
"Pria ini, ya dia adalah laki-laki selingkuhan Bella. laki-laki bresengsek yang menghancurkan kehidupan rumahtangga ku, dan kebahagiaan Cecilio.'"
Seketika ingatan Arya berputar pada masa buruk yang telah dialami, tangannya seketika mengepal, ingin menghajar Dani yang terlihat begitu panik.
Dani terus menggedor-gedor kaca mobil Arya, dengan wajah cemas dan ketakutan. rasa marah dan penasaran membuat Arya seketika turun dari mobilnya, membuat semua terpana, seorang laki-laki gagah dan tampan turun, yang membuat semua syok melihat kedatangan Arya, mantan suami dari Bella.
Bella yang semula terus merintih kesakitan, seakan lupa dengan apa yang sedang dia rasakan saat ini, mulutnya terbuka. meskipun air Mata tidak kunjung berhenti membasahi wajah cantiknya.
"Mas Arya." ucap Bella disela-sela kesakitan nya.
Dani mundur beberapa langkah kebekang, namun seketika dia kembali tersadar. begitu juga dengan Arya.
"Ka... kalian?"
"Arya maafkan kesalahanku dan Bella, aku siap dengan segala resiko dan hukuman yang akan kau tuntut atas kesalahan ku, tapi tolong...tolong kami, Bella saat ini tengah kesakitan. dan mobilku tiba-tiba ikutan mogok." terang Dani.
Arya melirik kedalam mobil, nampak Bella merin kesakitan dengan darah yang sudah membasahi tubuhnya. seketika kemarahan Arya meluntur, bahkan dia tidak sejarah semula.
"A... ayo cepat pindah kedalam mobilku, kita tidak mempunyai banyak waktu lagi." terang Arya ikutan panik. melihat mantan istri nya yang sudah tidak berdaya.
"Syukurlah nak Arya, kamu datang tepat waktu." ucap ibu mersa lega.
"Iya Bu, aku kebetulan lewat. dan melihat Dani menghentikan kendaraan lain." terang Arya.
"Iya, mobilku tiba-tiba mogok." mereka pun segera memindahkan Bella, Arya segera melajukan mobilnya, sementara Dani mengambil alih duduk sambil memeluk tubuh Bella.
"Sayang, bertahan lah demi aku, Cecilio dan bayi kita." bisik Dani saat melihat Bella yang sudah semakin lemah.
"Iya mas, aku mencintaimu, Cecilio dan bayi kita. mas jika seandainya aku telah tiada. aku titipkan bayi kita. tolong kamu rawat dan sayangi bayi kita nantinya." ucap Bella pelan.
"Tidak....tidak...tidak sayang, aku tidak mau kehilanganmu. aku sangat mencintaimu Bella, bertahan lah." Dani terus mengeluarkan air matanya, ibu dan Arya. yang ikut terharu mendengar kata-kata Bella.
"Mas Arya, maafkan kesalahan ku mas, aku wanita yang tidak pantas menjadi istri mu, semoga kamu bahagia dengan Bunga, aku titipkan Cecilio mas. anak kita."
__ADS_1
"Jangan berbicara seperti ini Bella, bertahanlah. ingat saat ini Cecilio masih sangat merindukan maminya, bahkan dia selalu berpesan dan bertahap agar aku pulang membawamu utuk kembali pulang bertemu dengan nya."
"Benarkah mas, Cecilio anakku sayang. maafkan Mami nak hu...hu..."
Mobil Arya sudah memasuki salah satu rumah sakit besar dikota itu, Bella segera mendapatkan pertolongan. namun dia kehilangan banyak darah. sehingga membutuhkan transfusi darah secepatnya.
"Tolong dokter, lakukan yang terbaik untuk istriku. berapapun akan saya keluarkan asalkan istriku dan bayi kami bisa selamat." ucap Dani cemas dan terlihat sangat panik.
"Iya pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin, untuk istri bapak." ucap dokter.
Bella harus segera dioperasi, selama proses berlangsung. Dani terus mondar-mandir didepan pintu ruangan itu, sambil sesekali mengusap wajahnya kasar, menandakan bahwa dia terlihat begitu Bingung dan panik. hingga tanpa sadar tubuh Dani lesu bersandar pada dinding ruangan operasi, tiba-tiba merosot kelantai.
