
"Apa aku tidak terlalu lancang jika bertindak dan masuk ke Apartemen orang lain seperti ini?"
Langkah Arya terhenti, nampak keraguan dan kebimbangan. Namum rasa penasaran dan kegundahan nya yang terus-menerus mendesak. membuat Arya mau tidak mau terus melangkah menuju letak kamar yang terdapat dua ruang kamar tidur yang sama-sama tertutup rapat.
" Mungkin Bella tidur dikamar yang sebelah kanan ini?" Ceklek....Arya membuka ruang kamar yang pertama, terlihat kosong. namun seperti kamar tidur milik Anggi. karena terpajang foto-foto dan peralatan gadis tersebut. Arya kembali menutup perlahan. rasa penasaran terus mendorong dirinya menuju ruang kamar satunya lagi.
Tiba-tiba tangan Arya terhenti, saat hendak memegangi gagang pintu Kedua. suara ******* yang sangat dikenalnya terus terdengar, semakin lama semakin jelas.
"Suara ******* perempuan, ya aku sangat yakin jika itu adalah suaranya Bella, dan siapa laki-laki yang bernama Dani yang terus disebut-sebutnya. apa yang telah mereka perbuat didalam kamar itu. apa mereka berdua sudah sering melakukan ini dibelakang ku?"
Detak jantung Arya semakin berpacu, kepercayaan yang selama ini terjaga dengan baik mulai goyah. pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dibenaknya. sehingga dia tidak bisa menahan dirinya lagi untuk segera mengetahui apa yang terjadi.
"Bruuuaggkk..... bruuuaggkk."
Arya langsung mendobrak pintu kamar. yang seperti nya sengaja tidak terkunci rapat dari dalam. dia langsung terbelalak kaget, kedua mata elang pria tampan ini, menatap tajam kedua anak manusia yang terlihat begitu menjijikan menurut pandangannya.
"Bella."
Suara teriakan Arya yang keras, membuat pasangan yang saling memadu kasih dan bergumul diranjang empuk. sontak terlonjak kaget. terutama Bella, dia seperti seekor kucing yang sudah kecebur air got. wajahnya langsung pucat sambil berusaha menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
"Mas Arya."
Bella syok, tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika hubungan nya dengan Dani. bakal ketahuan secepat ini. bahkan baru tadi siang dia dan Dani melakukan kesepakatan dan berbaikan, tapi sekarang hubungan yang baru dimulai itu sudah ketahuan oleh Arya, Bella tertunduk dia tidak berani membalas tatapan dihadapannya.
Tatapan mata Arya penuh amarah, tangan nya mengepal. seakan-akan ingin mencabik-cabik tubuh dua manusia yang polos tanpa pakaian. tapi semua itu tidak dilakukan nya.
"Mas semua ini tidak seperti yang kamu lihat. laki-laki ini sengaja menjebakku." tangis Bella pecah berusaha mendekati Arya dengan melilitkan selimut ditubuhnya.
__ADS_1
"Stooop Bella, jangan pernah mendekati ku. aku jijik melihat mu seperti ini, meskipun sekarang aku ingin menghajar laki-laki bresengsek itu. tapi aku tidak ingin tangan ku ikut kotor, dengan menyenyuh tubuh kalian berdua. cish..."
"Mas aku khilaf mas, tolong maafkan aku hu...hu..."
"Khilaf Bella, begitu mudah kamu mengatakan khilaf. apa kamu sudah lupa siapa dirimu dan status mu. sehingga begitu mudah kamu memberikan tubuh mu pada laki-laki lain yang Bukan muhrimmu."
"Maafkan aku mas." Bella terus menangis sambil terus mengucapkan kata-kata maaf.
Melihat hal itu, Dani ikut-ikutan bicara.
"Santai bro, jika aku kotor bagaimana dengan mu. yang egois dan ingin memiliki dua wanita sekaligus." Dani yang sudah mengenakan pakaian nya kembali mendekati Arya.
"Kelakuan dan perbuatan yang aku lakukan tidak serendah kalian berdua. aku terikat pernikahan yang sah di mata hukum dan agama. dan itu semua juga atas persetujuan dan permintaan mu sendiri Bella. jangan lupakan itu, serta menjadikan nya alasan untuk kamu bebas melakukan apapun diluaran. kalian sama persis seperti binatang." bentak Arya, sementara Bella hanya bisa menangis dan tertunduk pasrah. dia sudah tertangkap basah, dan tidak mempunyai alasan lagi untuk menangbela dirinya dihadapan Arya.
