Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Bella kesakitan


__ADS_3

Citra kehilangan cukup banyak darah, sehingga dia harus mendapatkan donor darah yang cocok secepatnya, hal ini membuat Rey bertambah kalut dan ketakutan kehilangan gadis cantik itu,, bahkan dia melupakan Arya yang saat ini tengah panik memikirkan keberadaan nya sekarang.


"Bagaimana kondisi Citra dok, dan kenapa dia masih belum juga sadar pasca operasi."


"Maaf tuan, kamu tidak bisa berbuat banyak. sebelum gadis itu menemukan donor darah yang cocok."


"Tolong lakukan yang terbaik untuk gadis malang itu dok, kasian dia yang hanya korban ambisi seseorang, bahkan jika perlu kalian bisa memeriksa darah ku apakah cocok untuk dia."


"Baik, kami akan memeriksa golongan darah mu."


Dokter dan tim medis, membawa Rey keruangan pemeriksaan. senyum mengembang dibibir Rey, ketika dokter mengatakan jika darahnya sangat cocok untuk Citra. Rey ikhlas dan rela melakukan transfusi darah, asalkan nyawa Citra terselamatkan.


"Kamu bisa Rey, melewati semua ini."


Rey seketika memejamkan matanya, dia paling takut jika sudah berhadapan yang mamanya jarum, sehingga dia langsung memejamkan matanya ketika sebuah jarum menusuk kulitnya.


"Kamu harus bisa dan kuat Rey, ingat semua ini demi gadis kecilmu itu, Citra." Gumam Rey menyemangati dirinya sendiri berulang kali.


***


Baron terbangun, seluruh tubuhnya tersa sakit dan memar, kedua tangannya terikat kebelakang. dia membuka matanya, mengintip suasana ruangan pengap tempat dia disekap anak buahnya Arya


Ceklek, terdengar seseorang membuka pintu masuk, berjalan dengan langkah berat menghampiri. Baron seketika kembali memicingkan mata, dia sudah gemetaran dan takut dengan amukan Arya dan beberapa orang anak buahnya.


"Byuuuurrr.... byuuuurrr."


Seseorang sudah menyiram tubuh Baron dengan air es dan secara tiba-tiba, sehingga membuatnya langsung terlonjak kaget. luka-luka ditubuhnya terasa perih dan ngilu Karena tersiram air es barusan.


"Ampun Tuan....saya mengaku salah, tolong jangan sakiti saya lagi, lepaskan saya mas Arya, saya masih ingin hidup demi anak istri saya." Baron berusaha untuk mengeluarkan suara meskipun tubuh nya tersa perih.


"Tidak semudah itu Baron, terutama tentang menghilangkannya orang kepercayaan ku Rey, cepat katakan dimana kamu sembunyikan dia?"


"Saya benar-benar tidak mengetahui nya tuan."

__ADS_1


"Bohong, jangan berfikir jika aku masih mempercayai kata-kata mu ini Baron." tendangan keras melayang ditubuh Baron seketika laki-laki itu langsung pingsan.


Anak buah Arya bertindak cepat, melarikan tubuh Baron menuju klinik perusahaan mereka. Baron langsung mendapatkan penanganan serius.


Arya yang kalut pergi melajukan mobilnya tanpa arah, dia benar-benar kesal. meskipun dia sudah berusaha untuk mengendalikan emosi yang berkecamuk dipikiran nya. mobil yang dikendarai Arya berhenti disebuah danau kecil. Arya merebahkan tubuhnya di sandaran jok Mobil, memejamkan matanya beberapa saat untuk meredakan pikirannya.


***


"Aduuuuh, perutku kembali sakiiiitt banget."


Bella memegangi perutnya, sambil berjalan pelan mencari mama mertuanya. Bella sudah seringkali merasa kesakitan yang teramat sangat. meskipun belum waktunya dia untuk melahirkan. mama langsung ikut panik melihat Bella yang kesakitan.


"Tahan sayang, Mama hubungi Dani dulu."


"Aduuuuh, sakit banget Ma."


Dani langsung segera pulang, meninggalkan rapat besar yang sedang dipimpinnya, begitu sampai Dani membawa Bella kerumah sakit terdekat.


"Sayang, bertahanlah." bisik dani disela-sela erangan kesakitan Bella.


