Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Rencana liburan


__ADS_3

Arya melirik jam dipergelangan tangan. kemudian dia berdiri merapikan pakaian kerjanya, bersiap hendak kembali untuk pulang. dengan langkah panjang dia berjalan menuju parkiran khusus untuk dirinya selaku CEO.


Sampai dirumah, nampak Bunga tengah sibuk membantu Cecilio mengerjakan tugas sekolah di ruang keluarga. perlahan hot Daddy itu menghampiri anak dan istrinya.


"Sore istri ku sayang," sapa Arya memeluk tubuh Bunga dari belakang. setelah itu giliran anaknya Cecilio.


"Rajin banget anak papi, nanti kalau udah besar pengen jadi Apa sih?"


"Pengen jadi pengusaha sukses, biar bisa gantiin papi." jawabnya polos, membuat Arya dan Bunga langsung tertawa mendengarnya.


"Kalau pengen jadi pengusaha sukses seperti papa, Cecilio harus terus rajin belajar dan nurut sama Mama, papi dan juga Oma." ucap Arya.


"Iya pi."


Jawab Cecilio melanjutkan Pelajaran nya, namun nampak jelas raut wajah Cecilio yang terlihat kurang bersemangat.


"Anak Mama, kenapa kok murung?"


"Cecilio kangen Mami."


Bunga dan Arya tercekat, mereka mengerti perasaan Cecilio yang sedang merindukan kehadiran Bella, yang masih menghilang.


"Cecilio sabar ya nak, nanti papa akan usahain untuk mencari Mami dan menyuruh nya untuk menemui Cecilio." bujuk Arya.


"Apa Mami tidak sayang dan kangen sama Cecilio?" mata Cecilio terlihat berlinang hendak menangis.


"Mami pasti sayang dan merindukan Cecilio juga, tapi saat ini Mami pasti sedang sibuk banget. papi yakin. Mami pasti akan kembali untuk mu nak." mengusap punggung Cecilio.

__ADS_1


"Pa, sekolah Cecilio ada liburan bareng, aku boleh ikut ngak?"


"Boleh banget, tapi biasanya ada wali yang harus menemani Cio."


"Cecilio akan ajak oma untuk liburan bareng nya, semoga saja oma mau."


"Baiklah, nanti papi akan nanya ke Oma secara langsung. semoga Oma bersedia dan mau untuk menemani Cecilio liburan." bujuk Arya, ampuh membuat anaknya itu kembali tersenyum ceria.


"Pi, Cecilio pergi ke kamar Oma dulu ya."


"Ya sayang." balas Bunga, sambil menatap punggung Cecilio yang berlalu menjauh masuk Kekamar Omanya.


"Sayang, kok natap punggung Cecilio dalam banget?" ucap Arya bersandar manja dipangkuan Bunga.


"Mas aku pengen punya anak juga."


Arya tercekat, mendengar penuturan istri kesayangannya. mengingat kembali hubungan ranjang mereka yang sangat membaik. tapi sampai sekarang belum juga membuahkan hasil. dia tahu Bunga pasti ingin juga merasakan indahnya me jadi seorang ibu.


Bunga terlihat sedang serius berfikir, sambil sesekali memejamkan matanya. untuk mencari ide ataupun solusi dari permasalahan yang tengah mereka hadapi.


"Sayang, bagaimana dengan ide liburan Bulan madu kita?"


Arya, duduk agak lebih merapat ke tubuh Bunga, sambil menatap wajah cantik yang tidak pernah membuat nya bosan dan selalu ketagihan dengan tubuh indahnya.


"Apa mas yakin dengan cara itu kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan?"


"Sepertinya yang mas katakan barusan, kita hanya bisa berdoa dan berusaha. mungkin dengan kita kembali liburan, bulan madu lagi. pergi kesebuah pulau atau puncak yang paling indah. berharap pikiran kita berdua bisa rileks, tanpa terbebani dengan masalah pekerjaan dan runititas keseharian kita. sehingga dengan cara itu kamu akan segera hamil." terang Arya.

__ADS_1


"Aku sangat setuju dengan ide mu mas, dan aku akan mengikuti saja kemanapun itu, asalkan kamu selalu bersamaku." tersenyum manis menatap wajah tampan Arya yang juga tersenyum kearahnya.