"Sekarang aku mersa puas Arya, Ha...Ha....dulu kamu merampas Bella ku. sekarang aku merasa bahagia telah membuat kalian hancur. paling tidak dendamku atas perbuatan dan penghianatan mu dulu Bella. sekarang sudah terbayar Ha....Ha...." Dani tertawa lepas.
"Ya, Bella. aku yang sengaja membuka pintu. begitu mengetahui suamimu pasti akan mencari keberadaan mu sampai ke Apartemen ku." ucap Anggi yang tiba-tiba muncul di depan pintu masuk.
"Anggi, aku tidak menyangka kamu tega mengkhianatiku."
Bella yang terbakar emosi maju dan menarik tubuh Anggi, tamparan keras melayang di pipi Anggi, yang merupakan asisten kepercayaan nya selama ini. Anggi yang tidak terima perlakuan Bella juga membalas perlakuan yang sama. kedua wanita itupun saling Jambak dan pukul, meskipun akirnya Bella yang kalah karena tubuhnya masih terlilit selimut.
Arya tidak maju sedikit pun untuk melerai ataupun membantu Bella, dia Benar-benar jijik melihat kondisi Bella. Dani langsung maju dan membantu Bella untuk berdiri.
Melihat hal itu, darah Arya kembali mendidih. Dani dengan santai membantu memperbaiki selimut yang melilit tubuh polos istri nya Bella.
"Bella, mulai saaat ini aku talak kamu. dan jangan pernah muncul dihadapan ku lagi." bentak Arya hendak pergi.
__ADS_1
"Tidak....tidak mas Arya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau kamu ceraikan. aku minta maaf mas, aku hanya dijebak mereka hu....hu..." Bella menangis sambil berusaha memeluk sebelah kaki Arya.
"Kamu dijebak, dan kamu juga sangat menikmatinya kan Bella. atau jangan-jangan kamu sudah sering melakukan ini bersama laki-laki bresengsek ini." bentak Arya. berusaha menarik kakinya.
"Betul sekali bro, bahkan aku sudah beberapa kali melakukan ini dengan istri mu, tubuhnya begitu nikmat dan legit." ucap Dani dengan ekspresi seakan-akan mengejek kebodohan Arya yang terlambat mengetahui semua ini.
"Bruuuaggkk..." pukulan keras melayang di tubuh Dani, yang langsung ambruk. tanpa ampun hantaman keras bertubi-tubi dilayangkan Arya. Dani tidak tinggal diam, dia berhasil bangkit. dan menghajar kembali tubuh Arya.
"Mas Arya...tolong hentikan mas." teriak Bella.
"Mas Dani." Teriak Anggi cemas melihat kakaknya.
Teriakan keras Angggi dan Bella tidak mereka hiraukan, bruuuaggkk. Arya kembali bangkit, dia berhasil naik ketubuh Dani, dan menghajarnya tanpa ampun.
"Hentikan, kamu bisa membunuh kakaku." Teriak Anggi panik melihat tubuh Dani yang lembab, darah segar mengalir di sudut bibirnya. sehingga tanpa pikir panjang lagi. Anggi menggambil Gucci keramik dan memukulkan kekepala Arya, yang langsung mengeluarkan banyak darah.
"Mas Arya."
Bella langsung terpekik histeris melihat kondisi Arya, begitu juga dengan Anggi. dia mundur beberapa langkah dengan tubuh menggigil ketakutan.
"Tidak....tidak....bukan aku pelakunya. tidakkkk." teriak Angggi.
Dani yang ikut panik melihat kondisi Arya yang kesakitan memegangi kepalanya, langsung bangkit.
"Kita harus cepat-cepat pergi, aku tidak ingin kita dipenjara. biarkan laki-laki angkuh ini mati dan membusuk ditempat ini sendirian." ucap Dani.
"Tidak, kalian harus membantu dan menyelamatkan suamiku." Teriak Bella memeluk tubuh Arya.
__ADS_1
"Tidak akan pernah." balas Dani.