipun sesungguhnya dia juga sangat kehilangan matan istr yang pernah dicintainya itu. begitu banyak kenangan dirinya dan Bella, meskipun pada akhir nya mereka berpisah.
Sementara Mama Bella di bawa keruangan lain karena pingsan. dia tidak sanggup kehilangan anak satu-satunya yang disayanginya, baru sesat mereka bertemu, tapi Bella sudah pergi tanpa pamit dan berbicara sepatah katapun dengan nya.
__ADS_1
"Anakku...anakku," menceracau sebelum akhir nya pingsan.
Dani seakan-akan tidak rela tubuh istrinya ditutupi dengan kain putih, dia menghambur !memeluk tubuh Bella. Dani dibujuk dan dibawa berjalan keluar dari ruangan kamar, agar tidak mengganggu pekerjaan tim perawat yang melepas peralatan medis ditubuh Bella.
Banyak sekali pelayat yang mengantarkan Bella ke peristirahatan terakhir nya, Arya dan Bunga memeluk tubuh putra satu-satunya sambil terus menangis melihat orang-orang yang saling membantu memasukkan tubuh Bella liang lahat, sedangkan bibir Dani selalu beristighfar mencoba untuk ikhlas.
"Selamat jalan sayang, tunggu mas dan anak kita disurga. mas ikhlas dan semoga kamu tidak mersa sakit lagi sayang. mas akan selalu mencintaimu dan akan selalu untuk mu sayang." gumam Dani sambil terus menangis karena tidak mampu menahan rasa sedih dan kehilangannya.
Saat semua pelayat sudah pulang, tinggal Dani, Arya dan kedua orang tua Bella dan Cecilio. sementara Bunga dan Mama Sinta sudah duluan pulang karena Bunga mulai kecapean saat masa hamil muda ini.
Mereka semua bergantian untuk membujuk mengajak Dani kembali pulang kerumahnya, mengingat hari juga sudah beranjak sore, namun Dani kembali bungkam tatapan matanya yang kosong terus tertuju pada foto Bella yang terpajang didamping batu nisannya.
" Dani, ayo nak. kita pulang dulu." bujuk Mama.
Karena tidak ada respon dari Dani mereka, akhirnya berinisiatif untuk memapah dengan sedikit memaksa Dani mengingat kondisi nya yang sudah sangat lemah karena Beberapa hari ini dia tidak makan apa-apa, sehingga Dani seperti tidak mempunyai tenaga lagi.
Tubuh Dani seketika ambruk, saat mereka mencoba membantu nya untuk berdiri, Dalam bawah sadarnya Dani mersa sedang berada dalam pangkuan dan pelukan hangat sang istri tercintanya Bella. hingga dia tertidur lama saat dia mulai kembali membuka matanya, dia melirik ke sekeliling nya serba putih.
"Dimana aku, apakah aku sudah menyusul istriku tercinta., Bella.... Bella...kamu dimana sayang." teriak Dani
"Syukurlah Dani sudah sadar," gumam Mama keluar menuju ruang dokter. tidak lama mereka kembali dan memeriksa Dani yang masih setengah sadar.
Setelah melihat Mama dan dokter, barulah Dani sadar jika dia sedang berada dirumah sakit, bukan disurga. raut wajah kecewa nampak di wajah tampannya itu. perlahan Dani menghafal lirik lagu, membiarkan sapaan mama dan ucapan dokter yang memperbaiki selang infus Dani yang terlepas.
Dua orang perawat saling berbisik Melihat Dani yang masih sangat terpukul ditinggal istri.
"Kasihan sekali dia, sangat tampan tapi dia seperti sedang mengalami depresi berat, setelah kepergian istrinya. "
"Mungkin istrinya sangat cantik, sehingga dia begitu mencintai nya," bisik perawat satunya lagi.
"Seandainya dia mau sama aku, aku siap menjadi perawatnya seumur hidup," Ucap mereka bisik-bisik dan tersenyum mengagumi ketampanannya.
Tak per terpikir oleh ku
__ADS_1
Tak sedikit pun ku bayangkan
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Begitsulit ku bayangkan
Begitu sakit kurasakan
Kau pergi tinggalkang kusendiri
Dibawah batu nisan kini
Kau telah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh ku tak sanggup ini terjadi
karena ku sangat cinta
Inilah saat terakhir ku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan kasih.....
Satu jam saja ku telah bisa
Cinta kamu, kamu, kamu dihatiku
Namun bagiku melupakanmu
__ADS_1
Butuh waktu seumur hidup,,