Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Bermesraan


__ADS_3

Selepas liburan indah mereka berdua, Bunga sudah menjalankan kembali aktifitas nya sebagai seorang mahasiswi. dengan tugas-tugas kuliah yang sudah menumpuk menunggu nya, beruntung bagi Bunga saat ini. karena sang suami Arya selalu mendukung dan membantunya, termasuk pasangan Vira dan Ardian.


"Giliran Bunga, tugas-tugas nya dipermudah dan dibantuin. sedangkan aku selalu diberi yang susah dan harus ngerjain nya sendiri."


Vira sengaja menyindir Ardian yang tengah membantu menerangkan materi pelajaran pada Bunga.


"Ada yang cemburu ni ye."


"Bukannya cemburu, tapi ngerasa ngak adil aja. kayaknya bapak sengaja ya pilih kasih." Vira menunjuk wajah Ardian, namun malah membuat Ardian kembali tersenyum, sambil menangkap jari telunjuk Vira tersebut, lalu mengigitnya pelan.


"Aduuuuuh.... sakiiitt, bapak selain dosen kiler. tapi juga sejenis manusia kanibal ya?" omel Vira.


"Ya, dan aku hanya menyukai satu manusia saja yang ingin aku makan mentah-mentah, yaitu kamu."


Ardian langsung menarik tubuh Vira, Keduanya terus bertengkar dan saling menjahili diruangan Ardian, sementara Bunga menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. bahkan dia memilih pura-pura tidak melihat tingkah keduanya pasangan itu, capek berdebat keduanya pun saling rangkul. saling tatap penuh kasih sayang, bahkan mereka seperti melupakan keberadaan Bunga dalam ruangan tersebut.


"Mmmhhh' eem,"


Bunga sengaja mendehem agak keras, karena dia merasa kikuk sendiri berada diruangan ini, suara Bunga refleks menyadarkan Vira dan Ardian yang sudah saling mendekat kan wajah mereka, seperti orang yang hendak berciuman.


"Sorry Bunga, ka....kami ngak sengaja mengganggu konsentrasi belajarmu." ucap Ardian terlihat gugup dan salah tingkah, begitu juga dengan Vira yang kembali memperbaiki posisi duduknya dengan normal.


"Ngak papa kok, aku barusan cuma keselek doang." giliran Bunga yang serba salah.


"Keselek? perasaan kamu ngak makan apa-apa deh. kok bisa ya?" ucap Vira menatap aneh Bunga.


"Aku keselek air ludah sendiri, karena..... karena ikut terhanyut melihat kemesraan kalian berdua." ucap Bunga berterus-terang.


"Apa? tidak...kamu jangan salah paham dulu Bunga, diantara kami tidak terjadi Apa-apa. bahkan yang terjadi barusan cuma gerakan refleks yang tidak disengaja." ucap Vira berusaha meyakinkan Bunga.


"Udah deh Vira, akui saja perasaan mu." Bunga kembali membuat Vira terlihat kesal dan malu.


"Iya, apa susahnya sih." Ardian ikut-ikutan menimpali.


"Padahal, dari tatapan kalian berdua barusan, aku sudah bisa melihat jika hati kalian satu sama lain sudah terikat oleh cinta dan kasih sayang yang besar."

__ADS_1


"Betul sekali Bunga." ulang Ardian.


"Aaaagghhh, sudah..sudah, kalian berdua sama-sama nyebelin. Bunga kamu jadi ngak dibantuin nyelesain tugas-tugas nya, kalau ngak mendingan kita kembali pulang." Vira berdiri sambil menyembunyikan muka nya yang sudah memerah.


"Lagian kamu bantu apanya Vira, sedangkan tugasmu sendiri kacau balau." ledek Ardian, yang ampuh membuat Vira benar-benar kesal, dia berdiri dan langsung ingin pergi meninggalkan ruangan Ardian.


"Vira tunggu, kok jadi suka ngambek gini sih. aku cuma becanda doang, Please ya." Ardian menarik tangan Vira yang kesal dan ingin segera pergi. melihat hal itu, Bunga langsung tahu diri. saat Ardian masih sibuk membujuk Vira, perlahan dia berdiri dan mengemasi buku-buku nya lalu pergi tanpa Vira dan Ardian sadari jika Bunga sudah tidak berada diruangan itu lagi.


