
Perjalanan panjang, membuat Bunga tertidur. karena dia merasa kedinginan saat pesawat terbang yang membawa mereka mencapai titik tertinggi. sehingga Bunga merasa pusing. dengan memejamkan dan tidur membuat nya bisa menghilangkan rasa itu. termasuk aroma tubuh suaminya ampuh membuat nya nyaman.
Melihat tingkah istri kecilnya itu, Arya mengulum senyum. sambil mengelus-elus pelan kepala Bunga dengan penuh kasih sayang dia menyelimuti tubuh sang istri. lalu mencium sekilas kening Bunga yang sudah tertidur pulas.
"Bunga istri imutku, tingkah polos dan lucumu itu yang sangat sesuai dengan umur mu yang masih terlalu muda untuk mendampingi ku, membuatku selalu ingin tertawa dan tersenyum senang. aku berharap kita akan selalu bisa bersama selamanya. tanpa ada yang menghalangi cinta kita ini," bisik Arya yang membuat Bunga tersenyum, meskipun matanya terpejam.
Bunga merasa enggan untuk membuka mata, ketika tangan kekar Arya berusaha membangun kan nya. rasanya dia masih ingin melanjutkan tidurnya.
"Sayang, ayo bangun. coba lihat disekitar mu." ucap Arya.
"Apa kita sudah sampai mas?"
Bunga mengedarkan pandangannya kesekeliling pesawat. nampak penumpang yang lain sibuk dengan barang-barang mereka dan berjalan keluar.
"Ayo sayang, semangat. katanya mau berlayar dan menaikii kapal persiar termegah." bujuk Arya yang ampuh membuat Bunga bersemangat dan segera membuka mata.
"Iya, ayo mas."
pasangan ini keluar dari pesawat, sambil bergandengan tangan berjalan menuju mobil khusus yang akan menjemput dan mengantarkan mereka ketempat yang diinginkan kan.
"Untuk malam ini kita istrahat dulu di hotel, mas ngak mau kamu kecapean." ucap Arya, mobil yang membawa pasangan ini langsung menuju hotel" berbintang.
"Wah bangus banget mas."
Ucap Bunga takjub memandang kesekeliling hotel yang berdiri megah di tepi pantai pasir putih yang langsung menghadap kelautan lepas.
"Sayang, lihatlah kapal-kapal pesiar mewah itu, kamu pilih saja. kamu ingin menaiki kapal yang mana?" ucap Arya sambil menunjuk kearah kapal pesiar mewah, yang tidak sembaragan orang bisa menaikinya dan berlibur ditempat yang seperti surga dunia ini. bahkan Bunga pun tidak pernah membayangkan akan sampai ketempat ini.
"Tempat ini begitu indah dan sangat mewah, aku seperti bermimpi sampai ketempat ini mas." ucap Bunga tersenyum bahagia merentangkan kedua tangannya menghadap kelautan lepas, di balkon kamar tidur mereka.
Arya memeluk erat Bunga dari belakang, hembusan angin kencang membuat rambut panjang Bunga tergerai lepas. menerpa wajah Arya yang langsung menghirup Wangi sampo yang masih melekat di rambut Bunga.
__ADS_1
Tidak begitu lama, pelayan masuk Mengantar menu makanan untuk pasangan ini.
"Sayang, kita makan dulu yuk. mas tahu kamu pasti lapar setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan." ajak Arya membimbing tangan Bunga untuk masuk menuju ruangan khusus untuk mereka menikmati makan.
"Wah... makanan apa ini mas?"
Bunga menatap makanan yang terlihat asing baginya, namun dia penasaran juga dengan rasa makanan laut tersebut.
"Sayang ini makanan khas negara ini, yang sengaja dibuat dari seafood. berhubung kita berdua dekat lautan." ucap Arya menyuapi Bunga yang semula ragu-ragu untuk membuka mulutnya, namun kunyahan kedua dia langsung tersenyum sambil mengangkat jari jempolnya keatas.
"Bagaimana rasanya?"
"Enak banget mas."
"Makan yang banyak ya." menyuapi Bunga kembali.
"Udah mas, ntar balik dari liburan kita ini, aku malah bertambah gendut." tolak Bunga.
