Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Pernikahan Bella


__ADS_3

Bella tercekat, timbul rasa penyesalan dan kasihan pada Dani, Bella seakan menyadari keegoisan nya terhadap Dani selama ini. tanpa sadar spontan tangannya ikut membelai wajah tampan Dani.


"Maafkan aku Dani, selama ini aku begitu egois, dan ambisi yang begitu kuat pada suamiku mas Arya dan impian ku menjadi model terkenal. tanpa mengerti dan peduli dengan perasaanmu yang sesungguhnya, bahkan aku meninggalkan mu begitu saja. sekarang aku sadar aku terlalu jahat untuk menjadi seorang wanita dan juga seorang ibu." ucap Bella sedih serata mengusap pelan perutnya.


"Bella, sebaiknya kita lupakan masa kelam dan hari-hari terburuk yang pernah aku rasakan dulu, aku ingin menata masa depan yang indah bersama mu. hidup didesa kelahiran Mama yang begitu indah." bujuk Dani tulus.


"Aku akan belajar mencintaimu kembali, dengan ikhlas mas Dani," Bella tersenyum bahagia menatap Dani.


Mereka berhasil sampai dikampung yang masih asri dan terasa nyaman itu, Bella memperhatikan rumah kecil yang terlihat sederhana itu. senyum mengembang dari bibir keluarga Dani yang menyambut kedatangan mereka.


Dani dan Bella menyalami satu persatu, termasuk para tetangga yang ikut menyambut hangat kedatangan mereka.


"Mana Anggi adekmu, Dani?" ucap Mama yang sudah mengetahui semua permasalahan yang menimpa kedua orang anaknya, termasuk mengenai Bella, meskipun semula dia sangat menentang keras keinginan Dani, dan Anggi yang bersedia membantu kakaknya untuk mendapatkan Bella kembali, namun mama tidak mempunyai pilihan lain. mengingat mereka tidak ada yang mendengar nasehat nya.


"Anggi sekarang berada diluar negeri ma, disalah satu apartemen ku disana." balas Dani.


"Terus bagaimana sekarang, Mama tidak ingin ikutan terlibat masalah kalian." tolak Mama.


"Ma, tolong kami ma. sekarang Bella sudah bersedia untuk menjadi istrinya Dani, bahkan sekarang dia tengah mengandung anak Dani." bujuk Dani berusaha meluluhkan hati sang Mama.


"Apa hamil?"


"Ya ma."


"Apa kamu yakin kalau itu darah daging mu? toh dia juga masih istri orang." tolak Mama ikutan emosi, diruang keluarga ini hanya ada mereka bertiga, sehingga mereka bebas dan leluasa bersuara.


"Yakin ma, Bella dan Arya sudah bercerai, sewaktu kejadian terakhir diapartemen Anggi, Arya menangkap basah hubungan terlarang yang sedang kami lakukan, lalu menalaknya dihadapan kami semua." terang Dani.

__ADS_1


"Sudah berapa bukan semenjak kejadian itu?"


"Kurang lebih tiga setengah bulan, Bella hamil juga setelah dia terakhir mentruasi sewaktu persembunyian kami di villa."


"Dani, Mama sejujurnya tidak habis pikir dengan pemikiran mu. tapi Mama bisa apa. toh hanya ini yang membuat mu bahagia. mencintai dan menikahi Bella." balas mama pasrah.


"Ma, sebaiknya pernikahan kami dipercepat. kalau bisa tidak usah terlalu ramai. cukup keluarga terdekat saja. Dani harap tidak banyak yang mengetahui keberadaan Dani dikampung ini."


"Baiklah nak, Mama mengerti dengan keputusan mu ini."


Sesuai rencana, pernikahan sederhana pun dilangsungkan dirumah Dani, dengan mengundang keluarga dan tetangga terdekat saja, namun sudah sangat membuat Dani bahagia.


"Aku sangat bahagia Bella, seandainya polisi menemukan keberadaan kita. aku ikhlas dan memohon pada Arya agar jangan menuntut mu ataupun memenjarakan mu Bella. aku ikhlas untuk menggantikan posisi mu. dan dihukum lama." terang Dani menatap Bella dengan wajah berbinar-binar bahagia.


"Dani, kamu tidak perlu khawatir. aku tahu bagaimana mas Arya yang sesungguhnya, dia tidak akan tega menuntut dan memenjarakan aku, apalagi jika dia mengetahui aku sudah hamil anakmu mas Dani. sebaiknya kita bersabar di tempat ini dulu, setelah waktu nya tiba dan situasi aman. kita akan kembali dan meminta maaf pada mas Arya, Cecilio, Mama dan juga Bunga, aku juga sangat merindukan Cecilio anakku bersama mas Arya." ucap Bella sedih.


