
Bella sudah mulai menerima keadaannya, dan belajar untuk mencintai Dani kembali, karena selama beberapa hari ini bersama Dani di pulau terpencil, mau tidak mau membuat kenangan masa lalu Bella bersama nya sering kali melintas dipikiran ibu satu anak ini, melihat kesungguhan dan kekuatan cinta Dani berangsur-angsur membuat hatinya luluh.
"Bicaralah Bella, Kenapa kamu lebih banyak diam?"
"Dani, aku mulai bosan terkurung disini."
"Tapi di luar sana sangat berbahaya Bella, saat ini status kita menjadi buronan polisi. karena Arya pasti sudah melapor kejadian di apartemen." terang Dani.
"Apa? apa ini juga termasuk diriku?"
"Ya Bella, mengingat secara tidak langsung kamu juga terlibat. termasuk hubungan yang kita lakukan. Arya juga bisa menuntutmu, mengingat secara hikum statusmu masih sebagai istri sah nya."
"Ya Tuhan, aku tidak mau dipenjara. kalau itu benar terjadi, apa yang harus aku lakukan sekarang? aku bahkan tidak bisa bertemu dengan Cecilio lagi hu...hu..." Gumam Bella sedih menyesali perbuatannya, dan tindakan nya menyetujui kencan buta yang ditawarkan Dani.
Mereka akhirnya jadi memutuskan untuk pergi ke pasar tradisional yang terdapat di pemukiman penduduk terpencil dan desa kecil yang terisolir, dengan menumpang perahu kecil, Dani dan Bella akirnya sampai.
Tidak pernah terpikirkan oleh Bella sebelumnya, jika sekarang hidupnya akan seperti ini. pasar tradisional yang kumuh dan sempit ini menjadi tempat shoping nya sekarang. Bella mengunakan menutup wajah, begitu juga dengan Dani yang tidak ingin ketahuan, meskipun kemungkinannya sangat kecil mereka berdua ketahuan aparat, mengingat ini tempat yang sangat jauh.
"Bella, belanja lah semua kebutuhan mu disini. karena kita tidak bisa terlalu sering mengunjungi pasar ini, yang di adakan cuma sekali seminggu." bisik Dani.
"Baiklah."
Bella mengambil beberapa bungkus pembalut wanita yang sangat dibutuhkan nya sekarang, pakaian yang lebih tertutup meskipun semuanya merek murahan, tapi Bella tidak mempunyai pilihan lain. begitu juga Dani yang memilih beberapa bahan makanan dan buah-buahan, termasuk stok bahan bakar.
"Sudah belanja nya Bella."
"Sudah."
Dani dan Bella kembali ke Villa mereka yang terdapat dikaki bukit, melewati danau-danau kecil yang saling berhubungan. Bella sejujurnya begitu sangat mengagumi tempat yang tenang dan sangat nyaman ini, meskipun di pasar tradisional barusan dia bisa kabur dari Dani, mengingat laki-laki itu juga tidak begitu memperhatikan nya. namun Bella sekarang sudah tidak tertarik lagi untuk kabur, mengingat Arya yang tidak lagi membutuhkan nya. bisa jadi Arya justru akan memenjarakan dirinya.
***
Dirumah Arya , keluarga Bella terus mendesaknya untuk mencari keberadaan anaknya, bahkan sang Mama terus menangis memikirkan keberadaan Putri satu-satunya.
__ADS_1
" Tolong kami nak Arya, Mama khawatir sesuatu yang buruk akan menimpa Bella." terang Mama mertuanya.
"Arya ngerti Ma, meskipun Mama sudah tahu sendirikan jika Bella kabur dengan kekasih gelapnya setelah melukai aku."
"Mama malu Arya hu....hu... sebagai orang tuanya. Mama mewakilkan Bella meminta maaf kepadamu nak."
"Iya ma, Arya sudah memaafkan kesalahan Bella. tapi tidak bisa untuk menerimanya sebagai istri lagi, karena aku sudah menalak Bella."
"Aku tahu nak, Bella benar-benar keterlaluan dan mau saja tertipu oleh Dani itu." terang mama geram.
"Sudahlah ma, menyesali keadaan pun percuma sekarang."
Arya juga tidak habis pikir, Bella tiba-tiba menghilang. seakan ditelan bumi. pihak kepolisian juga tidak mampu melacak keberadaan nya bersama Dani.
