Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Kekesalan Vira


__ADS_3

"Aaaaawww... astaghfirullah, bapak ngagetin aja." Teriak Vira spontan, ketika membalikkan badannya, Ardian tiba-tiba berdiri dibelakang nya dengan jarak yang sangat begitu dekat.


"Kamu lagi menghubungi Siapa sih? kelihatannya serius banget. atau jangan-jangan kamu sudah berselingkuh dariku ya." Ardian menatap lekad wajah Vira yang terlihat masih mengatur pernafasan nya karena kaget barusan.


"Maksud bapak berselingkuh bagaimana? memangnya kita memiliki hubungan khusus selama ini, aku merasa kita hanya sebatas mahasiswi dan dosen saja, tidak lebih." terang Vira.


"Ooo begitu ya, seperti nya aku harus mengembalikan ingatan mu tentang permintaan mu yang ingin menjadi pacarku." Ardian yang terlihat mulai kesal, menarik sebelah tangan Vira, berjalan menuju ruangan pribadi nya.


"Pak lepaskan, aku bisa berteriak kencang. agar semua orang melihat perbuatan bapak ini." ancam Vira.


"Terserah, aku tidak peduli. kamu lupa ya jika kampus bergengsi ini milik keluarga ku?" bentak Ardian yang langsung membuat Vira mati kutu.


Sampai diruangan nya, pintu terkunci otomatis. yang hanya bisa dibuka oleh Ardian. Vira mundur beberapa langkah, menyesali kecerobohan dan kebodohan nya yang selalu berhasil menjebak dirinya sendiri.


"Tamat riwayat ku sekarang, dosen mesum ini seperti ingin memakan ku mentah-mentah." guma Vira yang terus mundur, hingga kakinya terbentur sisi sofa yang langsung membuatnya jatuh keatas Sofa empuk itu. sehingga membuat rok gadis cantik itu sedikit tersingkap naik Keatas.


"Wah....wah, benar-benar pemandangan yang sangat menggiurkan." Gumam Ardian yang sengaja ingin mengerjai Vira yang terlihat mulai ketakutan.


Ardian tersenyum, dia tidak ingin melewatkan kesempatan berharga ini. ditambah lagi sikap Vira yang terkadang susah ditebak. Ardian ikut menjatuhkan dirinya di sofa, lalu mendidih tubuh Vira yang kaget, tidak menyangka Ardian akan berbuat seperti ini.


"Bapak apa yang kamu lakukan, cepat minggir dari atas tubuhku." Vira berusaha mendorong Ardian, namun tenaganya kalah banyak, dari laki-laki tampan yang masih tersenyum kearahnya.


"Aku sudah pernah mengatakan, jangan panggil aku dengan sebutan bapak jika kita tengah berduaan seperti ini, cepat ganti panggilan mu layaknya panggilan sayang, yang diucapkan sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta." ucap Ardian yang semakin mendekatkan wajahnya Seolah-olah igin mencium bibir mungil Vira yang bergetar antara mulai bergairah dan terhanyut suasana.


"Aku tidak mau."


Vira berusaha mengumpulkan kesadaran nya, agar tidak terbawa perasaan.


"Bahasa tubuhmu sangat berlawanan sekali dengan bibirmu cantik," goda Ardian yang sontak membuat wajah Vira memerah.


"Bapak Please, tolong kita lupakan kejadian dulu, aku juga sudah minta maaf."

__ADS_1


"Tidak semudah itu sayang, kamu sudah mengacak-acak perasaan ku, dan dengan mudahnya kamu mengatakan agar aku memaafkan dan melupakan kejadian itu. tidak bisa sayang."


Ardian yang mulai kesal dan gairah nya juga terpancing melihat posisi Vira yang Seolah-olah menantangnya, bagaimana pun Ardian hanya lah laki-laki normal, begitu juga dengan Vira yang sesungguhnya mulai memiliki perasaan khusus terhadap dosennya itu, meskipun dia masih terlalu gengsi untuk mengakui semua ini.


Ardian semakin mendekatkan wajahnya, tidak ada jarak lagi diantara mereka. bahkan Vira bisa merasakan detak jantung dan hembusan nafas Ardian yang beraroma (jengkol .....) eh maaf, maksud nya wangi mint yang segar.


Vira tiba-tiba memejamkan matanya, ketika merasakan benda kenyal dan manis itu mendarat dibibir nya, dan sesuatu yang tersa mengeras dan menonjol dibalik celana Ardian. yang Vira sudah sangat paham benda itu, karena dia sudah pernah menonton Film dewasa.


