Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Lukisan


__ADS_3

Kapal pesiar mewah itupun mulai berlayar, mengarungi lautan lepas, selepas pandangan kedua pasangan ini. senyum bahagia selalu terukir disudut bibir keduanya. Bunga merentangkan kembali kedua tanganya menikmati terpaan angin yang bertiup. sedangkan Arya memilih untuk memeluk erat sang istri kesayangannya.


Tanpa mereka berdua sadari, dari jarak yang tidak begitu jauh dari mereka berdiri sekarang. seorang pemuda berbakat tanpa sadar mengagumi kemesraan dan keromantisan pasang ini. sehingga tangannya langsung menari indah diatas kertas putih yang menjadi kebiasaan nya selama ini, yang sangat hobi melukis sesuatu yang menarik perhatiannya.


Sekarang kertas putih itu sudah terhias dengan lukisan indah, sepasang suami istri yang sedang tertawa lepas sambil berpelukan. dengan tatapan mata mereka yang penuh cinta dan kasih sayang.


"Aku akan menghadiahkan lukisan terbaik ku ini pada pasangan romantis itu, mudah-mudahan saja mereka tidak akan marah, atas kelancangan ku yang tanpa sengaja telah melukis kemesraan mereka."


Pelukis itu berjalan mendekati Pasangan Arya dan Bunga, sambil membawa lukisan ditangan nya.


"Maaf Tuan dan Nona, jika kedatangan saya ini mengganggu waktu santai anda berdua." mulai menyapa Arya dan Bunga dengan senyum ramahnya.


"Ooo, tidak masalah. kami berdua akan lebih senang lagi jika mendapatkan seorang sahabat dikapal yang luas dan sebesar ini." balas Arya.


"Perkenalkan namaku Albert." mengulur kan tangannya kedepan.


"Namaku Arya, dan ini istri tercinta ku yang bernama Bunga."


"Hallo." sapa Bunga ramah.


"Sebelumnya aku minta maaf, karena sudah lancang melukis kemesraan kalian berdua. aku tidak memiliki maksud apa-apa, namun tanpa aku sadar tangan ku tergerak begitu saja melukis kalian berdua." Albert berterus terang, Arya menggangguk pelan, karena dia melihat kejujuran di mata pemuda itu.


"Apa yang kamu bawa itu adalah hasil dari lukisan mu?"


"I..Iya tuan, silahkan anda lihat sendiri." Alber terbata-bata, sambil menyerahkan lukisan tersebut ketangan Arya.


Bunga merapatkan tubuhnya kesamping Arya, dia ikutan melihat hasil dari lukisan tersebut, sambil tersenyum Senang melihat keindahan nya, dan terlihat benar-benar nyata dan sama persis.


"Benar-benar lukisan yang sangat indah." Gumam Bunga tersenyum senang.

__ADS_1


"Ya, terimakasih. aku merasa cukup bangga dengan pujian Anda Nona."


"Kamu sangat berbakat sekali Albert, aku ingin memiliki lukisan ini. dan berapa kah Aku harus membayar hasil yang sangat bagus ini."


"Ha..Ha....Anda tidak perlu membayar dengan nilai dan harga tuan. karena aku ikhlas menghadiahkan lukisan terbaikku ini untuk kalian berdua, dengan harapan semoga pernikahan kalian tetap langgeng dan bahagia." ucap sang pelukis.


Cukup lama mereka ngobrol-ngobrol, hingga tanpa terasa waktu terus berputar, Alber kembali ke kamarnya. begitu juga dengan Bunga dan Arya. mereka juga langsung masuk kekamarnya.


"Mas, aku senang banget dengan kejutan dan hadiah yang sangat indah ini." Bunga masih betah menatap lukisan mereka.


"Iya sayang, aku ingin memanjangnya nanti ditengah-tengah ruangan utama Rumah kita nantinya." balas Arya yang bersiap-siap ingin mandi, dia sudah membuka pakaian bagian atas nya. lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Sayang kamu ngak ikutan mandi?"


"Mas duluan aja, Bunga masih betah berlama-lama menatap lukisan ini." sambil mengusap-usap lukisan dibagian wajah tampan Arya.


