
Rumah besar milik keluarga Dani terasa sepi, mengingat Dani yang belum pulang kerja. begitu juga dengan Mama mertuanya. untuk mengisi kesepian nya. Bella menatap foto anak kesayangannya Cecilio yang tersimpan dalam tas kecil yang sempat dibawa nya.
"Cecilio, pasti saat ini kamu merindukan Mami, maafkan Mami ya nak. Mami janji nantinya akan kembali demi kamu." Gumam Bella sambil duduk di teras kamar yang menghadap taman dan hamparan luas pesawahan penduduk sekitar.
Kampung halaman Dani terlihat sangat indah dan nyaman. jauh dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan yang selama ini dijalani Bella. terpaan udara dingin kembali membuat Bella lebih memilih menyembunyikan seluruh tubuhnya dibalik selimut tebal. tanpa sadar Bella tertidur pulas. dia tidak menyadari Dani yang sudah pulang dari pabrik.
Ceklek....,membuka pintu kamar. Dani langsung terfokus menatap istrinya yang tertidur pulas sambil meringkuk dalam selimut, senyum mengembang dibibir Dani, perlahan dia berjalan mendekat. duduk disisi tempat tidur, sebelah tangannya terangkat sambil mengelus pelan dan menelusuri wajah cantik dihadapan nya itu.
"Istriku yang cantik." Gumamnya.
"Bella, aku tidak tahu kenapa rasa cinta dan tidak ingin kehilanganmu ini bersemi di hatiku. sehingga aku tidak peduli dengan keadaan mu yang dulunya masih menjadi milik orang lain, yang terpenting kamu milikku dan akan selalu menyayangimu dan tidak ingin kamu pergi lagi. meskipun aku harus menerima dan menanggung apapun resikonya nanti." bisik Dani, tangannya terangkat sebelah mengelus pelan rambut Bella. turun kebawah dan berhenti di bagian perut.
"Sehat terus di perut mama ya sayang, papa janji bakal terus menjaga dan merawat kalian berdua." Dani mencium perut Bella yang masih terlihat datar.
Dani bangkit berjalan menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya, menyegarkan kembali pikiran nya dengan berendam di bactub. aromaterapi yang tercium membuat perasaan Dani menjadi tenang.
Dani menyudahi mandinya, berjalan keluar dengan hanya mengunakan handuk kecil yang melilit bagian bawahnya, sedang satunya lagi untuk mengeringkan rambut pendek nya.
Bella yang terbangun, begitu mendengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki mendekat. kembali berpura-pura tidur. sambil sesekali memperhatikan Dani yang tengah memasang pakaian nya sendiri.
"Ya Tuhan, kadang aku masih tidak percaya dan menyangka jika mas Dani adalah suamiku sekarang, bukan mas Arya lagi. meskipun aku juga tidak memungkiri ketampanan dan bentuk tubuh mas Dani yang gagah. namun aku masih sering teringat mas Arya yang juga mungkin sudah sangat bahagia bersama wanita yang dicintainya, yang jelas bukan aku lagi dihati mas Arya, tapi Bunga.
"Mas Arya cintaku, aku yakin kamu tidak akan menerima diriku yang seperti ini lagi, Mengapa semua ini terjadi dan penyesalan datang, setelah aku pergi meninggalkan mu. karena terlena akan nafsu sesaat dan ambisi ku, sekarang aku kehilangan semuanya. aku harus bisa melepaskan mu mas Arya, dan semua bayangan mu dalam hatiku.
Sampai kapan aku harus begini, merintih sakit menahan perih dengan penyesalan ini, harus kah aku memilih mas Dani untuk selamanya, dia yang belum tentu bisa menggantikanmu dihati ku mas. membagi hatiku sekarang? sementara aku yang hanya bisa menyakiti mu," bisik hati Bella sambil mengingat bait - bait lagu yang mengisahkan tentang perjalanan hidupnya yang sesungguhnya.
__ADS_1
Dani yang terlihat sudah rapi sedang mengunakan piyama tidur, mengulum senyum. karena dia tahu Bella tidak tidur, melainkan mencuri-curi pandang kearahnya.
