Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Curahan hati Bella


__ADS_3

Bella dan Dani mulai menata kehidupan rumah tangga mereka yang baru, perhatian dan perubahan sikap Dani, lambat laun membuat hati Bella yang keras seperti batu. mulai melunak. bahkan rasa cinta mulai tumbuh kembali dihati Bella, hal yang sudah sangat lama dia kubur dalam-dalam untuk pria tampan ini.


"Pagi sayang."


"Pagi juga mas Dani."


" Ini semua kamu yang masak Bell?"


"Iya mas, aku juga udah siapin bekal untuk kamu pergi ke pabrik." Bella mulai sibuk menyiapkan sarapan dan bekal Dani, semenjak mereka berdua menikah.


Dani sekarang mersa memiliki keberanian untuk bekerja dipabrik lagi, yang merupakan satu-satunya peninggalan sang ayah, dia juga siap seandainya pihak berwajib menangkap dan memenjarakan nya. namun sudah sebulan berlalu. Dani mersa aman-aman saja, meskipun dia sempat berfikir, jika Arya mungkin saja sudah mencabut tuntutan nya atas kasus penganiayaan yang terjadi diapartemen dulu. termasuk perselingkuhan nya dengan Bella yang diketahui Arya dengan mata kepala sendiri.


"Wah, ternyata istri ku ini sudah pintar masak." puji Dani.


"Iya mas, semua ini berkat ajaran Mama mertuaku, yang begitu baik dan tulus ini." balas Bella melirik Mama mertuanya yang ikut tersenyum kearah Dani.


"Terimakasih ya ma."


Pagi yang cerah ini, mereka menikmati sarapan dengan kehangatan dalam kebahagiaan Rumah tangga yang sudah lama tidak dirasakan Bella, selesai sarapan Dani pun bersiap pergi bekerja.


"Dada....Mas, hati-hati ya."


Bella berjalan keluar Rumah, ikut mengantar mas Dani sampai teras utama, dan kembali Kekamar untuk istrahat, sedangkan Mama mertuanya, pergi kepasar tradisional terdekat, yang tidak terlalu jauh dari Rumah mereka.


"Mendingan, aku nulis curahan hatiku dalam diary kecil ini," Gumam Bella berjalan menuju laci dan mengeluarkan sebuah buku kecil yang tersimpan didalam nya.

__ADS_1


Dalam kesunyian, karena durumah ini hanya ada dirinya sendiri, Bella mulai menulis isi hatinya saat ini.


...***...


"Dulu kebahagiaan rumahtangga ku begitu indah, dengan mas Arya suamiku, termasuk anak kami yang sangat tampan dan lucu Cecilio kecilku. namun semua itu tinggal kenangan. semua ini salahku... yang begitu ingin dan terobsesi menjadi seorang model, sehingga membuat lupa diri dengan kodrat ku yang sesungguhnya, yaitu sebagai seorang istri dan ibu yang baik.


Bahkan disaat suamiku mas Arya kecelakaan, dan Cecilio juga butuh sosok seorang ibu. aku malah tergoda dan terlena oleh dunia dan kehidupan ku sendiri, bahkan bersenang-senang dengan teman-teman ku, padahal saat itu suamiku sangat membutuhkan ku, beberapa kali mas Arya sempat protes dan mengutarakan keberatan nya dengan sikap ku. namun aku bukanya luluh, tapi malah mencarikan seorang istri untuk nya.


Saat itu, aku berfikir mungkin dengan ada yang merawat dan memperhatikan dirinya dan Cecilio, mas Arya tidak akan protes lagi dengan kesibukan ku, aku juga berfikir jika dia tidak akan pernah bisa jatuh cinta pada istri mudanya. dan hanya akulah yang dicintainya.


Dugaan ku salah, mas Arya malah jatuh cinta pada Bunga, pelayan yang aku bujuk untuk menjadi istri kedua nya. bahkan dia sembuh dan kembali bersemangat menjalani harinya, semenjak saat itu aku tersadar, jika aku telah kalah dan salah dalam mengambil keputusan. sebelum aku kehilangan semuanya, aku kembali memperbaiki diri dan berusaha agar mas Arya kembali balik menyayangi ku dan menjadikan aku satu-satu wanita dihatinya kembali.


