
"Lepaskan, bajingan bresengsek kamu."
Semua caci maki Bella terlontar pada Dani yang masih mengunci pergerakannya. meskipun Bella meronta-ronta ingin dilepaskan. namun pegangan Dani semakin bertambah kuat.
"Aku tidak akan melepaskan mu, sebelum kamu berhasil mengingat siapa aku yang sesungguhnya." ucap Dani dengan tatapan tajam yang terpancar dari kedua mata elang nya.
"Tapi aku benar-benar tidak ingat sama sekali tentang siapa dirimu yang sesungguhnya." Teriak Bella kedua air matanya sudah membanjir.
"Tatap mataku Bella, tatap aku."
Suara teriakan Dani semakin keras, hingga membuat Bella terlonjak kaget. perlahan wanita itu mengangkat kepalanya, membalas tatapan tajam itu dengan takut-takut.
"Mata ini, tatapan tajam namun tersa hangat dan terlihat begitu banyak menyimpan duka dan kesedihan. ya tatapan milik laki-laki yang pernah aku sakiti. Dani." Bella perang bathin dengan perasaan yang berkecamuk.
"Dani."
Kata itu terlontar begitu saja dari bibir Bella yang terlihat takut, dengan rasa tidak percaya. wajah tampan dan beringas ini Dani. yang dulunya lembut, baik dan tidak pernah berani untuk membentakknya seperti ini.
"Apakah kamu Dani?"
Ulang Bella memperjelas rasa penasarannya, namun wajah beringas itu terlihat tersenyum. meski terkesan meremehkan dan mengejek Bella.
"Bagus, aku senang Kamu perlahan bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit ingatan mu terhadap ku, laki-laki bodoh yang bisa kamu perlakuan sesukamu dulu." terang Dani.
"Jadi kamu benaran Dani."
"Ya Bella, kenapa kamu terlihat syok. apa kamu tidak menyangka aku masih selamat dalam kejadian naas tersebut. apa kamu merasa aku terlalu buruk untuk terus memperjuangkan cinta dan perasan ku yang terlalu percaya dengan kata-kata manis mu, bahkan aku masih mengharapkan kamu kembali padaku siang dan malam. aku selalu menunggu mu Bella. Dengan menatap foto dan membawa-bawa gelang kakimu ini. tapi apa? kamu tidak pernah sedikitpun peduli padaku." bentak Dani, dimana kedua sudut matanya juga mengeluarkan cairan bening dikedua sudut matanya yang tajam.
"Ma... maafkan aku, Dani. bukan maksud ku berbuat semua ini. tapi sudah perjalanan hidup kita yang membawa kita pada hubungan yang rumit seperti sekarang." ucap Bella dengan bibir bergetar.
"Kembali lah padaku Bella, kamu hanya menderita sama seperti ku. jika masih memaksakan diri untuk terus bersama Arya. dimana laki-laki bresengsek itu jauh lebih peduli istri mudanya ketimbang dirimu." ucap Dani seakan-akan mencemooh keadaan Bella.
__ADS_1
"Kamu salah Dani, aku bahagia bersama mas Arya. dan pernikahan mereka juga atas permintaan ku."
"Ha...Ha...jangan Mencoba untuk menipu diriku Bella, termasuk perasaan mu sendiri. karena pada dasarnya aku mengetahui semuanya." Teriak Dani.
"Itu bukan urusan mu Dani, aku mencintai mas Arya, dan akan terus memperjuangkan cinta dan hakku sebagai istri pertamanya." terang Bella berusaha tegar dihadapan Dani.
"Tidak akan aku biarkan kamu kembali pada Arya, kamu milikku Bella."
Dengan kasar Dani merengkuh tubuh Bella kedalam pelukannya, bibir nya mencium kasar bibir Bella. bahkan Dani sudah berhasil melepaskan pakaian yang melekat ditubuh Bella. termasuk penutup terakhir wanita cantik yang terus meronta-ronta, namun tenaganya kalah banyak oleh Dani.
Bella berhasil mencapai ponsel nya, dia langsung menghubungi Anggi, asistennya. namun tidak ada jawaban, begitu juga dengan suaminya Arya.
