Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Kapal pesiar mewah


__ADS_3

"Udah ah, Bunga kamu sekarang mulai nyebelin."


Vira menutup telponnya, merasa malu karena ketahuan sedang berduaan dengan Ardian. yang juga ikutan menutup panggilan nya dengan Arya.


"Kenapa wajahmu ditekuk gitu, masih kesal ya? karena permainan kita yang penuh gairah dan cinta itu harus terhenti karena panggilan masuk barusan dari mereka yang sengaja mengusilin kita berdua." goda Ardian yang langsung membuat wajah Vira bersemu merah, spontan dia mencubit pinggang Arya.


"Aduuuuuh sakit sayang,"


Ardian mengusap-usap pinggangnya yang terasa perih, sambil menyipit kan Mata menatap Vira yang terlihat marah, kesal bercampur malu.


"Pak dosen ku yang mesumnya kelewatan banget, puas kamu mempermalukanku didepan Bunga dan mas Arya, sekarang mereka pasti tengah mentertawakan kita."


"Ngapain juga mesti malu, terimalah kenyataan ini Vira. jika aku sekarang pacar sekaligus dosen mu." ucap Ardian sambil tersenyum.


"Terserahlah, yang jelas sekarang aku mau pulang. cepatan bukain pintu masuk ruangan ini." Vira menunjuk kearah pintu masuk yang masih terkunci otomatis itu.


"Baiklah, aku akan membuka pintu tersebut. tapi dengan satu syarat."


"Syarat? kamu jangan ngambil kesempatan dalam kesempitan lagi, jika tidak mau nama belakang mu aku ganti dengan sebutan dosen Mesum." ancam Vira.


"Ha...Ha...tidak masalah cantik, toh kamu juga tidak kalah mesum dari ku. buktinya, masih gadis tapi tontonan mu Film dewasa semua, Jadi sebaiknya nama kamu juga harus diganti dengan mahasiswi mesumku Ha....Ha......Ha...." tertawa lepas mengejek Vira yang kesal.


"Ih...jahat....jahat." memukul Ardian, yang dengan sigap memegang kedua tangan Vira.


"Ternyata selain galak kamu juga suka melakukan kekerasan terhadap kekasih mu ya, jangan-jangan setelah menikah nanti aku bisa kena amukan dan KDRT tiap hari."


"Iya, makanya. Bapak harus berfikir seribu kali jika ingin menjadikan aku pacar ataupun istri." ucap Vira.


"Tapi perlu kamu tahu, aku suka lho sama gadis yang galak. jiwa kelakianku tersa tertantang untuk menaklukkan nya." sambil mengelus Kedua pipi Vira.

__ADS_1


"Malam ini kita nonton ya," Ucap Ardian tiba-tiba.


"Ngak ah, bisa-bisa bapak benar-benar ngelakuin perbuatan mesum itu nantinya." tolak Vira yang langsung berfikir jika Ardian bakal ngajak nonton Film begituan.


"Astaghfirullah Vira, pikiran mu kok mesum terus sih. aku ngajakmu nonton Film Romantis, Film terbaru yang berjudul dosenku suamiku, yang dibintangi si Prily dan Rahadian itu, yang sekarang lagi tenar." ucap Ardian.


"Ba.... Baiklah, yang penting aku bisa segera keluar dari ruangan mu ini." ucap Vira terlihat pasrah.


Ardian sengaja mengajak Vira keluar melalui pintu belakang yang terhubung dengan ruangan nya, sedangkan untuk mobil Vira. Ardian meminta sopir nya untuk mengantarkan pulang kerumah gadis itu.


" Duh, bagaimana reaksinya Mama dan papaku. jika mobilku duluan sampai dirumah, sedangkan aku masih berkeliaran begini." terang Vira.


"Ngak Papa, ntra aku yang akan menjelaskan pada mereka. lagian tadi kamu sempat bilang jika kedua orang tuamu lagi keluar negeri beberapa hari ini."


"Aaahhk, kapan aku mengatakannya? perasaan aku ngak ada ngomongin itu deh." Vira mencoba-coba mengingat-ingat perkataan nya.


"Udah jujur aja, kedua orang tuamu benaran Khan lagi ngak dirumah." ulang Ardian.