Usahaku selalu gagal, karena Bunga sangat pintar mengambil hati suami ku, anakku dan Mama mertuaku. dalam keterpurukan ku. laki-laki masa lalu ku kembali muncul. Mas Dani, yang membuat kehidupan rumahtangga ku ikut hancur, bahkan aku sudah ditalak oleh mas Dani gara-gara kehadirannya. namun ini juga salahku dimasa lalu, sehingga mas Dani ingin balas dendam dan berebut ku kembali dari mas Arya.


Sekarang aku bisa apa? selain menerima dan menjalankan kehidupan ku yang baru sebagai istri mas Dani, tanpa aku sadari. seiring berjalannya waktu aku mulai jatuh cinta pada mas Dani, bahkan sekarang aku sudah kembali tersenyum bahagia. sedikit banyak posisi mas Arya sudah tegeser dihatiku.


Mas Arya,


maafkan aku yang telah gagal menjadi istri yang baik untuk mu, saat ini aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan mu mas, bersama Bunga, semoga Bunga cepat kembali hamil. aku menyesal....menyesal sekali karena telah membuat Bunga dulunya kehilangan calon bayinya, seandainya waktu dapat diulang kembali, aku tidak ingin hal itu tidak pernah terjadi pada Bunga.


Bunga,


Maafkan aku Bunga. yang juga ikut membuat masa depanmu yang indah hancur....hu...hu...aku minta maaf.


Cecilio sayang....,

__ADS_1


Mama sangat merindukan mu nak. maafkan Mama sayang, karena keegoisan Mama semua kebahagiaan kita dulu jadi hancur. Mama janji suatu saat Mama akan kembali demi kamu sayang.


Cecilio anakku....miss You, muuaachh. peluk cium dari Mami sayang.


Cecilio, seandainya suatu saat Mami sudah tidak ada lagi disamping mu, tolong maafkan kesalahan Mami nak, Mami sesungguhnya sangat menyayangi dan mencintai mu. tetap lah menjadi anak yang kuat dan membuat Mami dan papi bangga dan bahagia.


Bella tersenyum lega, setelah menuliskan isi hatinya dilembaran demi lembaran kertas putih bersih itu, dia kembali menutup diary kecil dan menyimpannya dibalik bantal. rasa dingin karena diluar tiba-tiba sedang hujan lebat, membuat Bella mengantuk, dia menguap beberapa kali, dan tertidur pulas sambil memeluk guling.


Dalam tidur nya, Bella langsung Menuju alam mimpi. dimana dia sudah melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik, yang merupakan anaknya bersama Dani.


Ditengah-tengah kebahagiaan nya itu, Arya dan Bunga datang memberikan selamat atas kelahiran putri mungilnya dengan Dani. bahkan Bunga dengan senang nya mengambil bayi mungil Bella dan menimang-nimang nya dengan penuh kasih sayang seorang ibu, seperti layaknya dia memperlakukan Cecilio dulunya.


"Mbak Bella, boleh ngak bayimu ini, aku yang urus?" pinta Bunga dengan wajah memelas dan penuh pengharapan.


Bella sempat tercekat, dia menatap bola mata Bunga untuk melihat kesungguhan Ucapan madunya dulu.


"Kenapa Bunga, apa tidak sebaiknya kamu hamil lagi, anak dari hasil buah cinta kalian berdua. yang tentunya akan jauh lebih indah dan sangat membahagiakan, dari pada anak orang lain?" tanya Bella.


"Tapi mbak, semenjak aku keguguran dulunya. aku susah untuk kembali hamil." Bunga tiba-tiba mengusap air matanya.


"Bunga, maafkan mbak...., ini semua gara-gara mbak...hu...hu..." Bella membawa tubuh Bunga Kedalam pelukannya mereka berdua menangis sedih.


"Tapi aku bolehkan mengambil bayimu untuk aku rawat seperti anakku sendiri?" Bunga kembali mengulangi kata-katanya. tidak ada jawaban dari bibir Bella, karena dia juga sangat menyayangi bayinya, bahkan dia sudah bertekad untuk berubah menjadi istri dan ibu yang baik buat Dani dan anak-anaknya.


Bella tiba-tiba terbangun, keringat dingin membasahi kulit putih bersih nya.

__ADS_1


"Bertanda apakah mimpku ini?"


Bella bangkit, ketika mendengar suara lantunan adzan yang sangat merdu, dia berwudhu dan shalat. meminta agar semua tetap baik-baik saja sesuai harapan nya.


__ADS_2