"Aduh senyuman suami tampan ku ini, selalu membuatku luluh dan bertambah menyukai nya. dan dia selalu berhasil membuatku terbang melayang, aku tidak pernah menyesal menjadi istri mu mas." pikir Bunga menatap lekat wajah tampan Arya.


Sore itu, kedua pasangan suami-istri mulai sibuk menentukan tempat bulan madu terindah dan romantis mereka, sambil berharap kali ini mereka berhasil menghadirkan seorang bayi cantik atau tampan.


"Suamiku sebaiknya kita pergi berlayar menaikii kapal termegah ini saja, aku ingin mengukir sejarah cinta kita disana. dan mengunjungi sebuah bukit cinta yang terdapat di pulau terpencil yang sering dikunjungi pasangan bulan madu. dimana setiap pasangan akan menuliskan harapan dan keinginan mereka. dan menempelkan pada salah satu didinding menara disana. setelah pulang dari sana, biasanya keinginan setiap pasangan akan terkabul. meskipun itu hanya menurut mitos yang beredar disana." ucap Bunga antusias sambil membolak-balik brosur rekomedasi tempat liburan yang diberikan oleh Reno dikantor sebelum Arya pulang kerja.


"Sayang, kamu percaya mitos itu?" tanya Arya, Bunga menggelengkan kepalanya pelan, dan terlihat ragu antara percaya dan tidak sama sekali.


"Semua sudah diatur oleh yang diatas, tapi tidak ada salahnya jika kita berusaha untuk mencoba." balas Bunga.


"Baiklah aku setuju dan mengikuti pendapatmu saja." Arya bergelayut manja di lengan istrinya, seperti adik laki-laki yang ingin bermanja-manja dengan sang kakak. aroma tubuh istrinya yang selalu ampuh membuat perasaan nya tenang dan nyaman.


***


Paginya, Arya menyuruh asisten kepercayaan nya Reno untuk mengurus semua tentang liburannya indahnya bersama sang istri, begitu juga dengan Cecilio yang juga ikutan liburan dengan teman-teman sekolahnya yang ditemani oleh kedua neneknya, Mama Sinta dan mamanya Bella. mereka berdua bekerjasama untuk membuat Cecilio untuk selalu ceria dan bahagia.


Reno tidak tanggung-tanggung, dia berusaha untuk mencari tempat-tempat romantis yang akan dikunjungi Arya dan Bunga nanti. karena Reno juga sangat berharap. kali ini, liburan mereka akan berhasil mewujudkan keinginan pasangan ini.


Setelah semua beres, diurus oleh Reno. malam hari nya Bunga dan Arya mulai berkemas keperluan pribadi mereka masing-masing, mengingat mereka merencanakan liburan selama sepuluh hari disana. dan masalah pekerjaan. Arya menyerahkan semuanya pada asisten Reno dan sekretaris nya.


Perjalanan panjang ini, membuat Bunga terlihat sedikit gugup, meskipun ini pengalaman kedua baginya, menempuh perjalanan jauh keluar negeri setelah pengobatan Cecilio ke amerika dulu. bahkan Bunga sedikit banyak sudah mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris. karena Arya begitu perhatian dan tulus membantu dan mendampingi sang istri dalam belajar.


"Sayang, kamu kok terlihat gugup?" Arya menggenggam tangan Bunga yang terasa dingin. perlahan dia menarik tubuh itu kedalam pelukannya.


"Ya mas, aku sangat bahagia dan antusias sekali menyambut liburan kita kali ini." balas Bunga.

__ADS_1


Arya pun tersenyum mendengar penutura sang istri yang terlihat jauh lebih muda dan segar, dia menyandarkan kepalanya di bahu laki-laki yang telah membantu nya dan sangat bertanggung jawab terhadap dirinya,meskipun umur mereka terpaut jauh. tapi Bunga tidak pernah mempermasalahkan hal itu, bahkan sekarang Bunga lebih merasa kebahagiaan yang utuh dan bisa menjadi dirinya sendiri. karena sikap dewasa Arya tidak pernah menuntut nya, bahkan Arya terlihat lebih memanjakan dirinya.


"Aku begitu bersyukur mendapatkan dirimu mas." Gumam Bunga.


__ADS_2