Bunga langsung meminta sopir pribadinya yang sudah disediakan Arya untuk mengantarkan nya langsung menuju perusahaan besar yang dipimpin oleh suaminya.


"Pak, kita pergi kekantor nya mas Arya dulu ya."


"Baik Nyonya."


Selama perjalanan menuju kantor Arya, Vira maupun Ardian tidak ada yang menghubungi nya, mungkin mereka berdua masih asyik atau Vira malah masih merajuk. pikir Bunga sambil menatap tugas-tugas yang dipegangnya yang baru beberapa buah terselesaikan oleh Bunga.


"Nyonya Bunga, kita sudah sampai." sopir langsung membuka kan pintu untuk Nyonya mudanya, yang jauh terlihat lebih lembut dan sopan dibandingkan Bella dulunya.


"Terimakasih pak, bapak silahkan pulang dulu. ntar aku pulang nya barengan mas Arya saja."


Bunga melangkah masuk ke lobby perusahaan besar yang terlihat sangat rapi dan bersih, beberapa orang karyawan yang melintas didepan Bunga menunduk hormat, menyapa ramah Nyonya muda presdir mereka. begitu juga dengan Bunga yang tersenyum menyapa setiap orang yang ditemuinya.


"Mas Arya, lagi sibuk ngak ya?"


Bunga agak ragu saat ingin membuka pintu masuk ruangan CEO tersebut, dia diam beberapa saat, dia tidak menyadari jika dibelangkang nya sudah berdiri seseorang yang langsung menutup mata Bunga dengan kedua belah telapak tangannya.


Bunga sempat terlonjak kaget, bahkan beberapa buah buku yang masih dipegangnya sempat jatuh kelantai. dia seketika meraba tangan dan mencium aroma farfum yang semakin merapatkan tubuhnya dari belakang. senyum mengembang dibibir Bunga.


"Mas Arya."


"Kok kamu langsung tahu jika ini tangan nya mas?"


"Tahulah mas, apalagi wangi farfum nya." balas Bunga ketika Arya sudah menarik tangannya kembali, dan membantu mengemasi buku-buku Bunga yang sempat berjatuhan.


"Mas Arya dari mana?"

__ADS_1


"Dari ruangan rapat, tapi sudah selesai kok sayang." merangkul tubuh Bunga masuk keruangan kerjanya.


"Gimana untuk tugas-tugas kuliah nya, apa udah kelar?"


"Belum mas."


Bunga menjawab sedikit lesu, Arya menarik tangan Bunga lalu mendudukkan diatas pangkuannya.


"Emang Ardian dan Vira ngak jadi ikut bantu ngerjainnya?"


"Awalnya sih iya mas, pak Ardian ikut ngebantu. tapi ujung-ujungnya mereka malah sering ribut, dan bahkan bermesraan dihadapan ku mas." ucap Bunga dengan ekspresi yang lucu sehingga Arya ikut tertawa melihat tingkah istrinya tersebut.


"Okey mas ngerti sekarang, mulai besok mas akan mencari seseorang yang benar-benar tepat untuk membantu mu sayang." bujuk Arya.


"Bunga rasa mendingan ngak usah deh mas, lagian ini tugas menumpuk karena kita liburan. ntar dikerjain juga kelar."


"Baiklah, mana tugas-tugas nya. biar mas aja yang bantuin."


"Ini mas."


Arya yang cukup pintar mampu membantu dan mengajari istri nya Bunga, bahkan mereka berdua terlihat santai sambil menikmati cemilan. dan minuman segar.


Sedangkan Vira dan Ardian langsung tersadar, jika diruangan itu sudah tidak ada lagi Bunga. semula mereka berfikir jika Bunga sedang berada dalam toilet, namun setelah menunggu lama Bunga belum muncul-muncul juga, sehingga mau tidak mau Vira langsung menyusul masuk kedalam toilet yang ternyata kosong.


"Bunga tidak ada di toilet."


"Iya, bahkan aku juga baru menyadari jika buku-buku dan tas nya juga sudah tidak ada diruangan ini."


"Coba aku hubungi dulu."


Vira langsung mengambil ponselnya yang terletak di meja kerja Ardian, panggilan ketiga baru terdengar suara jika panggilan nya tersambung, namun bukan Bunga yang mengangkat melainkan suaminya Arya.


"Hallo Bunga, kamu lagi dimana?"


"Ya hallo."

__ADS_1


__ADS_2