"Bella, Kamu pergi kemana nak?" ucap Mama menangis sambil memeluk suaminya. segala cara telah mereka lakukan untuk mencari keberadaan anaknya Bella.
Dua bulan berlalu
Pagi ini Bella kembali muntah-muntah, merasa mual yang teramat sangat. kondisi Bella yang terus menurun. bahkan tubuhnya sekarang juga sudah terlihat kurus.
"Lokasi tempat Bidan jauh dari sini, aku tidak sanggup berjalan kesana Dani." ucap nya lemah.
"Bagaimana jika aku Mengendong mu sampai ke atas sampan kecil itu." tunjuk Dani.
"Baiklah." tertunduk lemas.
Dani mengayuh sampan dengan sangat hati-hati, sampai di pemukiman penduduk setempat. perlahan dia membantu mengndong Bella menuju rumah bidan yang terlihat sangat sederhana.
"Sudah berapa lama kamu mengalami gejala ini?" tanya bidan menatap bibir Bella yang pucat.
"Sudah masuk dua Minggu ini Bu bidan."
"Kalau begitu masukan urin mu kebitol ini, kita akan periksa."
__ADS_1
Bella turun, lalu mengikut instruksi bidan. setelah selesai dia pun menyerahkan kembali, bidan memasukkan tespek. dan menunggu hasilnya dalam beberapa menit.
"Selamat, ternyata istri Anda hamil." terang bidan.
Dani sontak terlonjak kaget, kemudian tersenyum bahagia. sedangkan Bella masih syok seakan-akan tidak percaya dengan pendengaran nya barusan.
"Tidak.... tidak mungkin saya hamil Bu bidan, aku yakin pemeriksaan Anda pasti salah." tolak Bella yang langsung menangis.
"Benar Nyonya, hasil pemeriksaan saya tidak pernah meleset. apa lagi ciri-ciri yang Anda Rasakan juga sudah mengarah. dan membuktikan jika anda benar-benar hamil." ulang bidan. yang langsung membuat Bella tertunduk sedih.
Sampai di Villa kembali, Bella masih fokus menatap langit-langit kamar tidur dengan tatapan kosong, dia tidak menyangka bakal hamil anak Dani secepat ini, meskipun tidak dapat dipungkiri mereka sangat sering melakukan hubungan terlarang.
"Kamu kenapa terlihat sedih begini Bella?"
"Bagaimana aku tidak sedih Dani, sekarang aku bahkan hamil dari hubungan terlarang ini." ucap Bella bercampur kesal.
"Jika polisi berhasil menangkap kita, bagaimana nasip bayi tidak berdosa ini nantinya."
"Aku....aku tidak mau dipenjara." ucap Dani panik. sambil mengusap beberapa kali wajahnya.
"Sekarang kita harus bagaimana?" Bella ikut-ikutan panik.
"Kita pergi ke kampung halamanku saja Bella, aku yakin kamu bakal aman disana." tiba-tiba Dani seakan menemukan ide cemerlang.
"Baiklah aku setuju." Bella akirnya pasrah.
"Sebaiknya, kita harus bertindak cepat. meninggalkan Villa ini, karena tempat ini juga tidak akan aman untuk kita berdua, apalagi nanti jika perutmu semakin membesar. aku yakin cepat atau lambat polisi bakal menemukan kita." terang Dani.
Dani bangkit, mereka langsung bersiap sore itu juga. menempuh perjalanan air yang cukup melelahkan, hingga mereka berdua sampai di pelabuhan kecil. dari sana Dani langsung mencari alat transportasi darat untuk membawa mereka kekampung halaman mama Dani.
"Dani, aku ingin kita nanti menikah dan menjadi suami istri." ucap Bella tiba-tiba.
"Aku sangat setuju Bella, bahkan aku sangat bahagia mendengar nya." sebelah tangan Dani mengusap rambut panjang Bella penuh sayang, apa yang diinginkan nya selama ini akan terkabul, menikah dan hidup bahagia dengan orang yang dicintainya.
__ADS_1
"Terimakasih Dani."
"Ya Bella, aku juga sangat bersyukur dan berterimakasih atas kesediaan mu mau menikah dengan ku. selain itu, kita akan pergi ke desa, disana masih kuat dengan tradisi dan norma agama. yang tidak akan pernah mentolelir dan menerima kehadiran pasangan yang tanpa status hubungan yang jelas seperti kita ini." ucap Dani.