"Ya Tuhan Selamat Bella istri ku."
Sementara ibu, lebih memilih duduk dan menangis dibahu Arya, pria itu terus membujuk dan menenangkan ibu mertua, dari wanita yang pernah dicintainya.
Pintu ruangan operasi terbuka Dani langsung berdiri dengan wajah berbinar-binar bercampur cemas, berjalan mendekati dan menghadang dokter yang berjalan keluar dari ruangan itu.
"Bayi bapak, lahir dengan prematur, dan maaf kami tidak bisa menyelamatkan nyawa nya, dia berjenis kelamin laki-laki, sementara ini istri bapak masih koma. sebaiknya kita berdoa sja semoga dia bisa melewati masa kritisnya." terang dokter.
"Istriku koma?"
"Anakku meninggal, dalam kandungan. ya Tuhan apakah ini termasuk pembalasan dari kesalahan kami dahulu nya." Dani langsung masuk mendekati Bella yang terbaring, dia kembali ambruk dan menangis dibawah ranjang perawatan itu. dia tidak sanggup melihat wanita yang dicintainya itu terbaring tidak berdaya.
"Kita harus sabar dan berdoa nak, semoga Bella segera sadar." bujuk ibu. mengusap-usap punggung Dani.
" Tidak Bu, ini kesalahan ku. dan mereka berdua yang menanggung nya."
"Dani, jangan menyalahkan dirimu terus-menerus nak, ini sudah jalan nya." bujuk ibu.
Tangis Dani tidak pernah berhenti, ketika melihat bayinya yang harus dimakamkan, dia tidak sanggup membayangkan bagaimana reaksinya Bella ketika dia sadar nantinya.
"Bayiku Sayang." tangan Dani terjulur mengangkat tubuh kecil itu, semangat dan kekuatan seakan hancur, ketika melihat dan mencium bayi yang tidak berdosa itu.
__ADS_1
"Sayang, kita sama-sama berdoa ya. semoga bunda diberikan mukjizat dan segera sadar. meski kamu tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif dan bersama-sama kami nantinya." ucap Dani dengan air mata yang kembali menetes.
Dalam komanya, Bella seperti memasuki sebuah lorong panjang, tubuhnya tersa ringan ibarat kapas. berputar dan terus berputar. hingga tubuhnya terhempas di suatu tempat yang tidak dia ketahui.
"Dimana aku.?" ucap Bella mpsambil memperhatikan sekeliling yang tersa asing.
"Apa aku telah meninggal?" Bella terus bertanya-tanya. hingga sebuah suara yang sangat dikenalnya mendekat.
"Mami."
" Anakku."
Bella berjalan mendekati asal suara kecil dan sangat lembut, hingga senyum mengembang ingin memeluk bayangan didepannya.
"Anakku."
"Mama."
"Kesini sayang."
"Kembali lah mama, ini bukan tempat mu." ucapan anak laki-laki membuat Bella tersadar, dan dia seperti mendengar suara orang yang melantunkan surat suci Alquran. suara yang sangat dikenalnya. suara Arya dan ibu.
Bella juga mendengar suara orang yang menagis, sambil menyebut namanya, Dani dan meminta pria itu untuk tetap tabah dan kuat. pria yang selama ini begitu dicintai Bella setelah suami Arya.
Bella mersa kembali terbang, memasuki lorong itu kembali. na dia tidak bisa menggerakkan Tubuhnya, semu tersa kaku dan sangat dingin. jangan kan tubuh, mata dan jari-jari nya tersa kaku dan dingin.
Terdengar bisikan suara ibu, yang meminta Bella untuk mengikuti ucapan nya, dan meminumnya mengucapkan kalimat-kalimat ilahi dan syahadat.
Dengan susah payah Bella mengikuti ucapan ibu, kalimat ilahi yang tersa begitu sejuk dan nyaman diucapkan, meskipun lidahnya tidak bisa digerakkan lagi. namun Bella bisa mendengar dan mengikutinya.
"Dokter tolong istriku dia kejang." teriak Dani.
Tim dokter yang menangani Bella masuk, memeriksa kondisi mantan model terkenal itu. sambil menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1