Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Mimpi Andrian


__ADS_3

"Tolong Arya, seperti nya alat reproduksiku patah. aku benar-benar kesakitan." teriak Andrian dengan wajah yang memerah menahan sakit.


"Apa," semua saling pandang, kemudian semua tatapan mereka beralih pada Vira yang menggeleng kan kepalanya pelan.


"Bukan....bukan aku pelakunya. please aku belum melakukan apa-apa pada dosen mesum ini?" ucap Vira terlihat takut dan mencoba menghindar.


"Tapi Vira, kamu harus tangung jawab, bagaimana nasip pak Andrian nantinya jika benda keramatnya benaran patah?" teriak Bunga.


"Tidak....tidak...aku ngak mau tanggung jawab."


Vira yang panik, langsung kabur pulang kerumahnya, dia melarikan mobil yang terparkir yang merupakan mobil kesayangan Andrian. sampai dirumahnya Vira kembali merutuki kecerobohan dan kesialannya begitu mengetahui jika itu mobil yang dibawa kaburnya adalah mobil Andrian.


Arya akirnya membantu Ardian, untuk berdiri dan memapah tubuh sahabatnya itu untuk masuk kedalam rumah, sementara Bunga lebih dulu mengejar Vira yang sudah meluncur pergi meninggalkan rumahnya dengan mengunkan mobil Andrian. yang sengaja diantarkan sopir Arya sebelumnya.


"Vira tunggu.... Vira." teriak Bunga dengan nafas ngos-ngosan, mengejar sampai gerbang utama. tapi Vira tidak mendengar teriakan nya barusan.


"Ah benar-benar hari yang buruk," gerutu Bunga kembali masuk kedalam rumah.


"Bunga cepat panggil dokter keluarga, Andrian harus segera diobati. kalau tidak reproduksi nya tidak akan berfungsi lagi dan masa depan nya akan hancur." ucap Arya yang sengaja mengerjai Andrian yang terlihat panik dan kesakitan.


"Apa? tidak... tidak...aku tidak mau, nyobain yang begituan aja belum pernah. masa sekarang aku juga harus kehilangan benda kesayangan ku ini juga hu...hu." teriak andrian tidak terima.


"Iya mas," Bunga langsung menghubungi dokter keluarga mereka.


Bunga kembali mendekat, dia duduk disebelah Arya, menatap Andrian yang masih meringis. berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Bunga dan Arya, tentang kronologis kejadian yang sesungguhnya, namun mereka berdua masih mencoba menahannya, mengingat waktunya sekarang kurang tepat.


Tidak lama dokter datang, sebelah tangannya memegang tas kecil berisi peralatan praktek nya, dia langsung mendekati Andrian.


"Bagian tubuh mana yang perlu di periksa?" menatap Andrian yang masih meringis.


"Tangan dan kakiku, tapi yang paling perih bagian ini." memberi bahasa isyarat menunjuk bagian bawahnya.

__ADS_1


"Oooo aku paham, cepat buka celanamu," perintah dokter.


Andrian langsung bergegas hendak membuka ikat pinggang, karena sudah tidak tahan dengan rasa perihnya.


"Tunggu," terdengar teriakan Arya sambil menutup mata Bunga dengan punggung telapak tangannya. sehingga refleks Andrian membatalkan nya.


"Sayang kamu masuk kekamar saja ya, nanti giliranmu lihat punyaku saja," perintah nya pada Bunga, yang langsung dipatuhi Bunga berjalan cepat menuju kamar mereka dilantai dua.


Dokter yang terkenal ahli dalam masalah ini pun, mulai memeriksa bagian tertentu Andrian. setelah itu memberikan resep obat. agar Andrian tidak kesakitan seperti semula.


"Arya, aku ingin pulang saja, dirumah ada ramuan tradisional herbal. mungkin akan jauh lebih baik jika aku urut pakai ramuan tersebut." Andrian sudah bisa berdiri meskipun jalanya sedikit pelan.


"Baiklah, aku akan perintah kan sopirku untuk mengantarkan Kamu sekarang, mengingat kondisi tubuhmu, dan juga mobilmu masih dikantorku," terang Arya.


"Mobilku sudah berada dihalaman rumahmu sekarang, tadi Asistenku yang mengantarkan nya kesini." terang Andrian.


"Kenapa aku tidak mengetahui nya?" Arya terlihat heran.


