Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Ruangan khusus


__ADS_3

"Cantik, aku akan masak menu spesial untukmu pagi ini. kamu harus banyak makan dan nutrisi tubuhmu harus tetap berjaga, aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap mu, mengingat ditempat ini hanya ada kita berdua." bisik Dani mencium kedua pipi Bella yang masih tertidur.


Perlahan Dani bangkit, membersihkan tubuh nya, setelah itu dia langsung menuju lantai bawah. pria tampan itu, mulai sibuk berkutat di dapur, dia berniat menyiapkan menu sarapan untuk dirinya dan Bella. mengingat hanya mereka berdua saja didalam villa di pulau terpencil ini.


"Sebaiknya, aku masak makanan yang mudah dan ngak ribet untuk membuatnya." Dani mulai memotong sayuran dan menyiapkan bahan-bahan lainnya.


Dikamar, Bella yang hanya berpura-pura tidur. turun dari ranjang begitu melihat Dani sudah tidak ada dikamar, Bella yang sudah merasa bosan, terkurung dikamar sudah beberapa hari ini. mulai menyeret langkah kakinya menuju lantai utama villa. sambil mengatupkan kedua tangannya di dada. mengingat pakaiannya yang terlihat begitu seksi dan menggoda. Bella terpaksa mengunakan itu, mengingat tidak ada lagi yang harus dikenakannya. Dani seolah-olah sengaja menyediakan pakaian kurang bahan ini, tapi Bella masih bersyukur dari pada Dani tidak menyediakan apa pun, malah bakal lebih ribet lagi nantinya.


"Semoga saja laki-laki aneh itu masih di dapur, jadi aku bebas. sapa tahu aku bisa menemukan cara dan jalan untuk keluar dari tempat neraka ini, bahkan sekarang aku sudah ikut-ikutan gila sepertinya, berkeliaran dengan pakaian setengah telanjang." mengomel sendiri.


Langkah kaki Bella terayun menuju teras, sambil menikmati gerimis yang turun. serta suasana Pagi yang dingin. saat matanya tertuju pada sebuah ruangan khusus. yang terletak di samping taman. serta pencahayaan lampu yang temaram. membuat gadis cantik itu mengerutkan keningnya bingung, serta rasa penasaran untuk mengetahui isi yang tersimpan di ruangan itu. langkah kaki Bella berjalan pelan menuju kesana.


"Tempat ini, terasa begitu nyaman dan hangat," Bella merebahkan tubuhnya di sofa yang tersedia disana, sebuah ruangan penghangat yang dilengkapi ranjang dan fasilitas lainnya.


"Kenapa aku baru tahu sekarang ya, jika villa terpencil ini juga mempunyai ruangan khusus dan nyaman seperti ini," sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


"Wah, ada minuman. mungkin dengan meneguk minuman ini kegundahan dan kesedihan ku bisa berkurang." tanpa pikir panjang lagi, Bella langsung membuka tutup botol minuman, dan meneguknya tanpa ragu dan curiga sedikitpun akan isi dari minuman tersebut.


Di dapur Dani sudah siap memasak menu andalannya, meskipun tidak memiliki keahlian khusus. tapi dia sangat tahu jika Bella dulunya sangat menyukai masakan Dani.


"Sebaiknya aku membangun kan bidadari cantikku dulu, untuk mengajak nya sarapan. sekarang dia pasti sudah kelaparan mengingat cuaca yang sangat dingin." bathin Dani langsung menuju kamar.


Ceklek.., terlihat kosong. Dani langsung terlonjak kaget, sambil berjalan cepat menuju kamar mandi, namun tetap kosong. seketika pikiran buruk menguasai dirinya.


"Bella, beraninya kamu untuk mencoba-coba kabur dariku."

__ADS_1


"Bella.... Bella... Bella." Teriak Dani.


Namun tidak terdengar jawaban dari dalam villa, membuat Dani merasa marah, takut kehilangan. ruangan demi ruangan dibuka nya.


"Bella.... Bella." ulang Dani, dan mencari Bella sampai kamar mandi dilantai dasar. Dani merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada kekasih cantiknya. mengingat tempat ini juga berbahaya selain dikelilingi hutan dan bintang buas.


"Bella kamu Dimana?"


Dani kelimpungan sendiri dan mulai panik, dia langsung kembali kebawah dan mulai mencari keluar taman villa. tidak memperdulikan gerimis yang membasahi tubuh kekarnya.