"Bella, aku akan berusaha untuk membuatmu jatuh cinta kembali padaku. dan akan mengantikan posisi laki-laki yang bernama Arya, bagaimana pun juga aku lah laki-laki pertama yang memiliki cinta mu itu dan bukan Arya."
"Sayang, aku tahu kamu berpura-pura tidur saja. apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?" ikut berbaring disisi Bella, mencium dalam tengkuk Bella.
"Nggak ada mas, aku cuma lagi banyak malasnya hari ini. bahkan hampir seharian ini aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan dikamar." ucap Bella balik menatap Dani.
"Apa kamu bosan dengan dirumah saja?"
"Ngak juga mas, cuma kadang aku ngerasa kesepian aja."
"Gimana kalau besok, kamu ikut mas kepabrik?"
"Mau...mau banget mas." balas Bella dengan mata berbinar-binar bahagia.
"Ya sayang, masakan mu enak banget. sehingga mas sekarang lebih suka makan dirumah dari pada makan diluaran."
"Mas bisa aja deh mujinya." wajah Bella bersemu merah mendengar pujian Dani, yang ikut berjalan menuju dapur menemani istrinya yang sangat dicintainya.
"Mama kenapa belum pulang juga mas?"
" Ooo itu, Mama tadi sempat menghubungi mas. dia sekarang sedang berada dirumah sakit. salah satu keluarga Mama dirawat dirumah sakit. makanya Mama sampai sekarang belum pulang juga, sayang."
"Sayang, kamu ikutan makan juga ya."
__ADS_1
Dani menyuapi Bella dengan penuh kasih sayang, perlakuan Dani yang tiba-tiba ini, sering membuat Bella tersentuh. meskipun kadang dia masih sering berfikir jika hanya ada Arya dihatinya, namun dia tidak menyadari jika sesungguhnya Dani sudah hampir menguasai cintanya lagi.
****
Dikamarnya, Arya dan Bunga menikmati keindahan malam hari dari atas kapal mewah yang berukuran cukup besar ini. mereka berdua saling berpelukan. menatap keramaian orang-orang di pasar malam dan pesta kembang api sambil tersenyum bahagia.
'Sayang, apa kamu ingin pergi kesana?"
"Boleh juga mas." ucap Bunga antusias.
"Jika begitu, bersiaplah. aku ingin istriku yang kucel ini tampil cantik dan wangi." ucap Arya.
Bunga langsung tersadar, jika sesungguhnya dia belum mandi semenjak siang. mengingat dia langsung ketiduran ketika baru sampai dikamar. Bunga mencium pakaian nya sambil nyengir kuda pada suaminya Arya.
"Tapi mas kok betah banget ya meluk melulu, udah tau istrinya belum mandi." meregangkan pelukan Arya yang terlihat masih enggan untuk melepaskannya.
"Karena bagi mas, memeluk dan Mencium mu sangat menyenangkan dan membahagiakan. sehingga mas tidak akan peduli mau kamu udah mandi atau ngak. sebenarnya, mas nyuruh kamu mandi, agar kamu mersa nyaman dan bersih saja." sambil mengelus dagu Bunga.
"Ya udah, Bunga mandi dulu ya mas."
"Iya sayang."
"Tapi pelukannya dilepas dong mas, ini malah bertambah erat." Bunga memanyunkan bibirnya kedepan, menatap kesal sang suami, namun malah membuat Arya gemas dan mencium dalam-dalam bibir Bunga. bahkan ciuman Arya berlanjut hingga leher dan dada Bunga, yang membuat Bunga mengeliat kegelian karena kumis tipis Arya.
"Aduuuuuh geli mas."
__ADS_1
Bukannya melepas pelukannya, Arya bangkit lalu Mengendong Bunga untuk masuk Kekamar mandi, kali ini mereka mandi dengan mengunakan air shower yang menyala lembut mengguyur tubuh pasangan ini.
Arya dengan cekatan melepas pakaian Bunga satu persatu, begitu juga dengan diri nya sendiri. rasa sejuk bercampur dinginnya air membuat gairah Arya terbakar. sehingga dia lupa jika niatnya semula ingin mengajak Bunga jalan-jalan untuk melihat pesta kembang api.