"Ya Udah." Arya berjalan masuk dan mandi sendiri, sedangkan Bunga yang mulai capek berjalan menuju tempat tidur. rasa ngantuk tiba-tiba menghampirinya, sehingga tidak butuh waktu lama Bunga langsung tertidur pulas sambil meringkuk memeluk guling.


"Sayang, kamu benar-benar menggemaskan." membelai lembut pipi Bunga. dan kembali bangkit untuk berpakaian. Arya tidak tega membangun kan istri tercintanya. sehingga dia lebih memilih untuk ikutan berbaring disamping Bunga, dan mengambil alih posisi guling yang semula dipeluk Bunga dengan perlahan.


Mereka tidur berpelukan, yang langsung mendatang kan perasaan indah dan nyaman. dengkuran halus keluar dari sudut bibir Arya yang mulai tidur pulas


"Zzzrrrd.... zzzrrrd.....,"


Bunga tiba-tiba terbangun, ketika mendengar suara getaran ponselnya. sambil menguap dan mengeliat, untuk meregangkan otot-otot yang tersa kaku.


"Zzzrrrd... Zzzrrrd...."


Suara getaran ponsel kembali terdengar, Bunga menyipit kan Mata. untuk mengetahui siapa penelpon. dia juga bingung ponsel yang mana yang bergetar mengingat diatas nakas kecil itu terdapat dua ponsel. miliknya dan Arya, yang sengaja pula mengunakan merek hp dan tipe yang sama dengan suami nya.

__ADS_1


Sebelah tangan Bunga terangkat mengambil ponselnya, dengan menyipit kan Mata Bunga berusaha mengintip si penelpon. dengan kondisi matanya yang masih sangat ngantuk.


'Hallo, maaf mengganggu istrahat Anda Tuan." terdengar suara penelpon dari No baru, dengan nama kontak Alber, dari ponsel Arya.


"Ha... hallo, suami saya lagi tidur. ada apa anda menghubungi kami?"


" Maaf Nyonya Arya, saya tidak tahu jika kalian berdua sudah tidur secepat ini, mengingat masih pukul delapan malam." ucap Alber.


"Kami kecapean, sehabis menikmati keindahan lautan lepas barusan." terang Bunga.


"Saya bisa mengerti, pasangan muda seperti kalian pasti masih hangat-hangatnya. saya cuma mau memberitahukan jika tidak lama lagi kapal pesiar mewah ini akan melintasi sebuah pulau yang sangat indah, disana juga akan ada pesta kembang api dan pasar malam rakyat sekitarnya. kapal pesiar mewah ini akan merapat beberapa saat disana, dan para penumpang kapal bebas untuk sekedar berjalan-jalan didaratan sambil menikmati pasar malam." terang Alber.


"Wah menarik sekali, terimakasih atas informasi nya tuan Alber. setelah suami saya bangun nanti saya akan memberikan hal ini kepadanya." percakapan mereka pun terputus, Bunga yang masih sangat ngantuk, tiba-tiba kembali ambruk disamping Arya dengan dengkuran halus disudut bibir nya.


"Dooor....doooor... buuuuurrrr."


Bunga kembali terbangun, ketika mendengar suara ribut-ribut, perlahan dia bangkit berjalan menuju balkon kamarnya.


"Wau indahnya, benar-benar menakjubkan."


Ternyata kapal mereka sudah merapat, nampak disebuah pulau sedangkan diadakan pesta kembang api dan pasar malam rakyat sekitarnya.


Bunga tersenyum puas menyaksikan pemandangan yang sangat indah itu, tanpa mau membangun kan suami untuk mengajakmu kesana, karena Bunga mersa cukup puas dengan hanya menyaksikan dari balik balkon kamarnya sendiri yang masih diatas kapal pesiar mewah ini.


"Aku harus mengabadikan momen indah ini,"


Bunga langsung bangkit untuk mengambil ponselnya, dan merekam semua yang dilihatnya. sambil tersenyum Senang.


Arya meraba-raba posisi tempat tidur dihadapannya yang terasa kosong, bahkan yang dipeluknya sudah berganti dengan guling, mau tidak mau dia akirnya membuka Mata. mencari posisi keberadaan sang istri tercinta.

__ADS_1


"Bunga.....Sayang kamu dimana?" Teriak Arya.


"Mas, aku disini." balas Bunga dari balkon.


__ADS_2