"Ruangan khusus?" Dani mulai teringat dan kembali masuk kebagian belakang Villa sambil berlari-lari kecil menuju ruangan itu.


"Ceklek....."pintu terbuka lebar dengan nafas ngos-ngosan dan perasaan lega, senyum seketika mengembang dibibir Dani.


Dani tersenyum bahagia, dia langsung menghampiri Bella, yang ikut menatap kearahnya. dengan tatapan sendu penuh gairah. bahkan gadis itu merasa kepanasan dan gairah yang semakin meningkat pengaruh minuman yang barusan diteguknya.


"Bagus, ternyata tanpa aku minta. Bella dengan sendirinya meneguk minuman keras sekalian perangsang gairah yang terkandung didalamnya." Dani seketika tersenyum mesum membalas tatapan sendu Bella yang sudah terbakar gairahnya.


"Aku kepanasan dan sangat membutuhkan mu Dani, mendekatkah sayang." Bella kembali membuka pakaian yang menutupi tubuh indahnya.


Mata Dani kembali membulat sempurna, dia kesusahan untuk menarik Salivanya. pemandangan didepannya begitu indah. susah baginya untuk melewatkan kesempatan itu. yang biasa dia yang melakukan pemaksaan terhadap Bella, sekarang malah sebaliknya. Bella terlihat begitu menggoda dan siap untuk memuaskan nya.


"Tahu begini, mending dari awal aku melakukan hal ini." Gumam Dani tersenyum.


"Aku sangat membutuhkanmu sekarang Dani."

__ADS_1


Bella menanarik kerah baju Dani, hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka. detak jantung Dani semakin berpacu cepat, saat merasakan dua buah gundukan besar telah menyentuh dada bidangnya. rasanya sangat beda sekali, sekarang Bella terlihat sangat berani dan menantang.


"Aku sangat siap Bella, lakukan lah." bisik Dani.


Ciuman Bella semakin dalam, dia dengan berani menelusuri lekuk tubuh Dani yang pasrah menunggu sentuhan Bella. dia tidak peduli dengan status Bella, yang penting dia merasa bahagia bersama wanita yang dicintainya.


Pagi yang mulai cerah itu, mereka kembali melakukan nya. hingga keduanya benar-benar puas dengan hubungan terlarang dan penuh dosa itu. yang penting hasrat mereka berdua tercapai untuk saat ini.


Cukup lama Bella tertidur dalam pelukan Dani, saat dia terbangun. Bella mengusap kepalanya yang tersa pusing, perut yang sangat lapar. sehingga dia langsung meringkuk diranjang.


Dani yang ikut terbangun, langsung mengangkat tubuh Bella, berjalan Menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka berdua.


"Sayang, maafkan aku. kamu pasti lemas dan kelaparan." Dengan cepat dia mengenakan piyama yang agak tertutup. agar Bella tidak kedinginan lagi.


"Sayang tunggu disini ya, aku akan siapakan makanan dan membawakan nya kesini." ucap Dani yang sangat khawatir. Bella tidak bersuara, dia hanya bisa mengangguk pelan.


Setelah melihat Dani pergi, Bella kembali merebahkan tubuhnya yang tersa lemas diranjang, hingga dia sempat tertidur beberapa menit. Bella terbangun, saat mendengar seperti seseorang berjalan mendekatinya. diiringi aroma makanan yang sangat menggugah selera makanya.


"Sayang, bangunlah." Dani meletakkan makanan dan duduk disamping Bella.


"Aku suapi ya."


Bella mengganggukan kepala pelan, dan mulai mengunyah setiap makanan yang disuapi Dani kemulutnya. pikiran nya menerawang pada beberapa tahun silam. dimana Dani yang dulu masih remaja yang sangat tampan disekolah nya, juga sering menyuapinya makanan ke Bella. namun seketika Bella menepis pikiran nya itu kembali.


"Tidak, aku hanya mencintai mas Arya seorang. bukan laki-laki gila seperti Dani." Gumam Bella, meskipun dia tidak bisa memungkiri permainan ranjang Dani yang hebat yang mampu membuatnya terbang melayang, hal yang sudah lama tidak dia dapatkan dari Arya, semenjak kedatangan Bunga dalam kehidupan pernikahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2