Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Kondisi Arya


__ADS_3

Bunga menatap wajah tampan suaminya Arya, tubuh pria dua istri itu, masih terpasang alat-alat medis serta oksigen yang membantu pernafasan nya. kondisi Arya masih terbaring koma, meskipun sudah mendapatkan donor darah yang cocok untuk dirinya. tapi belum juga menunjukkan hasil yang memuaskan.


"Mas Arya, bangun lah... aku tidak sanggup melihat kondisi mu yang seperti ini mas hick...hick." Bunga menangis sedih sambil mengusap sayang wajah suaminya.


Diluar, Vira mempercepat langkah kakinya, gadis itu membawa parcel berupa buah-buahan untuk suami dari sahabatnya Bunga, sudah masuk hari kedua Arya dirawat. baru sekarang Vira mempunyai waktu untuk membesuk kerumah sakit pusat ini.


"Mudah-mudahan Bunga bisa sedikit terhibur dengan kedatangan ku." gumam Vira sambil tersenyum menenteng buah tangan yang sengaja dibelinya.


Dari tempat yang berlawanan arah, Ardian juga mempercepat langkah kakinya. namun dia tercekat begitu melihat Vira yang tengah berjalan terburu-buru sehingga tidak melihat keberadaannya, bahkan Vira dengan santai nya berjalan melintas didepan Ardian yang semula sudah bersiap-siap untuk tebar pesona pada gadis ceria dan imut yang merupakan mahasiswi kesayangannya meskipun hanya dalam hatinya saja.


"Waduh, masa cowok setampan aku bisa dicuekin gadis ceroboh ini. gawat ! apa pesona ketampanan ku sudah memudar?" Adrian meraba wajah nya sambil perang bathin dengan perasaan nya sendiri, hingga akhir nya dia memutuskan mengejar langkah Vira yang mulai menjauh.


Semangat Andrian yang menggebu, membuat dosen sok jaim itu tanpa sadar menabrak tubuh Vira dari belakang. refleks gadis itu jatuh sehingga parcel yang berisi buah-buahan itu ikutan jatuh kelantai.


"Aaaagghhh aduuuh..." Teriak Vira sambil memegangi pinggang nya yang terasa sakit.


"Ups.. sorry, aku benar-benar ngak sengaja."


Ardian langsung mengulur kan sebelah tangannya, hendak membantu Vira untuk berdiri kembali, dengan wajah tidak berdosa.


"Kamu? eh maaf bapak."


Vira kaget begitu mengangkat kepalanya, ternyata orang yang menabrak tubuh nya barusan adalah Ardian. dosen galak yang selalu menghukumnya, seolah-olah hanya Vira sajalah yang selalu membuat masalah dikampus favorit itu, sehingga dia membatalkan niatnya untuk menerima uluran tangan laki-laki yang tengah tersenyum kearahnya.


"Ya aku, kenapa wajah mu tegang dan kaget begitu menatap ke arahku?"


" Aku yakin jika bapak sengaja melakukan hal ini." Vira membalas tatapan Ardian dengan kesal, bibirnya maju beberapa centi kedepan, membuat Ardian semakin gemas melihat kearah mahasiswa nya itu.


"Aku sudah minta maaf, dan sudah mengatakan jika aku tidak sengaja. lagian ini tidak setimpal dengan perbuatan mu yang hampir membuat area reproduksi ku hampir tidak bisa berfungsi." balas Ardian tidak mau kalah.


"Maksud bapak?"

__ADS_1


"Eh, kamu jangan seenaknya saja melupakan insiden bunuh dirimu yang gagal dan menimpa diriku sewaktu dirumah Arya. bahkan kamu juga membawa kabur mobil ku tanpa izin. masih untung kamu tidak aku buat perkara ataupun melaporkan pada pihak berwajib atas ketidaknyamanan dari perbuatanmu Tempo hari." balas Ardian.


"Ooo aku baru ingat, jadi ini bentuk dari cara balas dendam bapak khan?" tantang Vira berdiri dan menghadang Ardian.


"Bisa jadi ya." balas Ardian dengan santai nya.


"Iii, bapak benar-benar keterlaluan."


Vira mengepalkan tangannya dengan emosi, namun dia segera tersadar dengan keberadaan mereka sekarang, sehingga dia kembali berusaha mengendalikan emosi dengan sikap nya barusan, yang bisa saja menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka nantinya.


