
Perlahan Bella membuka matanya, meskipun masih tersa pusing dikepala nya dan perih dibagian pipi sebelah kanan, bekas pukulan dari Dani.
"Aku dimana? aduhhh...... perih."
Bella mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan kamar yang tidak dia kenal sama sekali keberadaan nya saat ini. perlahan dia bangkit. membuka gagang pintu yang sudah terkunci rapat dari luar. seiring ingatan nya tentang kejadian yang menimpa dirinya yang dipukul dan diculik Dani semalam.
"Mas Arya, bagaimana kondisi nya sekarang?"
Bella berusaha mencari-cari ponselnya, termasuk membolak-balik sepray dan seisi kamar. namun dia tidak menemukan apapun alat komunikasi untuk dia meminta pertolongan, termasuk meminta pertolongan untuk Arya. yang dikira Bella masih berada di apartemen Anggi.
"Semoga tidak terjadi sesuatu pada suamiku, mas Arya. maafkan aku, gara-gara perbuatan dan dendam cinta butanya, Dani tega menyakiti mu dan diriku, mas Arya maafkan aku mas hu...hu...."
Tubuh Bella merosot menangis dilantai, ruangan yang sepi itu hanya diisi isakan tangis Bella. cukup lama dia menangis. tanpa sadar Bella ketiduran meringkuk memeluk tubuhnya dilantai yang cukup dingin diiringi dengan cuaca yang tidak bersahabat.
"Ddduuaarr..... ddduuaarr..."
Suara petir yang terdengar begitu keras dan sangat jelas, membuat Bella terlonjak kaget, seiring dengan deru ombak yang terdengar begitu kencang.
"Aku dimana sekarang?" rasa penasaran membuat Bella bangkit, berjalan mendekati jendela kaca. menyibak tirai gorden yang menghalangi pandangan matanya, dari ketinggian lantai dua kamarnya. Bella dapat dengan jelas melihat pemandangan sekeliling tempat keberadaan nya.
Hamparan laut lepas, yang menandakan jika mereka tengah berada disebuah Rumah yang terdapat perbukitan yang menghadap ke pantai. sedang sisi kiri dan kanan dikelilingi dengan hutan belantara. suara bunyi binatang liar dan suara burung, membuat Bella bergidik ngeri. dengan cuaca alam yang mendung diiringi bunyi petir yang saling bersahut-sahutan.
"Dani benar-benar gila, dia menculik dan menyembunyikan aku sampai ketempat sejauh ini. bagaimana caranya untuk ku bisa pergi dan bebas dari sini?" Gumam Bella.
"Ha...Ha...aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan, Bella tidak mudah bagimu untuk kabur dari tempat ini." ucap Dani yang tiba-tiba muncul dibelakang Bella yang kaget begitu mendengar suara Dani.
__ADS_1
"Kamu jahat Dani, aku tidak menyangka kamu bisa berubah menjadi seperti ini, Please aku ingin Dani yang dulu, lembut dan baik hati." Bella berusaha melunak.
"Bella, apa kamu lupa. jika yang merubah aku menjadi jahat seperti ini adalah kamu sendiri."
"Aku minta maaf Dani, aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti dirimu. maafkan aku Dani." ulang Bella.
"Semuanya sudah terlambat Bella, aku bukan Dani yang dulu lagi. laki-laki bodoh yang mudah tertipu dengan janji-janji Manis mu." wajah tampan Dani kembali berubah beringas menatap tajam Bella.
Tatapan tajam Dani, membuat Bella perlahan mundur selangkah demi selangkah. tanpa Bella sadari dibelangkang nya terdapat pintu jendela kaca yang terbuka lebar.
"Aaaagghhh..."
Bella hilang keseimbangan, refleks Dani memegangi sebelah tangan Bella yang hampir jatuh dari lantai dua. Bella benar-benar ketakutan dan panik, dia tidak sanggup untuk melihat kebawah. bagaimana nasibnya jika sampai dia jatuh kebawah.
Melihat wajah takut dan panik Bella, Dani tersenyum jahat. dia terlihat sangat puas melihat wajah Bella saat ini.
" Dani aku takut...cepat tolong aku hu...hu..." Bella menangis ketakutan.