"Dani kamu telah menyakiti ku dengan cinta butamu itu?'" Ucap Bella disela-sela isak tangisnya nya.
"Aku tidak akan menyakiti mu, asal kan kamu bisa bersikap manis dan menerima kehadiran ku lagi Bella. aku janji bakal membahagiakan dirimu. lebih dari Arya yang telah menyakiti mu." bujuk Dani.
Bella menatap bola mata Dani, dia berusaha untuk mencari kesungguhan dari ucapan pria tampan namun terlihat bringas itu. dia menatap pancaran cinta yang besar, masih seperti beberapa tahun silam.
"Bagaimana Bella, kembali lah padaku seperti dulu lagi, dan tinggal kan Arya." ulang Dani.
"Baiklah Dani, tapi sebelum itu. aku ingin melihat Arya dan Bunga menderita dulu. mereka tidak boleh bahagia diatas penderitaan ku. apakah kamu bersedia membantu ku Dani." pinta Bella dengan wajah memelas nya.
"Apa yang bisa aku lakukan untukmu cantik?"
"Aku ingin mereka menderita, jika perlu buat mereka merasa sakit, sedih dan perasaan tidak dianggap sama seperti yang pernah aku rasakan selama ini, setelah itu aku siap lahir batin menjadi milikmu seutuhnya Dani."
"Baiklah Bella, demi cintaku yang besar dan tulus untuk mu. aku akan berusaha membantu." balas Dani.
"Terimakasih Dani.'
Bella memeluk hangat tubuh Dani, dia mersa ikut terbawa perasaan dan suasana. termasuk Dani yang lebih ahli dalam bercinta. meskipun sering berbuat kasar, bahkan beberapa kali telah menodai Bella secara paksa.
__ADS_1
"Dani, maafkan kesalahan ku selama ini. aku benar-benar bersalah dan tidak bermaksud membuat mu terluka." bisik Bella.
"Tentu Bella, bagiku memilikimu kembali sudah menjadi anugrah terindah dalam hidupku." balas Dani.
"Bagaimana caranya kamu bisa menemukan keberadaan ku kembali, bahkan mengetahui informasi yang paling pribadi dariku yang sembarangan orang tidak bisa mendapatkan dan mengetahui nya?" tanya Bella penasaran.
"Dari Anggi Bella, asisten pribadi mu."
Ucapan Dani yang berterus terang, membuat Bella syok. hampir Mata nya melompat saking kaget, jika tidak segera menguasai keadaan dirinya kembali.
"Maafkan aku Bella, kamu Jagan marah pada Anggi. dia terpaksa melakukan ini atas permintaan ku." terang Dani.
"Apa hubunganmu dengan Anggi?"
"Anggi merupakan adik kandung ku, Bella."
" Apa? jadi Anggi selama ini mengkhianatiku?"
"Ya Bella, kamu jangan membencinya. karena semua ini atas permintaan ku yang terus memaksanya untuk bekerja dan memberikan informasi tentang mu padaku." balas Dani.
"Baiklah, aku juga sadar. banyak kesalahan yang aku lakukan padamu Dani."
"Aku telah memaafkan mu dengan mudah, asalkan kamu menjadi milikku." tersenyum penuh arti menatap Bella.
"Ya Dani, aku sekarang milikmu."
"Sayangku, cintaku yang selama ini hilang telah kembali." Dani terlihat sangat bahagia, memeluk erat-erat tubuh Bella yang selalu dirindukan nya.
"Dani buktikan lah sedalam apa cinta mu padaku." bisik Bella.
"Cintaku besar Bella, kamu sendiri tidak akan sanggup untuk membalas cintaku yang besar ini."
__ADS_1
Dani sekarang mulai memperlakukan Bella dengan begitu lembut dan penuh perasaan cinta dan kasih sayang, tidak ada lagi terlihat Dani yang kasar dan beringas.
Bahkan Bella ikut terhanyut dengan perasaan, mereka yang dulu pernah saling menyatu, sebelum hadirnya seorang Arya ditengah-tengah hubungan mereka.