Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Menara Cinta


__ADS_3

Bercinta dibawah guyuran air yang membasahi tubuh mereka, membuat keduanya tidak puas-puasnya saling bergumul, Bunga yang sudah terbakar gairah. ikut membalas ciuman Arya bahkan dia begitu berani memainkan benda pusaka yang selalu membuat nya ketagihan.


"Bunga....Sayang ku, ayo sayang...Mas menyukai permainan mu yang begitu berani seperti ini."


Mendengar perkataan Arya, Bunga semakin bersemangat. dia berhasil memuaskan Arya, kamar mandi terdengar berisik dengan suara ******* pasangan ini. Bunga juga sudah lupa tentang keinginan nya untuk berjalan-jalan sambil menikmati pesta kembang api. baginya bercinta dan memuaskan Arya sudah cukup membuat nya mersa bahagia dan beruntung sebagai seorang istri.


Puas bercinta, mereka berdua melanjutkan mandi. dan bersiap-siap dengan pakaian yang rapi dan tertutup mengingat udara malam diatas kapal yang dingin.


Bunga mengintip situasi diluar kapal melalui kaca jendela kamarnya, karena tidak mendengar kehebohan lagi.


"Ada apa sayang?"


"Ini mas, kok gelap dan ngak ada pesta kembang api lagi. bahkan kapal ini tersa sudah mulai bergerak." tanya Bunga kembali mendekati Arya untuk membetulkan pakaian nya.


Karena penasaran, Arya ikut mengintip keluar. sekarang yang nampak hanya hamparan luas lautan ditengah-tengah kegelapan malam. Arya menatap sayang wajah Bunga.


"Sayang maafkan mas ya."


"Untuk apa mas minta maaf." jawab Bunga tersenyum membalas tatapan penyesalan dari suaminya.


"Karena mas lupa jika akan mengajak mu jalan-jalan menikmati pesta kembang api, mas telah membuang-buang waktu dengan mengajakmu bercinta didalam kamar mandi. sehingga kapal pun sekarang sudah kembali berlayar lagi." terang Arya.


"Sudahlah mas, Bunga ngak papa kok. lagian dengan menikmati dan melihat keindahan dari atas kamarpun sudah cukup membuat Bunga senang dan bahagia."


"Benaran sayang?"


"Mmmhhh, ya mas." sambil menggaguk mantap, membuat Arya tersenyum lega.


"Tapi?"


"Tapi, apa sayang?"


"Besok mas harus puas-pusain aku jalan-jalan di pulau yang akan kita kunjungi nantinya."


"Baiklah, istri ku tercinta." Arya merangkul Bunga.

__ADS_1


"Sekarang kita harus makan malam dulu, kamu maunya direstoran kapal atau makan berduan dengan mas di kamar ini?"


"Mmm...gimana ya, direstoran aja mas, bosan dikamar terus."


Okey."


Arya membimbing sang istri, berjalan keluar kamar menaikii lift. karena restoran mewah berada di unit bagian atas kapal. sehingga pengunjung bisa memandang keindahan diluaran kapal dimalam hari sambil menikmati makan mereka.


Beraneka Makanan laut menggugah selera tersaji, Bunga Bingung mengingat semuanya terlihat enak dan lezat. sehingga dia lebih memilih diam sambil memperhatikan satu persatu, makanan apa yang akan dia nikmati terlebih dahulu.


"Sayang, cobain lobster ini." Arya menyuapi Bunga makanan yang sudah dikupas kulitnya.


"Bagaimana rasanya?"


"Enak banget mas." Bunga nambah lagi, begitu juga dengan Arya. keseringan bercinta membuat keduanya merasa sangat lapar. sehingga tanpa sadar mereka makan banyak.


"Kenyang banget mas."


"Ngak papa, biar istri tercinta mas terlihat semok dan bertambah seksi." goda Arya.


"Mas ini lucu deh, masa istri gendut dibilang semok dan seksi?"


"Tentu, karena mas mencintai mu apa adanya, dan tidak peduli bagaimana pun perubahan bentuk mu sayang."


"Duh senangnya, bisa-bisa aku terbang mas, saking bahagia nya." Bunga tersenyum sambil bergelayut manja di lengan suami nya.


Mereka tertawa bahagia dan selalu mesra, tanpa peduli tatapan penumpang kapal lainnya, yang ikut terhanyut melihat keromantisan mereka, meskipun tidak dapat dipungkiri mata mereka bisa melihat jika perbedaan umur Arya dan istri nya terlihat jelas.