"Memang kamu masih berguna untuk hidup?" ejek Dani kembali tersenyum senang, Melihat Bella yang berusaha untuk mempertahankan tubuhnya yang hanya berpegang pada sebelah tangan Dani.
"Dani aku mohon, aku tidak ingin mati sia-sia hu...hu..."
"Percuma Bella, hidupun kamu tidak akan pernah memilih ku. melainkan Arya terus yang ada di hatimu. bahkan dia berhasil menggeser posisi ku dihatimu." jawab Dani marah.
"Aku minta maaf Dani, maafkan aku." ucap Bella.
__ADS_1
"Lihatlah kebawah Bella, batu karang itu seakan siap menanti tubuh mu, termasuk ombak besar yang siap mengulung tubuhmu, bayangkan lah. jika pegangan ku ini terlepas. otomatis kamu akan terguling-guling jatuh sampai kesana. Ha.....Ha....aku tidak sanggup membayangkan bahwa bentuk tubuh indahmu ini jika sudah berada disana."
"Tidak....tidak Dani, jangan lepaskan aku...tolong aku Dani hu...hu...." namun percuma usahanya untuk membujuk Dani agar menyelamatkan dirinya, perlahan Bella merasa tubuhnya jatuh melayang kebawah. seiring dengan Dani yang melepas kan pegangan tangannya. sambil tersenyum puas menyeringai.
Bella memejamkan mata, dia tidak sanggup membayangkan bagaimana tubuhnya akan hancur jatuh kebawah. seiring tubuhnya yang jatuh melayang di udara.
"Bunga, mas Arya, Mama papa dan anakku Cecilio. maafkan Mama." Gumam Bella yang sudah tidak ingat apa-apa lagi.
Dirumah sakit, Arya masih terbaring koma. dia kehilangan cukup banyak darah. laporan tentang menghilang nya Dani, Anggi dan Bella sudah sampai ke pihak yang berwajib. meskipun polisi masih melacak keberadaan ketiga orang yang langsung menghilang bagaikan ditelan bumi.
Cecilio kecil halnya bisa menangis, melihat ayah yang terbaring koma, dan Mami yang sangat dirindukan nya juga ikut menghilang. bocah itu memeluk Bunga sebagai ungkapan kesedihannya.
"Mami...Mami dimana, Cio kangen Mami hu...hu..."
"Cecilio sayang, kamu yang sabar ya nak. Mama yakin Mami pasti kembali dan papa Cecilio juga bakal sembuh." bujuk Bunga.
"Cecilio takut mami bakal kenapa-napa ma. semalam Cecilio mimpi jika mami jatuh hu....hu...." bocah itu mengeratkan pelukannya.
"Sayang tenang nak, Mami ngerti perasaan Cecilio sekarang. tapi kita harus bagaimana lagi nak, selain berdoa semoga kami tidak kenapa-napa dan segara kembali pulang. begitu juga dengan papa Arya. semoga dia segera sadar." bujuk Bunga.
"Iya Mama."
Cecilio bangkit, berjalan menuju kamar mandi. dia berwudhu dan sholat. Bunga tersenyum senang melihat anak sambungnya itu mulai rajin sholat, Bahkan dia sekarang juga sudah mulai hafal dengan ayat-ayat suci Al quran berkat ajaran dan asuhan dari Bunga. hal inilah yang membuat Arya senang dan bangga pada istri nya Bunga, sesuatu yang tidak pernah mereka dapatkan dari Bella.
Cecilio mengangkat kedua tangannya, sambil terisak-isak bocah imut dan tampan itu mulai berdoa dengan khusyuk nya.
__ADS_1
"Ya Allah, ampunilah dosa Mami dan papi Cecilio ya. lindungi dan sayang mereka berdua. ya Allah buat Mami kembali pulang. Cecilio sayang Mami..... Cecilio juga tidak pernah marah atau membenci Mami... meskipun dia jarang ada waktu untuk Cecilio.....,begitu juga papi. Cecilio rindu mereka berdua. amiiin."
Bunga terharu melihat kepolosan anak yang tidak berdosa itu, bahkan dia ikut mengamini doa-doa yang dipanjatkan Cecilio.