"Satu hal lagi yang perlu kamu tahu tentang diriku Vira, selain menjadi dosen yang tampan dan pintar. aku juga bisa membaca pikiran orang lain, terutama wanita yang sudah menjadi kekasih ku. meskipun kamu berusaha untuk megelak, tapi aku tahu jika sesungguhnya kamu menyukai dan mencintai ku."


"Mana ada, itu pandai-pandai bapak aja ngarang cerita."


Meskipun terus mengelak, namun Vira tetap mengikuti langkah Ardian, memasuki mobil dosen tampan itu. yang langsung membelah jalanan ibukota yang ramai.


"Kruuugghh... kruuugghh." bunyi yang berasal dari perut Vira, spontan gadis itu berusaha menutupi dan memegangi perutnya yang lapar.


"Vira kamu lapar ya?"


"Ngak kok pak, ini....biasa jika aku sedang kekenyangan. jadi cacing-caving diperutku pada demo bilang terimakasih karena udah dikasih makan gitu."

__ADS_1


"Wah hebat juga, gimana sekarang kita singgah direstoran Jepang itu. biar cacing mu pada demo dan ngucapin terimakasih lagi." ucap Ardian yang langsung membelokan mobilnya memasuki restoran mewah.


"Mmmhhh boleh juga." Vira turun, mereka masuk kedalam mencari meja yang agak menjorok dan langsung menghadap ke taman. begitu pesanan mereka datang, Vira langsung menikmati nya tanpa peduli dengan tatapan Ardian yang tersenyum kearahnya.


"Ngapain malu, cuekin aja. sapa tahu dengan melihat gaya makan ku yang seperti ini dia jadi ilfil terhadap ku, dan berfikir dua kali untuk menjadikan aku pacarnya Ha...Ha....ini kesempatan ku." Gumam Vira.


Diluar dugaan, sikap Ardian berbanding terbalik. bahkan dia membantu Vira minum.


"Sayang maafkan aku ya, sebagai pacar aku tidak memperhatikanmu hingga kelaparan seperti ini." ucap Ardian, membuat Vira menghentikan makannya.


"Jadi bapak tidak malu melihat gaya makan ku yang seperti ini?"


"Sama sekali tidak, aku mencintaimu apa adanya." Menatap wajah Vira dengan tatapan lembut dan penuh cinta, membuat Vira ikut terpana melihat kesungguhan dari tatapan mata Ardian yang tidak terlihat sama sekali kebohongan disana.


Vira tiba-tiba menjadi gugup, dan kembali menyuap makanan nya seperti biasa. rasanya begitu indah dan sangat nyaman, ketika mendengar penuturan Ardian barusan. untuk pertama kalinya hati Vira tersentuh oleh ucapan seorang laki-laki.


"Kok gaya makannya sekarang jadi berubah, bahkan sikapmu terlihat kalem dan sangat manis, Vira kamu bebas bersikap dan menjadi dirimu sendiri." ucap Adrian tersenyum lembut.


"Pak, sebenarnya inilah aku yang sesungguhnya." ucap Vira sambil membalas tatapan mata Ardian lembut.


"Aku semakin jatuh cinta pada mu Safira, meskipun Kamu tidak pernah mengungkapkan isi hatimu padaku." mereka berdua kembali melajukan makan, Ardian sesekali menatap Vira. yang semakin dipandang semakin terlihat cantik.


***


Bunga bergelayut di lengan Arya, sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kapal pesiar yang sangat megah dan mewah. dia menatap takjub arsitektur bangunan kapal, miniatur dan sovenir dari berbagai belahan dunia terpajang rapi dan indah disetiap sudut.


Bunga dan Arya ikut melambaikan tangannya, meskipun ditempat itu tidak ada satu pun yang mereka kenal. senyum bahagia tersungging dari kedua pasangan ini, ketika kapal mulai berlayar mengarungi lautan lepas. berkeliling hingga kepulau yang terkenal dengan keindahannya.


Bunga dan Arya sengaja menikmati pemandangan lautan lepas dengan bersantai diluar kapal. yang juga terdapat kolam renang dan Sofa besar yang bisa mereka gunakan untuk bersantai. dimeja besar yang terdapat ditengah-tengah nya sudah tersaji berbagai makanan berkelas.

__ADS_1


"Mas, aku mersa seperti bermimpi. dapat menikmati dan masuk ketempat seperti ini." ucap Bunga sambil mengelus tangan dan jemari Arya yang tengah memeluknya dari belakang.


__ADS_2