Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
promo Novel baru Pelakor cantik itu. Aku


__ADS_3

“Sayang, puasin aku dulu, karena aku bakal merindukan mu beberapa hari ini.” Bisik Dani memeluk erat Sinta yang baru ingin melepaskan pakaiannya.


Sinta terbalik sehingga posisi mereka saling berhadapan, perlahan dia menangkap wajah Dani dengan kedua belah tangannya, dan mulai memberikan ciuman yang tentunya diakhiri dengan percintaan panjang.


Cukup lama mereka bercinta dibawah cucuran air  shower yang mengalir lembut. Setelah puas mereka menyudahi permainan dan kembali untuk berpakaian rapi.


Hari itu Dani langsung mengantarkan istri nya pulang kerumah orang tua nya, mereka disambut hangat oleh keluarga Sinta.


Setelah ngobrol-ngobrol panjang lebar, Dani pamit untuk kembali, mengingat dia yang merupakan seorang pemimpin yang mempunyai tanggungjawab besar terhadap ribuan karyawan nya.


Sepanjang perjalanan pulang, Dani kembali teringat pada wajah Melani, pikiranya mulai tidak fokus apa lagi akhir-akhir ini Melani terlihat bertambah cantik dan sangat seksi.


Pikiran nakalku pun muncul kembali, Setelah sekian lama aku berusaha untuk menjadi laki-laki yang baik dan setia, setelah memutuskan untuk Menikahi Sinta.


Aku berfikir jika istri ku Sinta akhir-akhir ini mulai membosankan, dia yang sangat sibuk dengan pekerjaan nya yang juga memimpin anak perusahaan ku, yang sekarang juga berkembang berkat keuletan dan kegigihannya.


Pernah aku meminta Sinta untuk berhenti dan fokus untuk program hamil, namun satu setengah  tahun fokus dirumah dan ikut program hamil, tidak membuahkan hasil, sehingga Sinta minta ingin kembali bekerja mengingat dia bosan dirumah.


Pikiran liarku, sering membayangkan jika aku berhubungan dengan Melani, bahkan aku sering mencuri-curi pandangan ke bokong Melani yang terlihat sangat montok, dan buah dadanya yang besar, aku sering membayangkan jika aku menikmati benda itu yang tidak aku temui di istri ku Sinta.

__ADS_1


Aku langsung menuju kantor perusahaan, namun kali ini aku tidak fokus sama sekali bekerja, aku malah berfikir “ Jika aku pulang dan mengajak Melani memuaskan aku diranjang, selama Sinta tidak ada, dia bakal nolak ngak ya?”  gumam ku.


Malamnya, aku melirik jam pukul setengah satu dini hari, dimana semua pelayan dirumah ini sudah tidur pulas. Aku pun  sengaja hanya mengunakan piyama tanpa dalaman, aku menghubungi ponsel Melani, berpura-pura minta tolong sakit dan meriang dan minta untuk dipijit.  Aku sengaja menghubungi dan kembali mematikan ponselku.


Lalu mengirimkan nya chat,


“Lani, sudah tidur?”


Aku mulai ragu juga,  karena  jika jam segini pasti Melani sudah tidur. Dan dia ngak bakal membalas isi pesanku. Aku mulai resah.


“Belum mas, ngak bisa tidur.”


“Kenapa?”


“Gerah mas,  Kamar ini Cuma ada kipas.”


“Bantu ngapain?”


“Badanku rasanya meriang dan ngak enak gini. Ngomong-ngomong kamu mau ngak mikirin aku?” aku semakin berani mengirimkan pesan, mengingat respon yang baik darinya.

__ADS_1


“Baiklah, mas tunggu ya.”


“Siiip, balas ku.”


Aku mulai ragu juga,  karena  jika jam segini pasti Melani sudah tidur. Dan dia ngak bakal membalas isi pesanku. Aku mulai resah.


“Belum mas, ngak bisa tidur.”


“Kenapa?”


“Gerah mas,  Kamar ini Cuma ada kipas.”


“Bantu ngapain?”


“Badanku rasanya meriang dan ngak enak gini. Ngomong-ngomong kamu mau ngak mikirin aku?” aku semakin berani mengirimkan pesan, mengingat respon yang baik darinya.


Aku mulai ragu juga,  karena  jika jam segini pasti Melani sudah tidur. Dan dia ngak bakal membalas isi pesanku. Aku mulai resah.


“Belum mas, ngak bisa tidur.”

__ADS_1


__ADS_2