"Astaga, mobilku kemana,?" ucap Andrian terlihat mulai panik.


"Apaku bilang, mobilmu masih dikantorku, jangan-jangan kamu sudah Amnesia dadakan," Arya juga ngotot dengan ucapan nya.


Adrian tidak menghiraukan ucapan Arya, dia langsung mengecek cctv yang ada di pos keamanan rumah Arya.


"Ternyata cewek ceroboh dan lalai itu telah membawa kabur mobilku," Andrian terlihat kesal.


Ha...ha...ha..., Arya tidak mampu lagi menahan tawanya, sampai matanya terlihat memerah.


"Andrian, aku rasa kamu dan Vira itu berjodoh. mengingat begitu banyak kejadian dan masalah yang membuat kalian saling dekat dan terkait satu sama lain." goda Arya.


"Sekarang cepat antarkan aku kerumah Vira," Andrian langsung masuk kedalam mobil Arya.

__ADS_1


"Sorry bro, kamu bawa saja mobilku itu. karena aku harus menemani isteriku berhubung dia sedang bergairah sekali setelah menonton adegan yang belum pernah dia lihat. meskipun aku sering mengajarinya dengan praktek langsung." terang Arya yang sengaja memanas-manasi Andrian yang masih jomblo lepas kepergian kekasihnya dulu.


Andrian langsung melajukan mobil Arya pulang keapartemen nya, dia benar-benar capek dengan berbagai kejadian hari ini. sehingga sepanjang perjalanan yang terlihat mulai sepi itu Andrian dapat melajukan dengan kecepatan tinggi agar segera sampai.


"Kenapa sekarang aku merasa seperti melihat Vira ada dimana-mana." Gumamnya sambil memijit pelipisnya.


Ceklek...., Andrian masuk keapartemen nya yang sepi. karena hanya ditempati oleh dirinya sendiri, sementara kedua orang tuanya lebih memilih tinggal di daerah asal mereka.


Andrian langsung menuju kamar mandi sambil berendam dalam bactub. perlahan Andrian memejamkan matanya. namun tiba-tiba dia terbangun dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kamar mandi tersebut.


"Ahhhghh sial, aku merasa seperti Vira ada disini. ada apa denganku sekarang,?" menyudahi mandi nya memilih untuk tidur, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah.


Tidak butuh waktu lama, Andrian sudah terbang menuju alam mimpinya yang indah, dimana dia sedang mengerjai dan menghukum Vira yang kembali lalai dan tidak mengerjakan tugas darinya. Andrian mulai senyum-senyum, seperti tanpa dosa.


"Pak tolong jangan hukum dan tambah tugas-tugasku lagi, please," ucap Vira memohon pada Andrian yang tengah menatap gadis itu tajam.


"Tidak bisa Vira, kesalahanmu itu terlalu sering dan banyak. sehingga kamu harus menerima dan menyicil setiap julukan dariku, jika tidak maka nilai-nilai kuliahmu denganku akan aku buat hancur." ancam Andrian.


"Bapak tidak bisa seenaknya saja, ini tidak adil Karena masih banyak mahasiswa lain yang seperti aku. tapi mereka tidak mendapatkan hukuman yang sama, malahan aku yang paling berat." Vira mengebrak meja Andrian, menunjukkan keberanian nya menantang dosennya itu.


"Kamu berani melawan ku,?" balas Andrian sambil berdiri dan menghadang Vira, dengan jarak yang begitu dekat.


"Ya,"


"Okey mulai sekarang nilaimu aku buat hancur dan tidak akan pernah lulus Dimata kuliahku," Andri kembali mengancam, berhasil membuat nyali Vira menciut.


"Ternyata bapak ganteng banget ya, meskipun sedang marah sekalipun," Vira tiba-tiba mendekat dan semakin mendekat, membuat Andrian terbawa perasaan dan suasana.


"Muuuacch," ciuman hangat bibir Vira singgah dikedua pipinya, membuat Andrian juga tidak tahan melihat bibir indah merekah itu dan membalasnya, namun saat dia ingin merengkuh tubuh Vira tidak bisa dijangkau, hingga Andrian terguling jatuh kelantai.


"Astaga, ternyata cuma mimpi," gumam Andrian. mengusap jidatnya yang sempat terbentur sisi meja.

__ADS_1


__ADS_2