Setelah menyandang status suami istri, dan tinggal dikampung halaman sang Mama. Dani mulai menunjukkan banyak perubahan kearah yang lebih baik lagi. bahkan dia juga membimbing istri nya Bella untuk melaksanakan kewajiban mereka pada sang ilahi, sesuatu yang sudah lama mereka lupakan.


Mama Dani, tersenyum bahagia melihat perubahan Dani yang sekarang. termasuk Bella, Wanita itu mulai lemah lembut, dan belajar sopan santun. Bella juga diajari mertuanya untuk melayani suaminya dengan baik, bahkan pagi-pagi sekali dia mulai sibuk belajar masak sarapan untuk Dani.


Meskipun keluarga Dani juga bukan orang sembarangan, namun Dani tidak tinggal diam. pria tampan itu juga mulai merintis usahanya yang sempat terbengkalai, tidak nampak keraguan dan ketakutan lagi bakal ditangkap polisi. semenjak menikah, berubah dan bertaubat. Dani sudah memasrahkan pada yang diatas, terlebih keinginan nya bersama Bella untuk meminta maaf secara langsung pada Arya dan keluarga. meski saat ini mereka merasa waktunya masih belum tepat.


***


Kebahagiaan rumahtangga Arya dan Bunga sekarang semakin mesra, bahkan Arya merencanakan bulan madu terindah mereka, mengingat Bunga yang belum juga bisa hamil. pasca keguguran yang pernah dialaminya dulu.


Dikantor, Arya mulai sibuk dengan segudang pekerjaan dan beberapa file dan berkas kerjasama perusahaan mereka yang harus diperiksa dan di tanda tangan. Arya menyelesaikan satu-persatu pekerjaannya sebelum rencana liburan nya dilaksanakan.

__ADS_1


Kesibukan Arya, tidak membuat pria tampan ini kecapean dan mudah marah. Arya yang sekarang terlihat lebih tenang, murah senyum dan bersemangat menjalankan pekerjaanya. bahkan dia juga tidak mempermasalahkan kasus tentang Bella lagi, karena berdasarkan informasi dari orang-orang suruhan Arya, Bella sekarang sudah menikah dan hidup bahagia Dengan Dani.


"Bella, semoga kamu hidup bahagia Dengan pasangan mu yang baru. aku ikhlas dan tidak mempermasalahkan lagi dengan semua kejadian dulu, mungkin ini sudah jalannya untuk kita memilih dan menentukan pilihan hidup kita masing-masing, kembali pada orang tuamu Bella, mereka sangat sedih kehilangan dirimu." Gumam Arya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Reno yang merupakan asisten baru Arya melangkah masuk, setelah mendapat perintah dari atasannya Arya.


"Ada apa bos, Anda memangilku?"


"Reno, tolong carikan aku rekomendasi tempat yang bagus serta romantis, aku ingin menikmati liburan sambil berbulan madu dengan istri ku tercinta Bunga." ucap Arya sambil tetap fokus memeriksa pekerjanya.


"Apa, bukan madu?" Reno mengerutkan keningnya bingung, mengingat usia pernikahan Arya dan Bunga yang sudah berjalan lama.


"Ngapain kamu syok dan terkejut seperti ini? memangnya bulan madu itu iuntuk pasangan baru saja?" ucap Arya sambil menaikkan alisnya, spontan membuat Reno terlonjak kaget.


"Maaf bos, maklum aku ini jomblo akut, jadi mendengar bos pergi bulan madu saja membuat jiwa jomlo yang masih betah melekat pada diriku ini meronta-ronta." balas Reno sambil mengulum senyum.


"Reno, kamu jangan berfikir yang bukan-bukan dulu, aku dan istri kesayanganku sangat mendambakan kehadiran seorang anak, semoga dengan liburan kami bisa lebih fokus dan mendapatkan apa yang sangat kami dambakan selama ini." ucap Arya yang paham dengan apa yang dipikirkan Reno.


" Ooo, sangat bagus sekali bos, saya ikut bahagia dan mendoakan semoga keinginan bos dan nona Bunga segera terwujud. mengingat bos dan nona Bunga sangat baik dan saling mencintai, aku yakin kebahagiaan akan selalu menjadi milik bos dan istri." balas Reno.


"Terimakasih Reno, atas doa dan harapan mu ini ."


"Kalau begitu, saya permisi dulu. nanti jika sudah dapat tempat yang bagus saya akan konfirmasikan pada bos segera. tapi sebelum itu, saya pengen tahu bos menyukai tempat liburan didalam atau luar negeri?" tanya Reno.


"Terserah, yang penting tempat itu nyaman, dan tentunya sangat indah. agar kami bisa mengukir sejarah perjalanan cinta kami berdua." terang Arya tersenyum membayangkan kemesraan mereka nantinya.


"Saya permisi dulu." Reno menunduk hormat dan segera berlalu dari ruangan Arya.

__ADS_1


"Okey," jawab Arya singkat.


__ADS_2