Meskipun sudah dibawa kerumah sakit terdekat, namun mereka menolak kehadiran Bella, mengingat keterbatasan peralatan rumah sakit tersebut.


Sehingga mau tidak mau, Bella harus segera dibawa kerumah sakit besar, yang terletak dikota. yang mempunyai jarak tempuh tiga jam untuk sampai disana.


"Mas Dani hu..hu...sakit mas."


"Ya sayang, aku mengerti. tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa selain harus pindah segera menuju rumah sakit pusat.'


Mama Dani terus menangis, mengusap-usap sayang rambut menantunya yang kesakitan.


"Darah Mas, aku takut jika terjadi sesuatu pada bayi kita." Bella semakin syok, ketika belahan pahanya mengeluarkan darah.


"Astaghfirullah, ya Allah tolong selamatkan anak dan istriku."

__ADS_1


Dani mempercepat laju kendaraannya dijalanan yang sepi dan kecil ini. sambil terus berdoa.


"Sayang, bertahanlah. aku akan melakukan yang terbaik buat kamu dan anak Kita." ucap Dani yang terus melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. dia sangat cemas dan panik melihat kondisi istrinya.


"Dani, hati-hati nak. jangan terlalu ngebut. keselamatan kita semua juga lebih penting nak." bujuk mama.


"Maaf Ma, aku terlalu panik." Dani kembali mengurangi laju kecepatan mobilnya. meskipun saat ini dia rasanya ingin terbang, menembus ruang dan waktu. agar Bella bisa segera terselamatkan.


"Ma, Bella ngak kuat lagi ma." ucap Bella terbata-bata, wanita itu sudah banyak mengeluarkan darah, dan keringat membasahi tubuh dan wajahnya.


"Bertahanlah nak, sebentar lagi kita akan sampai." bujuk mama yang terus berusaha membujuk Bella dan memintanya untuk bertahan dan terus berdoa selama perjalanan.


"Tapi Bella ngak kuat lagi ma, ini sangat sakit."


"Kamu harus kuat sayang, demi bayi kita." bujuk Dani yang ikut meneteskan air matanya, dia merasa tiba-tiba juga sangat takut kehilangan wanita yang selama ini sangat dicintainya, bahkan Dani berjuangkeras selama ini untuk mendapatkan cinta Bella.


Sebuah tanjakan terjal, membuat mobil Dani tiba-tiba mogok dan tidak bisa untuk dihidupkan kembali.


"Sial..!!!"


Tetiak Dani memukul stir mobilnya, dia turun dari mobil dan menendang keras mobil kesayangannya, Dani sangat marah dan kesal. disaat dia begitu terdesak dan butuh. mobilnya tiba-tiba mogok. sesuatu yang tidak pernah dialaminya. apalagi ini mobil mewah seperti ini.


"Aku harus bagaimana sekarang." meremas rambutnya frustasi. tiba-tiba dia kembali bangkit, dengan kondisinya yang panik, Dani mencoba menghentikan mobil lain yang melewati mereka, namun tidak satupun yang memberikan mereka tumpangan. sementara Bella bterus menangis kesakitan.


"Ya Tuhan, bagaimana ini. apa ini hukuman atas perbuatan dan dosa-dosaku. seandainya itu benar. biarkan aku yang menanggung semuanya. Tuhan jangan engkau ambil anak dan istriku." ucap Dani frustasi sambil terus mencoba menghentikan kendaraan yang lewat.


Arya langsung mempertajam penglihatan nya, ketika melihat laki-laki berdiri di tepi jalan dan mencoba untuk menghentikan kendaraan lainnya. wajah pria tampan itu terlihat ketakutan dan sangat panik. bahkan dia sempat menendang mobil yang disamping nya.


"Aku seperti sangat mengenal sosok pria ini."


Arya memutar balik mobilnya, dan melaju pelan mendekati posisi Dani, yang terlihat tersenyum begitu mobil Arya berhenti, tepat dihadapannya. senyum mengembang dibibir Dani, karena masih ada orang yang mau menolongnya disaat dia terdesak seperti ini..


"Tuan...tolong kami, saat ini istriku sangat kesakitan dan butuh pertolongan menuju rumah sakit secepatnya."

__ADS_1


Dani sama sekali tidak mengetahui jika mobil yang berhenti dihadapannya saat ini adalah mobil Arya, mantan suami dari istrinya Bella.


__ADS_2