Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Kemana Radit


__ADS_3

"Hallo Bunga."


"Vira, ini aku Arya. Bunga ketiduran setelah menyelesaikan tugas kuliah nya barusan." terang Arya.


"Duuuh, gimana ya ngomongin nya. Mas intinya aku ingin minta maaf sama Bunga, termasuk mas Arya, karena ini semua gara-gara pak dosen Ardian mesum ini yang selalu menjahili aku." melirik Ardian kesal.


"Apa? jadi Ardian mesum sama kamu, ini benar-benar keterlaluan dan ngak bisa dibiarkan." Arya sengaja memancing Vira.


"Eh bukan, maksudmu. ini semua gara-gara pak Ardian, sehingga Bunga ngambek dan langsung pergi." ralat Vira, sedangkan Ardian hanya tersenyum menanggapi obrolan mereka.


"Vira kamu santai saja, Bunga ngak marah kok. dia malah senang dan memberikan waktu untuk kalian berduaan, sehingga dia juga ingin mengerjakan tugas nya berduan dengan ku disini, mungkin dia ikut terhanyut melihat kemesraan kalian berdua." terang Arya.


"Tuh kan, sekarang setelah Bunga yang salah Paham. sekarang mas Arya juga ikut-ikutan, aku dan pak Ardian waktu itu sedang bertengkar, karena dia selalu berusaha untuk menggodaku, hanya itu tidak lebih." terang Vira.


"Ya udah, apapun itu. yang merasakan dan tahu kebenarannya hanya kalian berdua. sekarang kamu jangan khawatir, kami mendukung apapun yang terbaik buat kalian berdua." ucap Arya sebelum menutup panggilan mereka.


"Makanya jujur aja deh sayang, dengan perasaan mu termasuk pada semua orang, agar kita berdua segera dihalalkan menuju pelaminan, menyongsong bahtera Rumah tangga yang Sakinah, Warahmah dan Mawardah." goda Ardian kembali dengan merapatkan duduknya mendekati Vira.


"Okey, sebelum semua itu kita mulai, aku ingin menanyakan tentang satu hal pada bapak?"


"Mmmhhh, tapi aku tidak akan menjawab. sebelum kamu ganti panggilan disaat kita berduan seperti ini."


"Ya, sayang ku pak dosen Ardian Syah yang tampan dan tajir, aku mau nanya boleh ngak? tapi kali ini agak lebih pribadi." ucap Vira dengan mimik wajah yang serius.


"Boleh banget, biasanya jika udah nyangkut hal pribadi. ujung-ujungnya pasti ke hal yang lebih serius lagi, seperti hal nya lamaran dulu? apa kamu mau kita langsung nikah aja, atau bahkan langsung malam pertama dulu, baru nikah?" Ardian tidak puas-puasnya untuk menggoda Vira.


"Terserah, tapi aku cuma mau nanya tentangetang siapa sebenarnya Radit? karena aku tidak pernah melihatnya dikampus ini lagi, dan aku juga pernah melihat fotonya dirumah bapak, sewaktu nganterin mobil kesana."


Ardian terdiam, dia tidak menyangka pertanyaan ini yang diutarakan Vira, setelah panjang lebar membujuk nya.


"Apa kamu menyukainya?"


"Ha....Ha....kamu cemburu ya pak dosen ku yang mesum?"

__ADS_1


"Bukan, karena aku yakin dengan perasaan ku sendiri, jika hati dan cintamu tidak akan pernah berpaling dariku." jawab Adrian santai.


"Sebenarnya, Radit itu dulunya teman SMA Bunga. dia juga pernah dikenalin Bunga padaku sewaktu baru pertama masuk kampus ini, dan dia tiba-tiba saja pergi menghilang?"


"Radit itu adik kandung ku, dia memilih pergi ke Dubai. kuliah disana dan bekerja diperusahaan asing, dia itu laki-laki yang gigih dan Sanga mandiri. aku salut pada adik kandung ku itu, dia berubah menjadi pria dewasa dibandingkan dengan umurnya." terang Ardian tersenyum bangga.


"Kedua orang tua pak Ardian dimana?"


"Mama sudah pergi untuk selamanya, kami tinggal berdua saja. sedangkan papaku sudah menikah lagi, dan hidup bahagia dengan keluarga nya yang baru." nampak raut wajah sedih yang terpancar dari wajah Ardian, tanpa sadar tangan Vira mengelus tangan Ardian, ingin memberikan ketenangan dan kekuatan. Ardian membalas elusan tangan Vira dengan elusan dan senyuman manisnya.