Ciuman Ardian makin lama makin memabukkan, dia terus memperdalam ciumannya. dan memberi jeda untuk Vira mengambil nafas beberapa detik, dan kembali melanjutkan nya. tanpa disadarinya, Vita terhanyut perasaan, dia juga mulai membalas ciuman dan rangkulan Ardian.


***


Bunga yang baru selesai menikmati percintaan panjang bersama suami tercintanya Arya, mengambil ponsel nya yang tadi terdengar bergetar dan ada panggilan masuk.


"Ada apa sayang?"


"Ini mas, Vira tadi telpon." ucap Bunga yang hendak meletakkan ponselnya kembali keatas nakas.


"Iya juga mas."


Bunga kembali mengusap layar ponsel nya, mencari daftar kontak sahabatku. deringan ketiga ponsel belum juga diangkat. Bunga pun kembali mengulang panggilan nya.


Sementara Ardian dan Vita terkaget dengan suara getar ponsel yang keras, mereka pun menyudahi ciuman panasnya, berusa menetralkan kembali gairah dan detak jantung mereka yang saling mulai berpacu.


Vira mengusap bibirnya, dan kembali duduk dengan normal sambil melirik latar ponselnya yang kembali bergetar, tertera nama sahabat ku Bunga dilayar ponsel yang tengah menghubunginya.


"Ha... hallo Bunga, a...apa kabar."


Suara Vira terdengar masih ngos-ngosan, bahkan dia juga terbata-bata menjawab telpon Bunga.


"Kabar aku baik Vira, Oya kamu lagi dimana sekarang. kenapa suaramu terdengar bergetar, seperti orang habis bercinta saja. ayo.... jangan-jangan kamu nonton Film yang begituan lagi Ha...Ha..." ledek Bunga tertawa lepas sambil membayangkan bagaimana bentuk wajah Vira yang lagi nonton video bokeb sekarang.

__ADS_1


"Jahat lu Bunga, mentang-mentang udah punya suami. jadi kamu bisa seenaknya mengejekku." balas Vira sewot.


Ardian yang semula diam duduk disamping Vira, tiba-tiba terbatuk. sehingga terdengar jelas oleh Bunga diseberang sana. Bunga kaget dan mengira-ngira Vira lagi sama siapa. sedangkan Vira langsung meletakkan jari telunjuknya dibibir agar Ardian diam.


"Hallo vir...Vira halllo." ulang Bunga ketika sahabatnya itu tiba-tiba terdiam.


"I... Iya hallo Bunga."


"Bunga kamu lagi sama siapa sih, ayo ngaku. jangan-jangan kamu lagi berduan sama pak Ardian lagi he....he...," Bunga mersa begitu puas jika membuat Vira mersa kesal dan malu. namun Bunga tidak akan berani seperti Itu jika langsung berhadapan dengan Vira maupun Ardian.


"Bunga, kamu benar-benar keterlaluan ya sekarang. puas kamu meledek ku." Teriak Vira dengan muka memerah.


"Ih, galak amat sih. okey maaf deh, aku ngak bakal ngekedekin sahabat terbaikku ini lagi. suer." mengajar jarinya keatas.


"Coba aja kalau kamu ingkar janji, aku bakalan ngambek benaran lho." ucap Vira.


"Iya...Iya, tapi ngomong-ngomong kamu lagi dimana, dan suara siapa yang batuk Barusan?" ucap Bunga yang masih kepo.


"Dikampus, dan disini rame dan bisa saja teman-teman kita yang lain batuk." elak Vira.


"Ooo gitu ya."


"Emang iya, Bunga kamu aneh ya sekarang. ngak biasanya kamu kepo gini." terang Vira.


Melihat istrinya yang asyik ngobrol dengan sahabatnya, Arya ikutan mengusap layar ponselnya sendiri yang terdapat banyak panggilan dari Ardian. sehingga Arya juga langsung mendial No Ardian dari ponselnya.


"Hall Arya," jawab Ardian spontan mengangkat panggilan dari Arya yang juga kedengaran oleh Bunga, membuat dia tertawa lepas.


"Vira, sekarang kamu ngak bakalan bisa ngeles lagi. kamu lagi berduan dan kencan sama dosen Kita itu Ha...Ha...."


"Bungaaaaa..." Teriak Vira kesal.

__ADS_1


"Eeeits, njangan marah Sayangku. justru aku sangat bahagia sekali jika itu benaran. karena menurutku kalian pasangan yang sangat cocok dan serasi." terang Bunga sambil tersenyum bahagia.


__ADS_2