"Benaran ni, mau melihat ku bertambah gendut mas." Bunga memasang ekspresi wajah gendut, dengan membengkak kan kedua pipinya.
"Wah, kamu terlihat semakin cantik Ha....Ha..." ucap Arya.
"Ah mas ngak lucu deh."
"Sayang, intinya mas akan mencintai dan menerima dirimu apa adanya. Mas tidak peduli bagaimana pun perubahan bentuk fisik mu nantinya. karena mas mencintai mu dari hati." Arya menunjuk dadanya sendiri.
Mendengar penuturan Arya, Bunga langsung menghambur memeluk pria tampan itu.
"Sekali lagi terimakasih mas, karena dirimulah aku selalu bahagia dan tersenyum. aku tidak sanggup membayangkan jika aku harus berpisah dari mu mas." ucap Bunga tiba-tiba merasa terharu.
"Kok jadi melow gini sih." balas Arya mengusap punggung sang istri yang masih memeluk nya.
__ADS_1
"Sayang mandi bareng yuk." ajak Arya yang langsung dianggugkan Oleh Bunga, mengingat mereka habis menempuh perjalanan jauh.
Arya Mengendong tubuh Bunga, memasuki kamar mandi yang luas dan sangat mewah, bahkan tempat tidur sampai kamar mandi mereka pun ditaburi Bunga, dan didesain khusus layaknya pasangan bulan madu yang baru saja menikah.
"Mas, ternyata pihak hotel sudah mempersiapkan semua nya."
"Iya, karena sewaktu mas pesan kamar. Mas mengatakan kita pasangan yang hendak menikmati bulan madu." terang Arya.
Bahkan suasana dikamar mandi pun tersa sangat romantis, aroma terapi membuat perasaan pasangan nyaman. Arya dan Bunga tidak cangung lagi untuk berpakaian polos mandi saling berpelukan dalam banctub. meskipun begitu Arya selalu tidak mampu mengendalikan gairahnya setiap melihat tubuh polos sang istri.
Ciuman panjang dan memabukkan, yang dimulai Bunga. mengingat dia sangat menginginkan hadirnya seorang anak, sehingga sekarang dia terlihat lebih agresif, Arya tersenyum senang melihat perubahan Bunga, yang sangat memanjakan dirinya dengan kenikmatan tiada Tarra nya.
"Ayo sayang, mas tidak tahan lagi."
Melihat suaminya yang sudah benar-benar siap, Bunga menyudahi pemanasan nya. dia naik keatas tubuh Arya. mempraktekkan segala cara bagaimana orang berhubungan, seperti film panas yang pernah di tonton bersama Vira sahabat baiknya yang selalu berfikir mesum.
Arya berusa mengimbangi permainan Bunga, membuat sang istri selalu mendesah dan mendesah lagi, ruangan kamar mandi ini tersa hangat, dengan suara ******* pasangan ini yang saling berpacu.
"Mas...."
"Sayang, mas juga sudah mau keluar." desah Arya.
Kedua pasangan ini mencapai puncak kenikmatan, tenaga mereka langsung lemas dengan posisi saling berpelukan. melihat istrinya yang kecapean. Arya membantu memandikan Bunga dan dirinya sendiri. setelah itu mereka memakai jubah mandi. dan langsung melanjutkan tidurnya diranjang yang empuk. tanpa sempat mengenakan pakaian mereka lagi.
Cukup lama Bunga dan Arya tidur saling berpelukan, bahkan pasangan ini tidak mendengar sama sekali deringan ponsel mereka yang terus berbunyi dan bergetar diatas nakas.
"Bunga pergi kemana ya?" Gumam Vira yang tidak mengetahui jika Bunga pergi liburan bareng suaminya, saking semangat dan antusias nya menyambut liburan, sehingga Bunga lupa untuk memberitahu kepergian nya pada Vira maupun pak dosen Ardian.
"Vira, cepat ikut keruangan ku." bisik Ardian dengan tingkah cueknya ketika melintasi Vira yang kembali mencoba untuk menghubungi Bunga.
melihat Vira yang mengabaikan nya, membuat Ardian penasaran ditambah lagi wajah serius Vira yang memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Vira lagi menghubungi Siapa ya?" gumam Ardian penasaran.