"Kamu yang sabar ya, kata orang sih memang berat berpisah dan tinggal kan orang-orang yang kita sayangi."


"Apa kamu pernah merasakan nya?"


Vira menggelengkan kepalanya pelan, dia termasuk orang yang beruntung. keluarga yang utuh dan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuanya.


"Sahabatku Bunga, dia merasakan semua nya. didunia ini hanya Arya yang dimiliki nya, selain kita sahabatnya." terang Vira.


***


Bunga terbangun, dia mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan kamar yang terasa asing, kemudian dia kembali teringat jika Dia sedang berada di ruang kamar perusahaan suaminya. selain ruangan kerja yang luas juga terdapat kamar untuk digunakan Arya sebagai tempat istrahat sewaktu-waktu dibutuhkan.


"Mana mas Arya?"


Bunga baru sadar, jika dia sendirian saja diruangan kamar ini, buku dan tasnya juga sudah terusun rapi diatas meja. perlahan dia menjulurkan kakinya kelantai keramik berwarna putih itu, melangkah pelan Menuju Wastafel untuk membersihkan wajah nya.


Bunga menatap pantulan wajah nya dicermin, sekarang wajah nya sudah terlihat dewasa dan sedikit semok, seperti yang pernah dikatakan suaminya.


"Perasaan, bentuk tubuhku sekarang sedikit berisi." bergumam sendiri sambil memperbaiki penampilannya. Bunga langsung menoleh kearah pintu masuk begitu mendengar pintu kamar tersebut dibuka dari luar.


"Sayang, udah bangun ya."


"Ya mas."

__ADS_1


"Sekarang kita langsung pulang, udah sore."


"Baiklah mas, Cecilio pasti juga sudah nungguin kita." balas Bunga bersiap, karena hampir tiap malam dia membantu Cecilio untuk mengerjakan pr sekolah nya.


Sepanjang perjalanan Bunga lebih banyak diam, menatap luar kaca jendela mobil yang berembun karena hujan. efek dari bangun tidur membuat Bunga suka melamun dan sesekali mengusap kembali.


"Sayang, masih ngantuk?"


"Mungkin mas."


"Nanggung untuk tidur lagi, karena kita juga mau nyampe rumah."


"Iya mas." Bunga mengusap matanya dengan tissue, karena air mata nya keluar efek keseringan nguap. mobil Arya sekarang sudah memasuki gerbang dan berhenti diteras utama, diliriknya Bunga sudah kembali tertidur.


"Yah, tidur lagi."


Arya menatap wajah Bunga yang tertidur begitu pulas, sehingga dia tidak tega untuk membangunkan. dia Mengendong tubuh mungil itu menuju kamar mereka. dan menidurkan nya di ranjang empuk. sedangkan dia langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


*Bunga terbang menuju alam mimpi indahnya, kembali ke masa SMA yang penuh ceria. ada Radit dengan segala tingkah konyol nya yang berusaha untuk mengambil hati Bunga dengan berbagai cara. Bunga yang tengah berlarian di taman, tiba-tiba suasana disekitar nya langsung berubah, nampak Radit sekarang sedang memegang sebuah gitar, dan mulai memetik nya dengan lagu yang sangat romantis,


"perempuan pilihan hatiku."


Bunga ikut terhanyut dengan alunan suara Radit. Namun saat Radit ingin memasangkan sebuah cincin Berlian ketanganya, Bunga tiba-tiba teringat suaminya Arya. bahkan seketika dia tersadar akan status nya yang sesungguhnya*.


"Tidak....tidak....aku tidak bisa menerima mu Radit, aku sekarang istrinya mas Arya, sekarang dan untuk selamanya." jawab Bunga yang berlari pergi meninggalkan Radit yang masih terpaku sedih menatap kepergian Bunga meninggalkan nya.


"Bunga,sampai kapanpun aku akan tetap mencintai mu." Teriak Radit.


"Tidak Radit, tolong lupakan aku." jawab Bunga, dan kembali berlari pergi meninggalkan Radit. namun Radit berhasil menarik sebelah tangannya kembali.


"Tidakkk.....,"


Bunga langsung terbangun, dia duduk dengan keringat membasahi tubuhnya. dia berusaha mengatur kembali pernafasan nya yang masih ngos-ngosan. bertepatan dengan Arya yang baru keluar dari kamar mandi, menatap heran istri kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2