Vira memungut parcel yang sedikit rusak, dengan langkah angkuh dia berjalan pergi meninggalkan Ardian, yang malah berusaha mengejar dan mengimbangi langkah Vira.


"Bapak mau Kemana? please jangan mengikuti ku, atau jangan-jangan bapak sudah jatuh cinta padaku?" todong Vira.


"Ha...Ha..., sapa juga yang bakal jatuh cinta pada wanita jutek seperti mu ini." ledek Ardian.


"Terus bapak ngapain juga mengikuti ku?"


"Bapak juga perlu ingat, Bunga itu sahabatku. jadi sudah sewajarnya sekarang aku kesini. " Vira pmempercepat langkah kaki nya.


"Aku tahu kamu sengaja mengambil hari dan jam yang sama dengan ku, agar kita bisa ketemuan dan barengan untuk membesuk Arya Khan?" goda Ardian sengaja dan senang melihat wajah kesal Vira karena godaan nya.


Vira melongos kesal, sambil menaruh jari telunjuk dibibirnya meminta Ardian agar diam, mengingat mereka sudah sampai didepan pintu masuk ruangan perawatan Arya.


Karena kondisi Arya yang tidak boleh sembarangan orang membesuk nya, akirnya mereka menunggu Bunga diruang tunggu. Ardian sengaja mengambil posisi duduk lebih berdekatan disebelah Vira, sedangkan gadis cantik itu sengaja membelakangi Ardian.


Bunga keluar dari ruangan, dan langsung menghampiri Vira yang menunggu nya.


"Vira."


"Bunga."

__ADS_1


Kedua sahabat ini saling berpelukan, Bunga pun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. dia menangis dalam pelukan Vira yang mengelus palan punggungnya.


"Bunga, kamu yang sabar ya. aku yakin jika mas Arya pasti bisa sembuh dan kembali sadar. Karena mas Arya laki-laki yang kuat dan sangat mencintai mu." bujuk Vira.


"Makasih ya Vira.'"


Balas Bunga, sambil memaksakan senyum membalas sapaan Ardian yang merupakan sahabat baik suaminya Arya, dan juga dosennya dikampus.


"Bagaimana kondisi Arya?" ucap Ardian bangkit lalu mendekati Bunga.


"Mas Arya, masih belum sadarkan diri. dia sempat kehilangan banyak darah." terang Bunga sesunggulkkan.


"Apa pelaku penganiayaan terhadap Arya sudah diketahui?"


"Sudah, meskipun cctv kamar sempat dirusak mereka." terang Bunga.


"Kurang ajar, mereka benar-benar keterlaluan." Ardian mengepalkan tangannya emosi.


"Aku tidak habis fikir dengan motif mereka untuk menyakiti Arya sampai seperti ini."


"Aku juga bingung, tapi penyelidikan masih terus dilakukan. termasuk tentang keberadaan mbak Bella yang ikut menghilang. apakah dirinya diculik atau terlibat persengkokolan dengan mereka." terang Bunga.


"Aku rasa ini disengaja Bunga, karena Dani sudah lama memendam rasa sakit hatinya. mungkin saat itu dia ingin menculik dan membawa Bella. tapi keburu mas Arya datang dan mencoba untuk menghalangi keinginannya tersebut, sehingga Dani kalap mata lalu menyakiti Arya." balas Vira yang juga mengenal Dani.


"Entahlah Vira, yang jekas pihak kepolisian kesulitan melacak keberadaan mereka." terang Bunga.


"Tentu saja, Dani bukanlah orang sembarangan. bahkan perbuatan nya pada Bella selama ini pun tidak ada yang mengetahui atau pun berani mengungkapkan kasus itu, Dani terlalu berbahaya. dia bisa saja menyakiti siapapun kecuali Bella. dan untuk merubah Dani menjadi dulu lagi juga Bella lah yang bisa melakukannya sekarang." terang Vira.


"Jadi kesimpulannya, mbak Bella aman jika bersama Dani?"


"Ya, karena Dani sangat mencintai Bella." terang Vira yakin.

__ADS_1


Cukup lama mereka ngobrol diruang tunggu, dan bergantian membesuk Arya masuk keruanganya. Ardian terenyuh melihat kondisi sahabat kecilnya. teman yang sangat baik dan selalu terbuka dengan dirinya sekarang sudah terbaring lemah tidak sadarkan diri.


__ADS_2