Dengan sikap Arya yang terlihat dewasa, dan Bunga yang masih imut dan sangat manja. namun Arya akan kesal jika ada laki-laki lain di kapal ini yang menatap lama istri nya, karena bagi Arya cukup dia seorang yang boleh berlama-lama menatap kecantikan istri imutnya itu, bahkan sebelum ini, Arya tidak pernah bersikap seperti itu terhadap istri pertamanya Bella, yang sering berhadapan dengan banyak orang, mengingat profesi yang digeluti Bella sebagai model.


***


Pagi yang cerah, secerah senyum Bunga dan Arya. mereka membuka jendela pintu kamar. sehingga pancaran sinar matahari pagi langsung masuk menerobos kedalam.


"Mas, lihatlah."

__ADS_1


Bunga berteriak saking senangnya, begitu kapal mereka sudah merapat disebuah pulau yang sangat indah. disana juga terdapat beraneka Bunga yang bermekaran. dan juga sebuah bukit yang diberi nama dengan julukan bukut cinta.


"Bersiaplah sayang, kita segera kesana sekarang." ajak Arya.


"Ayo mas, aku sudah tidak sabaran lagi." ucap Bunga dengan memakai pakaian santai, dan topi besar yang hampir menutupi wajahnya.


Pasangan ini bergandengan tangan sambil berjalan menelusuri taman bunga, air terjun dari pegunungan yang terlihat sangat alami dan natural. Bunga selalu mengabadikan setiap momen bahagia nya itu, dan mengirimkan salah satu fose foto terbaiknya ke sahabat terbaiknya Vira.


"Gimana ya reaksinya Vira setelah melihat foto ini." ucap Bunga sambil tersenyum Senang membayangkan reaksi Vira yang bakal heboh, Bunga yakin jika sahabat nua itu pasti ingin juga mengunjungi tempat yang benar-benar indah ini.


"Mas, berdasarkan informasi yang pernah aku dengar. ini namanya menara cinta. dan kita bisa menuliskan apapun keinginan kita pada salah satu dinding nya. dan keinginan kita itu bakal terkabul kan." ucap Bunga antusias.


"Sayang, masa zaman sekarang ini kamu masih percaya pada hal yang seperti itu, dosa tau." ucap Arya.


"Aku tahu mas, tapi tidak salahnya kan kita sekedar coba-coba aja seperti mereka. meskipun semua itu tergantung yang diatas." Bunga tetap ngeyel dan menarik tangan Arya, seperti yang dilakukan banyak pasangan.


Bunga mulai menulis keinginan nya, meski Arya tidak ikut-ikutan, dan hanya berdiri disamping Bunga.


"Sayang, nulis apaan sih?"


"Aku ingin selalu bahagia bersama mu mas, termasuk adanya seorang anak ditengah-tengah kebahagiaan Rumah tangga kita berdua." ucap Bunga dengan polosnya.


"Selepas ini, sholat dan berdoa sama yang diatas ya."


"Iya mas," balas Bunga yang mengikuti langkahnya Arya yang menjauh dari menara cinta yang banyak dikunjungi wisatawan.


Bunga dan Arya memasuki toko yang banyak menjual berbagai pernak-pernik khas daerah tersebut, termasuk pakaian dan tas. Bunga sengaja membelikan Vira sahabatnya, Mama mertua dan Cecilio. karena hanya itu orang-orang terdekat Bunga saat ini.


"Mas ini lucu banget." mengangkat sepasang kotak musik yang sangat lucu yang berbentuk Love.


"Sayang kamu menyukai nya."


"Ya mas."


"Okey, ambilah apapun yang kamu sukai. karena jarang-jarang kita mengunjungi tempat ini." ucap Arya yang setia menemani Bunga untuk memilih barang-barang lainnya yang disukai sang istri.

__ADS_1


Sementara Vira yang membuka kota masuk di layar ponsel nya, langsung terlonjak kaget dan heboh begitu melihat foto-foto Bunga dan Arya, serta latar belakang foto tersebut.


"Benar-benar tempat yang indah dan seperti surga dunia, aku pengen ikutan kesana." tanpa sadar Vira merengek dan merangkul tangan Ardian yang duduk disebelah nya.


__ADS_2